Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

5 menit baca
Khalifazayyan Nauval
Ditulis oleh Khalifazayyan Nauval diterbitkan
Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)

Salah satu kebiasaan yang menjadi ciri khas Generasi Z adalah membeli barang yang sebenarnya tidak begitu penting hanya karena bentuknya yang lucu, contohnya seperti mainan blind box. Namun dibalik bentuknya yang imut, mainan dengan konsep pemasaran blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z melalui metode gamification, yaitu perceived uncertainty dan perceived scarcity sebagai strategi untuk memasarkan produk tersebut.

Popularitas konten unboxing blind box di media sosial TikTok dan Instagram juga berkontribusi besar dalam memicu reaksi fear of missing out (FOMO) pada penonton dan mendorong impulse buying, sehingga menciptakan efek ketergantungan psikologis yang tidak jauh berbeda dengan kecanduan judi online (judol). Strategi pemasaran ini memanfaatkan Generasi Z yang memiliki rasa penasaran tinggi dan sangat aktif secara digital, namun rentan terhadap tekanan sosial. Maka, secara tidak sadar, mainan blind box mengeksploitasi vulnerabilitas emosional Generasi Z dan secara tidak langsung mengenalkan mereka kepada budaya konsumtif sedini mungkin.

Daya tarik dari mainan blind box didasari oleh strategi pemasaran yang mengintegrasikan gamification dengan pendekatan psikologis untuk memanipulasi respons emosional konsumen. Blind box memanfaatkan perceived scarcity (persepsi kelangkaan) melalui adanya varian rahasia dengan peluang untuk mendapatkan yang sangat rendah hingga 1:168 (dalam seri Pin For Love Labubu), di mana secara langsung meningkatkan tendensi impulse buying (Cengiz dan Şenel, 2024).

Membuat suatu produk menjadi seakan-akan langka menciptakan tekanan yang besar untuk melakukan pembelian, yang dapat membuat konsumen menjadi berpikir irasional sehingga mendorong pembelian secara impulsif dan tidak terencana, dalam arti lain FOMO (Dewi et al., 2026). Sementara, ketidaktahuan dan ketidakpastian konsumen terhadap isi dari blind box memicu rasa semangat, kegembiraan, dan antisipasi yang tinggi.

Namun, hal tersebut malah menciptakan efek dari variable ratio reinforcement schedule yang merupakan salah satu bentuk dari reinforcement (penguatan) dalam psikologi perilaku, di mana ketika seseorang mendapatkan variable rewards (hadiah yang tidak terprediksi), ketidakpastian dari apa yang akan didapat menciptakan persistensi perilaku yang lebih kuat dan lebih sulit untuk dihentikan dibandingkan guaranteed prize (hadiah yang sudah terjamin) (Jacob, 2026; Zhu, 2026; Gunarian et al., 2025). 

Relevansi blind box pada Generasi Z ikut diperkuat oleh konten blind box di media sosial yang berpengaruh besar pada keputusan membeli. Survei yang dilakukan oleh Gunarian et al. (2025) menunjukkan bahwa konten blind box di media sosial seperti TikTok dan Instagram mendorong keputusan membeli konsumen Generasi Z di Jakarta secara signifikan karena mereka mencari validasi dari kelompok sebaya mereka sendiri. Artinya, faktor sosial juga turut berpengaruh karena bagi generasi muda yang masih mencari “tempatnya” di lingkungan masyarakat (a sense of belonging), validasi sosial atas identitas diri menjadi krusial untuk membangun hubungan dengan komunitas di dunia nyata maupun di dunia maya.

Dengan begitu, blind box menjadi wadah sekaligus simbol status bagi Generasi Z untuk memenuhi kebutuhan emosional dan sosial mereka. Walaupun terdengar manis, tetapi di sisi lain hal ini justru semakin mendorong pembelian blind box di kalangan Generasi Z dengan menjustifikasikan konsumsi benda materialistis sebagai cara untuk mengisi kekosongan diri, seakan kebahagiaan hanya dapat dicapai jika memiliki benda tertentu. 

Dampaknya, kombinasi antara strategi pemasaran yang manipulatif dan besarnya tekanan sosial membentuk suatu siklus perilaku yang mirip dengan dengan kecanduan judi. Kemiripan antara blind box dengan judi dapat dilihat dari penggunaan variable ratio reinforcement schedules pada keduanya di mana pada kasus ini, peluang untuk mendapatkan varian rahasia dari suatu blind box menjadi suatu bentuk reinforcement yang mirip seperti memenangkan taruhan dalam judi.

Tak hanya itu, jika ditelaah lebih lanjut, terdapat benang merah yang mendasari kecanduan blind box dengan kecanduan judi, yaitu adanya hasrat alamiah manusia untuk mencari dopamin, yang secara neurologis mendorong keinginan untuk mencari dan menginginkan sesuatu secara terus-menerus dengan antisipasi mendapatkan kepuasan (Weinschenk, 2018).

Hal inilah yang membentuk sebuah dopamine loop karena dopamin mendorong otak untuk selalu ingin lebih dari sebelumnya, sehingga membuat rasa ketidakpuasan tidak kunjung berakhir (adiktif). Namun, karena sifatnya sementara, maka rasa ketidakpuasan tersebut akan muncul kembali dan mendorong konsumen untuk terus-menerus membeli ulang blind box hingga akhirnya terbentuk kebiasaan yang tidak jauh berbeda dengan kecanduan judi. 

Pada akhirnya, obsesi Generasi Z terhadap blind box menjadi cerminan dari betapa rentannya generasi tersebut terhadap sistem yang secara tidak sadar mengeksploitasi kebutuhan emosional mereka yang paling mendasar, yaitu rasa ingin diterima dan rasa ingin bahagia. Ironisnya, dalam upaya mengisi kebutuhan tersebut, mereka justru seperti menggali lubang tutup lubang karena menjadi terjebak dalam siklus konsumsi dan siklus dopamin yang malah menimbulkan banyak masalah baru.

Namun, yang patut dipertanyakan bukan hanya mengapa Generasi Z kecanduan dengan blind box, tetapi juga pihak mana yang sebenarnya bertanggung jawab atas suatu sistem yang sengaja dirancang untuk memanipulasi psikologis dari para konsumennya, khususnya pada generasi muda.  Selama isu ini tidak ditindaklanjuti dengan serius, maka blind box hanyalah satu dari sekian banyak wadah bagi budaya konsumtif untuk terus hadir dalam generasi muda berikutnya. Oleh karena itu, kesadaran akan dampak manipulasi psikologis dari strategi pemasaran blind box menjadi sangat penting agar generasi muda tidak terjebak dalam budaya konsumtif di usia yang masih dini. (*)

Daftar Pustaka:

  • Cengiz, H., & Şenel, M. (2024). The effect of perceived scarcity on impulse-buying tendencies in a fast fashion context: A mediating and multigroup analysis. Journal of Fashion Marketing and Management: An International Journal, 28(3), 405-425. https://www.researchgate.net/publication/373319012_The_effect_of_perceived_scarcity_on_impulse-buying_tendencies_in_a_fast_fashion_context_A_mediating_and_multigroup_analysis

  • Dewi, M. M. L. S., Budoyo, V. D., & Mustikasari, F. (2026). Understanding impulse buying behavior: The case of blind box purchases in Indonesia. Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian, 5(2), 1082-1089. https://doi.org/10.58344/locus.v5i2.5619

  • Jacob, D. (2026, 4 Mei). What are the 4 types of reinforcement? Diakses pada 2 Juni 2026, dari https://www.medicinenet.com/what_are_the_4_types_of_reinforcement/article.htm

  • Zhu, N. (2026, 13 Februari). The blind box collecting phenomenon: Understanding the psychology behind mystery toys. Diakses pada 1 Juni 2026, dari https://higoods.com.au/blogs/news/the-blind-box-collecting-phenomenon-understanding-the-psychology-behind-mystery-toys

  • Gunarian, N., Annabel, A., Desfianti, W. G., & Angelina. (2025). Exploring the factors behind Gen Z’s blind box purchase intention in Jakarta. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 10(6), 5988-6000. https://www.researchgate.net/publication/393111013_Exploring_the_Factors_Behind_Gen_Z's_Blind_Box_Purchase_Intention_in_Jakarta

  • Weinschenk, S. (2018, 28 Februari). The dopamine seeking-reward loop. Diakses pada 2 Juni 2026, dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/brain-wise/201802/the-dopamine-seeking-reward-loop

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Khalifazayyan Nauval
Seorang mahasiswa yang baru memulai menulis dan masih belajar untuk menulis.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:22

Jejak Galian Tambang yang Menggerus Alam dan Mengoyak Sejarah Sungai Cisadane

Rumpin menyimpan sejarah panjang perubahan, dari perkebunan kolonial hingga tambang galian C yang menggerus Sungai Cisadane dan membelah masyarakatnya.

Sungai Cisadane Dahulu. (Sumber: COLLECTIE TROPENMUSEUM  | Foto: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley)