Si 'Ganteng Kalem' Itu Bernama Jonatan Christie

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Jonatan Christie. (Sumber: Dok. PBSI)
Jonatan Christie. (Sumber: Dok. PBSI)

DARI tiga wakil Tunggal Putra Indonesia—Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Alwi Farhan—di Denmark Open 2025 Super 750, hanya Jojo, panggilan akrab Jonatan Christie, yang masih tersisa. Anthony Ginting takluk di tangan jagoan tuan rumah Anders Antonsen dan Alwi Farhan kandas oleh Ng Kalong Angus dari Hongkong.

Meski menghadapi lawan-lawanya yang bukan kaleng-kaleng, Jojo terus melaju. Di 32 besar dan 16 besar, Jojo menaklukkan dua jagoan Jepang yang terkenal ulet dan alot, Kenta Nishimoto dan Kodai Naraoka. Melawan Kenta, Jojo harus berjuang keras dan mengeluarkan seluruh kemampuannya sebelum Kenta menyerah tiga gim 10-21, 21-11, 21-7. Sementara melawan Kodai justru relatif ringan, Jojo menang muda dua set langsung, 21-7, 21-13. 

Di perempat final, melalui pertarungan sengit melawan wakil China, Li Shi Feng, Jumat (17/10/2025) malam di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, Jojo akhirnya menang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-18, 21-23, 21-17 dan memastikan satu tempat di semifinal. Di semifinal, semalam, Jojo membungkam jagoan Prancis, Alex Lanier, dengan tiga gim, 11-21, 21-8, 21-13. Malam nanti di final Jojo bakal berjumpa dengan unggulan pertama, Shi Yuqi, asal China. 

Para Badminton Lovers (BL) China menghadapi laga final nanti malam menunggunya dengan harap-harap cemas. Sebab, secara head to head mereka imbang. Plusnya, Jojo sedang dalam performa terbaiknya. Para BL China tidak mau jagoannya kali ini tumbang di tangan Jojo seperti halnya Jojo menumbangkan Li Shi Feng di perempat final.

Saat Li shi Feng kalah di tangan Jojo—tentu saja para BL China kecewa--tapi para BL China tak sepenuhnya menyalahkan Li Shi Feng. Menurutnya, Li Shi Feng tidak bermain buruk, hanya terburu buru di poin-poin kritis. Kata seorang badminton lovers China, “Greget, saya, pingin bilang, Li, kau jangan terburu-buru.”

Dan para BL China pun tak menyerang Jonatan Christie. Mereka sangat menghormati Jojo. “Kita memaklumi, Jojo lebih berpengalaman, lebih tenang, dan mentalnya lebih matang. Jojo pandai memainkan tempo. Ia tahu kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan,” timpal yang lain.

“Li Shi Feng masih muda. Perjalanannya masih panjang.”

Ya, dalam pertandingan saat di perempat final bertemu Li Shi Feng maupun semalam di semifinal saat jumpa Alex Lanier, Jojo lebih siap. Jojo punya segalanya: Teknik sempurna; pengalaman; ketenangan; pertahanan kuat; serangan balik cepat; footwork lincah; stamina yang prima; ganteng dan kalem.

Jonatan Christie. (Sumber: Dok. PBSI)
Jonatan Christie. (Sumber: Dok. PBSI)

Padahal, ketahuilah, setelah merasa kecewa karena gagal di fase grup Olimpiade Paris 2024, atlet bulu tangkis kelahiran Jakarta, 15 September 1007 itu, hampir mau pensiun alias “gantung raket”. Setelah 12 tahun berada di Pelatnas, melalui pertimbangan matang, Jojo memutuskan keluar dari Pelatnas PBSI pada 15 Mei 2025, bersama dengan Chico Aura Dwi Wardoyo, dan memilih menjadi pemain profesional. 

Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan tanggung jawab barunya sebagai kepala keluarga dan kebutuhan akan fleksibilitas dalam latihan. Meskipun tidak lagi berada di Pelatnas, Jojo tetap akan memperkuat tim nasional Indonesia di ajang internasional. 

Jonatan Christie menikahi Shania Junianatha—mantan anggota Jakarta 48--pada 1 Desember 2023 dan dikaruniai anak Leander Jayden Christie, seorang anak laki-laki yang lahir pada tanggal 24 Agustus 2024.

Setelah menikah dan menjadi pemain profesional, Jojo baru bisa naik podium lagi dengan menjuarai Korea Terbuka 2025 Super 500 usai mengalahkan lawan kuat asal Denmark, Anders Antonsen,  21-10, 15-21, 21-17.

Jojo mengaku, Korea Open 2025 menjadi salah satu turnamen yang bergengsi. "Meski ini bukan turnamen yang paling besar, bagi saya, ini sangat-sangat berarti. Gelar juara Super 500 yang tidak saya bayangkan, setelah beberapa waktu struggle dengan cedera," ujar Jojo, dikutip dari laman resmi PBSI.

Jojo mengaku butuh waktu yang cukup lama untuk masa recovery dari cedera. Namun dengan tekad yang besar untuk bisa memberikan yang terbaik bagi negeri, Jojo semakin termotivasi untuk bisa mengoleksi gelar juara.

Ada yang menarik ketika Jojo naik podium di Korea Open 2025. Saat itu ia mengajak kedua pelatih barunya, Rifki Maulana dan Vicky Angga, duduk di podium untuk melakukan berfoto bersama. Itulah adab yang dipunyai seorang Jojo untuk menghargai pelatihnya. Hal ini juga dilakukannya ketika ia dan Anthony Sinisuka Ginting tampil sebagai juara dan runner up di ajang bergengsi All England 2024 Super 1000. Ketika itu ia mengajak pelatihnya saat itu, Irwansyah, naik podium dan berfoto bertiga dengan Ginting.

Jojo pun tak segan memuji lawannya yang tampil baik. Dengan memberikan acungan jempol atau mengajak penontonnya untuk memberikan aplaus, seperti ia lakukan kepada juniornya, Alwi Farhan, yang tampil baik saat menjadi lawannya di semifinal Korea Open 2025.

Selain rendah hati, Jojo pun dikenal seorang yang dermawan. Setelah ia menyabet medali emas Asian Games 2018 di Jakarta, ia berjanji memberikan setengah dari bonusnya yang didapat untuk membantu pembangunan kembali sebuah masjid di Lombok, NTB, yang roboh akibat gempa bumi. Dan, mulianya, Jojo menepati janjinya itu. 

Jojo, si “Ganteng Kalem” itu, semoga semua kebaikanmu membantumu memenangi laga final versus Shi Yuqi malam nanti di Denmark Open 2025. Aamiin. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)