Isyarat yang Menyatukan, Belajar Memahami Tanpa Suara

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Senin 06 Apr 2026, 15:38 WIB
Suasana ngobrol Komunitas Karya Seni Tuli dipenuhi gerakan tangan, tawa tanpa suara, dan interaksi yang terjalin lewat bahasa isyarat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Suasana ngobrol Komunitas Karya Seni Tuli dipenuhi gerakan tangan, tawa tanpa suara, dan interaksi yang terjalin lewat bahasa isyarat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Suatu siang di sebuah kafe itu tampak sekumpulan orang duduk melingkar. Mereka sepertinya sedang berkomunikasi namun hampir tidak terdengar percakapan suaranya.

Meski demikian, suasana tetap hidup oleh gerakan tangan yang saling bersahutan, tatapan mata yang saling menangkap makna, serta ekspresi wajah yang berbicara tanpa kata. Keheningan itu justru terasa hangat karena orang orang di dalamnya tetap terhubung lewat cara yang berbeda.

Di kafe tersebut terlihat sebuah spanduk bertuliskan “Komunitas Karya Seni Tuli” lengkap dengan gambar dan penjelasan singkat di bawahnya

Penghubung Teman Tuli dan Teman Dengar

Acara “Nongkrong Berkarya” yang diprakarsai Komunitas Karya Seni Tuli menjadi ruang pertemuan antara teman tuli dan teman dengar. Tidak sekadar berkumpul, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk belajar BISINDO atau Bahasa Isyarat Indonesia, bahasa alami yang digunakan oleh teman tuli dalam kehidupan sehari hari.

Ruang ini bukan hanya tempat belajar bahasa, tetapi juga jembatan untuk memahami dunia yang selama ini terasa jauh bagi sebagian orang.

“Waktu masuk ke sini aku sempat bingung harus seperti apa,” ujar Hasni Fadiyah, 19 tahun, salah satu peserta.

Hasni Fadiyah mencoba memahami bahasa baru sambil perlahan menghilangkan rasa canggung di ruang yang asing baginya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Hasni Fadiyah mencoba memahami bahasa baru sambil perlahan menghilangkan rasa canggung di ruang yang asing baginya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Namun, kebingungan itu tidak berlangsung lama. Sambutan hangat dari komunitas membuatnya perlahan merasa diterima dan mulai terlibat.

“Tapi teman teman langsung ngajakin, jadi akhirnya ikut,” tambahnya dengan riang pada Minggu siang, 5 April 2026.

Berbeda dengan Hasni, Nira Nur Inayah, 22 tahun, datang dengan sedikit gambaran. Ia sebelumnya telah mengikuti aktivitas komunitas ini melalui media sosial.

“Yang aku bayangkan kita berkumpul dan belajar bareng. Soalnya sebelumnya sudah lihat di Instagram,” jelasnya.

Keduanya sepakat, rasa ingin tahu dan keinginan mencoba hal baru menjadi alasan utama mereka hadir. Di tengah rutinitas akhir pekan, kegiatan ini menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna.

Dalam sesi pembelajaran, peserta dikenalkan pada dasar dasar BISINDO, mulai dari huruf abjad hingga ungkapan sehari hari. Proses ini tidak selalu mudah, terutama bagi pemula.

“Yang paling sulit itu menghafal, karena banyak sekali yang harus diingat,” kata Nira.

Hasni menambahkan bahwa ekspresi juga menjadi bagian penting dalam berkomunikasi.

“Ekspresi harus pas, itu yang kadang bikin bingung,” ujarnya.

Nira Nur Inayah datang dengan rasa ingin tahu dan pulang dengan pemahaman baru tentang cara berkomunikasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Nira Nur Inayah datang dengan rasa ingin tahu dan pulang dengan pemahaman baru tentang cara berkomunikasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Kesulitan tersebut justru membuka pemahaman baru bahwa bahasa isyarat tidak hanya soal gerakan tangan, tetapi juga melibatkan emosi dan ekspresi yang mendalam.

Dari pengalaman itu, keduanya mulai melihat perspektif berbeda tentang teman tuli.

“Ternyata cara komunikasinya sama saja, tidak ada yang berbeda walaupun mereka punya keterbatasan,” kata Hasni.

“Menurut aku mereka malah lebih hebat, karena harus mengingat banyak gerakan,” timpal Nira.

Kesadaran ini perlahan mengubah cara pandang mereka, dari sekadar melihat perbedaan menjadi memahami kemampuan dan perjuangan yang ada di baliknya.

Dari Keresahan Menjadi Ruang Inklusif

Di balik kegiatan ini, ada kisah dari pendiri komunitas, Refina Nuraini Ultari, 27 tahun, yang akrab disapa Fina. Ia membangun komunitas ini dari pengalaman pribadinya saat kesulitan berkomunikasi dalam kegiatan menggambar di kampus.

“Saya hanya diam karena tidak bisa berbicara dengan jelas, hanya bisa berisyarat. Dari situ muncul ide membangun komunitas untuk teman tuli,” ujar Fina melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh rekan komunitasnya.

Komunitas ini berdiri pada Agustus 2023 dan sejak awal menjadi ruang bagi teman tuli untuk berkarya dan mengekspresikan diri. Seiring waktu, semakin banyak teman dengar yang tertarik untuk belajar.

“Sekarang justru lebih banyak teman dengar yang datang karena ingin belajar BISINDO,” jelas Fina.

Refina Nuraini Ultari membangun ruang sederhana agar teman tuli dan teman dengar bisa saling bertemu dan memahami. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Refina Nuraini Ultari membangun ruang sederhana agar teman tuli dan teman dengar bisa saling bertemu dan memahami. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pernak-pernik karya teman tuli dipajang sederhana, menjadi bentuk ekspresi sekaligus jembatan untuk mengenalkan dunia mereka kepada lebih banyak orang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pernak-pernik karya teman tuli dipajang sederhana, menjadi bentuk ekspresi sekaligus jembatan untuk mengenalkan dunia mereka kepada lebih banyak orang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Perkembangan ini menunjukkan perubahan fungsi komunitas, dari ruang aman bagi teman tuli menjadi jembatan interaksi yang inklusif.

Fina juga merasakan dampak besar dari kegiatan ini, terutama dalam hal kepercayaan diri.

“Teman tuli jadi lebih berani berkomunikasi, dan teman dengar juga mulai berani belajar,” ujarnya.

Kegiatan ini juga membuka wawasan tentang keberagaman bahasa isyarat di Indonesia.

“Ternyata bahasa isyarat berbeda di setiap daerah,” kata Nira.

Hal tersebut dibenarkan Fina. Ia bahkan memperagakan perbedaan isyarat huruf tertentu antara Jakarta dan Jawa Barat.

“Kita saling menghormati perbedaan bahasa isyarat di setiap daerah, sama seperti bahasa lisan,” jelasnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa bahasa, dalam bentuk apa pun, selalu tumbuh dari budaya dan lingkungan.

Pada akhirnya, “Nongkrong Berkarya” bukan sekadar tempat belajar bahasa baru. Ia menjadi ruang pertemuan, tempat empati tumbuh, dan batas komunikasi perlahan memudar.

Di tengah keterbatasan yang sering disalahpahami, muncul kesadaran sederhana bahwa untuk saling memahami tidak selalu dibutuhkan suara, melainkan kemauan untuk melihat, merasakan, dan belajar bersama.

News Update

Ayo Netizen 06 Apr 2026, 18:12

Tantangan Komunikasi Perantau

Pasca mudik Lebaran, kota-kota besar didatangi para perantau baru.

Pemudik di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 06 Apr 2026, 17:02

Menghadapi "Paradoks Rebana", Antara Ambisi Industri dan Realitas Kompetensi Lokal

Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi Cirebon (Kota), Cirebon (Kabupaten), Indramayu, Majalengka, Kuningan hingga Subang kini tengah bersiap menjadi motor penggerak ekonomi masa depan Jawa Barat.

Kawasan Rebana kini telah didukung oleh konektivitas terbaik salah satunya Pelabuhan Patimban untuk ekspor-impor, yang merupakan magnet bagi investor global. (Sumber: portalkemhub.go.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 17:02

10 Netizen Terpilih Maret 2026: Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan

Tulisan-tulisan terbaik yang masuk ke kanal Ayo Netizen sepanjang Maret 2026.

Umat Islam setelah melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di pelataran Gedung Sate. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Apr 2026, 15:46

Panduan Pendakian Gunung Gede Pangrango: Tiga Jalur Pilihan, Kuota, dan Biaya

Informasi jalur pendakian Gunung Gede Pangrango, sistem kuota, biaya SIMAKSI, serta tips penting agar pendakian aman dan sesuai aturan.

Puncak Gunung Gede Pangrango. (Sumber: Wikimedia)
Komunitas 06 Apr 2026, 15:38

Isyarat yang Menyatukan, Belajar Memahami Tanpa Suara

Pertemuan sederhana di sebuah kafe di Bandung menghadirkan ruang belajar bahasa isyarat sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya empati antara teman tuli dan teman dengar.

Suasana ngobrol Komunitas Karya Seni Tuli dipenuhi gerakan tangan, tawa tanpa suara, dan interaksi yang terjalin lewat bahasa isyarat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 15:01

Arus Balik yang Meledak di Bandung Pasca Lebaran 1986

Pada suatu akhir pekan di bulan Juni 1986 itu, Bandung menjadi saksi dari gelombang harapan yang datang bersama arus balik Lebaran.

Halaman muka Harian Umum MANDALA Bandung, terbitan 13 Juni 1986, yang menyoroti membludaknya arus balik Lebaran menuju Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandung 06 Apr 2026, 14:07

Eksistensi Scoop and Skoops, Padukan Konsep Kekinian dan Keaslian Rasa Gelato di The Hallway Space

Gerai gelato Scoop and Skoops memadukan konsep industri F&B kekinian dengan lokasi strategis yang menonjolkan konsep sederhana namun modern.

Gerai gelato Scoop and Skoops memadukan konsep industri F&B kekinian dengan lokasi strategis yang menonjolkan konsep sederhana namun modern. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 13:16

Badai Belum Berlalu, Perlu Komitmen Menjaga Langit Biru

Alam memberi sinyal yang tergambar di langit kepada manusia jika akan terjadi peristiwa yang luar biasa.

Pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang di Kota Bandung memakan korban jiwa, Jumat (3/4/2026). (Sumber: Sumber : BPBD Kota Bandung)
Sejarah 06 Apr 2026, 12:54

Sejarah Perjanjian Cirebon 1681, Penanda Peta Dominasi Kompeni di Tanah Jawa

Perjanjian 1681 antara Cirebon dan VOC jadi titik balik hilangnya kedaulatan dan salah satu pemicu awal dominasi Belanda di Jawa Barat.

Perjanjian Cirebon 1861 (Sumber: historyofcirebon.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 11:43

Bahu Jalan Tol Merupakan Ruang Darurat yang Tidak Boleh Disalahgunakan

Penyalahgunaan bahu jalan tol meningkatkan risiko kecelakaan fatal.

Sebuah kendaraan hancur setelah menabrak bagian belakang bus di Jalan Tol Padaleunyi KM 140 arah Bandung, Rabu (1/4/2026). (Sumber: Instagram/@ridwanzaelanii)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 09:37

Merawat Empati Kemanusiaan

Agama mesti hadir untuk membela kemanusiaan dalam realitas kehidupan, tanpa memandang perbedaan agama, suku, etnis, golongan, kelompok, maupun jenis kelamin.

Ilustrasi empati kemanusiaan, tim relawan sedang membantu evakuasi korban banjir (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 05 Apr 2026, 19:24

Cuaca Ekstrem di Bandung Raya dan Tantangan Infrastruktur Jalan

Cuaca ekstrem di Bandung Raya mengungkap tantangan infrastruktur jalan.

Pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang di Jalan Bojong Raya Caringin, Kota Bandung memakan korban jiwa, Jumat (3/4/2026). (Sumber: Dok. BPBD Kota Bandung)
Bandung 05 Apr 2026, 17:36

Rahasia Eksistensi Bugis Andung sejak 1986: Membawa Resep Turun-temurun dari Padang ke Sudut Pasar Cihapit

Walaupun menawarkan cita rasa klasik, Bugis Andung mampu mengolaborasikan menunya dengan sentuhan modern.

Walaupun menawarkan cita rasa klasik, Bugis Andung mampu mengolaborasikan menunya dengan sentuhan modern. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: M. Kevin Ardhiwilaga)
Ayo Netizen 05 Apr 2026, 16:54

Datang ke Bandung dengan Harapan, Bertahan dengan Kenyataan

Urbanisasi pasca-Lebaran membawa pendatang ke Bandung dengan harapan, namun realitas mobilitas dan kemacetan kerap menjadi tantangan untuk bertahan.

Ilustrasi perantau baru yang penuh semangat dan harapan saat pertama kali tiba di Bandung (kiri), yang kemudian dihadapkan pada kenyataan pahit perjuangan hidup di kota (kanan). (Foto: Gambar dihasilkan oleh Gemini, 2026.)
Ayo Netizen 05 Apr 2026, 12:13

Dakwah Urban

Pesan-pesan dakwah bisa disebarkan pada masjid-masjid perkotaan, yang biasa disesaki para pendatang.

Ilustrasi dakwah. (Sumber: Pexels | Foto: kevin yung)
Beranda 05 Apr 2026, 11:28

Jasa Permak Baju di Kosambi Kota Bandung Masih Diminati di Tengah Perubahan Kebiasaan Konsumen

Di tengah perubahan kebiasaan konsumen yang cenderung membeli pakaian baru, jasa permak baju di kawasan Kosambi Bandung tetap diminati karena dinilai lebih hemat dan praktis.

Pelanggan sedang berbincang dengan Andi untuk memperbaiki pakaiannya di kawasan Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Apr 2026, 08:40

Kala Maung Bandung Persib Diam-Diam Jadi Duta Indonesia

Tim Persib sendiri mungkin tidak pernah bermaksud menjadi aktor diplomatik. Akan tetapi, realitas global hari ini justru ikut membuatnya berada di posisi itu.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saat mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0, beberapa waktu lalu. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Apr 2026, 08:02

Panduan Wisata Gunung Semeru: Jalur Resmi, Ketentuan, dan Estimasi Biaya

Gunung tertinggi di Pulau Jawa bukan sekadar destinasi pendakian. Panduan lengkap untuk merencanakan perjalanan ke Semeru, dari jalur resmi, etape per etape, hingga seluk-beluk perizinan dan biaya.

Puncak Mahameru di Gunung Semeru. (Sumber: Wikimedia)
Komunitas 04 Apr 2026, 15:03

Rona Makna, 11 Lukisan Menjadi Bahasa yang Tak Terucap

Sebelas lukisan dalam “Rona Makna” menghadirkan bahasa sunyi yang berbicara tentang emosi, luka, dan pencarian makna tanpa perlu kata-kata.

Suasana pameran “Rona Makna” di Howl Library and Creative Space dipenuhi interaksi hangat antara karya dan pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 03 Apr 2026, 18:39

Dari Bumi ke Bulan: Kisah Empat Astronot dalam Misi Artemis 2

Kisah empat astronot dalam misi Artemis II yang menandai kembalinya manusia mengelilingi Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Empat astronot misi Artemis II yang akan mengelilingi Bulan dalam program eksplorasi NASA. (Sumber: NASA)