Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

4 menit baca
Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)

Di dunia hiburan, khususnya di kalangan komedian, publik sedang dibuat kagum dengan suksesnya geng motor yang beranggotakan komedian lintas generasi. Fenomena ini bermula dari keisengan pertemanan Andre Taulany. Jika merujuk pada apa yang dikatakan Soleh Solihun—si "mulut lancip" dalam vlognya, ia menegaskan bahwa terciptanya Prediksi maupun Bedain pada dasarnya hanyalah untuk menemani Pak Haji Andre.

Namun, siapa sangka agenda "menemani" itu justru bertransformasi menjadi pundi-pundi cuan. Meskipun awalnya hanya bermodal ngevlog dengan kamera seadanya, konten mereka justru melejit pesat dan menjadi tren di berbagai kalangan. Menariknya, Generasi Z yang biasanya punya selera berbeda, justru sangat antusias mengikuti setiap pembaruan vlog touring mereka. Bahkan, para netizen muda ini sering berkomentar, "Ini dia definisi makin tua, makin keluar aura."

Bukti nyatanya terlihat beberapa bulan lalu saat mereka mengadakan touring ke New Zealand. Meski vlognya berdurasi fantastis hingga 3 jam, netizen justru merasa kurang. Salah satu komentar populer menyebutkan, "Nggak berasa nontonin bapak-bapak selama 3 jam, padahal kalau nonton film biasa malah bosan meskipun durasinya pendek." Inilah bukti kuat bahwa "keasyikan" tongkrongan mereka sudah menjadi magnet bagi warganet.

Ya walaupun nggak semua orang suka sih, ada aja netizen yang julid soal durasi vlognya yang kepanjangan atau iklannya yang numpuk banget kayak jemuran. Tapi anehnya, protes-protes itu malah hilang sendiri karena penonton lebih fokus ke gimana rapinya manajemen yang mereka buat.

Rahasia "Prediksi"

Di balik tawa lepas mereka, The Prediksi ternyata memiliki manajemen yang sangat bagus. Layaknya sebuah perusahaan, Prediksi memiliki fondasi yang sangat kokoh. Tentu saja rahasianya adalah branding. Mereka sadar bahwa identitas adalah hal utama yang harus dipertontonkan kepada khalayak umum. Oleh karena itu, mereka mulai membuat jaket ala geng motor dengan gambar yang ikonik (Kepala Haji Andre), hingga membuat jargon yang selalu diingat oleh netizen.

Branding ini bukan sekadar "geng motor bapak-bapak", tapi sudah menjadi perkumpulan yang asyik hingga banyak sponsor yang meng-endorse mereka. Namun seperti yang kita ketahui, Prediksi bukan kumpulan orang biasa. Jauh sebelum grup ini ada, personal branding masing-masing anggota sudah sangat kuat dengan jam terbang dan bayaran yang cukup mahal. Hal ini sangat sejalan dengan prinsip Generasi Z: bukan hanya memperbanyak pertemanan, namun personal branding harus tetap diutamakan.

Bukan cuma soal gaya, di dalamnya pun ada pembagian tugas yang sangat rapi. Seperti yang disebutkan Andre Taulany dalam podcast-nya, keberangkatan mereka ke New Zealand kemarin terasa sangat memudahkan para personil. Mereka tinggal berangkat tanpa perlu pusing memikirkan hal teknis, karena semuanya sudah terorganisir dengan baik oleh masing-masing anggota yang memegang tanggung jawab.

Ada yang berperan mengurus logistik, menjaga alur keuangan, hingga urusan akomodasi yang mendetail. Manajemen yang matang inilah membuat circle mereka bukan sekadar tempat kumpul-kumpul biasa, melainkan sebuah ekosistem kerja yang sangat efisien namun tetap terasa santai. Istilah gaulnya "Nongkrong ngabisin duit: No. Nongkrong ngasilin duit: Yes."

Rahasia "Bedain"

Berbeda dengan The Prediksi, Bedain lebih banyak diisi oleh para komedian junior. Grup ini bahkan dibuat secara mendadak oleh Andre Taulany, yang membuktikan kalau dia emang se-friendly itu ke semua kalangan. Bedain sendiri menggabungkan orang-orang dari Prediksi dan Anti-Prediksi. Di dunia bisnis pertemanan, ini namanya kolaborasi buat menjangkau penonton yang lebih luas lagi.

Bahkan beberapa netizen menyebutnya "Dua Paket". Paket versi mahal yaitu Prediksi (karena mereka lebih dulu ada), dan paket hematnya ada di Bedain. Namun, suasana bakal jauh lebih seru kalau mereka sudah gabung dan disebut "Predain".

Penggabungan dua grup inilah yang membuat namanya semakin terkenal. Predain juga memiliki jargon yang selalu diingat netizen. Uniknya, di setiap mereka touring, jargon penyemangatnya selalu terbaru dan berbeda-beda. Sebut saja jargon ikonik 'Predain: Beda Tetap Jaya!' yang muncul sebagai identitas baru hasil gabungan semangat kedua grup tersebut Hal inilah yang membuat audiens tidak pernah bosan karena selalu ada hal baru yang dinantikan.

Baca Juga: Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Profesionalitas di balik layar

Banyak yang mengira selama touring ke berbagai tempat, mereka hanya liburan yang dibayarin sponsor. Padahal kenyataannya nggak sebercanda itu. Di balik layar, profesionalitas adalah harga mati. Andre Taulany sempat menjelaskan bahwa personilnya harus tampil all-out melawak meski badan lagi drop karena vertigo atau asam lambung.

Namun, bukan berarti mereka mengesampingkan kesehatan. Tetap saja, di balik layar mereka adalah manusia yang juga butuh istirahat. Hanya saja, begitu kamera on, semua rasa capek harus hilang demi menghibur penonton. Hal ini dibuktikan dengan adanya sesi Deep Talk ketika di New Zealand. Hanya mereka yang tahu apa isinya—tanpa kamera, tanpa judgement. Mereka jadi diri sendiri ketika sesi itu. Inilah momen haru sekaligus rahasia kenapa chemistry mereka tetap terjaga meski dalam tekanan pekerjaan yang tinggi.

Pada akhirnya, Prediksi & Bedain memberikan pelajaran kalau punya circle itu bukan cuma buat hura-hura. Kalau dikelola dengan serius dan profesional, pertemanan bisa jadi aset yang luar biasa. Tugas kita nih sebagai Generasi Z, mulai memperbaiki pertemanan dengan lebih terorganisir. Siapa tahu, kita nanti menjadi the next Predain, meskipun dengan branding yang berbeda. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)