Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Kamis 09 Apr 2026, 09:55 WIB
Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di banyak kota besar Indonesia, kabel-kabel fiber optik menjuntai di sepanjang jalan, menandakan pesatnya pembangunan jaringan internet berkecepatan tinggi. Namun di saat yang sama, masih banyak wilayah yang kesulitan mendapatkan akses internet stabil, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti belajar atau bekerja secara daring.

Kesenjangan infrastruktur digital ini menjadi tantangan besar bagi industri telekomunikasi di Indonesia. Para pelaku industri menilai pemerataan akses internet tidak bisa hanya mengandalkan satu teknologi. Kombinasi antara jaringan fiber optik, jaringan seluler, hingga teknologi Fixed Wireless Access (FWA) dinilai menjadi jalan tengah untuk memperluas layanan broadband.

Telecom Solutions Architect & Business Consultant di ZTE, Iman Hirawadi, menjelaskan bahwa teknologi akses internet sebenarnya sudah mengalami evolusi panjang selama dua dekade terakhir.

Hal itu ia jabarkan dalam Seminar Teknologi: FTTH, FWA & Mobile Broadband di Gedung Aula Timur, ITB Kampus Ganesa, Selasa, 7 April 2026. Acara digelar oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) bekerja sama dengan MyRepublic Indonesia.

Menurut dia, berbagai teknologi pernah dicoba untuk menghadirkan layanan internet rumah berbasis jaringan seluler, namun tidak semuanya berhasil bertahan.

“Kalau kita lihat perjalanan teknologi ini selama hampir 20 tahun, sebenarnya sudah banyak evolusi yang terjadi. Mulai dari teknologi berbasis 3G, kemudian berkembang ke 4G LTE, dan sekarang kita memasuki era 5G. Setiap generasi teknologi itu membawa peningkatan kapasitas, peningkatan kecepatan, dan juga peningkatan kualitas layanan,” kata Iman.

Ia mencontohkan, pada pertengahan 2000-an pernah muncul layanan internet berbasis jaringan 3G yang ditujukan sebagai alternatif akses internet rumah. Namun pada saat itu kapasitas jaringan masih sangat terbatas sehingga layanan tersebut tidak mampu bersaing dengan teknologi broadband berbasis kabel.

“Waktu itu memang sudah ada upaya menghadirkan fixed wireless access berbasis 3G. Tapi kendalanya ada di kapasitas jaringan. Resource spektrum masih terbatas dan harus berbagi dengan pengguna mobile. Akibatnya kualitas layanan tidak bisa mengalahkan teknologi broadband kabel yang sudah lebih stabil,” ujarnya.

Perkembangan mulai berubah ketika teknologi 4G LTE hadir. Dengan kapasitas jaringan yang lebih besar, operator seluler mulai melihat peluang untuk memanfaatkan jaringan mereka sebagai layanan internet rumah berbasis nirkabel.

Namun menurut Iman, perubahan paling signifikan baru benar-benar terasa ketika teknologi 5G mulai dikembangkan.

“Dengan 5G, kita melihat ada lompatan besar dari sisi kapasitas dan performa. Spektrum yang tersedia jauh lebih besar, kemudian latensinya juga lebih rendah. Karena itu banyak pihak menyebut 5G ini sebagai game changer untuk teknologi FWA,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa di beberapa negara yang telah mengembangkan jaringan 5G secara penuh, layanan internet rumah berbasis FWA bahkan mampu memberikan kecepatan ratusan megabit per detik.

“Kalau kita lihat implementasi di beberapa negara, layanan FWA berbasis 5G bisa memberikan kecepatan 200 sampai 300 Mbps. Itu sudah sangat kompetitif dibandingkan dengan teknologi broadband kabel. Jadi secara teknologi sebenarnya potensinya sangat besar,” kata Iman.

Namun perkembangan teknologi saja tidak cukup tanpa pembangunan jaringan yang merata. Operator internet tetap harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari biaya pembangunan jaringan hingga kendala perizinan.

Perwakilan dari MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, mengatakan jaringan fiber optik masih menjadi tulang punggung layanan internet rumah saat ini. Perusahaan yang ia wakili bahkan telah memperluas jangkauan layanan hingga ratusan kota di Indonesia.

“Sekarang kami sudah beroperasi di lebih dari 160 kota di Indonesia. Ekspansi jaringan terus kami lakukan karena kebutuhan internet masyarakat juga terus meningkat,” ujar Hendra.

Namun menurutnya, tidak semua wilayah dapat dijangkau dengan mudah oleh jaringan fiber optik. Dalam banyak kasus, operator menghadapi berbagai kendala teknis maupun administratif ketika ingin membangun jaringan baru.

“Di beberapa wilayah, pembangunan fiber optik bisa terkendala perizinan atau kondisi geografis. Ada juga area-area yang secara bisnis belum memungkinkan untuk dibangun jaringan fiber secara penuh,” katanya.

Dalam kondisi seperti itu, teknologi FWA dinilai dapat menjadi solusi untuk memperluas layanan internet.

“FWA ini bisa menjadi pelengkap bagi jaringan fiber. Jadi bukan menggantikan, tapi melengkapi. Dengan teknologi ini kita bisa menjangkau area yang mungkin sulit dijangkau oleh jaringan kabel,” kata Hendra.

Di sisi lain, pemerintah juga menyadari bahwa pembangunan infrastruktur digital membutuhkan koordinasi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Direktur di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Denny Setiawan, mengatakan tantangan pembangunan jaringan telekomunikasi tidak hanya datang dari aspek teknologi atau investasi, tetapi juga dari regulasi di tingkat daerah.

Menurut dia, masih terdapat sejumlah pemerintah daerah yang menerapkan aturan berbeda dengan kebijakan pusat sehingga dapat menghambat pembangunan infrastruktur digital.

“Kita memang harus melibatkan pemerintah daerah secara lebih efektif. Karena pembangunan jaringan ini tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal perizinan, tata ruang, dan berbagai regulasi di daerah,” kata Denny.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus mendorong adanya pedoman dan standar yang lebih jelas dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk terkait penataan jaringan kabel di ruang publik.

“Kalau tidak ada pedoman yang jelas, kasihan juga operator di lapangan. Mereka harus berhadapan dengan berbagai aturan yang berbeda-beda di tiap daerah. Karena itu kita perlu norma dan standar yang bisa menjadi acuan bersama,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan terkait pengelolaan spektrum frekuensi untuk mendukung pengembangan layanan broadband di masa depan.

Dengan kebutuhan internet yang terus meningkat, kolaborasi antara pemerintah, operator, dan penyedia teknologi menjadi kunci dalam memperluas akses digital di Indonesia.

Bagi Iman, kesenjangan antara penetrasi internet mobile dan internet rumah masih menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh industri.

“Kalau kita lihat datanya, penetrasi mobile broadband itu sudah sangat tinggi. Tapi home broadband masih jauh tertinggal. Artinya masih ada gap yang sangat besar. Dan gap itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara,” ujarnya.

Karena itu ia meyakini kombinasi berbagai teknologi akan menjadi solusi utama untuk memperluas akses internet.

“Ke depan saya kira kita tidak bisa mengandalkan satu teknologi saja. Fiber tetap penting, mobile broadband juga penting, dan FWA berbasis 5G bisa menjadi salah satu solusi untuk menjangkau lebih banyak pengguna,” kata Iman.

News Update

Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 08:59

Taman Uncal Soreang, Wisata Edukatif Murah Meriah

Taman Uncal di Soreang menawarkan wisata edukatif gratis dengan rusa totol. Cocok untuk liburan keluarga murah meriah di Bandung.

Taman Uncal Soreang, tempat wisata murah meriah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 08:49

'Mana Tahan ...' dan Kosakata Gaul Tahun 1980-an

Mengenang kata-kata para kawula muda khususnya Bandung tahun 1980-an penuh persahabatan dan canda.

Ilustrasi anak muda tahun 1980-an. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Seni Budaya 09 Apr 2026, 00:12

Hikayat Degung, Gamelan Istana yang jadi Warisan Budaya Sunda

Degung tumbuh dari tradisi istana, mengalami perubahan instrumen dan fungsi, hingga menjadi bagian penting identitas budaya Sunda hari ini.

Pementasan degung. (Sumber: YouTube ThisIsBandung)
Mayantara 08 Apr 2026, 18:17

Ketakwaan Terlangka di Era Digital Religion

Di era digital hari ini, pengakuan tidak lagi menunggu ruang fisik, melainkan hadir dalam genggaman melalui likes, views, dan komentar.

Salah berjamaah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 08 Apr 2026, 17:15

Menjembatani Celah Kreativitas dan Hukum dalam Ekosistem Ekraf Bandung

Dialog Ekraf Bandung bedah celah hukum dan nilai ekonomi industri kreatif guna ciptakan ekosistem yang lebih kokoh bagi pelaku seni

Dialog Ekraf Bandung bedah celah hukum dan nilai ekonomi industri kreatif guna ciptakan ekosistem yang lebih kokoh bagi pelaku seni (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 08 Apr 2026, 15:50

Plastik Makin Mahal, Saatnya Warga Bandung 'Putus Hubungan' dengan Kantong Sekali Pakai

Harga plastik di Bandung naik, jadi momentum warga beralih dari kantong sekali pakai untuk mengurangi sampah.

Kenaikan harga plastik di Pasar Kosambi membuat pedagang dan pembeli sama-sama merasakan dampaknya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Beranda 08 Apr 2026, 15:39

Cerita Ricky, Pemain Biola Jalanan yang Kerap Kucing-kucingan dengan Satpol PP

Di tengah kerasnya jalanan Bandung, Ricky Rustandi Pratama memilih bertahan hidup lewat alunan biola di sela-sela ancaman penertiban petugas.

Di tengah lalu lintas Kota Bandung, Ricky menghibur pengendara dengan alunan biola dari hasil belajar otodidak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 08 Apr 2026, 14:08

Tombolo Pangandaran Menghubungkan Pulau Pananjung dengan Daratan Utama

Tombolo itu terbentuk bukan karena sebab tunggal. Prosesnya rumit dan memakan waktu yang panjang.

Tombolo Pangandaran, menyambung Pulau Pananjung dengan Daratan Utama dengan endapan pasir yang terbentuk secara bertahap. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Wisata & Kuliner 08 Apr 2026, 13:33

Jelajah Situ Cileunca sampai Hilir: dari Wisata, Pembangkit Listrik hingga Kearifan Lokal

Dibangun sejak era kolonial, Situ Cileunca berkembang menjadi sumber listrik, destinasi wisata unggulan, serta ruang aktivitas olahraga air bagi masyarakat Pangalengan.

Situ Cileunca, salah satu objek wisata favorit di Kabupaten Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ikon 08 Apr 2026, 13:19

Hikayat Gunung Kunci, Benteng Kamuflase Belanda di Tengah Kota Sumedang

Di balik hijaunya Gunung Kunci Sumedang, tersimpan sejarah benteng Belanda dan kisah pahit penahanan pejuang.

Tahura Gunung Kunci Sumedang. (Sumber: sumedangkab.go.id)
Ayo Netizen 08 Apr 2026, 11:22

Kaum Urban di Bandung Abad ke-19

Di Bandung pada abad ke-19 pun telah terjadi banyak lonjakan urbanisasi.

Jalan Raya Pos Bandung masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 08 Apr 2026, 08:38

Ruang Terakhir yang Kian Sempit

Lahan pemakaman yang dikelola pemerintah kian terbatas.

Warga berziarah di Tempat Pemakaman Umum Cikutra, Kota Bandung pada Sabtu, 21 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 07 Apr 2026, 20:09

Rapor Hijau Perbankan Jawa Barat di Tengah Tren Pengetatan Sektor Unggulan

Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat menunjukkan performa perbankan yang solid, meski dihadapkan tantangan diversifikasi sektor dan manajemen risiko kredit yang makin selektif.

Ilustrasi. Dinamika ekonomi global yang fluktuatif di awal tahun 2026 tidak menyurutkan ketahanan sektor jasa keuangan di Jawa Barat. (Sumber: Pixabay)
Bandung 07 Apr 2026, 19:47

Strategi Market Chicken Steak Bertahan di Tengah Geliat Kuliner Pasar Cihapit

Siapa sangka ada kelezatan steak di sudut pasar tradisional? Simak kisah Sutrisno mengubah peluang jadi keunikan kuliner di Pasar Cihapit yang kini jadi primadona.

Kios Market Chicken Steak milik Sutrisno yang menghadirkan menu Barat di tengah deretan kuliner tradisional Pasar Cihapit, Bandung. Meski berukuran terbatas, kios ini menjadi destinasi baru bagi pemburu kuliner. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Komunitas 07 Apr 2026, 18:44

Ekspresi Tanpa Suara, Komunitas Karya Seni Tuli Bangun Jembatan antara Teman Tuli dan Dengar

Ruang ini menjadi tempat berbagi cerita, belajar, dan mengekspresikan diri tanpa batas, sekaligus mempererat hubungan antara teman tuli dan teman dengar dalam semangat saling memahami.

Suasana hangat pertemuan Karya Seni Tuli dipenuhi interaksi melalui bahasa isyarat, tawa, dan semangat berkarya bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 07 Apr 2026, 16:23

Tumbuh Pesat! Penyaluran Kredit UMKM Jawa Barat Tembus Rp186 Triliun, Kota Bandung Jadi Motor Utama

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat.

Ilustrasi. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 07 Apr 2026, 15:22

Panduan Wisata Talaga Bodas Garut, Kawah Belerang yang Pernah jadi Primadona Orang Eropa

Talaga Bodas pernah populer sejak abad ke-19 melalui kartu pos kolonial, sebelum kembali bangkit sebagai destinasi wisata alam unggulan di Garut.

Objek Wisata Talaga Bodas, Garut. (Sumber: Wikimedia)