Berlatih Gerakan Mitigasi Gempa seperti Berlatih Penca

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Hirarki prinsip berlatih penca Aki Muhidin berdasar pada tuturan (Abah) Iwan Abdurahman. (Sumber: (Abah) Iwan Abdurahman/Grafis: T Bachtiar)
Hirarki prinsip berlatih penca Aki Muhidin berdasar pada tuturan (Abah) Iwan Abdurahman. (Sumber: (Abah) Iwan Abdurahman/Grafis: T Bachtiar)

Karena upaya mitigasi menyangkut nyawa manusia, maka upaya ini mempunyai nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Inilah yang menyebabkan melakukan upaya mitigasi sesungguhnya merupakan perwujudan nyata dari rasa kasih-sayang kepada sesama manusia.

Planet Bumi diciptakan Tuhan dengan segala keteraturan dan dinamikanya. Di tengah-tengah bola Bumi ada inti bumi yang panasnya mencapai 6.000 derajat C. Karena super panas itulah, menyebabkan terjadinya dorongan yang sangat kuat untuk melepaskan energinya. Inilah yang menjadi awal dari kerak bumi yang tebalnya bervariasi sampai 70 km di beberapa tempat, menjadi terpecah-pecah, menjadi lempeng-lempeng raksasa yang terus bergerak. Ada lempeng bumi yang bergerak saling menjauh, menyebabkan yang sekarang bernama Benua Amerika terpisah jauh dari Benua Afrika.

Di antara kedua benua itu terbentuk Samudra Atlantik, yang di dasarnya membentuk Pematang Tengah Atlantik, menjadi tempat untuk magma naik ke permukaan membentuk kerak samudra yang baru. Sedangkan kerak bumi yang saling mendekat, kemudian terjadi saling menekan, lempeng samudra menunjam ke dalam lempeng benua. Itulah yang terjadi di kedalaman dasar Samudra Hindia di barat dan di selatan Kepulauan Indonesia. 

Zona penunjaman itulah yang menjadi kawasan yang sangat labil, memberikan jalan bagi magma, batuan cair pijar yang panasnya mencapai 1.200 derajat C, menerebos kerak bumi, yang melahirkan gunung-gunungapi, yang teruntai membentuk pulau-pulau. Di zona ini pun menjadi sumber gempabumi.

Mekanisme panas dari inti bumi inilah yang telah melahirkan rona bumi ini menjadi sangat megah. Ada gunung-gunung yang menjulang, ada lembah yang dalam, ada patahan yang memanjang, dan beragam bentuk pantai, ada teluk dan tanjung, sesuai dengan batuan yang membentuknya. Rona bumi itu semakin disempurnakan pesonanya oleh panas siang hari dan dingin pada malam hari, curahan air meteorik yang menyuburkan tanaman, menghasilkan oksigen pada siang hari, kesejukan, dan sumber sandang, pangan, dan papan bagi manusia yang kemudian berdatangan di kawasan yang menakjubkan itu.

Sejak penciptaannya, bumi terus bergerak sesuai irama semesta yang berjalan untuk keseimbangannya. Energi panas dari dalam inti bumi yang terus menekan kuat kerak bumi tiada henti, menyebabkan letusan-letusan gunungapi yang menebarkan abu kesuburan, dan energinya yang tertahan kemudian lepas, membentuk patahan dan menimbulkan gempabumi yang mengguncang, meninggalkan torehan-torehan bumi yang memanjang.

Ada kawasan yang relatif turun, ada yang relatif naik, dan ada yang terdorong secara mendatar. Terbentuklah tebing-tebing yang menjulang, tanah tinggi yang memanjang, danau-danau yang besar, dan letusan-letusan gunungapi. Itulah kemegahan alam yang selama berpuluh-puluh tahun, beratus-ratus tahun dapat dinikmati oleh manusia yang melihatnya, yang datang dan menetap di sana.

Inilah yang saat ini disebut bencana alam, karena dinamika bumi yang berjalan untuk menjaga keseimbangannya, telah dikelilingi oleh manusia yang datang kemudian. Karena ada manusia di kawasan yang “laten bencana” itulah, gagasan mitigasi ini lahir, untuk saling mengingatkan, untuk saling berbagi pengetahuan, berbagi pengalaman, bagaimana cara berlatih, semuanya bermuara pada yang saling membantu dalam upaya kemanusiaan.

Dalam tulisan ini akan dibahas satu “butir nasi” latihan mitigasi dari “satu bakul nasi” mitigasi yang sangat banyak kait-mengaitnya. Pendekatan mitigasinya mengadopsi cara berlatih penca Cikalong (Cianjur). Cara latihan penca ini diceritakan oleh murid Aki Muhidin (guru penca di Cikalong), yaitu (Abah) Iwan Abdurahman, anggota WANADRI, yang juga telah menggubah sekitar 50 lirik dan lagu.

Berlatih gerakan penca itu harus terus-menerus dilakukan, oleh siapa pun, baik oleh murid maupun oleh guru, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, agar gerakan jurusnya tetap berumah dalam jiwa, dalam raga, dan dalam rasa.

Bagaimana berlatih gerakan satu, atau satu jurus satu, yang merupakan satu kesatuan gerakan: merunduk – berjongkok - melindungi tengkuk dan kepala - berpegangan kuat. Gerakan satu atau jurus satu ini dahulu dilatihkan, dapat dimulai dari sekolah-sekolah, pesantren, terus berjenjang sampai luas ke berbagai kalangan, seperti ke karyawan di kantor-kantor, di pabrik-pabrik, di pasar-pasar, di rumah, dll. 

Pada tahap awal, bila mengacu pada hirarki latihan penca Aki Muhidin (seperti dituturkan oleh (Abah) Iwah Abdurahman, gerakan satu merunduk – berjongkok - melindungi tengkuk dan kepala - berpegangan kuat itu agar semua pelajar nyaho, mengetahui tentang gerakan satu. Karena nyaho can tangtu ngarti, tahu belum tentu mengerti, maka harus teruslah berlatih sampai pelajar itu mengerti mengapa perlu terus berlatih berulang-ulang gerakan satu atau jurus satu ini. Misalnya setiap tiga hari sekali latihan gerakan satu dilaksanakan ketika bel istirahat dibunyikan, dan pada saat bel pulang dibunyikan.

Tujuan berlatih ngarti, agar para pelajar menjadi bisa, menjadi mampu untuk melakukan gerakan satu dengan cepat dan tepat. Karena berlatih terus berulang, maka para pelajar itu akan tuman, akan mahir dalam melakukan gerkan satu dengan cepat dan tepat. Bila terus berlatih, maka gerakan satu: merunduk-berjongkok-lindungi tengkuk dan kepala-berpegangan kuat, akan matuh, akan menetap, akan berumah di dalam jiwa, di dalam raga, dan di dalam rasa. Inilah puncak pencapaian berlatih, sehingga ketika ada stimulus guncangan gempabumi, maka akan direspon dengan cepat-tepat-seketika.

(Abah) Iwah Abdurahman menuturkan, bahwa berlatih gerak penca seperti yang dianjurkan oleh Aki Muhidin, harus tuksel, harus terus-menerus. Begitu pun berlatih gerakan satu dalam mitigasi, agar gerakan satu ini terus matuh, terus menetap. Bila tidak dilakukan, maka respon cepat-tepat-seketika akan turun kadarnya.

Cara berlatih mitigasi gaya penca seperti ini, dapat juga diterapkan bagi para pemegang kebijakan, dengan membuat pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tupoksinya. Dengan pertanyaan-pertanyaan itu akan diketahui, apakah tingkatannya baru berada pada tahap nyaho (tahu), atau sudah ngarti (mengerti), sudah bisa (mampu), sudah tuman (mahir), atau sudah ngajadi, matuh (menetap)? Kalau yang ditanya menjawab, “dokumen kontingensi sudah ada, hasil para pakar di Perguruan Tinggi”, kita akan mengetahui, posisinya berada dalam tahap mana. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)