Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

4 menit baca
Nur Azizah
Ditulis oleh Nur Azizah diterbitkan
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)

Warga setempat sekarang mengeluh mengenai kualitas penerangan jalan umum yang ada di Komplek Margahayu Raya, Kota Bandung. Pada malam hari, kegelapan membahayakan karena tidak adanya lampu jalan umum di kawasan ini. Para warga menyatakan bahwa sulit untuk melihat jalan atau sekitar saat berkendara atau sekedar berjalan kaki. Keluhan ini tentu saja ingin segera sampai kepada Walikota Bandung, M. Farhan.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, jalan utama dan jalan dalam kompleks mengalami masalah penerangan yang buruk. Paling parah biasa terjadi pada malam hari antara pukul 18.00 dan 06.00 pagi. Akibat tidak adanya penerangan, beberapa jalan seperti Jalan Merkuri, Jalan Venus Timur, dan Jalan Jupiter menjadi kegelapan total. Para warga komplek yang bekerja pada malam hari, seperti pulang dari pekerjaan atau mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah saat pagi buta, harus ekstra hati-hati. Situasi ini mengkhawatirkan, terlebih ketika hujan, mengurangi visibilitas pengguna jalan di jalan yang gelap.

Para penghuni komplek adalah pihak yang paling merasakan dampak buruk dari kondisi penerangan jalan yang minim. Para pengendara motor ataupun mobil merasa kesulitan untuk melihat jalan karena minim penerangan. Pejalan kaki terutama ibu-ibu dan anak-anak pada waktu malam, merasa tidak aman saat melintasi jalan di malam hari. Para pedagang kaki lima di sekitar kompleks juga mengeluhkan sepinya pembeli karena orang enggan keluar rumah saat gelap. 

Kurangnya penerangan jalan berisiko tinggi meningkatkan peluang terjadinya aksi kejahatan jalanan yang merugikan warga Margahayu Raya. Kondisi gelap memberikan kesempatan bagi pelaku kriminal untuk beraksi tanpa mudah dikenali oleh warga atau petugas keamanan. Sejatinya, rasa aman adalah hak dasar setiap warga yang harus dijamin oleh pemerintah melalui infrastruktur memadai termasuk pencahayaan.

Banyak orang tidak mau keluar rumah pada malam hari dan pedagang kecil dan restoran mengalami penurunan penjualan. Interaksi antar penduduk juga berkurang karena tidak ada aktivitas luar ruangan yang biasanya mempererat hubungan antar tetangga. Kondisi ini menurunkan kualitas hidup penduduk, yang berhak atas perumahan yang aman, nyaman, dan layak huni.

Pemasangan lampu jalan umum membutuhkan proses, mulai dari pemasangan lampu baru hingga pemeliharaan teratur.  Terlebih dahulu, pemerintah kota Bandung harus melakukan survei kondisi lampu untuk menentukan area mana yang membutuhkan perbaikan.  Lampu LED hemat energi dapat menjadi pilihan yang hemat biaya dan ramah lingkungan bagi masyarakat.  

Kurangnya lampu jalan yang baik memungkinkan terjadinya kejahatan dan kecelakaan meningkat. Kondisi penerangan jalan yang buruk di Margahayu Raya tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena mengganggu kenyamanan warga setiap hari. Pemerintah Kota Bandung memiliki tanggung jawab untuk menyediakan infrastruktur dasar yang layak bagi seluruh warganya. Aspirasi dan keluhan warga Margahayu Raya adalah cerminan dari jutaan warga Bandung, dimana mereka menginginkan kota yang aman dan nyaman. Momentum kepemimpinan Bapak Walikota setidaknya dimanfaatkan untuk mewujudkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Warga Komplek Margahayu Raya menaruh harapan besar kepada bapak Walikota untuk mendengar aspirasi mereka mengenai penerangan. Komitmen pria yang sekarang menjadi nomor satu di Bandung dalam kampanye untuk mewujudkan Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis harus direalisasikan.

Warga mengusulkan agar Walikota M. Farhan segera menginisiasi program penambahan dan perbaikan lampu penerangan jalan di Margahayu Raya. Program ini dapat dimulai dengan survei mendalam untuk memetakan seluruh titik yang memerlukan pemasangan atau perbaikan lampu baru. Menggunakan pemantauan berbasis teknologi seperti CCTV untuk memantau kondisi lampu. Komitmen pria berkacamata untuk fokus pada pemeliharaan infrastruktur existing sangat relevan dengan kebutuhan perbaikan penerangan jalan ini.

Baca Juga: Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Untuk keselamatan, standar pencahayaan yang baik adalah lima belas hingga dua puluh lux. Walikota M. Farhan dapat menerapkan standar ini dengan memasang lampu LED empat puluh hingga lima puluh Watt dengan jarak tiga puluh hingga empat puluh meter antar tiang. Ini menunjukkan bahwa penerangan jalan yang baik dapat menurunkan tingkat kecelakaan hingga tiga puluh persen. 

Saya sendiri memiliki saran agar pria kelahiran Bogor, 25 Januari 1970 inisiatif melakukan program kemitraan dengan sektor swasta dan warga untuk memasang lampu penerangan jalan. Program ini memungkinkan perusahaan atau komunitas warga membiayai pemasangan dan pemeliharaan lampu di area tertentu dengan insentif pajak. Perusahaan yang berpartisipasi dapat memasang plakat atau branding kecil sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pihak lain pada masyarakat. Kolaborasi ini akan mempercepat terwujudnya Bandung yang terang, aman, dan nyaman bagi semua.

Penerangan jalan yang memadai adalah hak dasar setiap warga Bandung termasuk penghuni Komplek Margahayu Raya. Walikota M. Farhan memiliki kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan kepemimpinan yang memperhatikan terhadap kebutuhan mendesak warga. Ini saatnya membuktikan bahwa Bandung Utama adalah kenyataan yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)