JPO di Lokasi Strategis Kota Bandung Kinclong, yang di Pinggiran Dibiarkan Seadanya

Halwa Raudhatul Ilham Maulana
Ditulis oleh Halwa Raudhatul , Ilham Maulana diterbitkan Kamis 08 Jan 2026, 11:58 WIB
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah padatnya arus kendaraan Kota Bandung, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) menjadi infrastruktur penting yang seharusnya menjamin keselamatan pejalan kaki. JPO dirancang sebagai ruang aman yang memisahkan manusia dari lalu lintas kendaraan bermotor. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua JPO di Kota Bandung mendapatkan perlakuan dan perhatian yang sama.

Ketimpangan fasilitas dan pemeliharaan JPO terlihat jelas, bahkan pada jembatan penyeberangan yang lokasinya berdekatan. Faktor strategis kawasan kerap menjadi penentu seberapa layak sebuah JPO dirawat dan digunakan. Perbedaan itu menciptakan wajah ganda fasilitas publik: ada yang nyaman dan representatif, ada pula yang sekadar “masih bisa dilewati”.

Perbandingan paling mencolok terlihat pada JPO Asia Afrika dan JPO Pasar Baru. Dua jembatan ini berada di pusat kota dan tidak berjauhan, namun menghadirkan kondisi yang sangat kontras. JPO Asia Afrika tampil bersih, terang, dan dirancang dengan pendekatan historis. Di dalamnya terdapat mini exhibition yang menjelaskan titik-titik wisata Kota Bandung, menjadikan JPO ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga ruang edukasi dan daya tarik visual kota.

Sebaliknya, kondisi JPO Pasar Baru masih menyisakan sejumlah persoalan mendasar. Lantainya menggunakan plat baja yang menimbulkan bunyi berisik saat diinjak, memunculkan rasa tidak nyaman bagi pengguna, terutama lansia.

Jembatan Penyebarangan Orang di Pasar Baru, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Jembatan Penyebarangan Orang di Pasar Baru, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Sebenarnya mudah. Cuman kalau orang tua harus ada yang menemani,” ujar salah satu warga yang tengah melintasi JPO Pasar Baru, Arif Dwi Putra (25).

Bagi warga sekitar yang telah lama beraktivitas di kawasan tersebut, kondisi fisik JPO turut memengaruhi perilaku pejalan kaki. Tangga yang curam dan tinggi membuat sebagian orang memilih menyeberang langsung di jalan.

“(Tangga nya) curam dan tinggi. Jadi pada nyebrang aja, nggak lewat JPO,” ucap salah satu pedagang yang sudah berjualan sejak 2004 di bawah JPO ini, Aceng (53).

Persoalan tidak berhenti pada akses. Masalah kebersihan dan keamanan juga menjadi sorotan.

“Itu kan ada banyak gembel malam-malam kadang kencing di atas,” tambah Aceng.

Papan pemberitahuan Jalan Penyebarangan Orang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Papan pemberitahuan Jalan Penyebarangan Orang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Kondisi berbeda justru dirasakan oleh pengguna JPO Asia Afrika. Fasilitas yang memadai dan penerangan yang baik menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

“Bagus, penerangannya. Vandalisme juga aku belum pernah lihat sih,” ujar salah satu pengunjung asal Cianjur yang sedang mengabadikan momen di Jalan Asia Afrika, Hilma Nurul Azmi (17).

Selain nyaman, JPO ini juga dinilai memiliki nilai estetika yang kuat.

“Selain unik juga tempat buat fotonya tuh kayak benar-benar kota Bandung banget gitu,” ucap pengunjung lain, Salwa Fadia (19).

Kesan positif juga datang dari pengunjung lain.

“Bersih. Fasilitasnya bagus,” tambah pengunjung asal Cirebon, Ika Safitri (34).

Tak hanya diminati kalangan muda, JPO Asia Afrika juga ramai dilewati oleh pengunjung lanjut usia. Euis (60), pengunjung asal Garut, membagikan pengalamannya.

“Pertama kali. Capek. Sakit. Sudah tua mungkin. (Tangga) nggak terlalu tinggi, cukup,” ungkap Euis.

Selain kedua JPO tersebut, Kota Bandung masih memiliki JPO lain di kawasan strategis, seperti JPO Merdeka di seberang Kantor Pemkot Bandung dan JPO Bandung Indah Plaza (BIP). Kedekatannya dengan pusat pemerintahan dan pusat perbelanjaan membuat kondisi kedua JPO ini relatif terawat.

“Ya, lumayan kok masih bersih semua. Lampu kan kalau malam nyala,” ungkap salah satu warga yang hampir setiap hari melewati JPO Merdeka, Anto (30).

Menurutnya, akses jembatan tersebut cukup ramah bagi pengguna lanjut usia.

“(Aksesnya) mudah sekali banyak orang tua lewat tapi dia tetap berpegangan,” tambahnya.

Jembatan Penyebarangan Orang di Jalan Merdeka, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Jembatan Penyebarangan Orang di Jalan Merdeka, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Di JPO BIP, perawatan terlihat lebih konsisten. Keberadaan petugas kebersihan menjadi penanda adanya pengelolaan rutin. Hal tersebut diamini oleh Sari (50), pedagang yang telah berjualan di kawasan tersebut sejak 2003.

“Sekarang bagus, udah terang. Kalau dulu gelap, tangganya licin, banyak yang jatuh kalau dulu,” ungkapnya.

Ia mengenang kondisi JPO di masa lalu yang jauh dari kata layak.

“(Dulu) banyak yang tidur di sini bawa karung, jorok kan. Nah, Ibu suka marah,” ucapnya dengan nada prihatin.

Perbaikan fasilitas kini terlihat dari tangga yang lebih landai, lantai beton yang stabil, besi penghalang yang tinggi dan kokoh, serta keberadaan tempat sampah, penerangan, dan CCTV yang berfungsi.

“Kalau dulu sering ada copet di atas sini. Sekarang, udah ada CCTV yang ngarah ke sini,” ujar dia.

Kanopi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jakarta bolong dimakan usia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Kanopi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jakarta bolong dimakan usia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Namun, wajah lain JPO Kota Bandung terlihat di kawasan Jalan Jakarta dan Terminal Cicaheum. Di Jalan Jakarta, JPO masih digunakan pejalan kaki meski kondisi fisiknya menunjukkan tanda-tanda penurunan. Struktur rangka besi masih berdiri, lantai lintasan dapat dilalui, namun karat terlihat jelas di berbagai bagian. Pegangan tangan masih terpasang, tetapi catnya memudar dan mengelupas.

Masalah utama terletak pada bagian atap. Sejumlah titik terlihat berlubang sehingga air hujan dapat masuk ke lintasan. Bahkan, di sisi jembatan yang berdekatan dengan instalasi kabel, atap penutup sudah tidak ada sama sekali. Akibatnya, sebagian lintasan terbuka penuh terhadap panas matahari dan hujan.

Kabel-kabel yang melintang rapat di sekitar struktur jembatan memperkuat kesan semrawut. Coretan vandalisme tampak di beberapa bagian rangka dan atap bagian dalam, menambah kesan kurang terawat.

Anak-anak menonton kendaraan yang melintas dari Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) Terminal Cicaheum. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Anak-anak menonton kendaraan yang melintas dari Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) Terminal Cicaheum. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Kondisi yang tak kalah memprihatinkan ditemukan di JPO Terminal Cicaheum. Sejak mendekati area tangga, tumpukan sampah terlihat di bagian bawah, disertai bau tidak sedap menyerupai bau pesing. Tangga beton menunjukkan keausan, pegangan tangan tampak kusam, dan dinding di sekitar akses dipenuhi noda serta coretan.

Di bagian atas, lintasan cukup lebar dan masih digunakan, termasuk oleh anak-anak. Namun, tidak adanya atap penutup membuat pengguna terpapar langsung panas matahari dan hujan. Minimnya fasilitas penerangan juga membuat JPO terlihat gelap saat malam hari, memunculkan rasa enggan bagi pejalan kaki untuk menggunakannya.

Dari atas jembatan, arus kendaraan tampak bergerak tanpa henti. Pemandangan ini menegaskan betapa pentingnya fungsi JPO sebagai pemisah antara pejalan kaki dan risiko lalu lintas. Namun, fungsi vital tersebut belum sepenuhnya ditopang oleh kelayakan fasilitas.

Di tengah beragam kondisi JPO di Kota Bandung, warga berharap adanya pemerataan perhatian dan perawatan dari pemerintah kota.

“Harapan aku sih, Bandung bisa lebih maju lagi, tempat-tempatnya mungkin lebih indah lagi nanti ke depannya. Lebih bersih lagi,” tutup Hilma.

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)