Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Fiskal Menyempit, Demokrasi Terancam: Analisis Manajemen Risiko Pendidikan Politik di Daerah

Adinda Rahmalya
Ditulis oleh Adinda Rahmalya diterbitkan Rabu 07 Jan 2026, 13:50 WIB
Mata uang rupiah dan emas. (Sumber: Pexels | Foto: Robert Lens)

Mata uang rupiah dan emas. (Sumber: Pexels | Foto: Robert Lens)

Kebijakan efisiensi fiskal yang dilakukan pemerintah pusat pada tahun 2025 mengakibatkan konsekuensi besar terhadap struktur keuangan daerah. Pemangkasan alokasi dana transfer daerah (TKD) senilai Rp 50,59 triliun saat ini telah resmi diberlakukan. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 29 Tahun 2025, dalam keputusan ini merevisi kembali besaran Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) dan indikator transfer lain.

Banyak daerah yang memiliki basis ekonomis yang belum mandiri, menghadapi kesulitan untuk menutupi kekurangan anggaran akibat adanya pemangkasan dana. Penurunan dukungan program pendidikan politik masyarakat merupakan salah satu dampak dari pemangkasan dana yang bersifat jangka panjang tetapi seringkali terlupakan. Program pendidikan politik masyarakat sangat bergantung pada alokasi anggaran yang fleksibel. Ketika ruang fiskal semakin menyempit, pemerintah pasti memprioritaskan layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. 

Hal ini berpotensi memperburuk kualitas demokrasi di tingkat lokal, ketika masyarakat tidak mendapatkan akses yang mumpuni terhadap pendidikan politik, kemampuan masyarakat dalam memahami isu publik, menilai suatu kebijakan, serta mengawasi jalannya pemerintah menjadi melemah. Dalam jangka panjang, jika ruang partisipasi hanya dikuasai oleh kelompok tertentu, sementara masyarakat kehilangan kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam memahami isu publik. Hal ini akan berdampak buruk pada kualitas demokrasi, karena masyarakat kurang berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

Masalah Kebijakan dan Risiko 

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu yang terdampak akibat adanya pemotongan anggaran dana, sekitar 65 persen pendapatannya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Ketergantungan ini mengakibatkan posisi daerah melemah saat dana pusat mengalami efisiensi, karena ruang fiskal untuk menutupi kekurangan anggaran terbatas. Dalam situasi ini, program pendidikan politik masyarakat berisiko mengalami pengurangan atau penundaan pelaksanaan. 

Melihat dari program yang dijalankan Badan Kesbangpol Kota Bandung, penelitian mengenai penyelenggaraan pendidikan politik bagi pemilih pemula di kota tersebut menunjukan keberhasilan program sangat bergantung pada besarnya pendanaan untuk kegiatan sosialisasi, pelatihan, serta koordinasi dengan pihak eksternal. 

Ketika dukungan anggaran melemah kemampuan pemerintah dalam menyediakan materi dan menjaga integritas program menjadi terbatas. Penurunan kualitas pendidikan politik bukan hanya memengaruhi tingkat partisipasi, tetapi juga berdampak terhadap kualitas pemerintahan daerah. Masyarakat dengan literasi politik yang rendah sangat rentan terhadap disinformasi dan kurang mampu dalam mengawasi kinerja pemerintah. 

Upaya Pemerintah 

Pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis agar program pendidikan politik masyarakat tetap berjalan secara optimal. Pemerintah daerah dapat menerapkan risk-based budgeting, yaitu mengevaluasi setia[ program dan pos anggaran berdasarkan tingkat risiko jika dihilangkan, termasuk urgensi, dampak yang dihasilkan, serta konsekuensi jangka panjang. Pendekatan ini memungkinkan pemangkasan anggaran secara selektif dengan memperhatikan indikator di atas, sehingga program jangka panjang yang berdampak menjadi prioritas. 

Upaya lain adalah memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui verifikasi sumber pendapatan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penerimaan pajak, mendorong pengembangan sektor kreatif dan ekonomi berbasis potensi daerah dan menerapkan kebijakan yang mendukung perluasan pajak. 

Selain itu pemerintah daerah perlu menyiapkan mekanisme cadangan anggaran atau buffer fund bagi program seperti pendidikan politik dan pemberdayaan masyarakat. Dana cadangan ini berfungsi ketika pendapatan daerah menurun, sehingga layanan publik tidak langsung terhenti.

Inovasi juga diperlukan dalam pelaksanaan program pendidikan politik dengan memanfaatkan teknologi digital seperti modul daring, webinar atau melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi atau organisasi masyarakat. Hadirnya pendekatan digital ini dapat menekan biaya operasional sekaligus memperluas cakupan program pendidikan politik masyarakat.

Semua langkah ini dirancang untuk memastikan bahwa meskipun dalam keadaan anggaran terbatas, pemerintah tetap mampu memastikan program-program yang berperan krusial dalam membangun masyarakat yang kritis dan partisipatif, serta meminimalkan risiko pada tata kelola demokrasi di tingkat daerah.

Prioritas Strategis Pendidikan Politik Masyarakat 

Tekanan fiskal membatasi arah gerak kemampuan pemerintah daerah dalam mengembangkan pendidikan politik, namun alternatif dapat diterapkan  untuk memastikan fungsi edukasi pendidikan politik masyarakat tetap berlangsung. Penerapan risk-based budgeting (RBB) menjadi pendekatan strategis untuk memastikan pendidikan politik masyarakat tetap berjalan. RBB memungkinkan pemerintah menetapkan prioritas anggaran dengan mempertimbangkan risiko jangka panjang apabila mengurangi anggaran suatu program. Pemerintah daerah perlu menempatkan pendidikan politik sebagai prioritas strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga pendidikan politik tidak rentan terpangkas saat terjadi tekanan fiskal.

Dalam struktur anggaran Jawa Barat dan Kota Bandung, program pendidikan politik biasanya berada di bawah Kesbangpol kerap dianggap tidak sepenting layanan dasar. Melalui RBB, pemerintah dapat mengklasifikasikan pendidikan politik sebagai program berisiko tinggi jika tidak dilaksanakan, karena  secara langsung berdampak pada ketahanan sosial-politik daerah.

Ilustrasi pecahan uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Ilustrasi pecahan uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Hal ini terlihat pada program pendidikan politik bagi pemilih pemula yang rutin dilaksanakan Kesbangpol Kota Bandung untuk siswa SMA/SMK. Apabila program tersebut mengalami efisiensi anggaran, pengetahuan politik di kalangan pemilih pemula akan mengalami penurunan, sehingga membuka celah lebih luas terjadinya disinformasi politik. 

Dalam kondisi efisiensi anggaran, teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menjalankan pendidikan politik dengan biaya yang lebih rendah sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas. Di kota Bandung, komunitas seperti Kelas Demokrasi Bandung dan Sekolah Pemilih Muda memanfaatkan saluran digital untuk memperkenalkan politik untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula, sehingga materi edukasi dapat disampaikan secara efektif tanpa mengorbankan kualitas program.

Menjaga Keberlanjutan Pendidikan Politik Masyarakat

Di tengah tekanan fiskal yang membuat ruang anggaran daerah semakin sempit, pemerintah daerah tetap memiliki peluang untuk mempertahankan keberlanjutan pendidikan politik masyarakat melalui tiga strategi kunci. Pertama, daerah dapat mengadopsi pendekatan risk-based budgeting secara lebih konsisten. Dengan menilai setiap program berdasarkan tingkat urgensi, dampak jangka panjang, dan risiko apabila dihentikan, pemerintah dapat memastikan bahwa pendidikan politik tetap menjadi prioritas strategis, bukan sekadar program tambahan yang mudah terpangkas saat terjadi penghematan anggaran. Pendekatan ini penting karena pendidikan politik memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kualitas demokrasi lokal, sehingga harus ditempatkan sebagai layanan publik yang berdampak, bukan hanya kegiatan seremonial.

Kedua, pemerintah daerah perlu memperluas model pendanaan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, lembaga donor, serta sektor swasta melalui program CSR. Skema pendanaan kolaboratif atau co-funding memungkinkan pemerintah mengurangi ketergantungan pada APBD tanpa mengorbankan kualitas program. Kemitraan ini dapat dilakukan melalui penyusunan modul pendidikan politik bersama, penyelenggaraan webinar, lokakarya, hingga kampanye literasi politik digital yang berbiaya rendah tetapi memiliki jangkauan luas. Dengan membuka pintu kolaborasi, beban fiskal tidak hanya ditanggung pemerintah, tetapi juga dibagi dengan ekosistem yang memiliki kepentingan pada penguatan demokrasi.

Ketiga, inovasi pelaksanaan program melalui pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi yang sangat relevan dalam situasi efisiensi anggaran. Pemerintah dapat mengembangkan modul daring, video pendek edukasi politik, podcast demokrasi, serta kelas virtual yang dapat diakses kapan saja oleh pemilih pemula maupun masyarakat umum. Pendekatan digital tidak hanya menekan biaya operasional seperti sewa ruang atau honor pemateri, tetapi juga memperluas akses pendidikan politik hingga ke kelompok masyarakat yang selama ini sulit terjangkau. Inovasi ini juga memungkinkan pemerintah bekerja sama dengan komunitas lokal, seperti Kelas Demokrasi Bandung atau Sekolah Pemilu Muda, untuk memperkaya konten dan memperluas jangkauan program tanpa memerlukan anggaran besar.

Melalui kombinasi ketiga solusi ini, penentuan prioritas berbasis risiko, kolaborasi pendanaan lintas-sektor, dan inovasi digital akan membuat pemerintah daerah tetap dapat menjaga keberlanjutan pendidikan politik masyarakat meskipun tekanan fiskal semakin kuat. Strategi ini memastikan bahwa kualitas demokrasi lokal tetap terjaga, masyarakat tetap kritis, dan ruang partisipasi tidak menyempit hanya karena keterbatasan anggaran.

Menjaga Demokrasi di Tengah Krisis Fiskal

Pemangkasan dana transfer pada tahun 2025 bukan sekadar tantangan teknis dalam pengelolaan keuangan daerah, tetapi ujian serius bagi ketahanan demokrasi lokal. Ketika ruang fiskal menyempit, program-program yang berorientasi jangka panjang seperti pendidikan politik masyarakat sering kali menjadi korban pertama efisiensi, padahal justru di sanalah fondasi literasi publik, partisipasi warga, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dibangun. Karena itu, kemampuan pemerintah daerah untuk mengambil langkah strategis menjadi penentu apakah kualitas demokrasi akan bertahan atau perlahan melemah.

Penerapan risk-based budgeting memberikan arah baru bagi daerah untuk menilai kembali prioritas anggarannya secara lebih rasional dan berorientasi risiko. Dengan menempatkan pendidikan politik sebagai program berisiko tinggi apabila diabaikan, pemerintah dapat memastikan bahwa ruang edukasi publik tidak tergerus oleh tekanan fiskal. Upaya memperkuat kemandirian pendapatan daerah dan menyiapkan cadangan anggaran juga menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan program, sekaligus meningkatkan daya tahan keuangan daerah terhadap kebijakan pusat yang berubah-ubah.

Baca Juga: Belajar dari Banjir Sumatra: Komunikasi Politik Bencana Lingkungan

Di sisi lain, inovasi digital menjadi jembatan yang memungkinkan pendidikan politik tetap berjalan dengan biaya yang lebih efisien namun berdaya jangkau luas. Melalui modul daring, kelas virtual, kolaborasi komunitas, serta model kampanye literasi yang kreatif, daerah tetap dapat memberikan akses pengetahuan politik bagi masyarakat, terutama pemilih pemula yang membutuhkan pembekalan untuk berpartisipasi secara kritis.

Pada akhirnya, menjaga keberlanjutan pendidikan politik masyarakat bukan hanya soal mempertahankan suatu program, tetapi melindungi masa depan demokrasi lokal. Ketika masyarakat memiliki literasi politik yang kuat, ruang partisipasi tetap terbuka, dan sistem pemerintahan daerah berada dalam pengawasan publik yang sehat. Inilah investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan hanya karena tekanan fiskal. Sebab, demokrasi yang tangguh tidak lahir dari anggaran yang besar, melainkan dari komitmen untuk memastikan setiap warga memiliki kemampuan memahami, mengawal, dan terlibat dalam proses politik secara bermakna. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Adinda Rahmalya
-

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)