Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan Selasa 20 Jan 2026, 16:17 WIB
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)

Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)

Banyak indikator yang menunjukkan potensi pariwisata Bandung, mulai dari pergerakan wisatawan dalam Mobile Positioning Data, angka tingkat hunian kamar (TPK) hotel dari BPS, hingga berbagai pemberitaan yang menempatkan Bandung sebagai destinasi favorit melalui kanal media.

Setidaknya terdapat enam makna strategis yang dapat dicermati. Pertama, momentum lonjakan wisata perlu diimbangi dengan kapasitas layanan publik. Kedua, stabilitas TPK menandakan daya tahan, sekaligus mengisyaratkan perlunya inovasi. Ketiga, kesenjangan antara hotel berbintang dan non-bintang menunjukkan perlunya kebijakan inklusif. Keempat, keterpaduan data menjadi dasar pengambilan keputusan yang cerdas. Kelima, kebutuhan kemitraan publik–swasta (PPP) semakin penting untuk keberlanjutan program. Dan keenam, Bandung perlu mereposisi diri menjadi creative tourism hub di tingkat nasional.

Keenam makna tersebut adalah alarm sekaligus peluang. Lonjakan wisata membawa dampak ekonomi yang besar bagi sektor kuliner, transportasi, dan ekonomi kreatif. Namun di sisi yang lain, tekanan terhadap layanan publik seperti sampah, lalu lintas, dan ruang terbuka semakin terasa.

Dalam konteks fiskal saat ini, pemerintah dituntut mengatur ulang anggaran promosi, membatasi kegiatan fisik, dan memastikan setiap belanja publik berdampak luas. Di tengah keterbatasan ini, muncul peluang besar untuk menghadirkan cara baru, bagaimana “mengunjungi Bandung” tanpa harus selalu datang secara fisik.

Bayangkan, Bandung yang penuh sejarah dan estetika visual hadir dalam ruang digital global berbentuk tur 360°, augmented reality heritage walk, atau metaverse museum. Pesona lanskap, kuliner, seni, dan suasananya menjadi keunggulan Bandung. Reputasi sebagai city of design dan citra kota yang instagrammable mendukung lahirnya Bandung Smart Tourism City Tour sebagai pelengkap Bandung Tour on The Bus (Bandros) yang hadir secara fisik.

Pariwisata virtual bukan sebagai pengganti wisata fisik, melainkan perluasan pengalaman bagi siapa pun untuk mengenal Bandung lebih dekat, bahkan jauh sebelum mereka datang. Konsep ini menjawab tiga tantangan sekaligus, efisiensi fiskal pemerintah, peningkatan jangkauan promosi, dan pemberdayaan talenta digital lokal.

Setidaknya ada dua konsep awal yang bisa dikembangkan. Pertama, platform virtual yang memandu wisatawan merencanakan perjalanan dari rumah, lengkap dengan rencana rute destinasi, estimasi biaya, hingga pemesanan online. Kedua, ruang virtual untuk bernostalgia dan berbelanja produk Bandung.

Bandung perlu cara baru yang relevan untuk pendidikan dan diplomasi budaya.

Bandung tidak harus mulai dari nol. Pada konsep pertama, praktik baik dapat dipelajari dari AI Tourism 5.0. milik Kementerian Parisiwasata dengan Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA) yang bisa diakses melalui indonesia.travel. MaiA dengan penampilan wanita yang menawan membantu wisatawan melalui feature Chatbot menemukan inspirasi, menyusun itinerary otomatis, hingga menjelajahi Indonesia dengan lebih mudah.

Kota Bandung kini menjelma menjadi kota wisata unggulan dan menjadi destinasi para wisatawan lokal maupun mancanegara. (Sumber: Unsplash | Foto: Hani Fildzah)
Kota Bandung kini menjelma menjadi kota wisata unggulan dan menjadi destinasi para wisatawan lokal maupun mancanegara. (Sumber: Unsplash | Foto: Hani Fildzah)

Sementara itu, konsep kedua dapat meniru pendekatan BP2D Jabar dalam Kompetisi Inovasi Jabar 2025 yang memanfaatkan virtual space untuk memandu pengguna mencari informasi dalam ruang digital yang interaktif. Bayangkan jika pendekatan yang serupa diterapkan di kawasan Braga tempo dulu, Gedung Merdeka, atau sepanjang jalan Asia Afrika dengan alunan musik tradisional akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Baca Juga: Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Dalam persfektif kebijakan, pariwisata virtual bukan hanya soal teknologi, tapi transformasi cara kota menerapkan konsep marketing di sektor publik secara efisien dan inklusif. Konsep yang memadukan promosi digital, analitik pangsa wisata, dan pelayanan publik berbasis teknologi.

Inisiatif ini pun sejalan dengan agenda Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan dapat terwujud melalui integrasi antara Dinas Pariwisata, Diskominfo, serta pelaku industri kreatif di Bandung Talenta Hub. Kolaborasi ini menghadirkan menghadirkan Bandung ke dunia, tanpa batas ruang.

Ketika efisiensi menjadi keniscayaan, Bandung justru memiliki peluang untuk ke depan. Dengan kebijakan yang cerdas, kolaborasi publik–swasta, inovasi digital, dan marketing sektor publik, pariwisata Bandung memasuki babak baru.

Dari kota yang ramai dikunjungi, menjadi kota yang terus hadir dalam ingatan, baik secara fisik maupun virtual. Karena sesungguhnya, Bandung memang tak pernah sepi, Bandung hanya terus menemukan cara baru untuk bercerita tentang dirinya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

Berita Terkait

News Update

Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)
Beranda 13 Feb 2026, 08:13 WIB

Di Saat Media Arus Utama Tersandera Iklan, Zine Menemukan Jalannya Sendiri

Fenomena tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan bentuk perlawanan terhadap kejenuhan dunia digital yang serba cepat dan penuh ketidakpastian.
Salah satu karya yang ditampilkan di Bandung Zine Fest 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 07:36 WIB

Distraksi Massal: Alasan Mengapa Kita Sengaja Dibuat Sibuk dengan Skandal

Melalui analogi novel Tere Liye, artikel ini mengajak pembaca untuk berhenti terjebak dalam debat kusir dan kembali fokus pada navigasi diri di ambang bulan Ramadan.
Salah satu buku novel karya Tere Liye. (Dokumentasi Penulis)
Bandung 12 Feb 2026, 21:44 WIB

Tren Lebaran 2026: J&C Cookies Usung Konsep "Kukis Kalcer" dan Camilan Gluten Free

Tradisi mudik dan silaturahmi Idul Fitri 2026 diprediksi akan semakin berwarna dengan munculnya tren kuliner baru yang lebih inklusif.
J&C Cookies memperkenalkan lini produk terbaru mereka yang dirancang untuk memenuhi selera generasi masa kini tanpa meninggalkan cita rasa autentik yang telah melegenda. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 12 Feb 2026, 21:22 WIB

Bandung Zine Fest 2026, Ruang Kolektif Media Alternatif dari Shanghai Hingga Garut

Lebih dari sekadar ajang pameran, festival ini menjadi ruang silaturahmi bagi penerbit mandiri yang tidak bergantung pada modal besar.
Suasana Bandung Zine Fest 2026 di Gedung Tjap Sahabat di Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 20:22 WIB

Ramadan Tanpa Petasan, Bermain Lodong dan Belesong pun Jadi

Sejak dahulu petasan dan lodong selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan.
Lodong selalu jadi pertanda datangnya Bulan Ramadan di sejumlah daerah Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 16:22 WIB

Kartu Mati, Pengobatan Terhenti

Penonaktifan jutaan peserta PBI BPJS membuat warga Bandung kehilangan akses berobat. Padahal Islam punya cara pandang yang khas terkait kesehatan masyarakat.
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 13:43 WIB

Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Bunuh Diri

Bunuh diri pada anak menandakan terputusnya saluran komunikasi antara anak dan orang tua.
Bunuh diri pada anak menandakan terputusnya saluran komunikasi antara anak dan orang tua. (Sumber: Unsplash | Foto: K. Mitch Hodge)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 11:18 WIB

Tradisi ‘Nglabur’ Rumah saat Ramadan, Filosofi Bersih Diri dan Mencerahkan Suasana Hati

Melabur alias mengecat tembok dengan gamping menciptakan hasil akhir yang artistik, bertekstur, alami, dan ramah lingkungan.
Ilustrasi melabur rumah dengan batu kapur atau gamping. (Sumber: Pexels | Foto: Sergey Meshkov)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 08:49 WIB

3 Jejak Heroik K.H. Anwar Musaddad yang Terlupakan 

Ketua Kokesin di Makkah, Kepala Syuumuka dan Pendiri Hizbullah Priangan menjadi novelty dalam kajian tokoh KH Anwar Musaddad yang membuktikan jasa, kiprah dan perjuangan (pahlawan) kemanusiaan.
Cover buku KH. Anwar Musaddad: Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan karya Iip D. Yahya, terbitan Lakpesdam PWNU Jawa Barat (2025). (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Mayantara 12 Feb 2026, 07:04 WIB

Keranjingan Info Bites Konten Religi 

Jelang Ramadan, salah satu fenomena yang terus menguat adalah keranjingan scrolling video pendek religi.
Ilustrasi muslimah sedang memandang smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 11 Feb 2026, 21:40 WIB

Ngabuburit di Bandung Tahun 1980-an

Tentang awal Ramadan dan ngabuburit warga Kota Bandung tahun 1980-an.
Gedung de Majestic, salah satu bioskop tertua di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Bandung 11 Feb 2026, 20:08 WIB

Rahasia Putu Ayu Simpang Dago Bertahan 18 Tahun di Tengah Gempuran Dessert Kekinian

Lapak kaki lima yang menjual putu ayu ini berhasil bertahan dengan pakem kualitas rasa yang mengembalikan memori sejak kecil pada indera perasa para konsumennya.
Lapak kaki lima yang menjual putu ayu ini berhasil bertahan dengan pakem kualitas rasa yang mengembalikan memori sejak kecil pada indera perasa para konsumennya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)