Dari Kopi ke Senyum Putih, Tren Pasta Gigi Pemutih di Era Millennials & Gen Z

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Rabu 07 Jan 2026, 19:10 WIB
Pasta gigi kini tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang menekankan estetika. (Sumber: Freepik)

Pasta gigi kini tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang menekankan estetika. (Sumber: Freepik)

AYOBANDUNG.ID -- Memasuki awal 2026, industri oral care di Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Pasta gigi kini tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang menekankan estetika.

Riset global dari Fortune Business Insights pada 2025 memproyeksikan pasar pemutih gigi akan mencapai USD 12,77 miliar pada 2032, dengan lebih dari separuh pangsa pasar berasal dari pasta gigi pemutih. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan gigi putih menjadi prioritas utama, terutama di kalangan generasi muda.

Millennials dan Gen Z menjadi motor penggerak tren ini. Mereka tumbuh dalam era media sosial, di mana senyum putih bersih sering diasosiasikan dengan kesehatan, profesionalisme, dan daya tarik personal.

Data dari Research and Markets memperkirakan pasar oral care rumah tangga di Asia Pasifik akan mencapai USD 1,3 miliar pada 2026. Tren konsumsi kopi, teh, dan rokok yang tinggi di kalangan generasi ini justru memperkuat kebutuhan akan produk yang mampu menjaga penampilan gigi tetap cerah.

Kesadaran estetika yang semakin kuat membuat pasta gigi pemutih menjadi simbol status baru. Bagi Millennials dan Gen Z, gigi putih bukan sekadar soal kesehatan, melainkan bagian dari identitas sosial yang ditampilkan dalam interaksi sehari-hari. Hal ini menjadikan pasta gigi pemutih sebagai produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga aspiratif.

Namun, pertumbuhan pasar ini diiringi tantangan. Laporan konsumen Mintel pada 2025 menyoroti bahwa konsumen kini semakin kritis terhadap label produk. Mereka menuntut transparansi bahan baku, terutama untuk produk yang digunakan langsung di tubuh. Konsumen tidak lagi sekadar mencari hasil instan, melainkan juga keamanan jangka panjang. Hal ini memaksa produsen beradaptasi dengan standar baru yang lebih ketat.

Data dari Portal Satu Data BPOM (2025) menunjukkan peningkatan registrasi produk oral care dengan klaim pemutih gigi, di mana lebih dari 30% produk baru yang masuk kategori pasta gigi mengandung bahan aktif pemutih yang diklaim aman.

Tren ini sejalan dengan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan, yang menyoroti tingginya prevalensi masalah gigi kuning akibat konsumsi kopi dan teh, serta teknik menyikat gigi yang kurang tepat. Fakta ini memperkuat kebutuhan akan produk pemutih gigi yang aman dan efektif.

Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Michelle, menegaskan bahwa konsumen Indonesia kini memasuki era oral healthcare yang baru. Hal ini mencerminkan bagaimana inovasi teknologi menjadi jawaban atas kebutuhan konsumen yang semakin kompleks.

“Penggunaan teknologi Fluoride Calcium Powder (FCap) dan Hydroxyapatite (HAP) kini menjadi sebuah standar baru bagi mereka yang menginginkan gigi putih tanpa rasa ngilu,” kata Michelle.

Secara teknis, FCap merupakan teknologi proprietary water-free yang berfungsi mempercepat perbaikan enamel dan pemutihan gigi hingga 2,5 kali lipat dibanding pasta gigi pemutih pada umumnya.

Teknologi ini menghantarkan kalsium dan ion fosfat ke pori-pori mikro gigi, sehingga memberikan perlindungan ekstra terhadap erosi akibat konsumsi makanan dan minuman asam maupun perubahan suhu ekstrem. Inovasi ini menjadi daya tarik utama bagi generasi muda yang menginginkan hasil cepat tanpa efek samping.

FCap bekerja sinergis dengan HAP, mineral alami penyusun gigi yang berfungsi memperbaiki dan memperkuat enamel melalui proses remineralisasi. Mekanismenya mengisi retakan mikro pada enamel sehingga permukaan gigi menjadi lebih halus dan kuat.

Hasilnya, gigi mampu memantulkan cahaya lebih baik dan tampak lebih cerah tanpa mengikis lapisan pelindungnya. Kombinasi teknologi ini menjawab kebutuhan konsumen yang semakin menuntut kualitas.

Potensi pasar di Indonesia sangat besar, mengingat populasi muda yang dominan dan penetrasi digital yang tinggi. Dengan e-commerce dan media sosial sebagai kanal utama, produk pemutih gigi memiliki peluang besar untuk menjangkau konsumen secara lebih personal dan masif. Brand yang mampu memanfaatkan kanal digital dengan narasi edukatif akan memenangkan hati generasi muda.

Meski demikian, tantangan edukasi tetap menjadi faktor penting. Konsumen perlu memahami perbedaan antara pemutih gigi yang aman dan produk yang berisiko. Edukasi dari brand, asosiasi kesehatan gigi, dan pemerintah menjadi kunci menjaga kepercayaan. Tanpa edukasi yang memadai, pasar bisa dibanjiri produk yang tidak memenuhi standar, yang pada akhirnya merugikan konsumen dan industri.

Analisis kompetitif menunjukkan bahwa pasar semakin padat dengan masuknya brand internasional dan lokal. Inovasi teknologi, diferensiasi produk, dan strategi pemasaran berbasis digital menjadi faktor penentu keberhasilan. Brand yang mampu menggabungkan hasil estetika dengan keamanan jangka panjang akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.

Pada akhirnya, tren pasta gigi pemutih di kalangan Millennials dan Gen Z bukan sekadar fenomena estetika, melainkan pergeseran paradigma dalam oral care. Dengan potensi pasar yang besar, tantangan transparansi label, dan kebutuhan edukasi, industri dituntut menghadirkan produk yang aman, inovatif, dan relevan dengan gaya hidup generasi muda.

Alternatif produk pasta gigi pemutih atau kebutuhan serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/6AeaA1sWtJ
  2. https://s.shopee.co.id/40a5a4Zz5e
  3. https://s.shopee.co.id/4LCvyi8boG
  4. https://s.shopee.co.id/qd3oIhb2e

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:10 WIB

Kairo Menguji, Mesir Membentuk: Perjalanan Mahasiswa Indonesia Bertahan di Negeri Baru

Di kota inilah Nabil Irtifa, mahasiswa asal Bandung kelahiran 2003, belajar bahwa merantau bukan hanya soal berpindah tempat, melainkan soal bertahan.
Komunitas Literasi Masisir. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nabil Irtifa)
Ayo Jelajah 08 Jan 2026, 19:03 WIB

Sejarah Gempa Sesar Cimandiri Tahun 1910, Hancurkan Rumah dan Rel Kereta di Bandung Barat

Getaran kuat sesar Cimandiri pada pagi hari 1910 mengubah Cipatat dan Padalarang menjadi ladang reruntuhan.
Ilustrasi kerusakan gempa Cianjur tahun 1879. (Sumber: KITLV)
Ayo Jelajah 08 Jan 2026, 18:35 WIB

Tragedi Miras Oplosan Cicalengka 2018, Racikan Murah yang Memanggil Kematian

Kisah miras oplosan Cicalengka 2018 dari racikan murah Samsudin hingga puluhan nyawa melayang dalam hitungan hari.
Petugas saat ekspose miras maut Cicalengka di rumah tersangka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Biz 08 Jan 2026, 17:49 WIB

Lonjakan Pengiriman Hewan Peliharaan di Nataru Jadi Cermin Gaya Hidup Baru Masyarakat Urban

Periode Nataru 2025/2026 menjadi saksi bagaimana mobilitas masyarakat tidak hanya meningkat dalam bentuk perjalanan manusia, tetapi juga dalam arus pengiriman hewan peliharaan.
Periode Nataru 2025/2026 menjadi saksi bagaimana mobilitas masyarakat tidak hanya meningkat dalam bentuk perjalanan manusia, tetapi juga dalam arus pengiriman hewan peliharaan. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 17:06 WIB

Resolusi untuk Pahlawan Devisa Sang Pencerah Ekonomi Keluarga

Resolusi 2026 Kota Bandung yang amat urgen adalah transformasi pekerja migran agar menjadi pekerja yang lebih terampil dan kompeten
Pelepasan Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Barat ke Korea Selatan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 16:29 WIB

Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter

Peran orang tua, teladan, pembiasaan, dan komunikasi dalam membentuk nilai moral anak di tengah tantangan zaman.
Ilustrasi orang tua. (Sumber: Pexels/Daria Obymaha)
Ayo Biz 08 Jan 2026, 15:58 WIB

Mengupas Tren Perjalanan 2025: Bandung di Puncak, Jawa Barat Jadi Provinsi Favorit

Jawa Barat menegaskan dominasinya sebagai provinsi dengan pemesanan perjalanan domestik terbanyak sepanjang 2025, mencatat lebih dari 17,7 juta perjalanan wisatawan nusantara.
Ilustrasi lonjakan wisatawan. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 15:15 WIB

Yang Kita Telan sebagai Kota: Makanan, Gaya Hidup, dan Bandung 2026

Dari aci, seblak, lalapan, hingga kopi. Tapi di balik melimpahnya kuliner, tubuh kita lelah. Cara makan hari ini mencerminkan ketimpangan dan masa depan.
Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 13:53 WIB

Harmoni Tradisi: Melestarikan Budaya Munggahan di Babakan Ciparay

Mempertahankan budaya munggahan dalam era modern anak muda.
Hidangan khas Sunda tersaji rapi dalam tradisi munggahan, momen kebersamaan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan pada Selasa, 25 Maret 2025. (Sumber: Sela | Foto: Dalvin)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 12:22 WIB

Bisakah Frugal Living dan Slow Living Diterapkan di Sukabumi?

Benarkah frugal living dan slow living mustahil diterapkan di kota industri?
Suasana asri di salah satu sudut Sukabumi, pengingat bahwa ketenangan sejati sering kali ada di depan mata jika kita mau sejenak melambat. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Beranda 08 Jan 2026, 11:58 WIB

JPO di Lokasi Strategis Kota Bandung Kinclong, yang di Pinggiran Dibiarkan Seadanya

Ketimpangan fasilitas dan pemeliharaan JPO terlihat jelas. Faktor strategis kawasan kerap menjadi penentu seberapa layak sebuah JPO dirawat dan diperhatikan.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 11:01 WIB

Lapangan Futsal: Ruang Kedua Anak Muda Kota Bandung

Lapangan futsal bukan sekadar tempat bermain bagi mahasiswa KPI UIN Bandung.
Lapangan Futsal Zone 73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Muhammad Adil Rafsanjani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 09:59 WIB

Kenapa Mahasiswa Bangga Begadang? Sains Membongkar Kebiasaannya

Menyoroti kebiasaan begadang mahasiswa dalam serta pengaruhnya dalam kacamata sains.
ilustrasi begadang (Sumber: Pexels | Foto: Cottonbro Studio)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 08:54 WIB

Bisakah Transportasi Publik Memutus Rantai Kemacetan?

Kemacetan Bandung makin parah, minimnya transportasi umum dianggap menjadi masalah utama.
Kemacetan yang terjadi di Buah Batu pada Rabu (03/12/25) (Foto: Aliffa Irniesya)
Ayo Netizen 07 Jan 2026, 20:11 WIB

Keberaniannya Nangkap Ular Bawa “Bocil Dika” Bertemu KDM di Lembur Pakuan

Aksi Dika kerap diabadikan oleh Kang Moel dan diunggah ke media sosialnya.
Dika saat bertemu KDM. (Sumber: Youtube | Foto: KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Ayo Netizen 07 Jan 2026, 19:47 WIB

Suara yang Disapu Banjir

Bertahan di tengah banjir, warga Aceh Tamiang berbagi ruang, makanan, dan harapan akan pemulihan yang lebih cepat.
Kondisi banjir di Kab Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (2/3). (Sumber: BPBD Kabupaten Dharmasraya)
Ayo Biz 07 Jan 2026, 19:10 WIB

Dari Kopi ke Senyum Putih, Tren Pasta Gigi Pemutih di Era Millennials & Gen Z

Pasta gigi kini tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang menekankan estetika.
Pasta gigi kini tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang menekankan estetika. (Sumber: Freepik)