Bermimpi Jalan di Trotoar yang Tidak 'Barbar'

2 menit baca
Mochamad Haykal Syifa Subagja
Ditulis oleh Mochamad Haykal Syifa Subagja diterbitkan
Permukaan trotoar yang tidak rata menunjukkan kurangnya perawatan di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Mochamad Haykal)
Permukaan trotoar yang tidak rata menunjukkan kurangnya perawatan di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Mochamad Haykal)

Meskipun sering dilupakan, trotoar adalah bagian paling penting dari ruang kota. Setiap hari, orang harus berjalan di permukaan yang seharusnya aman, tetapi itu jauh dari ideal di Bandung.

Banyak trotoar rusak, bergelombang, atau bahkan tidak ada sama sekali karena digunakan sebagai tempat parkir dan toko. Kondisi ini menunjukkan bahwa perencanaan kota tidak membantu pejalan kaki.

Orang-orang di sini sudah terlalu lama mengharapkan perbaikan menyeluruh, tetapi prosesnya lamban dan tidak pasti. Janji pembangunan selalu terdengar, sayangnya bukti di lapangan tidak mengikuti.

Kritik yang muncul bukan untuk menyerang, melainkan panggilan agar keselamatan publik tidak lagi dinomorduakan. Pejalan kaki bukan warga kelas dua yang harus terus beradaptasi dengan trotoar yang rusak.

Harapan masyarakat sederhana: pembenahan trotoar yang nyata, bukan proyek yang hanya tampil di baliho dan seremoni peresmian.

Ketimpangan pembangunan terlihat jelas. Permukiman warga telah rusak selama bertahun-tahun, sementara trotoar di daerah wisata diperbaiki. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang apa yang harus menjadi prioritas kebijakan.

Orang-orang Bandung sudah lama menunggu perubahan yang nyata daripada perbaikan simbolis yang hanya mempercantik kota tetapi mengabaikan kebutuhan dasar pejalan kaki.

Masyarakat mengharapkan sesuatu yang sederhana. mereka ingin berjalan dengan aman, tanpa takut tersandung di trotoar yang rusak atau terserempet oleh kendaraan yang mengambil ruang di sekitar mereka.

Kepercayaan publik akan meningkat jika pembangunan dilakukan secara merata, transparan, dan konsisten. Jika Wali Kota Bandung M. Farhan berani mengambil langkah itu, Bandung berpeluang menjadi kota yang benar-benar berpihak pada warganya terutama pejalan kakiOrang-orang di Bandung berharap Wali Kota M. Farhan akan mengunjungi setiap kampung, bukan hanya kawasan kota yang "layak dipamerkan". Kunjungan lapangan akan membuka mata akan kondisi sebenarnya.

Wali Kota Bandung M. Farhan juga perlu menerapkan penindakan tegas terhadap pelanggaran trotoar oleh parkir liar, pedagang, dan bangunan yang menyerobot ruang publik. Perlindungan trotoar tidak boleh kalah oleh kepentingan kelompok tertentu.

Pria kelahiran Bogor ini seharusnya mengarahkan anggaran kota bukan hanya pada aspek estetika dan proyek pencitraan, tetapi pada keselamatan dan aksesibilitas pejalan kaki sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Saat Kemacetan Meluas hingga Gang Kecil di Bandung

Pria berkacamata ini juga perlu memastikan setiap pembangunan trotoar ramah difabel, lansia, dan anak-anak. Kota yang baik bukan hanya indah dilihat, tetapi bisa digunakan semua orang tanpa hambatan.

Transparansi diperlukan demi kepercayaan publik. Wali Kota Bandung M. Farhan selayaknya mempublikasikan timeline pembenahan trotoar per wilayah agar warga dapat mengawasi progres dan mencegah mandeknya program.

Jika Wali Kota Bandung M. Farhan menjadikan trotoar sebagai agenda prioritas, ia memiliki peluang besar membuktikan kepemimpinan responsive. bukan sebatas pemimpin yang pandai berbicara tetapi minim eksekusi.

Ketika trotoar tidak dapat digunakan lagi, pejalan kaki harus turun ke jalan raya karena masalah keselamatan sudah memasuki tahap darurat. Tidak wajar bahwa keselamatan bergantung pada keberanian berjalan di tengah lalu lintas. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Mochamad Haykal Syifa Subagja
Mahasiswa S1 Digital Public Relations Universitas Telkom 2025

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!