Ikon Kota Bandung yang Indah, Tapi Minim Tempat Sampah

3 menit baca
Nailah Qurratul Aini
Ditulis oleh Nailah Qurratul Aini diterbitkan
Braga di malam hari selalu punya caranya sendiri untuk membuat orang berhenti sejenak. Jln. Braga, Kota Bandung, Rabu 26/11/2025 (Sumber: Nailah Qurratul Aini | Foto: Nailah Qurratul Aini)
Braga di malam hari selalu punya caranya sendiri untuk membuat orang berhenti sejenak. Jln. Braga, Kota Bandung, Rabu 26/11/2025 (Sumber: Nailah Qurratul Aini | Foto: Nailah Qurratul Aini)

Wisatawan yang datang ke Kota Bandung masih sering mengunjungi Jalan Braga. Setiap akhir pekan, jalanan ini biasanya dipenuhi pengunjung yang ingin berfoto, menikmati suasana kafe, atau sekadar jalan-jalan sambil menikmati keindahan arsitektur yang khas.

Misalnya pada Rabu (26/11/2025), di satu sisi, jumlah tempat sampah yang sangat terbatas adalah suatu masalah yang masih perlu diperbaiki di balik keramaian dan daya tarik tempat ini.

Saat berjalan kaki di sepanjang Jln. Braga, saya menyadari bahwa posisi tempat sampah tidak merata. Ada bagian yang memiliki beberapa tempat sampah, tetapi ada juga yang tidak memiliki sama sekali. Jarak tempat sampah ke tempat-tempat umum juga tidak teratur.

Akibatnya, beberapa pengunjung kadang-kadang bingung di mana mereka ingin membuang sampah. Saya sering melihat orang membawa sampah di tangan mereka untuk waktu yang lama sebelum menemukan tempat pembuangan sampah atau bahkan meninggalkannya di sudut jalan.

Kondisi ini sangat menyedihkan, terutama mengingat Braga sering terlihat dalam foto wisatawan. Ketika tempat wisata yang seharusnya menampilkan keindahan dipenuhi dengan sampah, citra Bandung sebagai kota yang ramah wisatawan menjadi kurang kuat.

Fasilitas kebersihan seharusnya menjadi prioritas utama karena ruang kota ini sering dikunjungi oleh orang-orang. Wali Kota Bandung M. Farhan melalui dinas terkait harus menyediakan fasilitas penting seperti tempat sampah yang cukup, mudah ditemukan, dan ditempatkan secara strategis.

Tempat sampah harus ditempatkan di dekat jalur wisata sehingga pengunjung tidak perlu mencari jauh atau menyeberang untuk membuang sampah. Selain itu, tempat sampah harus ditempatkan secara acak dan tidak sesuai dengan alur jalan kaki.

Jika fasilitas ini diperbaiki, kebersihan akan menjadi lebih baik dan perilaku masyarakat akan berubah. Banyak orang ingin tetap bersih, tetapi kesulitan menemukan tempat sampah membuat mereka meninggalkan sampah di tempat sembarangan.

Sampah yang berserakan juga tidak menyenangkan di mata. Tempat wisata Braga terkenal dengan bangunan bersejarah dan suasana vintage yang Instagramable, tetapi sampah menyebar membuatnya kurang menyenangkan.

Menurut saya, ada tanda-tanda bahwa Bandung mulai memperbaiki ruang publiknya. Namun demikian, tindakan ini masih belum terkoordinasi dengan baik dan tampaknya belum mencapai tingkat yang ideal.  Meskipun trotoar dan jalur pejalan kaki telah dibangun di beberapa lokasi, masih ada banyak area yang belum diperbaiki atau tidak layak digunakan. 

Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur harus diikuti dengan peningkatan fasilitas pendukung seperti kebersihan. Pengunjung berharap Wali Kota Bandung M. Farhan menindaklanjuti ini karena Braga merupakan salah satu destinasi yang selalu dikunjungi wisatawan.

Braga adalah simbol kota yang hidup, dipotret, dipromosikan, dan dinikmati banyak orang. Karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal identitas kota.

Sebagai pengunjung yang sering datang ke Braga, saya melihat bahwa penambahan fasilitas kebersihan (seperti tempat sampah) merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi kenyamanan wisatawan.

Adanya papan peringatan ramah lingkungan juga dapat membantu pengunjung lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Papan kecil ini dapat menjadi bagian yang lebih baik dari fasilitas fisik lainnya.

Kota wisata tidak hanya dibangun dari daya tarik destinasi, tetapi juga dari pengalaman positif yang membuat orang ingin kembali. Dengan pengelolaan kebersihan yang baik, Braga dapat meninggalkan kesan positif bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Braga bukan hanya tentang bangunan tua, atmosfer vintage, dan coffee shop populer, tetapi juga tentang bagaimana ruang publiknya dirawat dengan penuh perhatian dan rasa bangga.

Semoga fasilitas kebersihan Braga terus berkembang agar setiap orang yang berkunjung dapat menikmati keindahan kota tanpa terganggu oleh tumpukan sampah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nailah Qurratul Aini
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)