Keberaniannya Nangkap Ular Bawa “Bocil Dika” Bertemu KDM di Lembur Pakuan

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Dika saat bertemu KDM. (Sumber: Youtube | Foto: KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Dika saat bertemu KDM. (Sumber: Youtube | Foto: KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

DI PENGHUJUNG 2025 ada yang viral di media sosial dari Kabupaten Bandung, tepatnya dari Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran. Bukan tentang persiapan menyambut tahun baru, tetapi adanya kisah viral tentang seorang bocah berusia 10 tahun. Tanpa rasa takut sedikit pun, ia tampak sedang menangkap ular di persawahan hanya dengan tangan kosong. Dengan asyiknya, kemudian ular-ular itu dimasukkan ke dalam baju kausnya dan dijual kepada seseorang.

Seseorang itu adalah Kang Moel, tetangganya—teman sekomunitas dengan Kang Panji Petualang--seorang pawang ular yang sekaligus perekam video momen-momen “menegangkan” setiap kali Dika—sebutan nama bocil itu--membawa ular-ular kepadanya. Oh, rupanya Kang Moel lah yang pertama kali memperkenalkan ular kepada Dika. 

Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM). (Sumber: ppid.jabarprov.go.id)
Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM). (Sumber: ppid.jabarprov.go.id)

Pada mulanya ketika sedang mencari belut, Dika sering melihat Kang Moel sedang memandikan ular-ular peliharaannya di halaman rumahnya. Pada mulanya Dika hanya melihat, tetapi kemudian ia membantu Kang Moel memandikan atau memberi makan ular-ular kepunyaan Kang Moel itu. Rupanya perkenalan itu membuat Dika terbiasa dan berani menangkap ular. Ketika sedang mencari belut, Dika melihat  ular. Saat itulah ia menangkapnya. Setelah itu, tanpa rasa takut ia menangkap ular demi ular. 

Dalam sebuah video, Dika suatu waktu tampak membawa ular sanca berukuran cukup besar. Ular itu dimasukkan ke kain hitam yang digulung. Dalam video lain, bocil tersebut membawa ular sebanyak sepuluh jenis. Ular-ular itu dibawanya dengan tangan, dan sebagian lainnya diselipkan ke dalam kausnya.

Tak sekadar menyetorkan, Dika berharap agar ular-ular tangkapannya itu bisa dibeli oleh Kang Moel. Kang Moel kadang butuh ular buat pakan ular lagi. Dari penjualan itu, uangnya dipakai Dika untuk jajan bersama adiknya. 

Dika biasanya bisa mendapatkan uang senilai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Aksi Dika kerap diabadikan oleh Kang Moel dan diunggah ke media sosialnya. Video Dika yang lucu sambil membawa ular membuat konten itu viral di media sosial.

Setelah videonya viral, sejumlah komunitas pegiat reptil, Panji Petualang, Dede Inoen, hingga Heru Gundul, langsung datang menemui Dika. Mereka datang memberikan edukasi tentang penangkapan ular. Kang Panji mengatakan, kalau video ini dilihat Kan Dedi Mulyadi (KDM), pasti Dika akan diundang KDM ke Lembur Pakua. Apalagi kalau KDM tahu Dika kini tak sekolah.

Rupanya omongan Panji benar. Melalui tayangan Youtube channel KDM Dika tampak diundang l KDM ke Lembur Pakuan. Dika datang bersama mamahnya dan Kang Moel.

Baca Juga: Suara yang Disapu Banjir

Benar, ternyata Dika anak putus sekolah. Ia bersekolah hingga kelas 4. Dika merupakan anak pertama dari 4 bersaudara dari pasangan Dedi Saepuloh (27) dan Reka Noviyanti (25). Dalam kesehariannya, sang ayah bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibunya kerap berjualan perabotan di pasar minggu di Ciherang.

Selain keluarga Dika, ada tujuh orang lagi yang menempati rumah milik ibunya Bapak Dedi itu. Dua orang di antaranya sakit—TBC dan depresi. Di Lembur Pakuan, KDM selain memberi uang Rp10 juta kepada keluarga Dika, juga berjanji akan mengobati dua keluarga Dika yang sakit itu.

“Dika tidak boleh mencari ular lagi ya. Kan ular di sawah ada gunanya. Fokus sekolah aja dulu,” kata KDM. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)