Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Kamis 09 Apr 2026, 09:55 WIB
Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di banyak kota besar Indonesia, kabel-kabel fiber optik menjuntai di sepanjang jalan, menandakan pesatnya pembangunan jaringan internet berkecepatan tinggi. Namun di saat yang sama, masih banyak wilayah yang kesulitan mendapatkan akses internet stabil, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti belajar atau bekerja secara daring.

Kesenjangan infrastruktur digital ini menjadi tantangan besar bagi industri telekomunikasi di Indonesia. Para pelaku industri menilai pemerataan akses internet tidak bisa hanya mengandalkan satu teknologi. Kombinasi antara jaringan fiber optik, jaringan seluler, hingga teknologi Fixed Wireless Access (FWA) dinilai menjadi jalan tengah untuk memperluas layanan broadband.

Telecom Solutions Architect & Business Consultant di ZTE, Iman Hirawadi, menjelaskan bahwa teknologi akses internet sebenarnya sudah mengalami evolusi panjang selama dua dekade terakhir.

Hal itu ia jabarkan dalam Seminar Teknologi: FTTH, FWA & Mobile Broadband di Gedung Aula Timur, ITB Kampus Ganesa, Selasa, 7 April 2026. Acara digelar oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) bekerja sama dengan MyRepublic Indonesia.

Menurut dia, berbagai teknologi pernah dicoba untuk menghadirkan layanan internet rumah berbasis jaringan seluler, namun tidak semuanya berhasil bertahan.

“Kalau kita lihat perjalanan teknologi ini selama hampir 20 tahun, sebenarnya sudah banyak evolusi yang terjadi. Mulai dari teknologi berbasis 3G, kemudian berkembang ke 4G LTE, dan sekarang kita memasuki era 5G. Setiap generasi teknologi itu membawa peningkatan kapasitas, peningkatan kecepatan, dan juga peningkatan kualitas layanan,” kata Iman.

Ia mencontohkan, pada pertengahan 2000-an pernah muncul layanan internet berbasis jaringan 3G yang ditujukan sebagai alternatif akses internet rumah. Namun pada saat itu kapasitas jaringan masih sangat terbatas sehingga layanan tersebut tidak mampu bersaing dengan teknologi broadband berbasis kabel.

“Waktu itu memang sudah ada upaya menghadirkan fixed wireless access berbasis 3G. Tapi kendalanya ada di kapasitas jaringan. Resource spektrum masih terbatas dan harus berbagi dengan pengguna mobile. Akibatnya kualitas layanan tidak bisa mengalahkan teknologi broadband kabel yang sudah lebih stabil,” ujarnya.

Perkembangan mulai berubah ketika teknologi 4G LTE hadir. Dengan kapasitas jaringan yang lebih besar, operator seluler mulai melihat peluang untuk memanfaatkan jaringan mereka sebagai layanan internet rumah berbasis nirkabel.

Namun menurut Iman, perubahan paling signifikan baru benar-benar terasa ketika teknologi 5G mulai dikembangkan.

“Dengan 5G, kita melihat ada lompatan besar dari sisi kapasitas dan performa. Spektrum yang tersedia jauh lebih besar, kemudian latensinya juga lebih rendah. Karena itu banyak pihak menyebut 5G ini sebagai game changer untuk teknologi FWA,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa di beberapa negara yang telah mengembangkan jaringan 5G secara penuh, layanan internet rumah berbasis FWA bahkan mampu memberikan kecepatan ratusan megabit per detik.

“Kalau kita lihat implementasi di beberapa negara, layanan FWA berbasis 5G bisa memberikan kecepatan 200 sampai 300 Mbps. Itu sudah sangat kompetitif dibandingkan dengan teknologi broadband kabel. Jadi secara teknologi sebenarnya potensinya sangat besar,” kata Iman.

Namun perkembangan teknologi saja tidak cukup tanpa pembangunan jaringan yang merata. Operator internet tetap harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari biaya pembangunan jaringan hingga kendala perizinan.

Perwakilan dari MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, mengatakan jaringan fiber optik masih menjadi tulang punggung layanan internet rumah saat ini. Perusahaan yang ia wakili bahkan telah memperluas jangkauan layanan hingga ratusan kota di Indonesia.

“Sekarang kami sudah beroperasi di lebih dari 160 kota di Indonesia. Ekspansi jaringan terus kami lakukan karena kebutuhan internet masyarakat juga terus meningkat,” ujar Hendra.

Namun menurutnya, tidak semua wilayah dapat dijangkau dengan mudah oleh jaringan fiber optik. Dalam banyak kasus, operator menghadapi berbagai kendala teknis maupun administratif ketika ingin membangun jaringan baru.

“Di beberapa wilayah, pembangunan fiber optik bisa terkendala perizinan atau kondisi geografis. Ada juga area-area yang secara bisnis belum memungkinkan untuk dibangun jaringan fiber secara penuh,” katanya.

Dalam kondisi seperti itu, teknologi FWA dinilai dapat menjadi solusi untuk memperluas layanan internet.

“FWA ini bisa menjadi pelengkap bagi jaringan fiber. Jadi bukan menggantikan, tapi melengkapi. Dengan teknologi ini kita bisa menjangkau area yang mungkin sulit dijangkau oleh jaringan kabel,” kata Hendra.

Di sisi lain, pemerintah juga menyadari bahwa pembangunan infrastruktur digital membutuhkan koordinasi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Direktur di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Denny Setiawan, mengatakan tantangan pembangunan jaringan telekomunikasi tidak hanya datang dari aspek teknologi atau investasi, tetapi juga dari regulasi di tingkat daerah.

Menurut dia, masih terdapat sejumlah pemerintah daerah yang menerapkan aturan berbeda dengan kebijakan pusat sehingga dapat menghambat pembangunan infrastruktur digital.

“Kita memang harus melibatkan pemerintah daerah secara lebih efektif. Karena pembangunan jaringan ini tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal perizinan, tata ruang, dan berbagai regulasi di daerah,” kata Denny.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus mendorong adanya pedoman dan standar yang lebih jelas dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk terkait penataan jaringan kabel di ruang publik.

“Kalau tidak ada pedoman yang jelas, kasihan juga operator di lapangan. Mereka harus berhadapan dengan berbagai aturan yang berbeda-beda di tiap daerah. Karena itu kita perlu norma dan standar yang bisa menjadi acuan bersama,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan terkait pengelolaan spektrum frekuensi untuk mendukung pengembangan layanan broadband di masa depan.

Dengan kebutuhan internet yang terus meningkat, kolaborasi antara pemerintah, operator, dan penyedia teknologi menjadi kunci dalam memperluas akses digital di Indonesia.

Bagi Iman, kesenjangan antara penetrasi internet mobile dan internet rumah masih menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh industri.

“Kalau kita lihat datanya, penetrasi mobile broadband itu sudah sangat tinggi. Tapi home broadband masih jauh tertinggal. Artinya masih ada gap yang sangat besar. Dan gap itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara,” ujarnya.

Karena itu ia meyakini kombinasi berbagai teknologi akan menjadi solusi utama untuk memperluas akses internet.

“Ke depan saya kira kita tidak bisa mengandalkan satu teknologi saja. Fiber tetap penting, mobile broadband juga penting, dan FWA berbasis 5G bisa menjadi salah satu solusi untuk menjangkau lebih banyak pengguna,” kata Iman.

News Update

Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut.

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara budidaya melon premium. (Sumber: Dokumentasi Narasumber)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)