Alih-alih Transisi Energi, Co-firing Biomassa PLTU Jabar Picu Masalah Baru

2 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Diseminasi riset “Ironi Co-firing Biomassa PLTU Batubara di Jawa Barat” oleh Trend Asia, LBH Bandung, dan WALHI Jabar digelar di Bandung, Kamis (29/1/2026).
Diseminasi riset “Ironi Co-firing Biomassa PLTU Batubara di Jawa Barat” oleh Trend Asia, LBH Bandung, dan WALHI Jabar digelar di Bandung, Kamis (29/1/2026).

AYOBANDUNG.ID – Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai program co-firing biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara di Jawa Barat berpotensi memperpanjang usia PLTU dan memperlebar dampak sosial-lingkungan, alih-alih mempercepat transisi energi.

Temuan tersebut disampaikan dalam konferensi pers dan diskusi publik diseminasi riset bertajuk “Ironi Co-firing Biomassa PLTU Batubara di Jawa Barat” yang digelar Bandung Bergerak bersama Trend Asia, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, dan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Jawa Barat di Perpustakaan Bunga di Tembok, Kota Bandung, pada Kamis (29/1/2026).

Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan, di Jawa Barat terdapat dua PLTU yang menerapkan skema co-firing biomassa, yakni PLTU Indramayu dan PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, dengan komposisi biomassa sekitar lima persen dan sisanya tetap menggunakan batu bara.

“Alih-alih menurunkan emisi karbon, co-firing justru berisiko memperpanjang umur operasional PLTU. Komposisi batu baranya masih dominan, sekitar 90–95 persen,” ujar Bayu.

Menurut Bayu, secara nasional terdapat 52 PLTU yang menerapkan co-firing biomassa. Kebutuhan biomassa dalam skala tersebut diperkirakan mencapai jutaan ton per tahun, yang berpotensi mendorong perluasan lahan hutan tanaman energi (HTE) termasuk di Jawa Barat.

Sementara itu, Maulida Zahra dari LBH Bandung menyoroti kebijakan co-firing yang dinilai belum berlandaskan prinsip transisi energi berkeadilan. Ia menyebut, kebijakan dari hulu ke hilir lebih mempermudah pemanfaatan biomassa tanpa jaminan perlindungan hak masyarakat dan lingkungan.

“Transisi energi seharusnya meninggalkan energi fosil. Namun dalam co-firing, batu bara masih digunakan dan justru membuka potensi deforestasi serta hilangnya biodiversitas,” kata Maulida.

Dari temuan lapangan, Fauqi Muhtaromun dari WALHI Jawa Barat mengungkapkan sejumlah persoalan dalam rantai pasok biomassa, khususnya di PLTU Indramayu dan Pelabuhan Ratu. Di Indramayu, pasokan serbuk kayu bahkan didatangkan dari luar daerah karena sulitnya memenuhi kebutuhan lokal.

“Ini memicu praktik-praktik culas di lapangan, seperti manipulasi bobot serbuk kayu, serta persaingan dengan usaha-usaha lokal yang juga membutuhkan bahan baku serupa,” ujarnya.

Di Sukabumi, WALHI mencatat pengembangan HTE dan pembangunan pabrik pelet kayu berpotensi menimbulkan konflik lahan. Sejumlah lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga ditetapkan sebagai kawasan tanaman energi tanpa partisipasi bermakna masyarakat.

Koalisi masyarakat sipil tersebut menilai, jika skema co-firing biomassa terus dilanjutkan, Jawa Barat berisiko menghadapi peningkatan konflik agraria, kerusakan lingkungan, serta dampak kesehatan bagi warga di sekitar PLTU.

Mereka merekomendasikan penghentian skema co-firing biomassa dan mendorong pemerintah untuk beralih ke pengembangan energi terbarukan yang benar-benar bersih dan berbasis komunitas.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)