Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Bersatulah Kaum Penglaju, Tambah Frekuensi Perjalanan dan Rangkaian KA Komuter!

Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Senin 19 Jan 2026, 10:46 WIB
Penulis bersama kaum penglaju di Bandung Raya berdesakan di KA komuter. (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Penulis bersama kaum penglaju di Bandung Raya berdesakan di KA komuter. (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Memudahkan urusan transportasi sehari-hari terhadap kaum penglaju di Jawa Barat, menjadi resolusi yang wajib hukumnya untuk kepala daerah, khususnya Wali Kota Bandung dan Gubernur Jabar. Bersatulah wahai kaum penglaju untuk menuntut terwujudnya moda transportasi yang murah, cepat, aman, dan nyaman.

Penglaju atau disebut juga dengan komuter adalah warga yang melakukan mobilitas penduduk sementara, yaitu pergi dari tempat tinggalnya ke tempat lain (biasanya kota) untuk bekerja atau sekolah dan kembali lagi ke tempat asal pada hari yang sama, tanpa menginap di tempat tujuan, seringkali dari wilayah pinggiran kota ke pusat kota.

Kehidupan kaum penglaju sebagian waktunya ada di jalan. Mewujudkan kesejahteraan dan kenyamanan penglaju melalui sistem transportasi merupakan keniscayaan bagi para kepala daerah. Penulis selama ini menjadi penglaju abadi dengan kereta api (KA) Bandung Raya (Baraya).  Dibandingkan dengan lima tahun yang lalu tingkat pelayanaan KA komuter semakin baik.

Kaum penglaju yang turun di stasiun Rancaekek (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)
Kaum penglaju yang turun di stasiun Rancaekek (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Namun begitu, kondisi saat ini masih banyak kekurangan akibat pertumbuhan penduduk dan pemekaran perumahan serta kondisi jalan raya yang kian macet. Maka kaum penglaju meminta kepada pemerintah agar frekuensi perjalanan KA komuter, lokal dan antar kota di Jawa Barat ditambah.

Fakta menunjukkan, kualitas pelayanan KA komuter di Jawa Barat, khususnya untuk rute Stasiun Cikarang – Purwakarta - Bandung  - Cicalengka – hingga Stasiun Garut dibandingkan dengan rute komuter KRL yang melayani Cikarang- Jakarta-Bogor-Rangkasbitung, perbandingannya sangat jauh, ibarat bumi dan langit.

Terkait penambahan frekuensi perjalanan dan rangkaian KA, kepala daerah masih sebatas omon-omon. Dilain pihak para penglaju setiap hari merasakan langsung.  Program elektrifikasi jalur Padalarang-Cicalengka baru sebatas omon-omon dan tidak jelas kapan dieksekusi pembangunannya. Elektrifikasi dengan sistem Kereta Rel Listrik (KRL) tentunya membutuhkan puluhan rangkaian kereta KRL yang baru, dan tentunya membutuhkan dana triliunan rupiah.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi kurangnya frekuensi perjalanan dan jumlah rangkaian KA, maka perlu segera diatasi dengan jenis KA biasa ( non KRL). Terutama untuk rute perjalanan Cikarang – Purwakarta,  Purwakarta-Bandung dan Bandung-Garut.

Rute Cikarang-Purwakarta yang selama ini dilayani dengan KA Walahar hanya dilayani lima kali perjalanan. Padahal kaum penglaju di daerah Purwakarta, karawang, Bekasi dan sekitarnya sangat banyak. Perlu resolusi agar pemerintah pada tahun 2026 ini mampu meningkatkan perjalanan KA Walahar setidaknya menjadi dua kali lebih banyak dari saat ini.

Rute Purwakarta-Bandung yang selama ini dilayani oleh Commuter Line Garut hanya dijadwalkan dua kali perjalanan.  Mestinya segera ditingkatkan menjadi enam kali perjalanan. Sedangkan rute Bandung-Garut dan commuter line Cibatu yang selama ini hanya sekali sehari, perlu segera ditambah paling tidak menjadi lima kali sehari.

Kaum penglaju yang turun di stasiun Cicalengka (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)
Kaum penglaju yang turun di stasiun Cicalengka (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Walikota M Farhan perlu segera mencari solusi dengan Kementerian Perhubungan dan PT KAI agar penumpang komuter tidak berjubel setiap harinya.

Ada rencana, entah kapan terwujud, mungkin menunggu pemilu 2029 dulu,  jalur Bandung Raya menjadi fokus elektrifikasi untuk meningkatkan kecepatan dan kenyamanan. Meski saat ini masih menggunakan rangkaian ekonomi, sementara pengembangan KRL baru terus dilakukan untuk layanan Jabodetabek.

Elektrifikasi jalur Padalarang-Cicalengka sepanjang 42 km wacananya diusahakan rampung tahun 2027 untuk elektrifikasi penuh dan mengubahnya menjadi KRL modern. Tetapi ini baru wacana, sedangkan data dan faktanya menunjukkan kebutuhan segera untuk peningkatan layanan, frekuensi perjalanan Commuter Line Bandung Raya cukup tinggi, mengalahkan beberapa jalur yang sudah dielektrifikasi, hal ini menunjukkan animo masyarakat yang besar utamanya bagi kaum penglaju.

Baca Juga: Mahasiswa 2026: Kuliah buat Gelar atau Cuma Burnout?

KA komuter telah menjadi tulang punggung transportasi massal jika masalah laten kurangnya rangkaian gerbong bisa segera diatasi.  Tidak mudah mengelola KA komuter yang selalu dihimpit dengan masalah kapasitas gerbong yang tidak sebanding dengan kenaikan jumlah penumpang. Manajemen setiap saat berpikir keras bagaimana mewujudkan keandalan rangkaian kereta demi melayani konsumen tepat waktu.

SDM perkeretaapian yang berperan sebagai karyawan garis depan perusahaan, seperti masinis, PPKA, teknisi lokomotif dan gerbong, serta teknisi persinyalan dan emplasemen stasiun sudah seharusnya mendapatkan penghasilan yang baik dan kondisi tempat kerja yang nyaman sesuai dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Sistem transportasi massal untuk penglaju yang ideal adalah berbasis rel. Dalam hal ini adalah KA commuter line. Infrastruktur commuter line yang berupa stasiun perlu terus dikembangkan. (* )

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)