Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

3 menit baca
Dalfa Nurmaulida
Ditulis oleh Dalfa Nurmaulida diterbitkan
Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)

Di Subang, terdapat banyak sekali berbagai sejarah di dalamnya. Salah satunya ialah sejarah jalanan tanjakan yang legendaris dan terkenal oleh masyarakat Subang yang sering kita sebut dengan Tanjakan Emen. Tanjakan Emen tepatnya berada di Ciater, yang terkenal oleh curamnya tanjakan dan cerita mistis yang terjadi di tanjakan tersebut sehingga mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan.

Terdapat asal usul yang beredar mengenai penamaan jalan tanjakan ini menjadi “Emen”. Yang pertama, nama Emen ini diambil dari seorang kernet mobil yang tewas karena kecelakaan murni tanpa keterlibatan orang lain di tanjakan tersebut, sekitar tahun 1969. Diterangkan, bahwa mobilnya mogok ditanjakan tersebut, Emen sempat ingin mengganjal ban mobilnya dengan batu.

Namun sangat disayangkan, karena tanjakannya yang terlalu curam, sehingga mobilnya tidak dapat menahan dengan remnya, sehingga terjadi rem blong dan Emen terlindas oleh mobil tersebut. Kemudian, ada pula yang menceritakan bahwa Emen mengalami tabrakan yang cukup tragis sehingga mengakibatkan dirinya tewas di tempat. Tetapi, mayatnya tidak dikuburkan dengan semestinya, melainkan hanya disimpan dipinggir jalan dan ditimbun oleh tanah atau rerumputan supaya tidak diketahui oleh penduduk setempat.

Peristiwa asal-usul di atas, ada yang dibenarkan oleh anak dari seorang bapak yang bernama Emen. Tetapi, ia mengelak dan tidak membenarkan terhadap adanya setiap peristiwa kecelakaan di tanjakan, yang disangkut pautkan dengan bapaknya. Hal ini disebabkan karena warga setempat meyakini bahwa setiap terjadinya kecelakaan di tanjakan Emen, sudah pasti disebabkan oleh “Emen” yang melakukan balas dendam kepada para pengemudi, karena arwahnya yang tidak tenang dan tidak terima atas kematiannya yang tragis.

Disebutkan pula terdapat beberapa mitos agar terhindar dari kecelakaan tersebut. Ada yang menyebutkan bahwa jika kita melewati tanjakan “Emen”, maka para pengemudi harus melemparkan koin sebanyak 5-10 biji, 2 batang rokok dan mengklakson sebanyak 3 kali. Hal tersebut diyakini agar arwah tidak memiliki rasa dendam terhadap pengemudi yang lewat dan dipercaya manjur pada mitos yang dilakukannya.

Namun, di balik semua mitos atas penyebab terjadinya kecelakaan di tanjakan Emen, tentunya terdapat beberapa penyebab yang secara faktual dan logis. Seperti yang telah disebutkan di awal, tanjakan Emen cukup terkenal dengan tanjakannya yang curam karena berada di jalur pegunungan tinggi dan berkelok di Kecamatan Ciater yang menghubungkan Bandung-Subang. Sumber dari Kompas.id dan VIVA.co.id menyebutkan pula sebagai “jalur tengkorak”, karena rawan kecelakaan akibat rem blong dan turunan panjang.

Pada Liputan6.com, terdapat catatan kecelakaan yang cukup tragis di tanjakan Emen pada tanggal 10 Februari 2018. Hal ini menimpa bus pariwisata yang berisi penumpang sebanyak 35-40 orang. Kapolres Subang mengatakan, saat itu bus tersebut mengalami rem blong pada turunan hingga jatuh terbalik dan sempat menabrak tebing. Sehingga kecelakaan ini menewaskan hingga 27 korban salah satunya pengendara motor dari lawan arah yang tertabrak oleh bus tersebut.

Lalu, para petugas kepolisian pun membuat “Tugu Mobil” di jalanan tanjakan Emen, untuk menghimbau serta mengingatkan para pengemudi agar berhati-hati dalam berkendara. Sekaligus membuat plang untuk mengurangi kecepatan jika ke arah turunan dan memastikan rem para pengemudi tetap aman. Di laman detik.com, terdapat wawancara petugas kepolisian, menurutnya, tugu tersebut cukup efektif menurunkan angka kecelakaan. "Alhamdulillah itu efektif. Saat ini tugu tersebut ada 1 aja," ujar Risman petugas di Polresta Bandung.

Tanjakan Emen ini menyimpan beberapa misteri dan cerita mistis yang terkenal di masyarakat. Meskipun banyak sekali yang menduga bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh orang yang bernama “Emen”, namun tidak bisa dikatakan sepenuhnya benar. Karena tentunya terdapat beberapa fakta secara logis yang menyebabkan kecelakaan tersebut. Kemudian terdapat Tugu Mobil sebagai pengingat para pengemudi agar lebih berhati-hati dalam berkendara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dalfa Nurmaulida
Hi! I am a student from the Department of History, Faculty of Cultural Sciences, Padjadjaran University.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)