Geiser Cisolok

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Geiser Cisolok, perlu penataan lingkungan yang sungguh-sungguh. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Geiser Cisolok, perlu penataan lingkungan yang sungguh-sungguh. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)

Air meteorik yang tercurah di Gunung Halimun di perbatasan antara Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat, ditangkap oleh tajuk hutan, diresapkan oleh akar-akar yang menjalar, menembus jauh ke dalam menjadi airtanah. Para peneliti panasbumi di kawasan ini telah mengukur umur batuan yang dihasilkan Gunung Halimun sekitar 170.000 - 500.000 tahun yang lalu. 

Pascaletusan terakhirnya, sisa panas magma yang masih tersimpan di dalam tubuh Gunung Halimun dan tubuh intrusi, telah memanaskan dan mengubah batuan sedimen dan batuan vulkanik, yang berguna sebagai lapisan penudung yang mendidihkan air tanah yang meresap di liang-liang renik batuan. Panas inilah yang terhubung ke sumber air tanah yang memiliki kecepatan aliran yang tinggi.

Sesar dengan arah utara –selatan dan berarah timur laut– barat daya, menoreh kawasan perbukitan yang bertebing curam dan berlembah dalam, menjadi alat pengontrol arah resapan airtanah dan sistem panasbumi, serta menjadi jalan bagi kemunculan gejala panasbumi di permukaan. 

Setelah meresap di ketinggian +1.720 m dpl, airtanah itu terus menurun ke selatan sejauh 24 km. Di daerah yang bertopografi rendah, di ketinggian +80 m dpl, yang bercampur dengan aliran sungai di daerah Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, keluar menjadi air panas dengan temperatur 90 derajat C, yang mengeluarkan uap air yang menyembur ke udara. Di sekitar semburan geiser itulah para pengunjung bergembira berendam di air hangat alami. 

Pada saat air panas dengan temperatur sekitar 150 derajat C melewati lapisan batu kapur di kedalaman, telah melarutkan batu kapur, kemudian keluar di mataair. Setelah mengalami pendinginan, larutan batu kapur itu membentuk endapan travertin (CaCO3). 

Gejala panasbumi di permukaan seperti geiser, mataair panas yang terdapat di Cisolok, menjadi penanda adanya potensi panas bumi yang terbentuk secara alami di bawah permukaan. Panasbumi itu ada karena terdapatnya proses pemanasan yang bersumber dari panas bumi yang tersimpan di tubuh gunung dan tubuh intrusi, dan tersedianya airtanah yang terpanasi.

Jadi, syarat-syarat yang menjadikan sistem panasbumi akan berlangsung optimal, bila tersedianya air tanah, adanya batuan pemanas, terdapat batuan yang sarang, dan adanya batuan penutup. Karena menuntut tersedianya air tanah yang berkelanjutan, berkesinambungan, maka menjaga keutuhan hutan di kawasan panas bumi adalah keniscayaan.

Adanya geiser dan mata air panas yang terdapat di Cisolok, sudah sejak lama memberikan kebahagiaan dan kesehatan bagi warga yang memanfaatkannya. Penataan kawasan sungai di sekitar semburan geiser dan mata air panas, harus mengetahui dengan benar karakter buminya, dan mengetahui apa yang menjadi kekuatan gejala kebumiannya.

Baca Juga: Gambar Karya para Toala di Leang Sumpangbita 

Dengan mengetahui apa yang menjadi karakter bumi dan kekuatan gejala kebumiannya, semoga tidak keliru dalam penataannya, dalam pembangunannnya. Sesuai namanya, fasilitas yang dibangun kemudian sebagai fasilitas pendukung di destinasi wisata, dibangun untuk mendukung, untuk menunjang, agar semakin menguatkan karakter buminya, agar semakin tertata rapi fasilitasnya, semakin aman bagi pengunjung, semakin nyaman, dan semakin memberikan kepuasan. 

Sebaliknya, bila penataan dan pembangunannya justru tidak mengetahui karakter bumi dan kekuatan gejala kebumian yang akan ditonjolkan, maka banyak terjadi di berbagai destinasi wisata, hasil penataannya malah memperburuk keadaan lingkungan, seperti bangunan, fagar, toilet, bangku-bangku, gazebo, menutupi yang menjadi kekuatan buminya.

Sebagai contoh yang sudah banyak terjadi saat ini, seperti bangunan-bangunan yang menutupi pantai yang menjadi kekuatan wisata di sana. Banyak sekali bangunan-bangunan yang dibangun baru, yang menutupi bentang alam yang megah yang menjadi kekuatan kawasan itu.

Begitu pun penataan lingkungan geiser Cisolok, harus memperhitungkan lokasi atau keberadaan geiser di tengah sungai. Penataannya harus dirancang dan dibangun untuk meningkatkan kualitas destinasi tersebut. Konsep penataannya harus fungsional, misalnya sangat penguat pinggir sungai harus dirancang secara fisik, namun juga untuk memudahkan evakuasi dari sungai ke tempat aman, bila terjadi hal kedaruratan.

Baca Juga: Nilai Penting Pembakuan Eksonim Negara

Dalam keadaan tenang, fasilitas itu dapat dimanfaatkan menjadi fasilitas pendukung yang memperkuat destinasi wisata. Misalnya menjadi tempat duduk-duduk sambil merendam kaki di aliran sungai, rehat sejenak bila merasa lelah bermain di air hangat.

Walaupun fasilitas yang dibangun itu berfungsi untuk menguatkan pinggir sungai, tetapi pembangunannya tetap harus memperhitungkan estetika, dengan konstruksi yang aman bagi pengunjung, dan memudahkan evakuasi. Misalnya, karena sangat terhubung dengan air, maka material bangunannya bukan material yang licin saat terkena air, sehingga menjadi tidak aman bagi pengunjung. 

Penataan lingkungan pinggir sungai dan sempadan sungainya di destinasi wisata geiser Cisolok itu tidak sekedar dikuatkan dengan menembok atau membeton tegak, seperti kebanyakan cara menguatkan pinggir sungai saat ini. Sehingga tak ada bedanya antara sungai sebagai destinasi wisata dengan sungai yang salah satu fungsinya sekedar untuk menguatkan pinggiran sungai. 

Berwisata air di aliran sungai di sekitar geiser Cisolok, harusnya tidak sekedar berendam, tapi dengan penataan yang baik, benar, indah, kuat, yang menyatu dengan fungsi evakuasi untuk keselamatan pengunjung, semuanya itu dapat mempertinggi nilai keberadaan destinas geiser Cisolok. (*)

Podcast Terbaru Ayobandung:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)