Ekspresi Tanpa Suara, Komunitas Karya Seni Tuli Bangun Jembatan antara Teman Tuli dan Dengar

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Selasa 07 Apr 2026, 18:44 WIB
Suasana hangat pertemuan Karya Seni Tuli dipenuhi interaksi melalui bahasa isyarat, tawa, dan semangat berkarya bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Suasana hangat pertemuan Karya Seni Tuli dipenuhi interaksi melalui bahasa isyarat, tawa, dan semangat berkarya bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Refina Nuraini Ultari tersenyum hangat di depan spanduk Karya Seni Tuli, komunitas yang ia bangun dengan sepenuh hati. Di sini, komunikasi melampaui suara; bahasa yang digunakan adalah perpaduan gerak tangan, ekspresi wajah, dan gestur tubuh yang disatukan oleh rasa saling menghargai.

Komunitas ini lahir dari kegelisahan pribadi perempuan berusia 27 tahun tersebut. Lulusan Pendidikan Seni Rupa UPI ini mulai merintis Karya Seni Tuli sejak masih duduk di bangku kuliah sebagai jawaban atas keresahan yang ia rasakan.

Saat asyik menggambar bersama, ia justru merasa terasing karena terkendala dalam berkomunikasi.

“Saya hanya diam saja karena saya tidak bisa berbicara secara jelas. Dari situ muncul ide untuk membangun komunitas khusus teman-teman tuli,” kata Fina melalui bahasa isyarat.

Dari pengalaman tersebut, ia mulai membayangkan sebuah ruang yang ramah bagi teman tuli. Ruang yang memungkinkan mereka berekspresi, berkembang, dan merasa lebih inklusif.

Refina Nuraini Ultari adalah lulusan Seni Rupa UPI yang mendirikan komunitas Karya Seni Tuli sebagai wadah ekspresi yang inklusif. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Refina Nuraini Ultari adalah lulusan Seni Rupa UPI yang mendirikan komunitas Karya Seni Tuli sebagai wadah ekspresi yang inklusif. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Titik Temu Teman Tuli dan Teman Dengar

Karya Seni Tuli didirikan pada 6 Agustus 2023. Fina memulainya sendiri sebelum akhirnya berkembang dan memiliki tim. Kegiatan pertama bertajuk “Nongkrong Berkarya”, dengan niat awal menjadi wadah bagi teman tuli untuk berkarya dan berkembang.

“Saya sempat takut tidak ada yang datang, tetapi ternyata banyak sekali teman-teman tuli yang hadir,” ujar Fina, wajahnya sempat mengernyit sebelum berubah menjadi senyum tipis.

Sekitar 50 orang hadir pada pertemuan pertama. Seiring waktu, jumlah anggota terus meningkat. Hingga April 2026, tercatat sekitar 270 anggota bergabung dalam grup komunitas dari berbagai wilayah di Bandung.

“Sekarang justru lebih banyak teman dengar yang datang karena mereka ingin belajar BISINDO,” kata Fina.

BISINDO atau Bahasa Isyarat Indonesia merupakan bahasa isyarat alami yang digunakan teman tuli dalam komunikasi sehari-hari. Bahasa ini mengandalkan gerakan tangan, gestur tubuh, serta ekspresi wajah.

Komunitas ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang belajar dan berkembang. Fina mengajarkan keterampilan dasar hingga mendorong kemandirian melalui karya seni.

“Saya ingin berbagi ilmu seni yang saya punya supaya teman-teman tuli bisa berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengajarkan cara memproduksi dan menjual karya. Bagi Fina, seni bukan sekadar ekspresi, tetapi juga sarana menciptakan peluang hidup yang lebih mandiri.

Ruang Berkarya, Berekspresi, dan Berjuang

Nama Karya Seni Tuli dipilih untuk mencerminkan beragam potensi yang dimiliki teman tuli. Komunitas ini menjadi wadah berbagai bentuk ekspresi seni.

“Karya Seni Tuli adalah tempat bagi teman-teman tuli yang memiliki bakat dalam seni seperti menggambar, membatik, menari, hingga musik. Semuanya berpadu dalam satu tempat,” jelas Fina.

Selain kegiatan rutin, komunitas ini juga pernah mengadakan pameran bertajuk “Sunyi Berbicara” yang digelar di Orbital Dago pada Mei 2025. Beragam karya ditampilkan, mulai dari lukisan, ilustrasi, sketsa, hingga jaket lukis.

Pameran tersebut menjadi sarana bagi teman tuli untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

“Melalui pameran itu, masyarakat jadi lebih sadar bahwa karya teman tuli juga punya nilai,” kata Fina.

Berbagai kegiatan lain seperti workshop batik, melukis, pengolahan tanah liat, hingga pembelajaran bahasa isyarat juga rutin dilakukan. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk membangun interaksi antara teman tuli dan teman dengar.

Bahasa, Akses, dan Perjuangan Inklusivitas

Di balik aktivitas kreatif tersebut, Fina melihat masih ada tantangan besar yang dihadapi komunitas tuli, terutama terkait pengakuan bahasa isyarat.

“Komunitas ini bukan hanya soal seni, tetapi juga memperjuangkan hak dan akses yang setara,” tegasnya.

“Tantangan terbesar sekarang adalah BISINDO belum diakui sebagai bahasa resmi,” tambah Fina.

Ia menjelaskan bahwa BISINDO berkembang dari budaya dan kebutuhan komunikasi teman tuli, sehingga lebih mudah dipahami.

Hal ini berbeda dengan SIBI atau Sistem Isyarat Bahasa Indonesia yang disusun mengikuti tata bahasa Indonesia.

Menurut Fina, SIBI tidak sepenuhnya merepresentasikan pengalaman teman tuli.

“Kalau BISINDO, itu dibuat oleh teman tuli sendiri dan mengikuti budaya mereka,” ujarnya.

“Berbeda dengan sistem yang dibuat oleh teman dengar, BISINDO lebih natural dan mudah dipahami,” lanjutnya.

Fina juga menekankan pentingnya peran guru tuli dalam dunia pendidikan, terutama dalam mengajarkan bahasa isyarat.

Menurutnya, bahasa ini seharusnya diajarkan oleh mereka yang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika orang mendengar yang mengajarkan bahasa isyarat, itu berarti merampas hak teman-teman tuli,” jelas Fina.

Lingkungan Inklusif Butuh Akses yang Setara

Fina meyakini bahwa menciptakan inklusivitas adalah proses panjang. Ia terus berupaya meningkatkan kesadaran, baik di kalangan teman tuli maupun teman dengar.

“Saya harap teman-teman dengar tidak malu untuk berkomunikasi dengan teman tuli,” ucapnya.

Ia juga berharap adanya layanan publik yang lebih ramah bagi penyandang difabel, termasuk kehadiran juru bahasa isyarat di berbagai fasilitas seperti layanan pemerintahan, rumah sakit, dan transportasi publik.

Fina berharap Indonesia ke depan menjadi lebih inklusif dan ramah bagi teman tuli, karena kesetaraan akses merupakan kunci terwujudnya kehidupan yang inklusif.

Perjalanan yang ia jalani melalui komunitas ini mungkin masih panjang. Namun, langkah kecil yang berangkat dari kegelisahan pribadi kini telah tumbuh menjadi ruang inklusif yang terus berkembang.

“Kita semua punya hak yang sama, hanya cara komunikasinya yang berbeda,” tutup Fina.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)