Tak Ada Teja Paku Alam, Fitrah Maulana pun Jadi

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Minggu 07 Des 2025, 05:30 WIB
Fitrah Maulana, kiper muda Persib Bandung. (Sumber: Dok. Persib)

Fitrah Maulana, kiper muda Persib Bandung. (Sumber: Dok. Persib)

DALAM konferensi pers, usai laga tunda pekan kelima Super League 2025/2026, Persib vs Borneo FC, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jumat (5/12/2025), kiper muda Persib Bandung, Fitrah Maulana—yang didapuk mendampingi pelatih Persib, Bojan Hodak-- menangis tersedu-sedu. Suasana pun menjadi haru. 

Bukan tangis kesedihan, melainkan tangisan karena bahagia. Pasalnya Impian Fitrah sejak kecil—sebegitu besar ingin menjadi pemain Persib—kini mimpi itu menjadi kenyataan. Dalam kesempatan itu, ia pun berterima kasih kepada Bojan Hodak yang telah memberinya kesempatan untuk tampil menjalani debut manisnya bersama Maung Bandung.

“Alhamdulillah, pertandingan hari ini bisa dimenangi oleh Persib. Dan terima kasih coach telah memberikan (kepercayaan) kesempatan bermain buat saya,” ujarnya kepada media. “Pertandingan kali ini sangat menegangkan sekali, karena ini pertama kalinya saya bermain di home dan banyak supporter. Tapi, alhamdulillahnya saya bisa melewatkan itu semua dan hasilnya sangat bagus sekali,” katanya.

Dalam laga itu, Maung Bandung sukses membantai Borneo FC 3-1. Persib awalnya tertinggal, tetapi tim asuhan Bojan Hodak berhasil mengalahkan pemimpin puncak klasemen Super League. Maung Bandung berhasil bangkit dan comeback melalui gol yang dicetak Ramon Tanque pada menit ke-40, Federico Barba 50’, dan Saddil Ramdani 90+7’. Hasil ini tentu saja membuat Persib hanya berjarak lima poin dari Borneo FC.

Bojan Hodak menilai Fitrah bersama para pemain muda lainnya yang diturunkan menunjukkan ketenangan dan kualitas yang memenuhi ekspektasi. "Keseluruhan, semua pemain bermain dengan baik sejak awal. Begitu juga pemain yang masuk dari bench. Para pemain muda seperti Fitrah dan Nazriel bermain luar biasa, jadi saya cukup merasa puas," ujar Hodak.

Karena itu, kemenangan ini tak hanya berarti buat Persib saja, tetapi khusus bagi kiper muda Fitrah Maulana merasa senang dan bangga. Pemain berlabel Timnas Indonesia itu pada awalnya mengaku gugup karena banyak suporter yang hadir dan memberikan dukungan langsung untuk Persib.

Fitrah pun ingin mempersembahkan kemenangan ini untuk sang mama dan keluarga tercinta yang selalu mendukungnya. Ia juga persembahkan kemenangan ini untuk calon istri yang selalu mendukungnya.

Tak ada yang menyangka Fitrah Maulana akan mengawal gawang Persib  saat melawan Borneo FC. Tapi di line up tak tercatat nama Teja Paku Alam. Justru namanya yang tercatat. Rupanya pelatih Bojan Hodak memberinya kepercayaan. Kepercayaan itu tidak akan disia-siakan olah kiper berusia 19 tahun tersebut musim ini. Apalagi lag ini laga krusial--menghadapi Borneo FC.

Teja Paku Alam tadinya diproyeksikan untuk tetap bisa bermain sambil tim pelatih memantau kondisinya. Tetapi, Teja tidak jadi dipasang. Teja dikabarkan kelelahan terutama usai melawan Madura United,a beberapa kali ia harus mendapatkan perawatan. 

Menariknya, kiper asing Persib, Adam Przybek, tidak dilirik oleh Bojan Hodak. Ia hanya sebagai pelapis Fitrah di bangku cadangan. Tercatat, kontribusinya minor.  Dia hanya bermain dalam satu pertandingan dan hanya mengantarkan Maung Bandung pada kekalahan. Ini menjadi tanda tanya karena pemain asing ini justru tidak bisa memberikan kontribusi maksimal. Selain itu, dia sempat mengalami cedera sejak pertama datang dan harus absen panjang.

Siapa Fitrah Maulana?

Penjaga gawang Persib Teja Paku Alam (kanan), dan Adam Przybek (tengah) pemain asing berkebangsaan Polandia. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Penjaga gawang Persib Teja Paku Alam (kanan), dan Adam Przybek (tengah) pemain asing berkebangsaan Polandia. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Fitrah Maulana yang bernama lengkap Fitrah Maulana Muhammad Ridwan ini lahir di Bandung, 24 Mei 2006. Fitrah memulai karier 2022 saat bergabung dengan SSB Setia Bandung. Pemilik postur 1,81 cm ini kemudian menjalani pembinaan di Akademi PERSIB. Lalu, ia bergabung dengan Persib 1 Juli 2024.

Pembinaan berjenjang diikutinya. Pada Agustus 2022 Fitrah bergabung di Persib Youth hingga dipromosikan ke Persib U18. Fitrah kemudian bergabung di Persib dan Timnas U19 pada 1 Juli 2024.

Pada Liga 1 2024/2025 adalah musim pertamanya bergabung bersama skuad Persib setelah musim sebelumnya menjalani program latihan bersama selama satu musim. Pemain yang pernah meraih gelar juara AFF U-19 bersama Timnas Indonesia ini juga sempat tergabung dalam skuad kualifikasi Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20 2025. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 06 Jun 2026, 12:29

Sasapedahan

Saatnya memberi kesempatan kepada sepeda untuk menunjukkan kemampuannya.

Asyiknya bermain sepeda. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 20:28

Tanara Berarti Tanah Merah

Toponim Tanara merujuk pada keadaan kawasan tersebut, yaitu tanah yang berwarna merah.

SD Negeri Tanara di Kampung Cibolang, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 19:09

Antara Batik dan Jas: Gaya Berpakaian Pribumi di Batavia

Evolusi berpakaian pribumi di Batavia pada tahun 1900-1942.

Kumpulan pribumi menggenakan jas dan sarung batik. (Sumber: Koleksi Digital Universitas Leiden)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:32

Obsesi Nasi: Hilangnya Diversitas Pangan Pokok Indonesia & Lingkaran Setan Food Estate

Membedah kebijakan penguasa membuat rakyat Indonesia ketergantungan beras dan kehilangan keragaman pangan lokal.

Presiden Soeharto panen padi perdana di Desa Jatimulya, Kec. Pusakanegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (8/7/1987). (Sumber: Perpusnas | Foto: Perpusnas)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 18:05

10 Netizen Terpilih Mei 2026 dan Format Baru untuk Bulan Berikutnya

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Warga beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Jun 2026, 17:04

Bahan Bakar Plastik Menyisakan Risiko Lingkungan

Sampah dapat berkurang, tapi pencemarannya belum tentu hilang. Inilah sisi lain dari pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang jarang dibahas.

Tumpukan sampah plastik di Indonesia. (Sumber: pexels | Foto: Tom Fisk)