Fiskal Menyempit, Demokrasi Terancam: Analisis Manajemen Risiko Pendidikan Politik di Daerah

7 menit baca
Adinda Rahmalya
Ditulis oleh Adinda Rahmalya diterbitkan
Mata uang rupiah dan emas. (Sumber: Pexels | Foto: Robert Lens)
Mata uang rupiah dan emas. (Sumber: Pexels | Foto: Robert Lens)

Kebijakan efisiensi fiskal yang dilakukan pemerintah pusat pada tahun 2025 mengakibatkan konsekuensi besar terhadap struktur keuangan daerah. Pemangkasan alokasi dana transfer daerah (TKD) senilai Rp 50,59 triliun saat ini telah resmi diberlakukan. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 29 Tahun 2025, dalam keputusan ini merevisi kembali besaran Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) dan indikator transfer lain.

Banyak daerah yang memiliki basis ekonomis yang belum mandiri, menghadapi kesulitan untuk menutupi kekurangan anggaran akibat adanya pemangkasan dana. Penurunan dukungan program pendidikan politik masyarakat merupakan salah satu dampak dari pemangkasan dana yang bersifat jangka panjang tetapi seringkali terlupakan. Program pendidikan politik masyarakat sangat bergantung pada alokasi anggaran yang fleksibel. Ketika ruang fiskal semakin menyempit, pemerintah pasti memprioritaskan layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. 

Hal ini berpotensi memperburuk kualitas demokrasi di tingkat lokal, ketika masyarakat tidak mendapatkan akses yang mumpuni terhadap pendidikan politik, kemampuan masyarakat dalam memahami isu publik, menilai suatu kebijakan, serta mengawasi jalannya pemerintah menjadi melemah. Dalam jangka panjang, jika ruang partisipasi hanya dikuasai oleh kelompok tertentu, sementara masyarakat kehilangan kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam memahami isu publik. Hal ini akan berdampak buruk pada kualitas demokrasi, karena masyarakat kurang berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

Masalah Kebijakan dan Risiko 

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu yang terdampak akibat adanya pemotongan anggaran dana, sekitar 65 persen pendapatannya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Ketergantungan ini mengakibatkan posisi daerah melemah saat dana pusat mengalami efisiensi, karena ruang fiskal untuk menutupi kekurangan anggaran terbatas. Dalam situasi ini, program pendidikan politik masyarakat berisiko mengalami pengurangan atau penundaan pelaksanaan. 

Melihat dari program yang dijalankan Badan Kesbangpol Kota Bandung, penelitian mengenai penyelenggaraan pendidikan politik bagi pemilih pemula di kota tersebut menunjukan keberhasilan program sangat bergantung pada besarnya pendanaan untuk kegiatan sosialisasi, pelatihan, serta koordinasi dengan pihak eksternal. 

Ketika dukungan anggaran melemah kemampuan pemerintah dalam menyediakan materi dan menjaga integritas program menjadi terbatas. Penurunan kualitas pendidikan politik bukan hanya memengaruhi tingkat partisipasi, tetapi juga berdampak terhadap kualitas pemerintahan daerah. Masyarakat dengan literasi politik yang rendah sangat rentan terhadap disinformasi dan kurang mampu dalam mengawasi kinerja pemerintah. 

Upaya Pemerintah 

Pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis agar program pendidikan politik masyarakat tetap berjalan secara optimal. Pemerintah daerah dapat menerapkan risk-based budgeting, yaitu mengevaluasi setia[ program dan pos anggaran berdasarkan tingkat risiko jika dihilangkan, termasuk urgensi, dampak yang dihasilkan, serta konsekuensi jangka panjang. Pendekatan ini memungkinkan pemangkasan anggaran secara selektif dengan memperhatikan indikator di atas, sehingga program jangka panjang yang berdampak menjadi prioritas. 

Upaya lain adalah memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui verifikasi sumber pendapatan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penerimaan pajak, mendorong pengembangan sektor kreatif dan ekonomi berbasis potensi daerah dan menerapkan kebijakan yang mendukung perluasan pajak. 

Selain itu pemerintah daerah perlu menyiapkan mekanisme cadangan anggaran atau buffer fund bagi program seperti pendidikan politik dan pemberdayaan masyarakat. Dana cadangan ini berfungsi ketika pendapatan daerah menurun, sehingga layanan publik tidak langsung terhenti.

Inovasi juga diperlukan dalam pelaksanaan program pendidikan politik dengan memanfaatkan teknologi digital seperti modul daring, webinar atau melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi atau organisasi masyarakat. Hadirnya pendekatan digital ini dapat menekan biaya operasional sekaligus memperluas cakupan program pendidikan politik masyarakat.

Semua langkah ini dirancang untuk memastikan bahwa meskipun dalam keadaan anggaran terbatas, pemerintah tetap mampu memastikan program-program yang berperan krusial dalam membangun masyarakat yang kritis dan partisipatif, serta meminimalkan risiko pada tata kelola demokrasi di tingkat daerah.

Prioritas Strategis Pendidikan Politik Masyarakat 

Tekanan fiskal membatasi arah gerak kemampuan pemerintah daerah dalam mengembangkan pendidikan politik, namun alternatif dapat diterapkan  untuk memastikan fungsi edukasi pendidikan politik masyarakat tetap berlangsung. Penerapan risk-based budgeting (RBB) menjadi pendekatan strategis untuk memastikan pendidikan politik masyarakat tetap berjalan. RBB memungkinkan pemerintah menetapkan prioritas anggaran dengan mempertimbangkan risiko jangka panjang apabila mengurangi anggaran suatu program. Pemerintah daerah perlu menempatkan pendidikan politik sebagai prioritas strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga pendidikan politik tidak rentan terpangkas saat terjadi tekanan fiskal.

Dalam struktur anggaran Jawa Barat dan Kota Bandung, program pendidikan politik biasanya berada di bawah Kesbangpol kerap dianggap tidak sepenting layanan dasar. Melalui RBB, pemerintah dapat mengklasifikasikan pendidikan politik sebagai program berisiko tinggi jika tidak dilaksanakan, karena  secara langsung berdampak pada ketahanan sosial-politik daerah.

Ilustrasi pecahan uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Ilustrasi pecahan uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Hal ini terlihat pada program pendidikan politik bagi pemilih pemula yang rutin dilaksanakan Kesbangpol Kota Bandung untuk siswa SMA/SMK. Apabila program tersebut mengalami efisiensi anggaran, pengetahuan politik di kalangan pemilih pemula akan mengalami penurunan, sehingga membuka celah lebih luas terjadinya disinformasi politik. 

Dalam kondisi efisiensi anggaran, teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menjalankan pendidikan politik dengan biaya yang lebih rendah sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas. Di kota Bandung, komunitas seperti Kelas Demokrasi Bandung dan Sekolah Pemilih Muda memanfaatkan saluran digital untuk memperkenalkan politik untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula, sehingga materi edukasi dapat disampaikan secara efektif tanpa mengorbankan kualitas program.

Menjaga Keberlanjutan Pendidikan Politik Masyarakat

Di tengah tekanan fiskal yang membuat ruang anggaran daerah semakin sempit, pemerintah daerah tetap memiliki peluang untuk mempertahankan keberlanjutan pendidikan politik masyarakat melalui tiga strategi kunci. Pertama, daerah dapat mengadopsi pendekatan risk-based budgeting secara lebih konsisten. Dengan menilai setiap program berdasarkan tingkat urgensi, dampak jangka panjang, dan risiko apabila dihentikan, pemerintah dapat memastikan bahwa pendidikan politik tetap menjadi prioritas strategis, bukan sekadar program tambahan yang mudah terpangkas saat terjadi penghematan anggaran. Pendekatan ini penting karena pendidikan politik memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kualitas demokrasi lokal, sehingga harus ditempatkan sebagai layanan publik yang berdampak, bukan hanya kegiatan seremonial.

Kedua, pemerintah daerah perlu memperluas model pendanaan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, lembaga donor, serta sektor swasta melalui program CSR. Skema pendanaan kolaboratif atau co-funding memungkinkan pemerintah mengurangi ketergantungan pada APBD tanpa mengorbankan kualitas program. Kemitraan ini dapat dilakukan melalui penyusunan modul pendidikan politik bersama, penyelenggaraan webinar, lokakarya, hingga kampanye literasi politik digital yang berbiaya rendah tetapi memiliki jangkauan luas. Dengan membuka pintu kolaborasi, beban fiskal tidak hanya ditanggung pemerintah, tetapi juga dibagi dengan ekosistem yang memiliki kepentingan pada penguatan demokrasi.

Ketiga, inovasi pelaksanaan program melalui pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi yang sangat relevan dalam situasi efisiensi anggaran. Pemerintah dapat mengembangkan modul daring, video pendek edukasi politik, podcast demokrasi, serta kelas virtual yang dapat diakses kapan saja oleh pemilih pemula maupun masyarakat umum. Pendekatan digital tidak hanya menekan biaya operasional seperti sewa ruang atau honor pemateri, tetapi juga memperluas akses pendidikan politik hingga ke kelompok masyarakat yang selama ini sulit terjangkau. Inovasi ini juga memungkinkan pemerintah bekerja sama dengan komunitas lokal, seperti Kelas Demokrasi Bandung atau Sekolah Pemilu Muda, untuk memperkaya konten dan memperluas jangkauan program tanpa memerlukan anggaran besar.

Melalui kombinasi ketiga solusi ini, penentuan prioritas berbasis risiko, kolaborasi pendanaan lintas-sektor, dan inovasi digital akan membuat pemerintah daerah tetap dapat menjaga keberlanjutan pendidikan politik masyarakat meskipun tekanan fiskal semakin kuat. Strategi ini memastikan bahwa kualitas demokrasi lokal tetap terjaga, masyarakat tetap kritis, dan ruang partisipasi tidak menyempit hanya karena keterbatasan anggaran.

Menjaga Demokrasi di Tengah Krisis Fiskal

Pemangkasan dana transfer pada tahun 2025 bukan sekadar tantangan teknis dalam pengelolaan keuangan daerah, tetapi ujian serius bagi ketahanan demokrasi lokal. Ketika ruang fiskal menyempit, program-program yang berorientasi jangka panjang seperti pendidikan politik masyarakat sering kali menjadi korban pertama efisiensi, padahal justru di sanalah fondasi literasi publik, partisipasi warga, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dibangun. Karena itu, kemampuan pemerintah daerah untuk mengambil langkah strategis menjadi penentu apakah kualitas demokrasi akan bertahan atau perlahan melemah.

Penerapan risk-based budgeting memberikan arah baru bagi daerah untuk menilai kembali prioritas anggarannya secara lebih rasional dan berorientasi risiko. Dengan menempatkan pendidikan politik sebagai program berisiko tinggi apabila diabaikan, pemerintah dapat memastikan bahwa ruang edukasi publik tidak tergerus oleh tekanan fiskal. Upaya memperkuat kemandirian pendapatan daerah dan menyiapkan cadangan anggaran juga menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan program, sekaligus meningkatkan daya tahan keuangan daerah terhadap kebijakan pusat yang berubah-ubah.

Baca Juga: Belajar dari Banjir Sumatra: Komunikasi Politik Bencana Lingkungan

Di sisi lain, inovasi digital menjadi jembatan yang memungkinkan pendidikan politik tetap berjalan dengan biaya yang lebih efisien namun berdaya jangkau luas. Melalui modul daring, kelas virtual, kolaborasi komunitas, serta model kampanye literasi yang kreatif, daerah tetap dapat memberikan akses pengetahuan politik bagi masyarakat, terutama pemilih pemula yang membutuhkan pembekalan untuk berpartisipasi secara kritis.

Pada akhirnya, menjaga keberlanjutan pendidikan politik masyarakat bukan hanya soal mempertahankan suatu program, tetapi melindungi masa depan demokrasi lokal. Ketika masyarakat memiliki literasi politik yang kuat, ruang partisipasi tetap terbuka, dan sistem pemerintahan daerah berada dalam pengawasan publik yang sehat. Inilah investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan hanya karena tekanan fiskal. Sebab, demokrasi yang tangguh tidak lahir dari anggaran yang besar, melainkan dari komitmen untuk memastikan setiap warga memiliki kemampuan memahami, mengawal, dan terlibat dalam proses politik secara bermakna. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Adinda Rahmalya
Tentang Adinda Rahmalya
-

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)