Isyarat yang Menyatukan, Belajar Memahami Tanpa Suara

4 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Suasana ngobrol Komunitas Karya Seni Tuli dipenuhi gerakan tangan, tawa tanpa suara, dan interaksi yang terjalin lewat bahasa isyarat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Suasana ngobrol Komunitas Karya Seni Tuli dipenuhi gerakan tangan, tawa tanpa suara, dan interaksi yang terjalin lewat bahasa isyarat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Suatu siang di sebuah kafe itu tampak sekumpulan orang duduk melingkar. Mereka sepertinya sedang berkomunikasi namun hampir tidak terdengar percakapan suaranya.

Meski demikian, suasana tetap hidup oleh gerakan tangan yang saling bersahutan, tatapan mata yang saling menangkap makna, serta ekspresi wajah yang berbicara tanpa kata. Keheningan itu justru terasa hangat karena orang orang di dalamnya tetap terhubung lewat cara yang berbeda.

Di kafe tersebut terlihat sebuah spanduk bertuliskan “Komunitas Karya Seni Tuli” lengkap dengan gambar dan penjelasan singkat di bawahnya

Penghubung Teman Tuli dan Teman Dengar

Acara “Nongkrong Berkarya” yang diprakarsai Komunitas Karya Seni Tuli menjadi ruang pertemuan antara teman tuli dan teman dengar. Tidak sekadar berkumpul, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk belajar BISINDO atau Bahasa Isyarat Indonesia, bahasa alami yang digunakan oleh teman tuli dalam kehidupan sehari hari.

Ruang ini bukan hanya tempat belajar bahasa, tetapi juga jembatan untuk memahami dunia yang selama ini terasa jauh bagi sebagian orang.

“Waktu masuk ke sini aku sempat bingung harus seperti apa,” ujar Hasni Fadiyah, 19 tahun, salah satu peserta.

Hasni Fadiyah mencoba memahami bahasa baru sambil perlahan menghilangkan rasa canggung di ruang yang asing baginya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Hasni Fadiyah mencoba memahami bahasa baru sambil perlahan menghilangkan rasa canggung di ruang yang asing baginya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Namun, kebingungan itu tidak berlangsung lama. Sambutan hangat dari komunitas membuatnya perlahan merasa diterima dan mulai terlibat.

“Tapi teman teman langsung ngajakin, jadi akhirnya ikut,” tambahnya dengan riang pada Minggu siang, 5 April 2026.

Berbeda dengan Hasni, Nira Nur Inayah, 22 tahun, datang dengan sedikit gambaran. Ia sebelumnya telah mengikuti aktivitas komunitas ini melalui media sosial.

“Yang aku bayangkan kita berkumpul dan belajar bareng. Soalnya sebelumnya sudah lihat di Instagram,” jelasnya.

Keduanya sepakat, rasa ingin tahu dan keinginan mencoba hal baru menjadi alasan utama mereka hadir. Di tengah rutinitas akhir pekan, kegiatan ini menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna.

Dalam sesi pembelajaran, peserta dikenalkan pada dasar dasar BISINDO, mulai dari huruf abjad hingga ungkapan sehari hari. Proses ini tidak selalu mudah, terutama bagi pemula.

“Yang paling sulit itu menghafal, karena banyak sekali yang harus diingat,” kata Nira.

Hasni menambahkan bahwa ekspresi juga menjadi bagian penting dalam berkomunikasi.

“Ekspresi harus pas, itu yang kadang bikin bingung,” ujarnya.

Nira Nur Inayah datang dengan rasa ingin tahu dan pulang dengan pemahaman baru tentang cara berkomunikasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Nira Nur Inayah datang dengan rasa ingin tahu dan pulang dengan pemahaman baru tentang cara berkomunikasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Kesulitan tersebut justru membuka pemahaman baru bahwa bahasa isyarat tidak hanya soal gerakan tangan, tetapi juga melibatkan emosi dan ekspresi yang mendalam.

Dari pengalaman itu, keduanya mulai melihat perspektif berbeda tentang teman tuli.

“Ternyata cara komunikasinya sama saja, tidak ada yang berbeda walaupun mereka punya keterbatasan,” kata Hasni.

“Menurut aku mereka malah lebih hebat, karena harus mengingat banyak gerakan,” timpal Nira.

Kesadaran ini perlahan mengubah cara pandang mereka, dari sekadar melihat perbedaan menjadi memahami kemampuan dan perjuangan yang ada di baliknya.

Dari Keresahan Menjadi Ruang Inklusif

Di balik kegiatan ini, ada kisah dari pendiri komunitas, Refina Nuraini Ultari, 27 tahun, yang akrab disapa Fina. Ia membangun komunitas ini dari pengalaman pribadinya saat kesulitan berkomunikasi dalam kegiatan menggambar di kampus.

“Saya hanya diam karena tidak bisa berbicara dengan jelas, hanya bisa berisyarat. Dari situ muncul ide membangun komunitas untuk teman tuli,” ujar Fina melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh rekan komunitasnya.

Komunitas ini berdiri pada Agustus 2023 dan sejak awal menjadi ruang bagi teman tuli untuk berkarya dan mengekspresikan diri. Seiring waktu, semakin banyak teman dengar yang tertarik untuk belajar.

“Sekarang justru lebih banyak teman dengar yang datang karena ingin belajar BISINDO,” jelas Fina.

Refina Nuraini Ultari membangun ruang sederhana agar teman tuli dan teman dengar bisa saling bertemu dan memahami. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Refina Nuraini Ultari membangun ruang sederhana agar teman tuli dan teman dengar bisa saling bertemu dan memahami. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pernak-pernik karya teman tuli dipajang sederhana, menjadi bentuk ekspresi sekaligus jembatan untuk mengenalkan dunia mereka kepada lebih banyak orang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pernak-pernik karya teman tuli dipajang sederhana, menjadi bentuk ekspresi sekaligus jembatan untuk mengenalkan dunia mereka kepada lebih banyak orang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Perkembangan ini menunjukkan perubahan fungsi komunitas, dari ruang aman bagi teman tuli menjadi jembatan interaksi yang inklusif.

Fina juga merasakan dampak besar dari kegiatan ini, terutama dalam hal kepercayaan diri.

“Teman tuli jadi lebih berani berkomunikasi, dan teman dengar juga mulai berani belajar,” ujarnya.

Kegiatan ini juga membuka wawasan tentang keberagaman bahasa isyarat di Indonesia.

“Ternyata bahasa isyarat berbeda di setiap daerah,” kata Nira.

Hal tersebut dibenarkan Fina. Ia bahkan memperagakan perbedaan isyarat huruf tertentu antara Jakarta dan Jawa Barat.

“Kita saling menghormati perbedaan bahasa isyarat di setiap daerah, sama seperti bahasa lisan,” jelasnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa bahasa, dalam bentuk apa pun, selalu tumbuh dari budaya dan lingkungan.

Pada akhirnya, “Nongkrong Berkarya” bukan sekadar tempat belajar bahasa baru. Ia menjadi ruang pertemuan, tempat empati tumbuh, dan batas komunikasi perlahan memudar.

Di tengah keterbatasan yang sering disalahpahami, muncul kesadaran sederhana bahwa untuk saling memahami tidak selalu dibutuhkan suara, melainkan kemauan untuk melihat, merasakan, dan belajar bersama.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)