Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

5 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di banyak kota besar Indonesia, kabel-kabel fiber optik menjuntai di sepanjang jalan, menandakan pesatnya pembangunan jaringan internet berkecepatan tinggi. Namun di saat yang sama, masih banyak wilayah yang kesulitan mendapatkan akses internet stabil, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti belajar atau bekerja secara daring.

Kesenjangan infrastruktur digital ini menjadi tantangan besar bagi industri telekomunikasi di Indonesia. Para pelaku industri menilai pemerataan akses internet tidak bisa hanya mengandalkan satu teknologi. Kombinasi antara jaringan fiber optik, jaringan seluler, hingga teknologi Fixed Wireless Access (FWA) dinilai menjadi jalan tengah untuk memperluas layanan broadband.

Telecom Solutions Architect & Business Consultant di ZTE, Iman Hirawadi, menjelaskan bahwa teknologi akses internet sebenarnya sudah mengalami evolusi panjang selama dua dekade terakhir.

Hal itu ia jabarkan dalam Seminar Teknologi: FTTH, FWA & Mobile Broadband di Gedung Aula Timur, ITB Kampus Ganesa, Selasa, 7 April 2026. Acara digelar oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) bekerja sama dengan MyRepublic Indonesia.

Menurut dia, berbagai teknologi pernah dicoba untuk menghadirkan layanan internet rumah berbasis jaringan seluler, namun tidak semuanya berhasil bertahan.

“Kalau kita lihat perjalanan teknologi ini selama hampir 20 tahun, sebenarnya sudah banyak evolusi yang terjadi. Mulai dari teknologi berbasis 3G, kemudian berkembang ke 4G LTE, dan sekarang kita memasuki era 5G. Setiap generasi teknologi itu membawa peningkatan kapasitas, peningkatan kecepatan, dan juga peningkatan kualitas layanan,” kata Iman.

Ia mencontohkan, pada pertengahan 2000-an pernah muncul layanan internet berbasis jaringan 3G yang ditujukan sebagai alternatif akses internet rumah. Namun pada saat itu kapasitas jaringan masih sangat terbatas sehingga layanan tersebut tidak mampu bersaing dengan teknologi broadband berbasis kabel.

“Waktu itu memang sudah ada upaya menghadirkan fixed wireless access berbasis 3G. Tapi kendalanya ada di kapasitas jaringan. Resource spektrum masih terbatas dan harus berbagi dengan pengguna mobile. Akibatnya kualitas layanan tidak bisa mengalahkan teknologi broadband kabel yang sudah lebih stabil,” ujarnya.

Perkembangan mulai berubah ketika teknologi 4G LTE hadir. Dengan kapasitas jaringan yang lebih besar, operator seluler mulai melihat peluang untuk memanfaatkan jaringan mereka sebagai layanan internet rumah berbasis nirkabel.

Namun menurut Iman, perubahan paling signifikan baru benar-benar terasa ketika teknologi 5G mulai dikembangkan.

“Dengan 5G, kita melihat ada lompatan besar dari sisi kapasitas dan performa. Spektrum yang tersedia jauh lebih besar, kemudian latensinya juga lebih rendah. Karena itu banyak pihak menyebut 5G ini sebagai game changer untuk teknologi FWA,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa di beberapa negara yang telah mengembangkan jaringan 5G secara penuh, layanan internet rumah berbasis FWA bahkan mampu memberikan kecepatan ratusan megabit per detik.

“Kalau kita lihat implementasi di beberapa negara, layanan FWA berbasis 5G bisa memberikan kecepatan 200 sampai 300 Mbps. Itu sudah sangat kompetitif dibandingkan dengan teknologi broadband kabel. Jadi secara teknologi sebenarnya potensinya sangat besar,” kata Iman.

Namun perkembangan teknologi saja tidak cukup tanpa pembangunan jaringan yang merata. Operator internet tetap harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari biaya pembangunan jaringan hingga kendala perizinan.

Perwakilan dari MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, mengatakan jaringan fiber optik masih menjadi tulang punggung layanan internet rumah saat ini. Perusahaan yang ia wakili bahkan telah memperluas jangkauan layanan hingga ratusan kota di Indonesia.

“Sekarang kami sudah beroperasi di lebih dari 160 kota di Indonesia. Ekspansi jaringan terus kami lakukan karena kebutuhan internet masyarakat juga terus meningkat,” ujar Hendra.

Namun menurutnya, tidak semua wilayah dapat dijangkau dengan mudah oleh jaringan fiber optik. Dalam banyak kasus, operator menghadapi berbagai kendala teknis maupun administratif ketika ingin membangun jaringan baru.

“Di beberapa wilayah, pembangunan fiber optik bisa terkendala perizinan atau kondisi geografis. Ada juga area-area yang secara bisnis belum memungkinkan untuk dibangun jaringan fiber secara penuh,” katanya.

Dalam kondisi seperti itu, teknologi FWA dinilai dapat menjadi solusi untuk memperluas layanan internet.

“FWA ini bisa menjadi pelengkap bagi jaringan fiber. Jadi bukan menggantikan, tapi melengkapi. Dengan teknologi ini kita bisa menjangkau area yang mungkin sulit dijangkau oleh jaringan kabel,” kata Hendra.

Di sisi lain, pemerintah juga menyadari bahwa pembangunan infrastruktur digital membutuhkan koordinasi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Direktur di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Denny Setiawan, mengatakan tantangan pembangunan jaringan telekomunikasi tidak hanya datang dari aspek teknologi atau investasi, tetapi juga dari regulasi di tingkat daerah.

Menurut dia, masih terdapat sejumlah pemerintah daerah yang menerapkan aturan berbeda dengan kebijakan pusat sehingga dapat menghambat pembangunan infrastruktur digital.

“Kita memang harus melibatkan pemerintah daerah secara lebih efektif. Karena pembangunan jaringan ini tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal perizinan, tata ruang, dan berbagai regulasi di daerah,” kata Denny.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus mendorong adanya pedoman dan standar yang lebih jelas dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk terkait penataan jaringan kabel di ruang publik.

“Kalau tidak ada pedoman yang jelas, kasihan juga operator di lapangan. Mereka harus berhadapan dengan berbagai aturan yang berbeda-beda di tiap daerah. Karena itu kita perlu norma dan standar yang bisa menjadi acuan bersama,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan terkait pengelolaan spektrum frekuensi untuk mendukung pengembangan layanan broadband di masa depan.

Dengan kebutuhan internet yang terus meningkat, kolaborasi antara pemerintah, operator, dan penyedia teknologi menjadi kunci dalam memperluas akses digital di Indonesia.

Bagi Iman, kesenjangan antara penetrasi internet mobile dan internet rumah masih menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh industri.

“Kalau kita lihat datanya, penetrasi mobile broadband itu sudah sangat tinggi. Tapi home broadband masih jauh tertinggal. Artinya masih ada gap yang sangat besar. Dan gap itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara,” ujarnya.

Karena itu ia meyakini kombinasi berbagai teknologi akan menjadi solusi utama untuk memperluas akses internet.

“Ke depan saya kira kita tidak bisa mengandalkan satu teknologi saja. Fiber tetap penting, mobile broadband juga penting, dan FWA berbasis 5G bisa menjadi salah satu solusi untuk menjangkau lebih banyak pengguna,” kata Iman.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)