Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

4 menit baca
Aliffiya Putik Rindu Rahmadin
Ditulis oleh Aliffiya Putik Rindu Rahmadin diterbitkan
Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)

Wewangian sudah ada sejak zaman Mesopotamia kuno, namun pengunaannya berbeda dengan wewangian di zaman sekarang. David H Pybus menjelaskan dalam artikel “The History of Aroma Chemistry and Parfume” (2006), kata “Parfume” sendiri berasal dari bahasa Latin per fumum, yang berarti “melalui” atau “dengan” asap. Asap dalam konteks ini membahas tentang pembakaran dupa yang diyakini sebagai cara berdoa orang-orang zaman dahulu untuk disampaikan ke langit untuk perenungan kepada Tuhan.

Penggunaan wewangian pada zaman dulu kebanyakan sebagai ritual keagamaan, dengan menggunakan dupa, kyphi, kayu aromatic dan lain semacamnya. Menurut Dr. Renata G Tatomir, wewangain seperti dupa, dulu digunakan sebagai ritual keagamaan untuk memanggil dan menyenangkan pada dewa. Sedangkan pada zaman sekarang, wewangian digunakan dalam konteks yang lebih luas, sebagai pengharum tubuh, pencegah odor alami tubuh yang kurang enak bahkan sampai perawatan kecantikan sehari-hari.

Wewangian berkembang pesat di masyarakat Mesir sejak tahun 1580-1085 SM dalam acara-acara besar, yang akhirnya membuat popularitas parfum/wewangian tubuh melonjak naik. Pybus mengatakan, masyarakat Mesir Kuno menemukan bahwa campuran pasir dan abu yang dibakar dapat menghasilkan bahan keras dan transparan, atau yang kita kenal sebagai kaca. Jika dalam proses pembakaran ditambahkan batu kapur, kaca yang dihasilkan akan menjadi lebih kuat dan tahan lama. Mereka kemudian memanfaatkan kaca itu untuk membuat wadah yang digunakan untuk menyimpan cairan wewangian, yang akhirnya kita kenal dengan parfum.

Pada abad ke-12, salah satu tokoh Muslim yang turut berperan dalam industri wewangian, Jabir bin Hayyan, turut mengembangkan berbagai teknik untuk mendapatkan saripati wewangian, mulai dari proses destilasi, evaporasi dan filtrasi. Berdasarkan hasil penelitiannya, aroma-aroma yang didapat dari tumbuhan bisa diubah menjadi bentuk uap air. Parfum pada saat itu, dapat disimpan dalam botol yang berisi air atau minyak ekstrak wewangian. Dari keberhasilan Jabir, seorang filsuf dari Arab, Al-Kindi (801-873 M) turut mengembangkan wewangian dengan mengombinasikan aroma wewangian dari beberapa bahan untuk mendapatkan beragam sensasi aromatik. (Hasanul Rizqa, 2021).

Penggunaan wewangian juga tidak hanya untuk keseharian, wewangian juga digunakan dalam konteks religius. Penggunaan wewangian dalam konteks religius biasanya digunakan untuk memanggil para roh leluhur. Wangi dupa juga dipercaya dapat menghantar para roh leluhur ke surga.

Dalam agama Islam sendiri, penggunaan wewangian saat beribadah merupakan anjuran dari pada Nabi SAW. Hasanul Rizqa dalam artikelnya yang dimuat republika.id yang berjudul “Sejarah Parfum di Dunia Kuno” (2021) menuliskan bahwa pada zaman Mesir Kuno, dupa juga digunakan dalam konteks ritual magis, para tabib istana percaya bahwa wangi dupa dapat mengusir roh-roh jahat yang menjangkit tubuh pasiennya, meskipun fungsionalnya untuk mengharumkan tubuh.

 (Sumber: pexels.com | Foto: cottonbro studio)
(Sumber: pexels.com | Foto: cottonbro studio)

Seperti yang disampaikan oleh Kevin Sihotang dalam artikel “Sejak Kapan Manusia menggunakan Parfum?” (2021), di abad ke-18, perkembangan industri parfum di Perancis mengalami kemajuan pesat dan semakin berinovasi dalam pembuatannya.

Parfum yang dulunya hanya menggunakan kayu aromatik, Perancis mulai berinovasi untuk membuat wewangian dengan campuran rosemary, neroli, bergamot dan lemon yang memperkaya variasi wewangian parfum. Kegunaan parfum pada zaman sekarang bukan hanya sekedar untuk ritual keagamaan, namun juga sebagai kebutuhan sehari-hari. Contohnya, penggunaan deodoran, sabun mandi, parfum, aromaterapi, juga body oil.

Orang-orang pada saat ini cenderung tidak bisa lepas dari wewangian, sudah seperti hal wajib setiap harinya untuk menggunakan wewangian. Fungsi wewangian juga tidak hanya sebagai penghilang bau badan, tetapi juga untuk menjaga kebersihan, kesegaran tubuh, relaksasi tubuh hingga higienitas tubuh. Wewangian juga sangat amat berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri seseorang di ruang publik.

Bentuk wewangian tidak hanya parfum, tetapi juga deodorant yang berfungsi untuk mencegah bau badan berlebih, sabun mandi berfungsi sebagai pembersih tubuh dari kotoran-kotoran yang menempel pada saat beraktivitas, aromaterapi sebagai wewangian yang dapat merelaksasi tubuh, body oil sebagai perawatan tubuh, dan masih banyak lagi. Pada zaman kuno, sebagian besar wewangian terbuat dari kayu aromatik, herbal, rempah-rempah, dan lain sebagainya.

Sedangkan di masa sekarang, wewangain terbuat dari berbagai macam bahan alami yang lebih bervariatif. Namun dikarenakan hal tersebut, harga wewangian pun tidak murah, mengingat bahan-bahan yang digunakan lebih bervariasi dan premium. Harga wewangian pun bisa mencapai ratusan bahkan jutaan ribu rupiah. Hal ini wajar terjadi karena kebanyakan produsen wewangian membeli bahan-bahan impor dari luar negeri demi kualitas yang baik dan hasil yang baik pula.

Dari tahun 1580-1085 SM dimana wewangian banyak digunakan perempuan-perempuan Mesir dalam acara-acara besar sampai hampir dari kebanyakan orang menggunakan wewangian saat keluar rumah pada zaman sekarang, merupakan perkembangan yang sangat besar dalam evolusi wewangian di dunia. Seperti yang dikutip dari blog mandalikaparfume.co.id, parfum dibedakan dari konsentrasi dan daya tahan wanginya, eau de cologne (konsentrasi parfum 2%-4% dengan daya tahan wangi 1-2 jam), eau de toilette (konsentrasi parfum 5%-15% dengan daya tahan wangi 2-4 jam), eau de parfum (konsentrasi parfum 15%-20% dengan daya tahan wangi 4-6 jam), extrait de parfum (konsentrasi parfum 20%-40% dengan daya tahan wangi 8-12 jam). Sampai kegunaannya yang bermacam-macam, seperti hair mist, body mist, linen spray, dan lain-lain. Dan sampai sekarang, parfum masih masuk ke dalam kategori benda mewah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aliffiya Putik Rindu Rahmadin
Mahasiswi aktif Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)