Bermimpi Jalan di Trotoar yang Tidak 'Barbar'

Mochamad Haykal Syifa Subagja
Ditulis oleh Mochamad Haykal Syifa Subagja diterbitkan Minggu 18 Jan 2026, 20:29 WIB
Permukaan trotoar yang tidak rata menunjukkan kurangnya perawatan di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Mochamad Haykal)

Permukaan trotoar yang tidak rata menunjukkan kurangnya perawatan di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Mochamad Haykal)

Meskipun sering dilupakan, trotoar adalah bagian paling penting dari ruang kota. Setiap hari, orang harus berjalan di permukaan yang seharusnya aman, tetapi itu jauh dari ideal di Bandung.

Banyak trotoar rusak, bergelombang, atau bahkan tidak ada sama sekali karena digunakan sebagai tempat parkir dan toko. Kondisi ini menunjukkan bahwa perencanaan kota tidak membantu pejalan kaki.

Orang-orang di sini sudah terlalu lama mengharapkan perbaikan menyeluruh, tetapi prosesnya lamban dan tidak pasti. Janji pembangunan selalu terdengar, sayangnya bukti di lapangan tidak mengikuti.

Kritik yang muncul bukan untuk menyerang, melainkan panggilan agar keselamatan publik tidak lagi dinomorduakan. Pejalan kaki bukan warga kelas dua yang harus terus beradaptasi dengan trotoar yang rusak.

Harapan masyarakat sederhana: pembenahan trotoar yang nyata, bukan proyek yang hanya tampil di baliho dan seremoni peresmian.

Ketimpangan pembangunan terlihat jelas. Permukiman warga telah rusak selama bertahun-tahun, sementara trotoar di daerah wisata diperbaiki. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang apa yang harus menjadi prioritas kebijakan.

Orang-orang Bandung sudah lama menunggu perubahan yang nyata daripada perbaikan simbolis yang hanya mempercantik kota tetapi mengabaikan kebutuhan dasar pejalan kaki.

Masyarakat mengharapkan sesuatu yang sederhana. mereka ingin berjalan dengan aman, tanpa takut tersandung di trotoar yang rusak atau terserempet oleh kendaraan yang mengambil ruang di sekitar mereka.

Kepercayaan publik akan meningkat jika pembangunan dilakukan secara merata, transparan, dan konsisten. Jika Wali Kota Bandung M. Farhan berani mengambil langkah itu, Bandung berpeluang menjadi kota yang benar-benar berpihak pada warganya terutama pejalan kakiOrang-orang di Bandung berharap Wali Kota M. Farhan akan mengunjungi setiap kampung, bukan hanya kawasan kota yang "layak dipamerkan". Kunjungan lapangan akan membuka mata akan kondisi sebenarnya.

Wali Kota Bandung M. Farhan juga perlu menerapkan penindakan tegas terhadap pelanggaran trotoar oleh parkir liar, pedagang, dan bangunan yang menyerobot ruang publik. Perlindungan trotoar tidak boleh kalah oleh kepentingan kelompok tertentu.

Pria kelahiran Bogor ini seharusnya mengarahkan anggaran kota bukan hanya pada aspek estetika dan proyek pencitraan, tetapi pada keselamatan dan aksesibilitas pejalan kaki sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Saat Kemacetan Meluas hingga Gang Kecil di Bandung

Pria berkacamata ini juga perlu memastikan setiap pembangunan trotoar ramah difabel, lansia, dan anak-anak. Kota yang baik bukan hanya indah dilihat, tetapi bisa digunakan semua orang tanpa hambatan.

Transparansi diperlukan demi kepercayaan publik. Wali Kota Bandung M. Farhan selayaknya mempublikasikan timeline pembenahan trotoar per wilayah agar warga dapat mengawasi progres dan mencegah mandeknya program.

Jika Wali Kota Bandung M. Farhan menjadikan trotoar sebagai agenda prioritas, ia memiliki peluang besar membuktikan kepemimpinan responsive. bukan sebatas pemimpin yang pandai berbicara tetapi minim eksekusi.

Ketika trotoar tidak dapat digunakan lagi, pejalan kaki harus turun ke jalan raya karena masalah keselamatan sudah memasuki tahap darurat. Tidak wajar bahwa keselamatan bergantung pada keberanian berjalan di tengah lalu lintas. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Mochamad Haykal Syifa Subagja
Mahasiswa S1 Digital Public Relations Universitas Telkom 2025

Berita Terkait

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 17:43 WIB

Quo Vadis BKKBN dalam Kepungan Patologi Sosial

Jika fenomena YOLO, FOMO, dan FOPO dihubungkan, muncul gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana komunikasi digital mempengaruhi kesehatan mental individu.
Ilustrasi perubahan perilaku generasi milenial dan Z. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)