Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

3 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)

Banyak indikator yang menunjukkan potensi pariwisata Bandung, mulai dari pergerakan wisatawan dalam Mobile Positioning Data, angka tingkat hunian kamar (TPK) hotel dari BPS, hingga berbagai pemberitaan yang menempatkan Bandung sebagai destinasi favorit melalui kanal media.

Setidaknya terdapat enam makna strategis yang dapat dicermati. Pertama, momentum lonjakan wisata perlu diimbangi dengan kapasitas layanan publik. Kedua, stabilitas TPK menandakan daya tahan, sekaligus mengisyaratkan perlunya inovasi. Ketiga, kesenjangan antara hotel berbintang dan non-bintang menunjukkan perlunya kebijakan inklusif. Keempat, keterpaduan data menjadi dasar pengambilan keputusan yang cerdas. Kelima, kebutuhan kemitraan publik–swasta (PPP) semakin penting untuk keberlanjutan program. Dan keenam, Bandung perlu mereposisi diri menjadi creative tourism hub di tingkat nasional.

Keenam makna tersebut adalah alarm sekaligus peluang. Lonjakan wisata membawa dampak ekonomi yang besar bagi sektor kuliner, transportasi, dan ekonomi kreatif. Namun di sisi yang lain, tekanan terhadap layanan publik seperti sampah, lalu lintas, dan ruang terbuka semakin terasa.

Dalam konteks fiskal saat ini, pemerintah dituntut mengatur ulang anggaran promosi, membatasi kegiatan fisik, dan memastikan setiap belanja publik berdampak luas. Di tengah keterbatasan ini, muncul peluang besar untuk menghadirkan cara baru, bagaimana “mengunjungi Bandung” tanpa harus selalu datang secara fisik.

Bayangkan, Bandung yang penuh sejarah dan estetika visual hadir dalam ruang digital global berbentuk tur 360°, augmented reality heritage walk, atau metaverse museum. Pesona lanskap, kuliner, seni, dan suasananya menjadi keunggulan Bandung. Reputasi sebagai city of design dan citra kota yang instagrammable mendukung lahirnya Bandung Smart Tourism City Tour sebagai pelengkap Bandung Tour on The Bus (Bandros) yang hadir secara fisik.

Pariwisata virtual bukan sebagai pengganti wisata fisik, melainkan perluasan pengalaman bagi siapa pun untuk mengenal Bandung lebih dekat, bahkan jauh sebelum mereka datang. Konsep ini menjawab tiga tantangan sekaligus, efisiensi fiskal pemerintah, peningkatan jangkauan promosi, dan pemberdayaan talenta digital lokal.

Setidaknya ada dua konsep awal yang bisa dikembangkan. Pertama, platform virtual yang memandu wisatawan merencanakan perjalanan dari rumah, lengkap dengan rencana rute destinasi, estimasi biaya, hingga pemesanan online. Kedua, ruang virtual untuk bernostalgia dan berbelanja produk Bandung.

Bandung perlu cara baru yang relevan untuk pendidikan dan diplomasi budaya.

Bandung tidak harus mulai dari nol. Pada konsep pertama, praktik baik dapat dipelajari dari AI Tourism 5.0. milik Kementerian Parisiwasata dengan Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA) yang bisa diakses melalui indonesia.travel. MaiA dengan penampilan wanita yang menawan membantu wisatawan melalui feature Chatbot menemukan inspirasi, menyusun itinerary otomatis, hingga menjelajahi Indonesia dengan lebih mudah.

Kota Bandung kini menjelma menjadi kota wisata unggulan dan menjadi destinasi para wisatawan lokal maupun mancanegara. (Sumber: Unsplash | Foto: Hani Fildzah)
Kota Bandung kini menjelma menjadi kota wisata unggulan dan menjadi destinasi para wisatawan lokal maupun mancanegara. (Sumber: Unsplash | Foto: Hani Fildzah)

Sementara itu, konsep kedua dapat meniru pendekatan BP2D Jabar dalam Kompetisi Inovasi Jabar 2025 yang memanfaatkan virtual space untuk memandu pengguna mencari informasi dalam ruang digital yang interaktif. Bayangkan jika pendekatan yang serupa diterapkan di kawasan Braga tempo dulu, Gedung Merdeka, atau sepanjang jalan Asia Afrika dengan alunan musik tradisional akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Baca Juga: Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Dalam persfektif kebijakan, pariwisata virtual bukan hanya soal teknologi, tapi transformasi cara kota menerapkan konsep marketing di sektor publik secara efisien dan inklusif. Konsep yang memadukan promosi digital, analitik pangsa wisata, dan pelayanan publik berbasis teknologi.

Inisiatif ini pun sejalan dengan agenda Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan dapat terwujud melalui integrasi antara Dinas Pariwisata, Diskominfo, serta pelaku industri kreatif di Bandung Talenta Hub. Kolaborasi ini menghadirkan menghadirkan Bandung ke dunia, tanpa batas ruang.

Ketika efisiensi menjadi keniscayaan, Bandung justru memiliki peluang untuk ke depan. Dengan kebijakan yang cerdas, kolaborasi publik–swasta, inovasi digital, dan marketing sektor publik, pariwisata Bandung memasuki babak baru.

Dari kota yang ramai dikunjungi, menjadi kota yang terus hadir dalam ingatan, baik secara fisik maupun virtual. Karena sesungguhnya, Bandung memang tak pernah sepi, Bandung hanya terus menemukan cara baru untuk bercerita tentang dirinya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)