Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

4 menit baca
Nicky Setyawan
Ditulis oleh Nicky Setyawan diterbitkan
Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)

Penggunaan aksesori di ruang pencitraan medis mengubah aksesori tersebut menjadi ancaman fisik yang fatal dan penghalang utama bagi akurasi diagnosis yang menyelamatkan nyawa. Ketika pasien memasuki ruang Magnetic Resonance Imaging (MRI), tubuh mereka akan berinteraksi langsung dengan medan magnet berkekuatan tinggi, sehingga aksesori sekecil apa pun yang melekat pada pakaian dapat seketika ditarik dengan percepatan ekstrem.

Selain risiko mekanis tersebut, gelombang radio yang dipancarkan selama pemindaian juga dapat menginduksi arus listrik pada aksesori yang melingkar, di mana interaksi elektromagnetik ini berpotensi menaikkan suhu logam hingga menimbulkan luka bakar pada kulit pasien. Gangguan yang disebabkan tidak berhenti pada cedera fisik saja melainkan meluas juga pada aspek teknis pencitraan karena material logam akan mengacaukan sifat magnet yang menciptakan visual berupa efek kehitaman pada gambar. Meskipun prosedur skrining sering kali dianggap sebagai formalitas yang merepotkan, pemahaman mendalam mengenai bahaya tersembunyi ini sangat penting agar masyarakat tidak mengorbankan ketepatan diagnosis medis dan keselamatan nyawa demi estetika penampilan.

Menurut panduan keselamatan kerja radiologi yang dirilis oleh Badan Regulasi Produk Kesehatan Inggris (MHRA) tahun 2021, medan radiofrekuensi pada pemindaian MRI dapat menginduksi arus listrik pada material logam, seperti aksesori atau komponen pakaian yang meningkatkan suhu aksesori tersebut secara drastis hingga memicu luka bakar kontak pada kulit pasien. Ketika gelombang elektromagnetik berisolasi tinggi mengenai aksesori, material konduktif tersebut akan menyerap energi gelombang secara masif dan mengubahnya menjadi penumpukan muatan listrik lokal.

Akumulasi muatan ini kemudian mengalir sebagai arus bolak-balik di dalam logam, di mana resistansi internal aksesori tersebut langsung mengonversi energi listrik menjadi energi panas yang menaikkan suhu logam. Suhu tinggi pada permukaan logam ini jauh melampaui kemampuan kulit untuk menahan panas melalui aliran darah, sehingga mekanisme pertahanan biologis tubuh manusia tidak mampu lagi mencegah terjadinya kerusakan jaringan kulit. Akibatnya, kontak langsung antara logam yang panas dengan kulit pasien akan langsung menghancurkan lapisan struktur kulit dan berakhir menimbulkan luka bakar parah.

Sebagaimana diulas secara mendalam oleh Fatma Çağlayan dkk, (2023) dalam Jurnal Ilmu Kesehatan Klinis dan Eksperimental, penggunaan aksesori logam memicu anomali medan magnet yang memunculkan artefak citra parah, di mana distoris visual ini dapat mengaburkan detail anatomis penting pada hasil pemindaian. Secara fisis, material logam memiliki sifat kerentanan magnetik yang jauh berbeda dari jaringan tubuh manusia, sehingga penggunaannya di dalam ruang pemindaian secara instan akan merusak keseragaman medan magnet.

Akibat rusaknya keseragaman medan magnet tersebut, fase dan frekuensi sinyal yang dipancarkan oleh atom hidrogen akan mengalami kesalahan pelokalan spasial yang kemudian berdampak pada rekonstruksi gambar berupa area gelap total atau area dengan efek kehitaman. Kemunculan noda hitam dan distorsi visual ini otomatis menciptakan titik buta pada citra medis, di mana anomali tersebut dapat menutupi keberadaan penyakit yang krusial berupa robekan ligamen halus, akumulasi cairan infeksi, atau bahkan keberadaan awal pertumbuhan sel tumor. Pada akhirnya, kerusakan kualitas gambar akibat penggunaan aksesori ini berakibat tidak hanya menurunkan performa diagnostik mesin radiologi atau mesin pemindaian, melainkan juga melumpuhkan ketajaman analisis dokter dalam mendeteksi penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa pasien.

Ilustrasi MRI. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ilustrasi MRI. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)

Penanggulangan risiko ganda berupa ancaman luka bakar dan distorsi visual gambar tidak akan berjalan optimal tanpa adanya edukasi sistematis yang mengubah pemahaman masyarakat dari sekadar kepatuhan formal menjadi tindakan keselamatan. Selama ini, sebagian besar pasien awam menganggap instruksi untuk menanggalkan aksesori atau mengganti pakaian sebelum memasuki ruang radiologi hanyalah prosedur administratif yang merepotkan, sebab mereka belum memahami karakteristik medan magnet yang tidak kasat mata namun memiliki energi kinetik masif.

Oleh karena itu, tim petugas medis wajib menyediakan alat media visual berupa poster skrining piktogram di ruang tunggu atau pemberian instruksi saat konsultasi langsung dengan petugas tim medis, sehingga pasien dapat membayangkan bagaimana aksesori estetik ini dapat seketika berubah menjadi instrument pembuat cedera berbahaya di dalam ruang pemindaian. Ketika literasi dan edukasi ini berhasil ditanamkan dengan baik, pasien tidak lagi menyembunyikan aksesori kecil secara diam-diam atau merasa terpaksa saat diperiksa, melainkan secara jujur untuk mau dan bersedia membantu petugas dalam melakukan proses skrining berlapis demi keselamatan jiwa pasien. Transformasi pemikiran masyarakat melalui literasi dan edukasi ini menjadi kunci utama untuk meminimalkan insiden yang tidak diinginkan di ruang pemindaian sekaligus juga menjamin kejelasan citra medis yang sangat dibutuhkan dokter untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Penegakan sterilisasi ruang radiologi dari segala bentuk material logam merupakan sebuah prosedur tetap dan mutlak yang tidak dapat ditawar demi menjamin keselamatan fisik pasien sekaligus menjaga akurasi hasil diagnosis medis. Secara fisis, kelalaian dalam menanggalkan aksesori konduktif tersebut akan memicu akumulasi arus induksi radiofrekuensi ekstrem yang secara instan akan segera menimbulkan cedera luka bakar termal derajat tinggi pada permukaan kulit hingga merusak struktur jaringan kulit.

Di samping ancaman biologis tersebut, perbedaan kerentanan magnetik logam juga terbukti merusak keseragaman medan magnet statis sehingga memunculkan artefak distorsi parah yang menciptakan titik buta bagi analisis dokter. Oleh karena itu, penguatan standarisasi edukasi visual piktogram yang interaktif di area rumah sakit menjadi instrumen penting dalam mengubah paradigma masyarakat dari sekadar kepatuhan formal menjadi tindakan keselamatan yang kooperatif. Melalui sinergi yang kokoh antara literasi mandiri pasien dan ketepatan skrining berlapis oleh petugas, prosedur pemindaian MRI dapat berjalan optimal tanpa risiko fatal demi menyelamatkan jiwa manusia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nicky Setyawan
Mahasiswa Fisika Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)