Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Klik Bijak, Dakwah Berjejak

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Jumat 04 Jul 2025, 10:34 WIB
Ilustrasi anak kecanduan gawai. Banyak orang tua khawatir karena tidak tahu penyebab kecanduan game online pada anak, remaja, bahkan orang dewasa (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ilustrasi anak kecanduan gawai. Banyak orang tua khawatir karena tidak tahu penyebab kecanduan game online pada anak, remaja, bahkan orang dewasa (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Alkisah, Susan Carland, seorang mualaf, ahli sosiolog asal Australia sempat menggemparkan dunia maya. Pasalnya, segala tindakan filantropi yang dilakukanya sebagai respons atas perlakuan tidak menyenangkan terhadap dirinya.

Carland sering menerima cemoohan dari para aktivis antimuslim, mengingat dirinya dibesarkan dalam lingkungan Kristen, tapi memilih menjadi mualaf pada usia 19 tahun. Melalui akun twitter(x)-nya, Carland kerap menerima cemoohan, hinaan karena mengenakan hijab dan memperlihatkan sikap kepedulian atas umat Islam di Australia.

Walhasil, Carland menemukan solusi yang brilian dalam merespons tindakan bullying yang dilakukan oleh para hatter-nya. Caranya dengan melakukan donasi sebesar 1 dolar kepada anak-anak miskin untuk setiap hate-speech yang diterimanya melalui twitter (X). Tindakan terpuji ini segera menjadi viral di kalangan pengguna internet.

Bandingkan dengan sikap kita dalam menyikapi tindakan bullying di media sosial. Justru kita sering tidak menerima, bahkan balas menci-maki, menghujatnya.

Sepanjang tahun 2024, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 573 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, melonjak drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari 573 jumlah itu, 31 persen merupakan kasus bullying, 42 persen merupakan kekerasan seksual, menjadikannya bentuk kekerasan paling dominan tahun ini.

Untuk kasus kekerasan pada 2020 tercatat hanya 91,  meningkat menjadi 142 kasus (2021), 194 kasus (2022), dan 285 kasus (2023). Lonjakan ini menunjukkan bukan hanya peningkatan kasus, tapi menumbuhkan kesadaran publik untuk melapor.

Temuan ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan, bullying dan kekerasan seksual bukan lagi isu tersembunyi, melainkan krisis yang harus segera ditangani. (Tirto, 30 Desember 2024)

Dalam Laporan Tahunan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat telah menerima 2.057 pengaduan sepanjang tahun 2024. 954 kasus telah ditindaklanjuti sampai tahap terminasi. Sisanya telah diberikan layanan psikoedukasi (dirujuk) ke penyedia layanan setempat.

Pengawasan dilakukan di 78 wilayah, mencakup dua klaster utama, Pemenuhan Hak Anak (PHA) dan Perlindungan Khusus Anak (PKA). Isu terbanyak berasal dari lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif (1.097 kasus), anak korban kejahatan seksual (265 kasus), pemenuhan hak atas pendidikan, waktu luang, budaya, dan agama (241 kasus), anak korban kekerasan fisik dan psikis (240 kasus), anak korban pornografi dan kejahatan siber (40 kasus). (KPAI, 11 Februari 2025)

Memang sebagian masyarakat kita tengah terjangkit penyakit lebih bangga dapat mem-bully orang lain dengan melontarkan cacian, makian, fitnah di medsos daripada bertutur baik, tidak ikut membagikanya.

Padahal bangsa Indonesia mempunyai nilai-nilai luhur dan menjunjung sikap saling menghormati atas segala perbedaan, bukan saling mencaci-maki.

Media Dakwah

Mari kita belajar kepada Susan Carland tentang pemanfaatan internet dalam melakukan syiar, aktivisme dakwah Islam.

Dalam buku Dakwah di Era Media Baru karya Moch. Fakhruroji, dosen UIN Bandung menguraikan keistimewaan tindakan Carland itu bukan terletak bagaimana memberi donasi kepada anak-anak miskin, tetapi donasi itu dijadikan sebagai cara respons atas perilaku tidak menyenangkan yang dialaminya.

Sebagai seorang mualaf, Carland mengakui kendala-kendala sosial tidak hanya muncul secara riil, tetapi secara virtual melalui tindakan bullying di medsos.

Disadari atau tidak, tindakan Carland merupakan salah satu bukti nyata tentang internet yang telah menjadi lebih dari sekedar media yang memfasilitasi dan memerantarai pertukaran informasi seputar Islam.

Internet telah menjadi sebuah lingkungan baru yang dapat mewadahi ekspresi umat Islam dalam konteks global, sebagaimana pula ditemui pada agama-agama lain. Umat Islam melihat internet sebagai wahana baru bagi aktivisme dakwah Islam yang lebih konstruktif.     

Sungguh apa yang dilakukan Carland merupakan salah satu gerakan sosial dengan motif agama yang muncul dalam konteks cyberspace. Wikotorowics menyebut fenomena semacam ini sebagai aktivisme Islam, semua bentuk gerakan dengan tujuan mendukung segala kepentingan kaum muslim.

Ilustrasi | Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap, termasuk laboratorium, fasilitas olahraga, dan sistem pembelajaran berbasis teknologi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ilustrasi | Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap, termasuk laboratorium, fasilitas olahraga, dan sistem pembelajaran berbasis teknologi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)

Untuk kasus Carland, sikap yang ditunjukkanya bukan terletak pada bagaimana melakukan donasi, tetapi donasi itu sendiri, sebagai tindakan pembelaan terhadap kepentingan dan eksistensi kaum muslim.

Dalam ruang sosial baru, internet memiliki peluang yang sama dalam memfasilitasi gerakan-gerakan sosial, termasuk gerakan sosial keagamaan. Dalam khazanah Islam, gerakan sosial kegamaan diperlihatkan melalui etos dakwah.

Oleh sebab itu, membicarakan aktivisme Islam sebagai gerakan sosial pada dasarnya selalu berhubungan dengan konteks dakwah yang memang memiliki agenda utama untuk melakukan perubahan sosial. Dengan demikian, aktivisme Islam pada tataran praktisnya tidak lain merupakan aktivisme dakwah.

Lingkungan Islami

Hadirnya konsep Cyber-Islamic Environments (CIEs), lingkungan Islami di internet merupakan bentuk kesadaran mendalam umat Islam atas perkembangan teknologi internet. Dengan pendekatan lebih spesifik menyajikan analisis fenomena atas gagasan Bunt sebagai aktivisme dakwah.

Interaksi sosial di internet yang direpresentasikan melalui situs portal, media sosial, blog, aplikasi berbasis smartphone telah meneguhkan pandangan internet, bukan lagi sesuatu yang dianggap sekadar media dalam arti conduits yang mengantarkan pesan dari satu pihak ke pihaka lain.

Lebih dari itu, internet merupakan sebuah ruang ekspresi, rumah, perpustakaan, toko buku, bioskop, televisi, tempat rekreasi, ruang komunitas dan ruang sakral.

Dengan demikian, internet dapat menjadi salah satu ruang perantara seseorang untuk --meminjam istilah Althusser-- mematerialisasikan ideologi yang dianutnya, aktivisme dakwah salah satunya.

Umat Islam yang memiliki kewajiban untuk berdakwah, kehadiran Cyber-Islamic Environments (CIEs) di internet merupakan modal dasar bagi lahirnya model-model (pola-pola) aktivisme dakwah yang mungkin sama sekali baru.

Ingat, internet bukan ruang informasional dengan karakteristik yang homogen.  Semua jenis informasi muncul di internet, mulai dari informasi keagamaan, hingga perjudian yang memiliki potensi sejajar antara satu dan yang lainya.

Dalam informasi agama pun sering muncul informasi yang kontra-pruduktif dan dipandang menyesatkan serta merugikan bagi umat Islam itu sendiri.

Salah satu yang dipandang merugikan itu dengan munculnya pesan-pesan keagamaan bernuansa radikal yang hadir (tersedia) dari situs yang mengatasnamakan portal berita Islam, hingga penutupan 22 situs Islam.

Kemunculan pesan-pesan radikal itu pada dasarnya tidak hanya disebabkan oleh penafsiran sepihak atas ayat-ayat Al-Quran, tetapi juga karena kurangnya pengetahuan tentang standar penyiaran dan kode etik jurnalisme daripada pengelola portal berita Islam.

Secara umum aktivisme dakwah di internet dapat diidentifikasikan sebagai: pertama, upaya domestikasi teknologi oleh agama; kedua, upaya kontruksi identitas; ketiga, bentuk aksi solidaritas keumatan; keempat tindakan antisipasi atas keberlimpahan informasi; kelima bentuk perlawanan.

Virtual Ummah

Oliver Roy, peneliti asal Prancis, memunculkan sebuah istilah teoritis yang mendeskripsikan tentang kiprah dan eksistensi umat Islam di internet yang disebut Virtual Ummah. Hasil penelitian Roy yang dilakukan di negara-negara barat itu mengungkapkan komunitas virtual dalam kontek keislaman dianggap mampu membantu, menjembatani komunikasi dan pemenuhan kebutuhan menjadi seorang muslim.

Virtual ummah merupakan salah satu solusi yang memfasilitasi umat Islam di seluruh dunia untuk "bertemu", berkomunikasi dan berbagi pengalaman. 

Dalam konteks ini, virtual ummah dapat diartikan sebagai representasi dari komunitas muslim di seluruh dunia yang difasilitasi oleh teknologi internet. Inilah yang membuat Roy meyakini virtual ummah sebagai tempat yang sempurna bagi umat Islam dalam  mengekspresikan diri seraya mengklam dirinya sebagai bagian dari komunitas untuk saling berkontribusi dan mengambil peran secara aktif.

Upaya mengartikulasikan Islam itu memang banyak peran yang dapat dijalankan umat Islam dalam konteks virtual ummah.

Salah satunya dengan berbagi informasi dan pengetahuan keagamaan. Misalnya, ketika seorang muslim ingin mengimplementasikan anjuran Rasul dalam satu hadis "Yang terbaik di antara kamu (umat Islam) adalah mereka yang mempelajari Al-Quran dan mengejarkannya" maka mereka yang memiliki kemampuan lebih dalam pemahaman Al-Quran dapat menyebarkanya melalui internet.

Caranya dengan membuat dan menyebarkan software semacam Al-Quran Digital, menyelenggarkan pembelajaran Al-Quran secara online, pembahasan tema-tema Al-Quran melalui discussion forum.

Cyber-Islamic Environments (CIEs) merupakan salah satu manisfestasi dari virtual ummah. CIEs dapat dipandang sebagai upaya positif untuk membedakan zona di internet yang merepresentasikan keragaman pandangan umat muslim dalam dunia Islam yang secara keseluruhan mencoba menghadirkan identitas dengan cara mengonseptualisasi Islam.

Tentunya lingkungan ini menampilkan identitas Islam, termasuk keyakinan esensial yang berkembang secara mayoritas dalam masyarakat Islam. Meskipun demikian, tidak semua aspek Islam direpresentasikan seluruhnya secara online, khususnya bagi mereka yang masih belum memiliki konteksi internet.

Melalui CIEs, umat Islam sesungguhnya tengah melakukan proses identifikasi dan kontruksi identitas dalam internet yang tidak terbatas. Semua ini disebabkan sebagian umat Islam yang net-literate betul-betul menyadari internet merupakan sebuah dunia yang penuh dengan spekulasi.

Meski sebagian pihak melihat CIEs sebagai bentuk ekslusivitas umat Islam di internet, tapi aya yang dilakukan oleh umat Islam melalui CIEs itu merupakan tindakan riil yang patut diapresiasi sebagai bentuk peneguhan identitas muslim di internet. (Moch. Fakhruroji, 2017: viii, 176-179, 185-187) 

Ilustrasi -- Sejumlah anak bermain gawai di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi -- Sejumlah anak bermain gawai di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Maraknya ujaran kebencian (hate speech), cyberbullying, dan berita hoaks yang berkaitan dengan agama di internet kerap menciptakan citra negatif terhadap dunia maya.

Padahal, internet menyimpan potensi besar sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai dan penuh rahmat sekaligus menjadi ruang strategis untuk merespons berbagai stereotipe negatif terhadap umat Islam.

Internet tidak hanya berperan sebagai media penyebaran konten dakwah, temasuk sarana membangun aktivisme dakwah Islam yang lebih kreatif, inklusif, dan transformatif.

Dakwah digital kini menjadi jalan baru untuk menjangkau masyarakat yang semakin terkoneksi melalui media sosial, platform video, podcast, dan berbagai kanal digital lainnya.

Dalam konteks ini, isu-isu seperti dakwah Islam di masyarakat jejaring, interaksi dakwah dengan budaya media, media baru, budaya siber (cyberculture), agama di ranah digital (cyberreligion), aktivisme dan ekspresi dakwah di internet menjadi sangat relevan untuk dikaji lebih dalam.

Kehadiran aktivisme dakwah digital, dengan berbagai aplikasi dan platform daring, merupakan bukti nyata internet telah berkembang menjadi lebih dari sekadar media komunikasi dan menjadi lingkungan baru yang mewadahi ekspresi keagamaan umat Islam dalam konteks global, sekalipun yang dialami oleh pemeluk agama-agama lain.

Dengan demikian, umat Islam harus menjadikan internet sebagai wahana strategis untuk mengembangkan aktivisme dakwah yang lebih konstruktif, adaptif terhadap zaman, dan terbuka terhadap keberagaman pengguna di era digital ini. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

News Update

Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut.

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara budidaya melon premium. (Sumber: Dokumentasi Narasumber)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)