Di Wonocolo Minyak Bumi Dikelola secara Mandiri

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Kesibukan pagi di penambangan minyakbumi di Wonocolo. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Kesibukan pagi di penambangan minyakbumi di Wonocolo. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Truk besar tanpa ban, lebih menyerupai rongsokan, diparkir di dekat lubang bor. Ketika saya mendekat, mesin truk baru saja dinyalakan. Seling baja menggulung di salah satu pelek. Bila putaran roda bergerak maju, seling baja yang disangga oleh menara dari tiga kayu gelondong, akan mengulur ke dalam lubang bor puluhan hingga ratusan meter. Dan, saat mesin truk itu digerakan mundur, seling baja akan kembali menggulung di pelek. 

Seling baja itu di ujungnya digantungi silinder baja 50 cm, yang berguna sebagai ember untuk menimba lantung, minyak mentah yang bercampur air. 

Agar petugas penumpah lantung tidak telat mendorong, sekitar dua atau tiga meter sebelum selinder baja itu, diikatkan kantong keresek warna hitam. Petugas penumpah lantung yang duduk di saung dekat lubang bor, akan segera mendorongkan tongkat bercagak. Selinder baja akan terdorong sekitar satu meter dari lubang bor. 

Setelah itu, sopir sebagai pengatur, dengan cepat akan mengulur seling baja, hingga silinder baja itu jatuh dengan keras di tembok, menumpahkan lantung dan air ke dalam bak penampungan.

Sebelum menggunakan truk untuk mengulur dan menarik lantung dengan seling baja, para penambang berkelompok antara 8 orang sampai 12 orang untuk setiap sumur. Tugasnya mengulur dan menarik kawat baja dari kedalaman lubang bor sedalam ratusan meter. Ada juga yang menarik kawat bajanya menggunakan sapi. 

Inilah penambangan rakyat yang masih berlangsung di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Jawa Timur. Toponim Wonocolo merupakan gabungan dari kata wono yang berarti hutan, dan colo yang berarti gunung. Hutan di gunung (kapur).

Di hutan kawasan karst inilah sejarah awal pengelolaan sumur minyak bumi tradisional di Wonocolo. Kepandaian masyarakat dalam menambang lantung, terkait dengan sejarah penambangan minyak bumi di Cepu pada zaman kolonial Belanda. 

Tahun 1880 diketahui adanya rembesan cairan hitam (lantung) yang mudah menyala. Itulah sebagai penanda adanya ladang minyak bumi di sana. 

Tahun 1887, dilakukan pengeboran minyak di Kuti dan Kruka. Berita penemuan lantung akhirnya sampai ke Belanda. Adrian Stoop dan menugaskan untuk memastikan adanya sumber minyak tersebut. 

Pada Januari 1893, Adrian Stoop menyusuri Bengawan Solo menuju Ngareng dan Cepu, melakukan penyelidikan ladang minyak berkualitas tinggi di Panolan. 

Pada tahun 1893 juga, Adrian Stoop melakukan pengeboran di Desa Ledok, Kecamatan Sambong. Sumur pertama berhasil mengeluarkan minyak pada kedalaman 94 m. Hasilnya diolah di kilang kecil di daerah Ledok. 

Inilah kilang pertama dan tertua di Cepu. Inilah minyak bumi yang terbentuk sejak 25 juta tahun yang lalu hingga 1,6 juta tahun yang lalu, yang berasal dari bahan organik tumbuhan darat, plankton, alga hijau, dan Botryococcus braunii

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Penambangan lantung di Wonocolo berlokasi di puncak-puncak bukit, yang menjadi bukti keberadaan jebakan minyak antiklinal, yang di dalamnya menyimpan kandungan minyak.

Pascakemerdekaan, masyarakat Wonocolo kembali menambang lantung dengan cara yang mereka ingat saat menjadi pekerja tambang di perusahaan Belanda. Mereka menambang lantung secara turun menurun di sumur-sumur tua yang terbengkalai. Namun, ada yang mengebor sendiri, dengan rata-rata kedalamannya 300 m. 

Cara yang dilakukan masyarakat dalam menyuling lantung tampak sederhana. Mula-mula, lantung dimasukan ke dalam drum, kemudian dipanaskan di atas tungku. Api pemanasnya berasal dari gas alam yang disambungkan dengan selang ke mulut tungku. Drum berisi lantung itu ditutup rapat, di bagian tutupnya dibuat lubang yang dapat disambungkan dengan pipa yang dikubur dengan tanah. Uap hasil pemanasan lantung disalurkan ke dalam dua batang pipa panjang yang terendam air. Di ujung pipa, keluarlah cairan jernih berupa minyak tanah (kerosin), solar, dan residu atau kerak. Semuanya laku dijual.

Dari satu drum lantung yang bagus, setelah disuling, menghasilkan lima gebés (jeriken) yang isinya 35 liter, dan satu gebés solar, serta satu keranjang kerak. Pengolahan satu drum lantung memerlukan waktu 4 jam. Minyak olahan rakyat ini sudah ada yang siap membeli, lalu diangkut dengan rengké di atas motor bebek.   

Itulah yang dikerjakan oleh Gino yang berasal dari Banyuurip. Juga oleh Yasin. Mereka memasak lantung menjadi minyak tanah dan solar. Dalam sehari dihasilkan minyak tanah tidak kurang dari 5 drum. Dari satu drum dihasilkan 5 gebés (jeriken) minyak tanah dan 1 gebés solar. Yasin mengolah sendiri lantung yang dia beli dari pengebor, yang diantar ke tempat pengolahan. Tidak semua pekerja di tambang rakyat berasal dari wilayah setempat. 

Minyak tanah dan solar itu kemudian diangkut dengan sepeda-sepeda motor yang dilengkapi dengan réngkék, wadah yang terbuat dari anyaman bambu tempat menaruh gebés yang dipasang di atas jok belakang sepeda motor.

Sebagian hasil produksi tambang minyak ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Sebagian lainnya dijual ke luar. Penampung minyak mentah selalu ada di tempat penambangan. Sutopo, pengepul minyak lantung dari penambang mengatakan bahwa rata-rata per hari dia menampung lantung 25 drum untuk dijual lagi ke pihak lain di Cepu. Dia membeli per drum lantung, dan akan menjualnya kembali per bulk. Satu tangki sama dengan lima bulk. Satu bulk sama dengan lima drum. 

Wonocolo merupakan satu tempat kegiatan eksplorasi migas yang dikelola oleh masyarakat setempat secara mandiri. Inilah cermin, bagaimana minyak bumi Indonesia dikelola. 

Penambangan minyak lantung ini melibatkan begitu banyak orang, yang secara langsung turut menikmati keberkahan dari dalam buminya. Sementara, di sepanjang jalan, pompa angguk milik pemodal raksasa, sepi sendiri di hutan jati. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Jul 2026, 10:49

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional.

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 09:06

Menjahit Harapan di Tengah Sepinya Pasar Thrifting Gedebage

Di tengah sepinya Pasar Cimol Gedebage, Dedi tetap bertahan sebagai penjahit pakaian thrifting. Feature ini mengangkat perjuangannya menghidupi keluarga sekaligus menjaga profesi warisan orang tuanya.

Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)