Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)

Euforia juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2026 belum sepenuhnya reda. Lautan Bobotoh masih larut dalam kebanggaan setelah Maung Bandung kembali mengangkat trofi dan menambah panjang daftar prestasi klub kebanggaan Jawa Barat itu. Namun di balik gegap gempita perayaan, terdapat mereka yang memilih mengabadikan momen tersebut sebagai bagian dari perjalanan sejarah. Salah satunya adalah dr. Dimas Kurnia Hidayat, seorang Bobotoh yang selama bertahun-tahun tekun mengumpulkan dan merawat jejak-jejak perjalanan Persib melalui ratusan koleksi bersejarah.

Lahir di Bandung pada 22 Desember 1995, Dimas menjalani profesinya sebagai dokter di salah satu rumah sakit swasta di Purwakarta. Di tengah padatnya aktivitas sebagai tenaga medis, ia juga mengemban peran sebagai kepala keluarga. Bersama istrinya, dr. Aulia Rachmawati Ilham, Dimas membina rumah tangga yang harmonis dan telah dianugerahi seorang putra bernama Omara Abdullah Ali Kusumadinata.

Perjalanan Dimas sebagai Bobotoh bermula ketika ia masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Saat itu sekolahnya berada tidak jauh dari Stadion Siliwangi, markas Persib pada masanya. Suatu hari, ketika Persib bertanding pada hari kerja, ia menyaksikan pemandangan yang membekas kuat dalam ingatannya.

Area sekitar stadion dipenuhi sepeda motor yang terparkir rapat. Ribuan orang datang berbondong-bondong untuk mendukung tim kebanggaannya. Fanatisme dan loyalitas para Bobotoh yang ia lihat saat itu menumbuhkan rasa penasaran sekaligus kekaguman.

“Dari situ saya mulai tertarik dengan Persib. Saya melihat bagaimana besarnya kecintaan orang-orang kepada klub ini,” kenangnya.

Rasa ingin tahu itu membawanya membeli sebuah foto skuad Persib yang dijual di lapak pinggir jalan dekat stadion. Foto sederhana tersebut menjadi koleksi pertamanya. Dari sana, ia mulai mengenal sejarah Persib lebih dalam, termasuk sosok legendaris Mang Ayi Beutik yang namanya begitu lekat dengan perjalanan klub. Sejak saat itulah kecintaan kepada Persib tumbuh dan perlahan membentuk identitas dirinya sebagai seorang Bobotoh.

Awalnya, Dimas hanya mengoleksi jersey nonori sebagai bentuk dukungan kepada Maung Bandung. Namun seiring waktu, kegemaran itu berkembang menjadi aktivitas yang lebih serius. Pada 2019, saat menjalani pendidikan profesi dokter, ia mulai fokus mengumpulkan jersey original serta berbagai memorabilia Persib lainnya.

Baginya, mengoleksi bukan sekadar mengumpulkan barang.

“Saya ingin menjaga sejarah, menjadi sarana edukasi, sekaligus bentuk dukungan lain kepada Persib Bandung,” ujarnya.

Kini, koleksi Persib yang dimilikinya mencapai sekitar 500 item. Di antaranya terdapat 64 jersey kandang, 31 buku, serta 362 media cetak berupa koran, majalah, dan tabloid. Sisanya terdiri atas berbagai memorabilia seperti tiket pertandingan, kaset, flyer laga, kartu pemain, hingga benda-benda bersejarah lainnya yang berkaitan dengan perjalanan Persib.

Di antara seluruh koleksi tersebut, foto skuad Persib yang dibelinya saat masih duduk di bangku sekolah dasar tetap menjadi benda paling berkesan. Nilai materinya mungkin tidak seberapa, tetapi foto itu menjadi penanda awal perjalanan panjangnya sebagai Bobotoh.

Sementara itu, koleksi yang dianggap paling langka adalah berbagai arsip Persib saat meraih gelar juara, mulai dari era 1937, 1961, 1986, 1990, 1994, 1995, 2014, 2024, 2025, hingga 2026. Arsip-arsip tersebut menjadi saksi perjalanan panjang klub yang telah menghadirkan kebanggaan bagi jutaan pendukungnya.

Untuk mendapatkannya, Dimas tak segan berburu ke berbagai tempat. Ia memanfaatkan media sosial, platform e-commerce, hingga menjalin jejaring dengan sesama kolektor dari berbagai daerah. Melalui komunitas itulah banyak koleksi berharga berhasil ia temukan dan selamatkan.

Dimas bersama rekan-rekan sesama kolektor dari komunitas Jersey Persib Collector, tahun 2019. (Sumber: Istimewa)
Dimas bersama rekan-rekan sesama kolektor dari komunitas Jersey Persib Collector, tahun 2019. (Sumber: Istimewa)

Namun dunia koleksi Dimas ternyata tidak berhenti pada Persib. Di balik identitasnya sebagai kolektor memorabilia Maung Bandung, ia juga menggeluti berbagai bidang koleksi lain yang sama-sama berakar pada kecintaannya terhadap sejarah.

Saat ini, ia menaruh perhatian pada tujuh bidang koleksi, yakni Persib Bandung, cap dan prangko Indonesia, numismatik dunia beserta First Day Cover, memorabilia ambulans dan penyelamatan, koran, buku-buku referensi koleksi, serta berbagai benda yang berkaitan dengan Kota Bandung.

Ketertarikannya terhadap prangko dan numismatik lahir dari keyakinan bahwa benda-benda kecil tersebut menyimpan cerita besar. Prangko merekam perjalanan bangsa melalui tokoh, budaya, dan berbagai peristiwa penting. Sementara koin, uang kertas, dan First Day Cover menjadi penanda perkembangan ekonomi, politik, serta identitas suatu negara pada zamannya.

Sebagai seorang dokter, Dimas juga memiliki ketertarikan khusus pada dunia ambulans dan penyelamatan. Berbagai miniatur, dokumentasi, dan memorabilia yang berkaitan dengan layanan darurat ia kumpulkan karena dianggap mewakili nilai kemanusiaan dan pengabdian dalam menyelamatkan nyawa.

Perhatian yang sama ia berikan kepada koran-koran lama. Di tengah derasnya arus informasi digital, Dimas melihat media cetak sebagai arsip sejarah yang sangat berharga. Setiap lembar koran menyimpan potret kehidupan masyarakat pada masanya, mulai dari peristiwa politik, olahraga, budaya, hingga dinamika sosial sehari-hari.

Kegemarannya mengoleksi juga didukung oleh kebiasaan berburu buku referensi. Ia mengumpulkan berbagai katalog dan literatur mengenai filateli, numismatik, maupun dunia koleksi lainnya. Baginya, seorang kolektor tidak cukup hanya memiliki benda koleksi, tetapi juga harus memahami cerita dan konteks sejarah yang melatarbelakanginya.

Dari berbagai bidang yang digelutinya, Bandung memiliki tempat yang sangat istimewa. Kota tempat tumbuhnya kecintaan terhadap Persib itu hadir dalam banyak koleksinya, mulai dari foto lama, dokumen, media cetak, hingga berbagai memorabilia yang merekam perjalanan kota dari masa ke masa.

Jika dicermati, seluruh koleksi yang dimiliki Dimas memiliki benang merah yang sama: menjaga sejarah dan merawat identitas. Persib merekam sejarah olahraga dan loyalitas Bobotoh. Prangko dan numismatik menyimpan perjalanan bangsa-bangsa. Ambulans mencerminkan nilai kemanusiaan. Koran menjadi saksi peristiwa zaman. Buku referensi menjaga pengetahuan. Sementara Bandung menjadi ruang tempat berbagai kenangan itu bertemu.

Dimas seolah sedang membangun museum pribadi yang berisi potongan-

potongan cerita dari berbagai era. Bukan untuk disimpan sendiri, melainkan agar sejarah tetap hidup, dapat dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui ratusan koleksi yang dirawatnya, Dimas tidak hanya menyimpan kenangan, tetapi juga menjaga agar sejarah Persib, Bandung, dan berbagai cerita masa lalu tetap dapat dikenang oleh generasi berikutnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.