Warga setempat sekarang mengeluh mengenai kualitas penerangan jalan umum yang ada di Komplek Margahayu Raya, Kota Bandung. Pada malam hari, kegelapan membahayakan karena tidak adanya lampu jalan umum di kawasan ini. Para warga menyatakan bahwa sulit untuk melihat jalan atau sekitar saat berkendara atau sekedar berjalan kaki. Keluhan ini tentu saja ingin segera sampai kepada Walikota Bandung, M. Farhan.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, jalan utama dan jalan dalam kompleks mengalami masalah penerangan yang buruk. Paling parah biasa terjadi pada malam hari antara pukul 18.00 dan 06.00 pagi. Akibat tidak adanya penerangan, beberapa jalan seperti Jalan Merkuri, Jalan Venus Timur, dan Jalan Jupiter menjadi kegelapan total. Para warga komplek yang bekerja pada malam hari, seperti pulang dari pekerjaan atau mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah saat pagi buta, harus ekstra hati-hati. Situasi ini mengkhawatirkan, terlebih ketika hujan, mengurangi visibilitas pengguna jalan di jalan yang gelap.
Para penghuni komplek adalah pihak yang paling merasakan dampak buruk dari kondisi penerangan jalan yang minim. Para pengendara motor ataupun mobil merasa kesulitan untuk melihat jalan karena minim penerangan. Pejalan kaki terutama ibu-ibu dan anak-anak pada waktu malam, merasa tidak aman saat melintasi jalan di malam hari. Para pedagang kaki lima di sekitar kompleks juga mengeluhkan sepinya pembeli karena orang enggan keluar rumah saat gelap.
Kurangnya penerangan jalan berisiko tinggi meningkatkan peluang terjadinya aksi kejahatan jalanan yang merugikan warga Margahayu Raya. Kondisi gelap memberikan kesempatan bagi pelaku kriminal untuk beraksi tanpa mudah dikenali oleh warga atau petugas keamanan. Sejatinya, rasa aman adalah hak dasar setiap warga yang harus dijamin oleh pemerintah melalui infrastruktur memadai termasuk pencahayaan.
Banyak orang tidak mau keluar rumah pada malam hari dan pedagang kecil dan restoran mengalami penurunan penjualan. Interaksi antar penduduk juga berkurang karena tidak ada aktivitas luar ruangan yang biasanya mempererat hubungan antar tetangga. Kondisi ini menurunkan kualitas hidup penduduk, yang berhak atas perumahan yang aman, nyaman, dan layak huni.
Pemasangan lampu jalan umum membutuhkan proses, mulai dari pemasangan lampu baru hingga pemeliharaan teratur. Terlebih dahulu, pemerintah kota Bandung harus melakukan survei kondisi lampu untuk menentukan area mana yang membutuhkan perbaikan. Lampu LED hemat energi dapat menjadi pilihan yang hemat biaya dan ramah lingkungan bagi masyarakat.
Kurangnya lampu jalan yang baik memungkinkan terjadinya kejahatan dan kecelakaan meningkat. Kondisi penerangan jalan yang buruk di Margahayu Raya tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena mengganggu kenyamanan warga setiap hari. Pemerintah Kota Bandung memiliki tanggung jawab untuk menyediakan infrastruktur dasar yang layak bagi seluruh warganya. Aspirasi dan keluhan warga Margahayu Raya adalah cerminan dari jutaan warga Bandung, dimana mereka menginginkan kota yang aman dan nyaman. Momentum kepemimpinan Bapak Walikota setidaknya dimanfaatkan untuk mewujudkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Warga Komplek Margahayu Raya menaruh harapan besar kepada bapak Walikota untuk mendengar aspirasi mereka mengenai penerangan. Komitmen pria yang sekarang menjadi nomor satu di Bandung dalam kampanye untuk mewujudkan Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis harus direalisasikan.
Warga mengusulkan agar Walikota M. Farhan segera menginisiasi program penambahan dan perbaikan lampu penerangan jalan di Margahayu Raya. Program ini dapat dimulai dengan survei mendalam untuk memetakan seluruh titik yang memerlukan pemasangan atau perbaikan lampu baru. Menggunakan pemantauan berbasis teknologi seperti CCTV untuk memantau kondisi lampu. Komitmen pria berkacamata untuk fokus pada pemeliharaan infrastruktur existing sangat relevan dengan kebutuhan perbaikan penerangan jalan ini.
Baca Juga: Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan
Untuk keselamatan, standar pencahayaan yang baik adalah lima belas hingga dua puluh lux. Walikota M. Farhan dapat menerapkan standar ini dengan memasang lampu LED empat puluh hingga lima puluh Watt dengan jarak tiga puluh hingga empat puluh meter antar tiang. Ini menunjukkan bahwa penerangan jalan yang baik dapat menurunkan tingkat kecelakaan hingga tiga puluh persen.
Saya sendiri memiliki saran agar pria kelahiran Bogor, 25 Januari 1970 inisiatif melakukan program kemitraan dengan sektor swasta dan warga untuk memasang lampu penerangan jalan. Program ini memungkinkan perusahaan atau komunitas warga membiayai pemasangan dan pemeliharaan lampu di area tertentu dengan insentif pajak. Perusahaan yang berpartisipasi dapat memasang plakat atau branding kecil sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pihak lain pada masyarakat. Kolaborasi ini akan mempercepat terwujudnya Bandung yang terang, aman, dan nyaman bagi semua.
Penerangan jalan yang memadai adalah hak dasar setiap warga Bandung termasuk penghuni Komplek Margahayu Raya. Walikota M. Farhan memiliki kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan kepemimpinan yang memperhatikan terhadap kebutuhan mendesak warga. Ini saatnya membuktikan bahwa Bandung Utama adalah kenyataan yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga. (*)
