Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

4 menit baca
Nadya Maghfiroh Noor Diswa
Ditulis oleh Nadya Maghfiroh Noor Diswa diterbitkan
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Suasana diskusi sore itu terasa hangat ketika warga dari berbagai kalangan bersama sejumlah perwakilan organisasi lokal memenuhi ruang pertemuan sederhana di kelurahan. Kursi-kursi tersusun rapi, namun percakapan yang mengalir membuat ruangan terasa hidup. Beberapa dari mereka tampak antusias mengajukan pandangan, dan yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian. Aroma kopi yang baru diseduh menambah keakraban di antara mereka. Di tengah dinamika tersebut, sosok tokoh yang menjadi pusat perhatian hadir dengan senyum tenang, siap berbagi pengalaman. Kehadiran beliau seolah mengikat seluruh elemen diskusi menjadi satu kesatuan gagasan yang utuh.

“Perkenalkan, nama saya Muhammad Firman,” kalimat sederhana itu menjadi awal perbincangan panjang tentang perjalanan hidupnya.

Ia merupakan lulusan S1 Ekonomi, bidang yang menurutnya tak pernah bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari siapa pun. Sejak 1 April 2021, ia mengemban amanah sebagai lurah tugas yang kini telah dijalaninya lebih dari empat tahun delapan bulan. Di balik kesibukan memimpin wilayah dengan sebelas RW, ia tetap menjadi kepala keluarga bagi istrinya dan lima anak yang selalu ia ceritakan dengan candaan hangat. Meski hidupnya penuh tanggung jawab, gaya bicaranya selalu lugas dan merakyat.

Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. Ia menempuh pendidikan dasar hingga SMA di sekolah-sekolah swasta, lalu melanjutkan kuliah di Universitas Langlangbuana, mengambil jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia. Perjalanan pendidikannya yang penuh keterbatasan justru membentuk karakter kuat dan etos kerja tinggi. Dari kecil ia telah akrab dengan dinamika masyarakat dan belajar bahwa baik-buruknya lingkungan sangat ditentukan oleh manusia-manusia di dalamnya. Nilai inilah yang kelak mendorongnya tertarik pada dunia manajemen dan pelayanan publik.

Karier Firman dimulai pada tahun 2000 sebagai operator KTP, ketika seluruh proses masih manual dengan tumpukan dokumen yang menggunung. Dari ruang penuh berkas kuning itulah ia belajar ketelitian dan kesabaran. Setelah enam tahun di Dinas Kependudukan, ia pindah ke wilayah sebagai Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan, lalu menjabat jabatan yang sama di kelurahan lain. Ia kemudian diangkat menjadi Sekretaris Kelurahan selama dua setengah tahun sebelum akhirnya dipercaya menjadi lurah. Empat tahap perjalanan yang panjang itu membawanya memahami pemerintahan tingkat bawah secara menyeluruh, dari meja administrasi hingga dinamika warga yang paling kompleks.

Salah satu inovasi yang paling dibanggakan Firman adalah program pengelolaan sampah berbasis kegiatan futsal untuk anak-anak. Program itu berawal dari pengamatannya terhadap anak-anak yang kerap menendang botol plastik di jalan. Ia lalu menginisiasi gerakan sederhana, anak-anak boleh mengikuti latihan futsal gratis asalkan membawa sampah terpilah dari rumah. Hasilnya mengejutkan anak-anak menjadi lebih peduli lingkungan, orang tua lebih terlibat, bahkan beberapa anak mulai belajar berwirausaha dari menjual barang bekas. Program kecil ini membuat warga tertawa, mengeluh, berdebat, namun pada akhirnya sepakat bahwa perubahan besar sering dimulai dari hal remeh yang konsisten.

Dalam memimpin, Firman selalu menekankan pentingnya kerendahan hati dan kemampuan mengelola kritik. Baginya, seorang pemimpin harus siap melihat persoalan sebagai cermin diri, bukan sekadar tuntutan eksternal. Ia percaya bahwa seburuk apa pun pimpinan, loyalitas tetap harus dijaga selama kebijakan yang dijalankan untuk kebaikan masyarakat. Prinsip tersebut ia pelajari dari banyak pemimpin yang pernah ia dampingi dari era Ridwan Kamil hingga Farhan yang menurutnya menunjukkan keteladanan dalam ketegasan dan kemampuan berkoordinasi. Sikap itu pula yang membuatnya berhati-hati dalam setiap perkataan agar tidak menimbulkan dampak yang tak diinginkan.

Baca Juga: Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Selama menjabat lurah, Firman menghadapi berbagai kritik, persoalan anggaran, dan perbedaan pendapat antar-RW. Ada kalanya kebijakan tidak diterima sebagian warga, atau program tidak mampu menjangkau seluruh wilayah karena keterbatasan anggaran. Namun ia memilih jalan diam, mengamati, dan menilai apakah kritik yang datang bersifat membangun atau merugikan banyak pihak. Dalam berbagai gejolak, ia selalu mengajak diskusi terbuka, baik secara formal maupun santai di warung kopi yang sering menjadi ruang dialog paling jujur. Baginya, kedekatan dengan warga bukan dibangun ketika ada masalah, tetapi lewat silaturahmi yang terus dijaga.

Di tengah kepadatan tugas, Firman merasa justru semakin bahagia karena dapat membantu orang lain melalui pekerjaannya. Baginya, kelurahan adalah tempat belajar tanpa henti tentang manusia, tentang kebijakan, tentang makna melayani. Ia ingin menciptakan lingkungan di mana warga merasa dekat dengan pemerintahannya, dan anak-anak tumbuh dengan kesadaran menjaga lingkungan. Ke depan, ia berharap setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini menjadi fondasi perubahan besar bagi generasi selanjutnya. Dari ruang kerja yang tak pernah sepi itu, Muhammad Firman terus menanamkan optimisme bahwa pelayanan publik yang tulus selalu akan menemukan jalannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nadya Maghfiroh Noor Diswa
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)