Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Evaluasi Program Bandung Smart City: Inovasi Digital Berjalan, Penerapan Masih Tertinggal

Indah Sari Pertiwi
Ditulis oleh Indah Sari Pertiwi diterbitkan Kamis 04 Des 2025, 12:52 WIB
Tampilan beranda program layanan Bandung Smart City (Sumber: Website resmi Bandung Smart City | Foto: Screenshot Indah Sari Pertiwi)

Tampilan beranda program layanan Bandung Smart City (Sumber: Website resmi Bandung Smart City | Foto: Screenshot Indah Sari Pertiwi)

Program Bandung Smart City sejak awal dibentuk untuk memberikan layanan berbasis teknologi sebagai langkah awal untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan kota. Namun, dalam penerapannya beberapa masyarakat mengeluh tentang program ini belum berjalan optimal karena dengan muncul adanya sejumlah masalah yang ada. 

Dalam programnya, Bandung Smart City atau biasa disebut SADAYANA (“Semua Digital Layanan Kota”) banyak menyediakan layanan secara online untuk diakses warga melalui aplikasi dan portal. Layanan ini mencakup berbagai fitur seperti pelaporan, aplikasi layanan online, e-budgeting, Citizen Journalism, serta terhubung dengan fasilitas lain seperti CCTV dan command center. 

Namun, dengan begitu walaupun program ini banyak layanannya ternyata masih banyak fitur yang belum berjalan sesuai harapan yang ada di lapangan. Dalam keluhan masyarakat, masih ada beberapa aplikasi sering error, antarmuka yang tidak ramah pengguna, dan tampilan yang tidak konsisten. 

Dalam program ini saya melihat Bandung Smart City sudah berada di jalur yang tepat secara visi, namun dalam penerapannya masih kurang efektif. Dalam menciptakan kota pintar tidak hanya bisa bergantung pada aplikasi, tetapi itu juga memerlukan manajemen yang terukur dan SDM yang siap.

Dengan melakukan evaluasi ini, banyak warga begharap Pemerintah Kota Bandung akan terus mengembangkan program Bandung Smart City secara menyeluruh kepada masyarakat Kota Bandung. Dengan memperkuat sistem, memperbaiki integritas, meningkatkan pelatihan SDM, serta memastikan setiap inovasi benar-benar menyentuh kebutuhan warga. 

Program Bandung Smart City dapat berkembang menjadi layanan digital yang menyeluruh dengan baik jika Wali Kota Bandung bijaksana ini dapat memperbaiki fondasi program ini. Selama penerapan program dilakukan dengan standar yang lebih tinggi, program ini memiliki peluang untuk menjadi model bagi kota lain. 

Tidak hanya itu, masyarakat juga harus merasa terlibat karena mereka adalah pengguna utama layanan digital tersebut. Agar perbaikan dapat dilakukan sesuai kebutuhan rakyat, bukan hanya berdasarkan perencanaan teknis, Wali Kota Bandung berkacamata ini dapat memfasilitasi uji coba publik, forum diskusi, atau sistem feedback yang responsif. 

Adapun satu masalah besar lagi yaitu minimnya penggabungan antar aplikasi, dalam program tersebut layanan memiliki masing-masing aplikasinya sendiri. Menyebabkan masyarakat harus mengunduh banyak aplikasi yang berbeda-beda, kondisi ini bertolak belakang dengan esensi Smart City yang idealnya serba terhubung dan serba cepat.  

Akibatnya, masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan dalam layanan tersebut, menjadi kebingungan ketika malah sebaliknya aplikasi tidak dapat digunakan saat diperlukan. Dengan begitu, masyarakat merasa belum puas dan terbantu oleh adanya program ini yang dibilang mempunyai banyak fitur layanan untuk masyarakat.   

Selain itu, masyarakat juga mengeluh terhadap pembaruan data seperti status perizinan, jadwal layanan, dan laporan aduan seringkali tidak diperbarui secara teratur dan real time. Oleh karena itu, masyarakat sulit untuk memantau progres dan meragukan bahwa layanan digital tersebut tidak transparan.

Tidak hanya itu, faktor masyarakat yang kurang memahami dalam mengoperasikan layanan program juga menjadi tantangan untuk keberlangsungan program tersebut. Dengan begitu, sosialisasi yang dilakukan Wali Kota Bandung berparas manis ini masih belum menjangkau seluruh masyarakat, khususnya warga lanjut usia atau yang tidak terbiasa dengan teknologi. 

Di sisi lain, pegawai belum mendapatkan pelatihan yang cukup untuk mengoperasikan platform digital baru, petugas lapangan belum sepenuhnya siap mendukung sistem digital. Banyak proses yang masih dilakukan secara manual karena sistem belum stabil, oleh sebab itu hal ini menyebabkan layanan kurang efektif. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Indah Sari Pertiwi
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Mar 2026, 08:58

Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik.

Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)