Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

3 menit baca
MIKAILA AIDAANI GRISELDIS
Ditulis oleh MIKAILA AIDAANI GRISELDIS diterbitkan
 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
(Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat. Menurut data dari Diskominfo Kab. Bandung, dibandingkan dengan kecamatan lain seperti Arjasari dengan total luas keseluruhan lahan pertanian 1178,05 hektare, Baleendah 1057,32 hektare, Banjaran 1198 hektare, luas lahan pertanian Ciparay menjadi yang paling luas dengan total keseluruhan 2633,84 hektare. Hal tersebut menjadikan beras sebagai mata pencaharian utama masyarakat di Kecamatan Ciparay. 

Dikenal dengan hamparan sawahnya yang luas, Kecamatan Ciparay merupakan salah satu sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat selain di Indramayu, Karawang dan Subang. Berdasarkan buku berjudul Pangalengan Tanah Padikoelan Kaboepaten Bandoeng, tahun 1937, yang diakses di situs Delpher, menyebutkan bahwa penduduk di Ciparay menemukan sumber pendapatan yang baik di bidang pertanian, terutama di bidang budidaya padi karena sistem irigasi yang baik.

Sistem irigasi yang baik ini disebabkan karena kondisi geografis di Kecamatan Ciparay yang merupakan daerah lereng yang berpengaruh kepada pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi daerah. Kemiringan tanah di daerah Kecamatan Ciparay menghasilkan pengairan yang bagus dan cocok untuk lahan pertanian yang subur.  Kondisi geografis ini menyebabkan kawasan Kecamatan Ciparay dari dahulu sudah  didominasi oleh lahan pertanian, khususnya pertanian padi. Luasnya lahan pertanian ditambah dengan pengairan yang stabil menjadikan Kecamatan Ciparay sebagai salah satu pemasok utama beras di Jawa Barat. Hasil panen padi di Kecamatan Ciparay kemudian banyak didistribusikan ke wilayah Bandung dan sekitarnya.

Berita tentang beras Ciparay ini menyebar sehingga pada masa kolonialisme Belanda, hal tersebut dimanfaatkan oleh Pemerintahan Kolonial untuk kepentingan komoditas mereka. Berdasarkan buku Politik Pintu Terbuka: Undang-Undang Agraria dan Perkebunan Teh di Daerah Bandung Selatan 1870-1929, yang ditulis oleh Cecep Lukmanul Hakim, pada saat dilaksanakannya kebijakan Undang-Undang Agraria, lahan pertanian di wilayah Bandung Selatan meliputi Kecamatan Ciparay dikuasai sepenuhnya oleh Pemerintah Kolonial dan digunakan untuk memenuhi keperluan komoditas pangan mereka. Akan tetapi, tingkat kesejahteraan petani menurun malah menurun. Hal ini dikarenakan para petani diwajibkan untuk membayar pajak yang sangat tinggi kepada pihak Pemerintah Kolonial dan hasil bumi nya dibayar jauh di bawah harga pasar, sehingga banyak petani yang mengalami kemiskinan. 

Memasuki masa pasca kemerdekaan, setelah Indonesia terlepas dari penjajahan Kolonial Belanda kondisi pertanian di Jawa Barat khususnya Kecamatan Ciparay tidak banyak mengalami perubahan. Selain itu, kesejahteraan para petani juga sudah mulai meningkat karena lahan pertanian mereka sudah tidak diambil alih Pemerintah Kolonial, melainkan para petani sudah kembali mengelola lahan pertanian sendiri sehingga hasil bumi sepenuhnya diterima oleh petani.

Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, menyebutkan bahwa produksi padi di kawasan Kab. Bandung pada tahun 2019 mencapai 785.685 ton. Selain terkenal sebagai lumbung padi di Jawa Barat, beras Ciparay pun sudah terkenal karena kualitas berasnya yang  bagus. Berdasarkan liputan berita dari media massa Republika edisi 2 September 2020, saat musim panen tiba, puluhan ton beras dari Jawa Barat didistribusikan ke Pasar Induk Cipinang Jakarta tiap harinya.

Walaupun pertanian padi di Ciparay sudah eksis sejak masa koloinal, akan tetapi hingga saat ini area pesawahan Ciparay tidak banyak berkurang dibandingkan wilayah pemasok beras yang lain. Berdasarkan data dari Portal Satu Data Kab. Bandung, per tahun 2024 luas lahan pertanian di Ciparay mencapai angka 2.550,09 hektare. Faktor tersebut yang membuat Ciparay dijuluki sebagai lumbung padi Jawa Barat. Selain masih mempertahankan lahan pertanian padinya, para petani di Ciparay pun masih berusaha untuk mempertahankan kualitas berasnya hingga kini. Hal ini yang menjadikan beras di Ciparay masih menjadi sektor utama perekonomian masyarakatnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)