Membayangkan Persib tanpa Wa Haji Umuh

5 menit baca
Adif Rachmat Nugraha
Ditulis oleh Adif Rachmat Nugraha diterbitkan
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar. (Sumber: AyoPersib | Foto: Arif Rahman)
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar. (Sumber: AyoPersib | Foto: Arif Rahman)

Setelah Persib Bandung berhasil mencetak hattrick kemenangan pada Liga Indonesia dan lima kemenangan secara keseluruhan sepanjang sejarahnya, perhatian bobotoh teralihkan pada berita mundurnya Bojan Hodak dari kursi kepelatihan Persib yang begitu mendadak.

Beberapa jam sebelum mundur di tengah masih hangatnya euforia kemenangan Persib, coach Bojan sempat mengutarakan keinginannya di hadapan Umuh Muchtar dan para pemain di restoran milik Umuh di Tanjungsari, Sumedang. Umuh pula yang menjelaskan kepada publik alasan mundurnya Bojan sebagai pelatih kepala Persib, yang disebutnya karena faktor 'kesehatan dan keluarga'.

Yang menarik dari cerita di atas adalah, masih vital dan sentralnya sosok yang kerap dipanggil Wa Haji ini dalam dinamika internal maupun eksternal Persib.

Pada tahun 2020, Umuh sempat menyampaikan pengunduran dirinya secara sepihak dari kedudukan Manajer Persib yang telah diembannya sejak tahun 2009 karena faktor usia, dan ingin fokus pada perannya sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), induk usaha Persib. Namun keinginannya tersebut nampaknya tidak diluluskan manajemen PT PBB. Hingga saat ini, Umuh menjalankan peran krusial baik sebagai Manajer dan Komisaris PT PBB di usia menuju delapan dasawarsa.

Dalam perannya tersebut, Umuh menjelma menjadi sosok ‘bapak’ bagi seluruh entitas Persib dengan modal sosial yang amat tinggi. Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-77 tahun, gempita acara tidak hanya diramaikan oleh keluarga besar Umuh, tetapi juga hampir seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Barat dan para sesepuh tatar Sunda, mulai dari Komandan Pussenif, Pangdam Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, hingga Wakil Gubernur Jawa Barat–yang tak lain adalah putra kandungnya, Erwan Setiawan.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pada mulanya, Umuh adalah bagian dari keluarga besar bobotoh Persib, yang dikenal royal kepada para pemain Persib. Di tengah kekalutan pascamunculnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang melarang pembiayaan klub sepakbola profesional daerah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di tahun 2007, Umuh muncul ke permukaan.

Melalui upaya korporatisasi klub yang rumit yang berujung pada pembentukan PT PBB di tahun 2009, Umuh yang baru menjabat Wakil Manajer selama setahun, diamanahi peran yang lebih besar sebagai Manajer sekaligus Direktur Utama PT PBB. Umuh pula yang ‘menalangi’ modal awal pendirian PT PBB sebesar Rp250 juta, dan beberapa dana talangan lainnya yang digunakan untuk operasional Persib yang kembang kempis di awal 2010-an.

Dobel peran krusial tersebut Umuh emban hingga tahun 2011, sebelum akhirnya para pemegang saham PT PBB menghadapkan Umuh untuk memilih salah satu dari keduanya. Pada perjalanannya, disepakati Umuh menjabat Manajer, dan Glenn Sugita–salah satu pemegang saham–menjadi Direktur Utama.

Namun, pembentukan PT PBB ini bukannya tidak menimbulkan kontroversi. Selayaknya model perserikatan yang diacu klub sepakbola daerah, Persib pada dasarnya adalah konfederasi dari 36 klub lokal di Kota Bandung. Klub-klub lokal ini memiliki suara untuk menentukan arah ‘tim perserikatan’ sekaligus penentuan jabatan ketua umum.

Dengan adanya beleid Menteri Dalam Negeri, 36 klub lokal tersebut menyerahkan mandat pembentukan PT PBB kepada Walikota Bandung kala itu, Dada Rosada. Pada perjalanannya, muncul nama Umuh, Zainuri Hasyim (mantan Pangdam Siliwangi), Kuswara S. Taryono (advokat), Yoyo Adiredja (mantan pemimpin redaksi Pikiran Rakyat), dan Iwan Hanafi (mantan Ketua Kadin Jawa Barat) yang ditetapkan sebagai pendiri PT PBB. Polemik ‘penunjukkan’ lima nama tersebut oleh Dada hingga saat ini masih menjadi bara dalam sekam yang terus membara.

Dalam perjalanan menemani perjuangan Persib dalam Liga 1 lalu, Umuh yang berada dalam kondisi sakit tetap memaksakan diri untuk berangkat ke Samarinda, memberikan dukungan moril pada Persib yang akan menjalani el clasico melawan Persija di Stadion Sugiri. “Seharian ini sakit bener-bener ngegolér weh”, ujar Umuh.

Beberapa hari sesudahnya, Umuh kembali memaksakan diri untuk mendampingi Persib dalam laga tandangnya melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. Perjalanan jauh dari Kota Kembang tersebut dibayar tuntas Persib lewat kemenangannya dengan skor akhir 2-1.

Kondisi kesehatan Umuh yang tak lagi prima ini menimbulkan banyak pertanyaan di benak para bobotoh, sampai kapan Wa Haji akan tetap terlibat langsung mengawal para punggawa Persib?

Pada satu kesempatan, Umuh sempat menyatakan belum menunjuk suksesornya di Persib. Namun, Umuh menggariskan satu syarat mutlak: Penggantinya harus bebas dari afiliasi politik. “Tapi yang penting, jangan dari partai politik. Jangan berpolitik. Saya sendiri dari dulu tidak berpartai dan tetap netral. Karena kalau orang berpolitik, hatinya berbeda”, tegas Umuh.

Hingga saat ini, beberapa nama telah beredar yang diharapkan mampu mengambil peran serupa Umuh di Persib. Yang utama tak lain adalah Erwan Setiawan. Di tengah bermacam ragam karir politiknya, Erwan nampak setia menemani Umuh. Dengan jabatannya saat ini sebagai Wakil Gubernur, banyak yang berharap ia tak semata menjadi sosok orang tua bagi warga Jawa Barat, tetapi juga khususnya menjadi pelindung bagi Persib.

Nama lain yang muncul adalah Maruarar Sirait. Menurutnya, Persib bukan barang asing karena selain sempat menempuh pendidikan di Kota Bandung, Ara adalah anggota DPR tiga periode (2004-2019) dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IX yang mencakup Kabupaten Majalengka, Subang, dan Sumedang; daerah-daerah yang merupakan jantung Jawa Barat.

Dalam pertandingan antara Persib dan Dewa United pada April lalu, Ara memberikan sumbangan Rp1 miliar sebagai dana kadeudeuh agar Persib mampu terus melenggang menuju juara Liga 1–yang akhirnya tercapai. Pada kesempatan lain juga Ara menyatakan komitmennya untuk berinvestasi hingga Rp100 miliar, apabila Persib mampu melangkah menuju Initial Public Offering (IPO) di bursa saham, hal yang perlu dikawal realisasinya ke depan.

Nama terakhir adalah Adhitia Putra Herawan yang saat ini menjabat Deputy CEO PT PBB. Sebelum menggantikan Teddy Tjahjono sebagai Direktur Olahraga pada tahun 2024, Adhit adalah sosok anyar dalam dunia sepak bola Indonesia, yang lebih banyak berkecimpung di bidang teknologi informasi. Tetapi Adhit mampu dengan cepat merebut hati para pemain dan bobotoh dengan pendekatannya yang luwes namun tetap profesional. Muncul aspirasi bobotoh agar peran Manajer dapat dirangkap oleh Adhit selaku Deputy CEO–yang perlu dikaji kembali dari perspektif operasional klub.

Tetapi pada akhirnya, hanya manajemen dan Umuh sendiri yang mampu menjawab hingga kapan Wa Haji akan terus mengurusi Persib. Namun siapapun orangnya, diperlukan sosok yang mampu menjaga keseimbangan di tengah gelombang dinamika Persib yang digerakkan oleh emosi, kebanggaan daerah, dan tekanan bobotoh yang melelahkan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)