Ikon Kota Bandung yang Indah, Tapi Minim Tempat Sampah

Nailah Qurratul Aini
Ditulis oleh Nailah Qurratul Aini diterbitkan Kamis 04 Des 2025, 10:01 WIB
Braga di malam hari selalu punya caranya sendiri untuk membuat orang berhenti sejenak. Jln. Braga, Kota Bandung, Rabu 26/11/2025 (Sumber: Nailah Qurratul Aini | Foto: Nailah Qurratul Aini)

Braga di malam hari selalu punya caranya sendiri untuk membuat orang berhenti sejenak. Jln. Braga, Kota Bandung, Rabu 26/11/2025 (Sumber: Nailah Qurratul Aini | Foto: Nailah Qurratul Aini)

Wisatawan yang datang ke Kota Bandung masih sering mengunjungi Jalan Braga. Setiap akhir pekan, jalanan ini biasanya dipenuhi pengunjung yang ingin berfoto, menikmati suasana kafe, atau sekadar jalan-jalan sambil menikmati keindahan arsitektur yang khas.

Misalnya pada Rabu (26/11/2025), di satu sisi, jumlah tempat sampah yang sangat terbatas adalah suatu masalah yang masih perlu diperbaiki di balik keramaian dan daya tarik tempat ini.

Saat berjalan kaki di sepanjang Jln. Braga, saya menyadari bahwa posisi tempat sampah tidak merata. Ada bagian yang memiliki beberapa tempat sampah, tetapi ada juga yang tidak memiliki sama sekali. Jarak tempat sampah ke tempat-tempat umum juga tidak teratur.

Akibatnya, beberapa pengunjung kadang-kadang bingung di mana mereka ingin membuang sampah. Saya sering melihat orang membawa sampah di tangan mereka untuk waktu yang lama sebelum menemukan tempat pembuangan sampah atau bahkan meninggalkannya di sudut jalan.

Kondisi ini sangat menyedihkan, terutama mengingat Braga sering terlihat dalam foto wisatawan. Ketika tempat wisata yang seharusnya menampilkan keindahan dipenuhi dengan sampah, citra Bandung sebagai kota yang ramah wisatawan menjadi kurang kuat.

Fasilitas kebersihan seharusnya menjadi prioritas utama karena ruang kota ini sering dikunjungi oleh orang-orang. Wali Kota Bandung M. Farhan melalui dinas terkait harus menyediakan fasilitas penting seperti tempat sampah yang cukup, mudah ditemukan, dan ditempatkan secara strategis.

Tempat sampah harus ditempatkan di dekat jalur wisata sehingga pengunjung tidak perlu mencari jauh atau menyeberang untuk membuang sampah. Selain itu, tempat sampah harus ditempatkan secara acak dan tidak sesuai dengan alur jalan kaki.

Jika fasilitas ini diperbaiki, kebersihan akan menjadi lebih baik dan perilaku masyarakat akan berubah. Banyak orang ingin tetap bersih, tetapi kesulitan menemukan tempat sampah membuat mereka meninggalkan sampah di tempat sembarangan.

Sampah yang berserakan juga tidak menyenangkan di mata. Tempat wisata Braga terkenal dengan bangunan bersejarah dan suasana vintage yang Instagramable, tetapi sampah menyebar membuatnya kurang menyenangkan.

Menurut saya, ada tanda-tanda bahwa Bandung mulai memperbaiki ruang publiknya. Namun demikian, tindakan ini masih belum terkoordinasi dengan baik dan tampaknya belum mencapai tingkat yang ideal.  Meskipun trotoar dan jalur pejalan kaki telah dibangun di beberapa lokasi, masih ada banyak area yang belum diperbaiki atau tidak layak digunakan. 

Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur harus diikuti dengan peningkatan fasilitas pendukung seperti kebersihan. Pengunjung berharap Wali Kota Bandung M. Farhan menindaklanjuti ini karena Braga merupakan salah satu destinasi yang selalu dikunjungi wisatawan.

Braga adalah simbol kota yang hidup, dipotret, dipromosikan, dan dinikmati banyak orang. Karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal identitas kota.

Sebagai pengunjung yang sering datang ke Braga, saya melihat bahwa penambahan fasilitas kebersihan (seperti tempat sampah) merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi kenyamanan wisatawan.

Adanya papan peringatan ramah lingkungan juga dapat membantu pengunjung lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Papan kecil ini dapat menjadi bagian yang lebih baik dari fasilitas fisik lainnya.

Kota wisata tidak hanya dibangun dari daya tarik destinasi, tetapi juga dari pengalaman positif yang membuat orang ingin kembali. Dengan pengelolaan kebersihan yang baik, Braga dapat meninggalkan kesan positif bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Braga bukan hanya tentang bangunan tua, atmosfer vintage, dan coffee shop populer, tetapi juga tentang bagaimana ruang publiknya dirawat dengan penuh perhatian dan rasa bangga.

Semoga fasilitas kebersihan Braga terus berkembang agar setiap orang yang berkunjung dapat menikmati keindahan kota tanpa terganggu oleh tumpukan sampah. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nailah Qurratul Aini
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)