Bersatulah Kaum Penglaju, Tambah Frekuensi Perjalanan dan Rangkaian KA Komuter!

3 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Penulis bersama kaum penglaju di Bandung Raya berdesakan di KA komuter. (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)
Penulis bersama kaum penglaju di Bandung Raya berdesakan di KA komuter. (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Memudahkan urusan transportasi sehari-hari terhadap kaum penglaju di Jawa Barat, menjadi resolusi yang wajib hukumnya untuk kepala daerah, khususnya Wali Kota Bandung dan Gubernur Jabar. Bersatulah wahai kaum penglaju untuk menuntut terwujudnya moda transportasi yang murah, cepat, aman, dan nyaman.

Penglaju atau disebut juga dengan komuter adalah warga yang melakukan mobilitas penduduk sementara, yaitu pergi dari tempat tinggalnya ke tempat lain (biasanya kota) untuk bekerja atau sekolah dan kembali lagi ke tempat asal pada hari yang sama, tanpa menginap di tempat tujuan, seringkali dari wilayah pinggiran kota ke pusat kota.

Kehidupan kaum penglaju sebagian waktunya ada di jalan. Mewujudkan kesejahteraan dan kenyamanan penglaju melalui sistem transportasi merupakan keniscayaan bagi para kepala daerah. Penulis selama ini menjadi penglaju abadi dengan kereta api (KA) Bandung Raya (Baraya).  Dibandingkan dengan lima tahun yang lalu tingkat pelayanaan KA komuter semakin baik.

Kaum penglaju yang turun di stasiun Rancaekek (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)
Kaum penglaju yang turun di stasiun Rancaekek (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Namun begitu, kondisi saat ini masih banyak kekurangan akibat pertumbuhan penduduk dan pemekaran perumahan serta kondisi jalan raya yang kian macet. Maka kaum penglaju meminta kepada pemerintah agar frekuensi perjalanan KA komuter, lokal dan antar kota di Jawa Barat ditambah.

Fakta menunjukkan, kualitas pelayanan KA komuter di Jawa Barat, khususnya untuk rute Stasiun Cikarang – Purwakarta - Bandung  - Cicalengka – hingga Stasiun Garut dibandingkan dengan rute komuter KRL yang melayani Cikarang- Jakarta-Bogor-Rangkasbitung, perbandingannya sangat jauh, ibarat bumi dan langit.

Terkait penambahan frekuensi perjalanan dan rangkaian KA, kepala daerah masih sebatas omon-omon. Dilain pihak para penglaju setiap hari merasakan langsung.  Program elektrifikasi jalur Padalarang-Cicalengka baru sebatas omon-omon dan tidak jelas kapan dieksekusi pembangunannya. Elektrifikasi dengan sistem Kereta Rel Listrik (KRL) tentunya membutuhkan puluhan rangkaian kereta KRL yang baru, dan tentunya membutuhkan dana triliunan rupiah.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi kurangnya frekuensi perjalanan dan jumlah rangkaian KA, maka perlu segera diatasi dengan jenis KA biasa ( non KRL). Terutama untuk rute perjalanan Cikarang – Purwakarta,  Purwakarta-Bandung dan Bandung-Garut.

Rute Cikarang-Purwakarta yang selama ini dilayani dengan KA Walahar hanya dilayani lima kali perjalanan. Padahal kaum penglaju di daerah Purwakarta, karawang, Bekasi dan sekitarnya sangat banyak. Perlu resolusi agar pemerintah pada tahun 2026 ini mampu meningkatkan perjalanan KA Walahar setidaknya menjadi dua kali lebih banyak dari saat ini.

Rute Purwakarta-Bandung yang selama ini dilayani oleh Commuter Line Garut hanya dijadwalkan dua kali perjalanan.  Mestinya segera ditingkatkan menjadi enam kali perjalanan. Sedangkan rute Bandung-Garut dan commuter line Cibatu yang selama ini hanya sekali sehari, perlu segera ditambah paling tidak menjadi lima kali sehari.

Kaum penglaju yang turun di stasiun Cicalengka (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)
Kaum penglaju yang turun di stasiun Cicalengka (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Walikota M Farhan perlu segera mencari solusi dengan Kementerian Perhubungan dan PT KAI agar penumpang komuter tidak berjubel setiap harinya.

Ada rencana, entah kapan terwujud, mungkin menunggu pemilu 2029 dulu,  jalur Bandung Raya menjadi fokus elektrifikasi untuk meningkatkan kecepatan dan kenyamanan. Meski saat ini masih menggunakan rangkaian ekonomi, sementara pengembangan KRL baru terus dilakukan untuk layanan Jabodetabek.

Elektrifikasi jalur Padalarang-Cicalengka sepanjang 42 km wacananya diusahakan rampung tahun 2027 untuk elektrifikasi penuh dan mengubahnya menjadi KRL modern. Tetapi ini baru wacana, sedangkan data dan faktanya menunjukkan kebutuhan segera untuk peningkatan layanan, frekuensi perjalanan Commuter Line Bandung Raya cukup tinggi, mengalahkan beberapa jalur yang sudah dielektrifikasi, hal ini menunjukkan animo masyarakat yang besar utamanya bagi kaum penglaju.

Baca Juga: Mahasiswa 2026: Kuliah buat Gelar atau Cuma Burnout?

KA komuter telah menjadi tulang punggung transportasi massal jika masalah laten kurangnya rangkaian gerbong bisa segera diatasi.  Tidak mudah mengelola KA komuter yang selalu dihimpit dengan masalah kapasitas gerbong yang tidak sebanding dengan kenaikan jumlah penumpang. Manajemen setiap saat berpikir keras bagaimana mewujudkan keandalan rangkaian kereta demi melayani konsumen tepat waktu.

SDM perkeretaapian yang berperan sebagai karyawan garis depan perusahaan, seperti masinis, PPKA, teknisi lokomotif dan gerbong, serta teknisi persinyalan dan emplasemen stasiun sudah seharusnya mendapatkan penghasilan yang baik dan kondisi tempat kerja yang nyaman sesuai dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Sistem transportasi massal untuk penglaju yang ideal adalah berbasis rel. Dalam hal ini adalah KA commuter line. Infrastruktur commuter line yang berupa stasiun perlu terus dikembangkan. (* )

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)