Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Alih-alih Transisi Energi, Co-firing Biomassa PLTU Jabar Picu Masalah Baru

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Kamis 29 Jan 2026, 21:33 WIB
Diseminasi riset “Ironi Co-firing Biomassa PLTU Batubara di Jawa Barat” oleh Trend Asia, LBH Bandung, dan WALHI Jabar digelar di Bandung, Kamis (29/1/2026).

Diseminasi riset “Ironi Co-firing Biomassa PLTU Batubara di Jawa Barat” oleh Trend Asia, LBH Bandung, dan WALHI Jabar digelar di Bandung, Kamis (29/1/2026).

AYOBANDUNG.ID – Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai program co-firing biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara di Jawa Barat berpotensi memperpanjang usia PLTU dan memperlebar dampak sosial-lingkungan, alih-alih mempercepat transisi energi.

Temuan tersebut disampaikan dalam konferensi pers dan diskusi publik diseminasi riset bertajuk “Ironi Co-firing Biomassa PLTU Batubara di Jawa Barat” yang digelar Bandung Bergerak bersama Trend Asia, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, dan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Jawa Barat di Perpustakaan Bunga di Tembok, Kota Bandung, pada Kamis (29/1/2026).

Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan, di Jawa Barat terdapat dua PLTU yang menerapkan skema co-firing biomassa, yakni PLTU Indramayu dan PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, dengan komposisi biomassa sekitar lima persen dan sisanya tetap menggunakan batu bara.

“Alih-alih menurunkan emisi karbon, co-firing justru berisiko memperpanjang umur operasional PLTU. Komposisi batu baranya masih dominan, sekitar 90–95 persen,” ujar Bayu.

Menurut Bayu, secara nasional terdapat 52 PLTU yang menerapkan co-firing biomassa. Kebutuhan biomassa dalam skala tersebut diperkirakan mencapai jutaan ton per tahun, yang berpotensi mendorong perluasan lahan hutan tanaman energi (HTE) termasuk di Jawa Barat.

Sementara itu, Maulida Zahra dari LBH Bandung menyoroti kebijakan co-firing yang dinilai belum berlandaskan prinsip transisi energi berkeadilan. Ia menyebut, kebijakan dari hulu ke hilir lebih mempermudah pemanfaatan biomassa tanpa jaminan perlindungan hak masyarakat dan lingkungan.

“Transisi energi seharusnya meninggalkan energi fosil. Namun dalam co-firing, batu bara masih digunakan dan justru membuka potensi deforestasi serta hilangnya biodiversitas,” kata Maulida.

Dari temuan lapangan, Fauqi Muhtaromun dari WALHI Jawa Barat mengungkapkan sejumlah persoalan dalam rantai pasok biomassa, khususnya di PLTU Indramayu dan Pelabuhan Ratu. Di Indramayu, pasokan serbuk kayu bahkan didatangkan dari luar daerah karena sulitnya memenuhi kebutuhan lokal.

“Ini memicu praktik-praktik culas di lapangan, seperti manipulasi bobot serbuk kayu, serta persaingan dengan usaha-usaha lokal yang juga membutuhkan bahan baku serupa,” ujarnya.

Di Sukabumi, WALHI mencatat pengembangan HTE dan pembangunan pabrik pelet kayu berpotensi menimbulkan konflik lahan. Sejumlah lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga ditetapkan sebagai kawasan tanaman energi tanpa partisipasi bermakna masyarakat.

Koalisi masyarakat sipil tersebut menilai, jika skema co-firing biomassa terus dilanjutkan, Jawa Barat berisiko menghadapi peningkatan konflik agraria, kerusakan lingkungan, serta dampak kesehatan bagi warga di sekitar PLTU.

Mereka merekomendasikan penghentian skema co-firing biomassa dan mendorong pemerintah untuk beralih ke pengembangan energi terbarukan yang benar-benar bersih dan berbasis komunitas.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)