Mengenal Sesar Cirata: Ancaman Gempa Tersembunyi di Bandung Barat-Purwakarta dan Pusat Pembangkit Listrik

4 menit baca
Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi diterbitkan
Waduk Cirata yang berada di area Sesar Cirata diyakini menjadi penyebab beberapa gempa tektonik. (Sumber: Ayobandung)
Waduk Cirata yang berada di area Sesar Cirata diyakini menjadi penyebab beberapa gempa tektonik. (Sumber: Ayobandung)

AYOBANDUNG.ID - Gempa dengan Magnitudo 2,9 mengguncang wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Purwakarta, pada Selasa 13 Mei 2025 sekira pukul 03:42 WIB, dini hari. Gempa tektonik dari aktivitas sesar Cirata itu berada tepat di genangan waduk Cirata dan deretan panel surya milik PLTS Terapung Cirata.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.7 LS dan 107.34 BT dengan kedalaman 6 km. Di lihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif.

"Kalau dilihat dari lokasinya sepertinya dari Sesar Cirata. Tapi masih perlu kajian lebih lanjut," kata Koordinator bidang Data dan Informasi Stasiun Geofisika Bandung, Virga Librian saat dikonfirmasi.

Dampak gempabumi yang berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Kec. Darangdan (Kab. Purwakarta) dengan Skala Intensitas II - III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang - Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

Dengan skala gempa bumi sebesar itu, BMKG memastikan guncangan tak akan menimbulkan dampak serius terhadap waduk atau pun instalasi PLTS Terapung Cirata. "Kalau dengan magnitudo tersebut dampaknya biasanya hanya II-III MMI, hanya dirasakan seperti ada truk berlalu. Tidak menimbulkan kerusakan," jelasnya.

Lempeng tektonik Citara terekam beberapa kali bergerak dan menimbulkan gempa bumi. Selain tahun ini, sesar Cirata sempat memicu gempa Magnitudo 4,1, pada Minggu 13 November 2022. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) peristiwa gempa terjadi pada pukul 22:41:14 WIB. Disusul dua gempa lainnya yakni pukul 01:13:57 WIB dengan Magnitudo 3,3, dan Magnitudo 2,8 pada pukul 02:41:30 WIB.

Virga Librian memaparkan, sesar Cirata ini belum dimasukkan dalam buku PusGen 2017, namun meski minim sejumlah peneliti telah konsen mengamati sesar ini. Salah satunya Soehaimi (2010) yang mencatat panjang sesar Cirata 25 km, membentang dari timur ke barat.

"Sesar Cirata berarah barat-timur. Jalur sesar ini berada di sebelah selatan dari Sesar Baribis. Kedalaman gempa di Sesar Cirata ini sampai 18 Km," tandas Virga.

Riwayat dan Potensi Gempa Sesar Cirata

Penelitian terkait sesar aktif Cirata memang masih minim. Patahan aktif ini belum banyak diketahui seperti sesar lainya seperti Baribis, sesar Lembang, atau Cimandiri. Upaya mitigasi seperti penanda sesar serta jalur evakuasi di area sesar juga belum dilakukan.

Penyelidik Bumi Madya dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Supartoyo mengatakan sejarah gempa bumi di daerah Citara meliputi Bandung Barat dan Purwakarta memang telah terekam sejak dulu. Namun gempa di wilayah ini tak pernah melebihi Magnitudo 5.

"Dari sejarahnya belum ada yang merusak karena magnitudonya di bawah 5. Kemungkinan ada sesar aktif tapi tidak panjang atau tidak sampai memicu gempa hingga magnitudo 5," kata Supartoyo saat dikonfirmasi.

Koordinat lokasi gempa bumi di Google Earth menampakan episentrum di Waduk Cirata pada Selasa 13 Mei 2025.

Meski begitu, gempa bumi akibat sesar Cirata telah tercatat sejak tahun 2010. Data dari pusat informasi gempa nasional milik Amerika atau National Earthquake Information Center (NEIC) US Geological Survey (USGS) tahun 2010 di daerah ini pernah terjadi gempa bumi dengan kekuatan < 5 Mb atau setara dengan 5,2 Ms.

Tak cuma itu, penelitian Priyobudi tahun 2021 tentang Kegempaan di sekitar Bendungan Ciratamenemukan 5 kali gempa bumi dengan magnitudo berkisar 1,8-3,7 selama periode Januari-Maret 2020. Gempa tersebut menyebabkan goncangan tanah hingga skala intensitas III MMI di sekitar wilayah episentrum.

Sedangkan potensi gempa dari sesar aktif di kawasan Cirata telah diteliti cukup komplit oleh A Soehaimi tahun 2010 dalam jurnal berjudul Patahan Aktif dan Kegempaan Daerah PLTA Cirata-Saguling dan Sekitarnya.

Hasil penelitian Soehaimi menemukan kegempaan mikro di daerah sekitar PLTA Cirata–Saguling yang dilakukan pada periode tahun 1986 dan 1987 oleh Puslitbang Geologi, memperlihatkan bahwa gempa-gempa mikro di daerah ini terkonsentrasi di sekitar PLTA Saguling, PLTACirata, dan jalan raya Bandung-Cianjur.

Gempa-gempa mikro tersebut umumnya mempunyai kedalaman sangat dangkal < 10 km dan didugakuat disebabkan oleh reaktifasi patahan patahan tua yang berada di sekitar bendungan diantaranya struktur patahan naik aktif Saguling dan Pasir Cabe serta struktur patahan naik aktif Citarum - Cisomang.

"Kegempaan mikro di daerah ini umumnya berkedalam dangkal <10 km dan berhubungan erat dengan pengaktifan kembali patahan bermekanisme gerak patahan naik, geser dan turun," tulisnya.

Soehaimi menyebut PLTA Cirata dan Saguling terletak pada lajur patahan aktif dan berpeluang menimbulkan gempa bumi berkekuatan 7 Ms, dalam selang waktu 80 tahun.

Hasil penelitiannya merekomendasikan pemantauan kegempaan mikro secara periodik di lokasi tersebut, mengingat PLTA Cirata berada pada zona patahan aktif.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)