Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan Selasa 20 Jan 2026, 17:00 WIB
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)

Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)

Di dunia hiburan, khususnya di kalangan komedian, publik sedang dibuat kagum dengan suksesnya geng motor yang beranggotakan komedian lintas generasi. Fenomena ini bermula dari keisengan pertemanan Andre Taulany. Jika merujuk pada apa yang dikatakan Soleh Solihun—si "mulut lancip" dalam vlognya, ia menegaskan bahwa terciptanya Prediksi maupun Bedain pada dasarnya hanyalah untuk menemani Pak Haji Andre.

Namun, siapa sangka agenda "menemani" itu justru bertransformasi menjadi pundi-pundi cuan. Meskipun awalnya hanya bermodal ngevlog dengan kamera seadanya, konten mereka justru melejit pesat dan menjadi tren di berbagai kalangan. Menariknya, Generasi Z yang biasanya punya selera berbeda, justru sangat antusias mengikuti setiap pembaruan vlog touring mereka. Bahkan, para netizen muda ini sering berkomentar, "Ini dia definisi makin tua, makin keluar aura."

Bukti nyatanya terlihat beberapa bulan lalu saat mereka mengadakan touring ke New Zealand. Meski vlognya berdurasi fantastis hingga 3 jam, netizen justru merasa kurang. Salah satu komentar populer menyebutkan, "Nggak berasa nontonin bapak-bapak selama 3 jam, padahal kalau nonton film biasa malah bosan meskipun durasinya pendek." Inilah bukti kuat bahwa "keasyikan" tongkrongan mereka sudah menjadi magnet bagi warganet.

Ya walaupun nggak semua orang suka sih, ada aja netizen yang julid soal durasi vlognya yang kepanjangan atau iklannya yang numpuk banget kayak jemuran. Tapi anehnya, protes-protes itu malah hilang sendiri karena penonton lebih fokus ke gimana rapinya manajemen yang mereka buat.

Rahasia "Prediksi"

Di balik tawa lepas mereka, The Prediksi ternyata memiliki manajemen yang sangat bagus. Layaknya sebuah perusahaan, Prediksi memiliki fondasi yang sangat kokoh. Tentu saja rahasianya adalah branding. Mereka sadar bahwa identitas adalah hal utama yang harus dipertontonkan kepada khalayak umum. Oleh karena itu, mereka mulai membuat jaket ala geng motor dengan gambar yang ikonik (Kepala Haji Andre), hingga membuat jargon yang selalu diingat oleh netizen.

Branding ini bukan sekadar "geng motor bapak-bapak", tapi sudah menjadi perkumpulan yang asyik hingga banyak sponsor yang meng-endorse mereka. Namun seperti yang kita ketahui, Prediksi bukan kumpulan orang biasa. Jauh sebelum grup ini ada, personal branding masing-masing anggota sudah sangat kuat dengan jam terbang dan bayaran yang cukup mahal. Hal ini sangat sejalan dengan prinsip Generasi Z: bukan hanya memperbanyak pertemanan, namun personal branding harus tetap diutamakan.

Bukan cuma soal gaya, di dalamnya pun ada pembagian tugas yang sangat rapi. Seperti yang disebutkan Andre Taulany dalam podcast-nya, keberangkatan mereka ke New Zealand kemarin terasa sangat memudahkan para personil. Mereka tinggal berangkat tanpa perlu pusing memikirkan hal teknis, karena semuanya sudah terorganisir dengan baik oleh masing-masing anggota yang memegang tanggung jawab.

Ada yang berperan mengurus logistik, menjaga alur keuangan, hingga urusan akomodasi yang mendetail. Manajemen yang matang inilah membuat circle mereka bukan sekadar tempat kumpul-kumpul biasa, melainkan sebuah ekosistem kerja yang sangat efisien namun tetap terasa santai. Istilah gaulnya "Nongkrong ngabisin duit: No. Nongkrong ngasilin duit: Yes."

Rahasia "Bedain"

Berbeda dengan The Prediksi, Bedain lebih banyak diisi oleh para komedian junior. Grup ini bahkan dibuat secara mendadak oleh Andre Taulany, yang membuktikan kalau dia emang se-friendly itu ke semua kalangan. Bedain sendiri menggabungkan orang-orang dari Prediksi dan Anti-Prediksi. Di dunia bisnis pertemanan, ini namanya kolaborasi buat menjangkau penonton yang lebih luas lagi.

Bahkan beberapa netizen menyebutnya "Dua Paket". Paket versi mahal yaitu Prediksi (karena mereka lebih dulu ada), dan paket hematnya ada di Bedain. Namun, suasana bakal jauh lebih seru kalau mereka sudah gabung dan disebut "Predain".

Penggabungan dua grup inilah yang membuat namanya semakin terkenal. Predain juga memiliki jargon yang selalu diingat netizen. Uniknya, di setiap mereka touring, jargon penyemangatnya selalu terbaru dan berbeda-beda. Sebut saja jargon ikonik 'Predain: Beda Tetap Jaya!' yang muncul sebagai identitas baru hasil gabungan semangat kedua grup tersebut Hal inilah yang membuat audiens tidak pernah bosan karena selalu ada hal baru yang dinantikan.

Baca Juga: Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Profesionalitas di balik layar

Banyak yang mengira selama touring ke berbagai tempat, mereka hanya liburan yang dibayarin sponsor. Padahal kenyataannya nggak sebercanda itu. Di balik layar, profesionalitas adalah harga mati. Andre Taulany sempat menjelaskan bahwa personilnya harus tampil all-out melawak meski badan lagi drop karena vertigo atau asam lambung.

Namun, bukan berarti mereka mengesampingkan kesehatan. Tetap saja, di balik layar mereka adalah manusia yang juga butuh istirahat. Hanya saja, begitu kamera on, semua rasa capek harus hilang demi menghibur penonton. Hal ini dibuktikan dengan adanya sesi Deep Talk ketika di New Zealand. Hanya mereka yang tahu apa isinya—tanpa kamera, tanpa judgement. Mereka jadi diri sendiri ketika sesi itu. Inilah momen haru sekaligus rahasia kenapa chemistry mereka tetap terjaga meski dalam tekanan pekerjaan yang tinggi.

Pada akhirnya, Prediksi & Bedain memberikan pelajaran kalau punya circle itu bukan cuma buat hura-hura. Kalau dikelola dengan serius dan profesional, pertemanan bisa jadi aset yang luar biasa. Tugas kita nih sebagai Generasi Z, mulai memperbaiki pertemanan dengan lebih terorganisir. Siapa tahu, kita nanti menjadi the next Predain, meskipun dengan branding yang berbeda. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 11:40 WIB

Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 15 Feb 2026, 08:49 WIB

Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Satu per satu rekan dan kerabat Dikdik menyerah. Pabrik-pabrik ditutup, tungku-tungku dipadamkan. Kini, dari sekitar 30 pengrajin yang pernah berjaya, hanya satu yang masih bertahan.
Dikdik Gumilar meneruskan usaha ayahnya sebagai pembuat keramik yang terkenal dengan sebutan Keramik Haji Oma. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 07:26 WIB

Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Beranda 14 Feb 2026, 19:20 WIB

Bandung Review Membaca Risiko Cekungan, Gempa, dan Masa Depan Kota

Program ini awalnya digagas di Pustaka Selasar. Namun karena jumlah peserta kerap melebihi kapasitas, diskusi dipindahkan ke ruang yang lebih besar.
Geografiwan kawakan T Bachtiar di Bandung Review #006. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 14 Feb 2026, 13:19 WIB

Alasan Mengapa Bandung Menjadi Kunci Strategis Bagi Pertumbuhan Industri Purifikasi di Indonesia

Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat.
Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat. (Sumber: Coway)
Beranda 14 Feb 2026, 12:36 WIB

Cekungan Bandung: Catatan tentang Kota Kreatif yang Berdiri di Tengah Ancaman Geologis dan Minimnya Mitigasi

Namun di bawah beton dan aspal, tersimpan endapan lumpur puluhan ribu tahun yang menjadi fondasi kehidupan sekaligus potensi risiko.
Titi Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)