Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

4 menit baca
Chelsea Annisa Dona
Ditulis oleh Chelsea Annisa Dona diterbitkan
Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya pembangunan infrastruktur Indonesia saat ini, jembatan dengan jalur ganda masih tergolong langka. Hanya ada satu jembatan yang memiliki akses dua jalur, yaitu Jembatan Cirahong. Jembatan yang berada di antara Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya ini dibangun pada masa Hindia Belanda oleh perusahaan kereta Belanda. Keberadaan jembatan pada zamannya berperan penting sebagai jalur penghubung antara daerah Galuh dengan Tasikmalaya.

Sampai saat ini Jembatan Cirahong terus mengalami renovasi, dan bertahan dengan banyaknya mobilitas yang menggunakan jalur tersebut sebagai akses antar daerah. Jembatan Cirahong bukan hanya jembatan yang memiliki akses dua jalur saja, tetapi juga berperan sebagai relasi sosial dan penggerak ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

Pelopor pertama jalur kereta api pada masa Hindia Belanda adalah Pulau Jawa. Jalur pertama kereta api tersebut dimulai dari daerah Semarang-Vorstenlanden (Nederandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, Aantekeeningen, Conssesien En Vergunningen, 1902) yang dibagun pada tanggal 17 Juni 1864 diawali di desa Kemijen Semarang (Santoso, 1988).

Setelah pembangunan jalur pertama di Jawa, mulai dibagun jalur-jalur baru di Pulau Jawa. Pembangunan jalur kereta api ini disebabkan oleh perkembangan perkebunan di Hindia Belanda yang mengalami peningkatan, sehingga membutuhkan infrastruktur yang memadai sebagai pengangkutan panen yang akan dijual di pasar Eropa.

Permasalahan seperti ini ditemukan juga di daerah Priangan sebagai penghasil kopi di Hindia Belanda. Dengan kondisi tersebut, tidak sedikit pihak swasta mengajukan proposal kepada pemerintahan Hindia Belanda yang menawarkan pembangunan jalur kereta api di Priangan mulai dari stasiun Bandung. Pihak swasta menawarkan pembangunan jalur yang dibagi menjadi dua jalur yaitu, jalur utama dan jalur cabang. Jalur utama membentang dari barat hingga timur Priangan melewati kabupaten-kabupaten yang ada di Priangan. Pembangunan jalur ini melewati Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Galuh (Fahmi & Prasetyo, 2022)

Aanleg van het viaduct van de Staatsspoorwegen over de Tjitandoej tussen Manondjaja en Tjiamis. (Sumber: http://hdl.handle.net/1887.1/item:915366)

Jalur Warung Bandrek-Cilacap adalah salah gua satu jalur utama, yang melewati Kabupaten Galuh dan Tasikmalaya. Pembangunan jalur kereta api di Kabupaten Galuh ditandai dengan didirikannya Jembatan Cirahong, melalui pengajuan perusahaan Staatsspoorwegen pada bulan Juli 1892. Pembangunan jembatan ini juga merupakan pengusulan dari mantan Bupati RAA Koesoemadiningrat kepada pemerintah Hindia Belanda.

Pembangunan Jembatan Cirahong ini membutuhkan ribuan tenaga kerja lokal dengan proses yang begitu panjang, dan membutuhkan material rangka baja dari Eropa sebagai fondasi konstruksi di atas Sungai Citanduy. Jembatan ini memiliki total panjang 202 meter dan berada di ketinggian 66 meter di atas Sungai Citanduy, dan dapat digunakan secara umum pada tanggal 18 November 1893. Pengoperasian transportasi sangat menguntung bagi pihak Staatsspoorwegen.

Bagi masyarakat Kabupaten Galuh dan Tasikmalaya yang menjadi tempat pembangunan Jembatan Cirahong, tentunya masyarakat terkena dampak yang signifikan. Jembatan Cirahong merupakan urat nadi ekonomi bagi masyarakatnya, karena perkembangan dalam sektor perkebunan banyak perusahaan asing maupun pribumi yang membuka perusahaan perkebunan di wilayah Kabupaten Galuh (Fahmi & Prasetyo, 2022).

Kabupaten Galuh dan Tasikmalaya merupakan wilayah yang cukup padat penduduk. Dengan lembangunan jembatan, maka terjadinya interaksi dan mobilitas antara dua daerah yang menciptakan relasi sosial. Pembangunan Jembatan Cirahong juga mendorong terbukanya akses wilayah yang terisolasi menjadi lebih mudah untuk dijangkau.

Kondisi Jembatan Cirahong terkini (Sumber: Dokumen Pribadi)

Perawatan dan renovasi yang dilakukan perusahaan kereta Belanda dimulai pada bulan Januari 1934, tujuannya menguatkan bagian pilar dan peremajaan besi dan selesai pada bulan Juni 1935. Staatsspoorwegen kembali melakukan perubahan dan perawatan jembatan sebagai renovasi lanjutan pada tahun 1937. Renovasi ini didukung oleh pemerintah Kabupaten Ciamis. Bantuan yang diberikan Kabupaten Ciamis ini ditujukan untuk memperlancar kegiatan mobilitas dan memperkuat posisi jembatan sebagai jalur ekonomi.

Kondisi Jembatan Cirahong saat ini terus diperhatikan dan dirawat oleh pemerintah setempat. Menurut Ciamis.info, perawatan dan perbaikan Jembatan Cirahong yang dilakukan pada tahun 2021 bulan Juli ini, menghasilkan keputusan bahwa jalur bawah Jembatan Cirahong hanya boleh dilewati oleh pengguna motor dan pejalan kaki saja.

Keputusan yang diambil oleh pemerintah setempat bertujuan untuk menjaga kenyamanan warga dan mempertahankan kegunaan jembatan ini dalam jangka panjang. Pemerintah setempat terus melakukan perawatan untuk Jembatan Cirahong, mulai dari peningkatan penerangan, kualitas jalur kendaraan, dan jalur kereta. Usaha perawatan yang dilakukan oleh pemerintah setempat menimbulkan interaksi warga yang semakin kompleks dan mobilitas meningkat di dua daerah, yaitu Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya.

Jembatan Cirahong tidak hanya menjadi warisan infrastruktur dari Hindia Belanda, tetapi sebagai simbol penghubung dua daerah dari masa ke masa. Sejak pemerintahan Hindia Belanda menyetujui pembangunan Jembatan Cirahong, bangunan ini berperan penting dalam memperkuat ekonomi perkebunan masyarakat dan membuka ruang interaksi di wilayah setempat.

Dengan perannya sebagai jembatan dua jalur, yang membantu menghubungkan kepentingan transportasi kereta api dan juga kendaraan umum. Seiring berjalannya waktu, peran penting Jembatan Cirahong tidak memudar, melainkan terus berkembang mengikuti zaman dan masyarakat yang sudah modern. Walaupun mengalami berbagai perawatan atau renovasi oleh pemerintah dan warga setempat, jembatan ini tetap berdiri kokoh.

Dengan besarnya dampak yang dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah sekitar dari adanya keberadaan Jembatan Cirahong, maka perlu kita jaga kualitas jembatan. Jembatan Cirahong bukan hanya sebagai peninggalan dari Hindia Belanda, tetapi juga menjadi jejak masa lalu, identitas wilayah, dan simbol penghubung sosial Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, sehingga Jembatan Cirahong perlu terus kita rawat dan lestarikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Chelsea Annisa Dona
Mahasiswa Sejarah semester 2

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)