Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Mengintip Peran AI dan Pekerjaan Insinyur Mekatronika di Era Digital 5

Darren Andrian Hosni
Ditulis oleh Darren Andrian Hosni diterbitkan Kamis 22 Jan 2026, 13:54 WIB
Gedung karya arsitektur. (Sumber: Unsplash | Foto: Lance Anderson)

Gedung karya arsitektur. (Sumber: Unsplash | Foto: Lance Anderson)

Pada era ini, era digital 5, AI sudah semakin canggih dan semakin pintar. AI bisa melakukan banyak hal mulai dari menganalisis, membuat karangan, gambar, video, coding programming bahkan bisa meniru suara manusia. Arooj Ahmed, seorang penulis artikel dari Digital World Information  mengatakan bahwa AI yang paling banyak digunakan adalah AI jenis chatbot, yaitu CHAT GPT pada tahun 2023 dengan 14.6 miliar visit.

Mengapa orang menggunakan CHAT GPT tersebut? Orang-orang merasa bahwa CHAT GPT ini dapat merespon dengan cepat dan baik, dapat diakses dengan mudah, juga dapat membantu pekerjaan atau tugas sehari-hari.  Banyak sekali orang bahkan perusahaan yang menggunakan AI, oleh sebab itu di kalangan masyarakat muncul suatu rasa ketakutan akan AI. Mereka takut pekerjaan mereka akan tergantikan oleh AI.

AI adalah singkatan dari Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, yaitu teknologi yang dibuat untuk meniru kemampuan intelektual manusia, seperti belajar, berpikir, dan memecahkan masalah. AI membuat mesin bisa menjadi mandiri atau dengan sendirinya memproses data, mengenal pola, membuat keputusan dan juga prediksi.

Contohnya dalam bidang jasa dan layanan, layanan pelanggan ditangani oleh AI sehingga tidak lagi perlu manusia untuk mengatasi masalah para pelanggan. Bukan hanya itu, AI juga sudah merambah ke dalam banyak bidang. Salah satu contohnya adalah bidang mekatronika. Dalam bidang mekatronika, AI membuat sistem mekatronika menjadi lebih cerdas dan otonom. Hal ini sangat berdampak untuk masa depan mekatronika. Lalu bagaimana pengaruh AI terhadap pekerjaan manusia, khususnya insinyur mekatronika?

Era Digital 5 dan Era Industri 4 

Dalam beberapa tahun terakhir ini, teknologi berkembang menjadi semakin canggih  sehingga kita memasuki ke era baru yaitu era digital 5. Era digital 5 biasanya lebih dikenal dengan istilah Society 5. Konsep era digital 5 ini pertama kali muncul pada tahun 2016 dan diperkenalkan oleh pemerintah Jepang. Era digital 5 adalah era yang mengutamakan penggabungan teknologi seperti AI, IoT, dan Big Data yang bertujuan untuk membantu manusia agar hidupnya menjadi lebih berkualitas.

Arsitektur dan mekatronika dapat menyatu sebagai penggabungan interdisipliner. (Sumber: Pexels | Foto: energepic.com)
Arsitektur dan mekatronika dapat menyatu sebagai penggabungan interdisipliner. (Sumber: Pexels | Foto: energepic.com)

Era digital 5 merupakan evolusi dari era industri 4. Era industri 4 lebih mengutamakan industri dan produksi, sedangkan menurut Carlos Ferreira dan Sandro Serpa dalam jurnalnya, Society 5 adalah era setelah industri 4, dimana era ini berfokus bukan hanya pada teknologi dan industri tetapi juga pada manusia agar dapat meningkatkan kualitas hidup manusia, keberlanjutan juga tanggung jawab sosial.

Era digital ini berbeda dengan era industri 4. Menurut Atsushi Deguchi dan kawan-kawannya dalam bukunya yang berjudul Society 5.0 A People-centric Super-smart Society , era digital 5 menggunakan siklus dimana data dikumpulkan dan dianalisa lalu diubah menjadi informasi yang penting agar dapat diimplementasikan ke dunia nyata. 

Pro dan Kontra dari AI

Menurut seorang mahasiswi Universitas Amikom Yogyakarta dari jurusan Teknologi Informasi, yaitu Ratna Dwi Natasya, AI sudah banyak digunakan dimana-mana. Contohnya pada bidang industri, AI dapat meningkatkan efektivitas produksi dan kualitas produk. Pada bidang pendidikan, AI bisa membantu proses pembelajaran para murid sehingga para murid dapat memahami materi dengan lebih baik. AI pada umumnya juga mudah untuk diakses orang-orang. Selain itu, menurut Nikita Duggal dari website artikel simplilearn, AI dapat bekerja tanpa henti, meningkatkan pengambilan keputusan dan dapat mengurangi kesalahan manusia atau human error

Namun AI memiliki kekurangan seperti, kekurangan kreativitas karena hanya bisa memberikan hasil berdasarkan pola. Di samping itu, AI juga tidak memiliki emosi sehingga tidak cocok untuk memahami perasaan manusia. Penggunaan AI yang berlebihan dapat mengakibatkan kemalasan misalnya mengerjakan tugas hanya dengan copy dan paste dari AI tanpa campur tangan manusia. Misalnya symbolab AI, dimana kita hanya perlu scan soal matematika dan hasilnya akan langsung muncul. 

AI pun memiliki potensi untuk menggantikan pekerjaan manusia. Misalnya ketika kita ingin menggambar, kita tidak perlu susah-susah menggambar dengan tangan kita sendiri cukup menyuruh AI dan gambarnya akan langsung muncul. Contoh lainnya adalah layanan pelanggan yang sudah ditangani oleh AI tidak perlu manusia untuk mengatasi masalah para pelanggan sehingga manusia tidak dibutuhkan dalam pekerjaan layanan pelanggan. Oleh sebab itu, muncullah kekhawatiran mengenai AI di masyarakat. 

Mekatronika sebagai Bidang Multidisiplin

Istilah Mekatronika pertama kali muncul pada tahun 1969. Menurut Nestor dan Gabriel dari Department of University Libraries, Northern Illinois University,  dalam penelitian artikel mereka, Mekatronika merupakan gabungan dari bidang mekanik dan bidang elektronika. Sekarang, Mekatronika adalah bidang teknik yang menggabungkan mekanika, elektronika, informatika, dan juga control untuk membuat sistem otomatis yang optimal, cerdas, dan efisien. Mekatronika berkembang pesat sejak mikrokontroler diciptakan pada tahun 1980, yang membuat system dalam  Mekatronika lebih cerdas, presisi, juga efisien. 

Mekatronika sendiri memiliki prospek kerja yang luas. Bisa dilihat bahwa mekatronika digunakan di dalam banyak bidang seperti bidang Industri. Dalam bidang Industri, salah satu contoh alat yang menerapkan sistem mekatronika adalah lengan robot las. Bukan hanya ada dibidang industri tapi Mekatronika juga ada dalam bidang Kesehatan, contohnya adalah MRI, CT-Scan, robot bedah dan lain-lain.

Dalam transportasi, contoh produk yang menerapkan sistem Mekatronika adalah mobil listrik, drone, dan mobil hybrid. Bukan hanya itu, insinyur mekatronika juga bisa bekerja dalam bidang robotik, kontrol, elektronik, dan masih ada banyak contoh penggunaan sistem mekatronika dan pekerjaan sebagai insinyur mekatronika lain di dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dibilang bahwa mekatronika sudah menjadi bagian dari hidup kita. Dengan kata lain, insinyur mekatronika mempunyai peluang mendapat pekerjaan yang besar karena pilihan kerjanya banyak.

Hubungan Mekatronika, AI, dan Era Digital 5: Akankah Insinyur Mekatronika tergantikan AI?  

Kita sekarang sudah mengetahui mekatronika, AI, juga era digital 5. Lalu hubungan ketiga hal tersebut apa? AI berperan penting dalam pengembangan sistem mekatronika. Cemal Öztürk, Ph.D. dalam artikelnya mengenai aplikasi AI pada mekatronika mengatakan bahwa, mekatronika akan terus memanfaatkan AI dalam perangkat yang canggih dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin yang adaptif agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitar.

Bukti nyatanya adalah AI digunakan untuk memprediksi kebutuhan perawatan mesin melalui sensor dan data-data yang sebelumnya diambil, supaya mencegah kerusakan terjadi pada mesin. Selain itu, robot juga menjadi lebih menjadi lebih pintar dan adaptif sehingga dapat mengambil keputusan dengan otomatis berdasarkan data-data yang ada. Penerapan integrasi antara mekatronika dan AI bukan hanya pada mesin-mesin dalam industri tetapi juga untuk manusia sehingga manusia dapat hidup dengan lebih nyaman dan kualitas hidup yang bagus. Contohnya adalah mobil otonom atau tanpa pengemudi, vakum pembersih otomatis, robot operasi dan masih ada banyak penerapan yang digunakan untuk membantu hidup manusia lebih mudah. Oleh sebab itu mekatronika dan AI termasuk ke dalam era digital 5 dan menjadi peran yang penting.   

Menurut saya sendiri, AI tidak akan menggantikan pekerjaan para insinyur setidaknya untuk saat ini. Karena untuk menjadi seorang insinyur, kita bukan hanya harus menguasai kemampuan teknisnya, tetapi juga kemampuan non teknis seperti kerja sama tim, komunikasi, memecahkan masalah, juga memikirkan ide yang kreatif dan inovatif. Tetapi masih ada banyak hal yang AI belum bisa lakukan yang insinyur wajib bisa seperti yang sudah disebut.

Baca Juga: Menjabarkan Mekatronika dan Arsitektur kepada Masyarakat Awam

Sejauh ini AI hanya menggunakan data-data dan pola yang sudah ada sehingga sangat susah sekali untuk memunculkan ide baru yang original. Sebaliknya, AI ini justru dapat menolong para insinyur agar bekerja dengan lebih efektif karena adanya bantuan AI. Seperti yang sudah dibahas tadi, AI sudah berintegrasi dengan mekatronika dan kedepannya akan terus saling berhubungan sehingga AI tidak bisa menggantikan insinyur mekatronika tapi justru membuat mekatronika menjadi semakin maju dan berkelanjutan. 

Dari penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa AI itu tidak seburuk yang dipikirkan oleh masyarakat. Memang AI dapat memberikan dampak negatif kepada kita. Tetapi AI juga dapat memberikan dampak positif jika digunakan dengan tepat. Seperti penggunaan AI dalam sistem mekatronika, AI digunakan untuk membantunya bukan menggantikannya. Oleh sebab itu, kita juga harus lebih bijak dalam menggunakan AI agar kita tidak tergantikan olehnya ; tetapi sebaliknya, kita dapat memaksimalkan pekerjaan kita dengan bantuan AI. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Darren Andrian Hosni
Mahasiswa Unpar angkatan 2025

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)