Transformasi Bandung, Peluang Emas Bisnis Hunian untuk Generasi Milenial dan Gen Z

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Sabtu 08 Nov 2025, 17:27 WIB
Ilustrasi. Bandung tengah mengalami transformasi sebagai kota hunian urban yang semakin diminati oleh keluarga muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z. (Sumber: Summarecon Bandung)

Ilustrasi. Bandung tengah mengalami transformasi sebagai kota hunian urban yang semakin diminati oleh keluarga muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z. (Sumber: Summarecon Bandung)

AYOBANDUNG.ID -- Bandung tengah mengalami transformasi sebagai kota hunian urban yang semakin diminati oleh keluarga muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z. Kota yang dahulu dikenal sebagai pusat pendidikan dan pariwisata kini menjelma menjadi ruang hidup yang menawarkan keseimbangan antara kenyamanan, aksesibilitas, dan gaya hidup modern.

Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, lebih dari separuh penduduk usia produktif berada dalam rentang usia 25–39 tahun, yang merupakan representasi dominan dari dua generasi ini. Mereka adalah kelompok yang sedang membangun keluarga, mencari stabilitas, dan mulai berinvestasi dalam hunian jangka panjang.

Perubahan demografi ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku industri properti untuk merancang hunian yang sesuai dengan ekspektasi dan nilai-nilai hidup generasi baru. Generasi milenial dan Gen Z memiliki preferensi hunian yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tidak hanya menginginkan rumah sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang ekspresi, tempat tumbuh bersama keluarga, dan simbol pencapaian personal.

Hunian ideal bagi mereka harus menggabungkan estetika modern, teknologi pintar, efisiensi ruang, serta konektivitas dengan fasilitas kota dan komunitas sekitar. Mereka cenderung memilih lingkungan yang mendukung gaya hidup aktif, memiliki ruang terbuka hijau, dan menawarkan kemudahan akses ke pusat pendidikan, kesehatan, dan hiburan.

Dalam konteks ini, Bandung menawarkan kombinasi ideal di antaranya iklim sejuk, biaya hidup yang relatif terjangkau, serta infrastruktur yang terus berkembang, termasuk akses transportasi publik seperti Stasiun Whoosh Tegalluar dan Tol Gedebage yang memperkuat konektivitas kota.

Di tengah dinamika ini, pengembang properti mulai merespons dengan menghadirkan hunian yang dirancang khusus untuk keluarga muda urban. Salah satu contoh kecil yang mencerminkan arah baru ini adalah Cluster Hillary Tahap 2 dari Summarecon Bandung. Meski dipasarkan mulai dari Rp 4,9 miliar, unit-unit ini tetap diminati karena menawarkan kenyamanan, teknologi, dan desain yang sesuai dengan gaya hidup modern.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan, menjelaskan bahwa Hillary dirancang dengan filosofi elegansi yang menyatu dengan kehangatan keluarga dan estetika kontemporer.

“Kami meng-improve desain Hillary sehingga terasa lebih megah dan mewah. Ini untuk memenuhi permintaan hunian premium yang terus tumbuh di Bandung,” ujar Hindarko dalam acara Product Knowledge Cluster Hillary.

Hunian ini mengusung tiga filosofi utama yakni Elegance is Warmth, Beauty, and Belonging; Elegance is Art Beautiful Living; dan Elegance is Modern Family Living. Ketiganya menggambarkan makna hidup yang berakar pada kehangatan keluarga, keindahan estetika, dan keterhubungan dengan lingkungan sekitar.

Desain arsitektur Hazelia, salah satu tipe di Cluster Hillary, menggabungkan sirkulasi udara alami melalui dinding krawangan, elemen kayu, dan sintered stone marble yang ekspresif. Rumah ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga sehat dan ramah lingkungan, menjawab kebutuhan generasi muda yang semakin sadar akan pentingnya kualitas udara dan pencahayaan alami dalam hunian.

Setiap unit di Cluster Hillary dilengkapi dengan sistem smart home yang mencakup smart lock, smart curtain, dan smart CCTV yang terintegrasi dengan layar kontrol panel. Fitur ini memberikan kemudahan dan rasa aman bagi penghuni dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Material bangunan menggunakan spesifikasi premium seperti lantai utama sintered stone 120x120cm Quadra, kusen aluminium powder coating Tostem, serta sanitary Kohler. Semua elemen ini dirancang untuk menghadirkan kenyamanan dan estetika yang menyatu, sekaligus menjawab ekspektasi generasi muda terhadap kualitas dan efisiensi.

Fasilitas gaya hidup aktif juga menjadi daya tarik tersendiri. Clubhouse eksklusif dengan desain avant-garde menawarkan kolam renang, jacuzzi, dan ruang fitness yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara relaksasi dan aktivitas fisik. Taman hijau dan ruang terbuka mendukung interaksi sosial antar penghuni, menciptakan lingkungan yang tidak hanya nyaman tetapi juga hidup dan dinamis.

Lokasi Cluster Hillary sangat strategis di jantung kawasan Summarecon Bandung, dengan akses mudah ke Summarecon Mall Bandung, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya. Sistem one gate management yang dikelola secara profesional menjamin keamanan dan kenyamanan lingkungan, menjadikan hunian ini sebagai pilihan ideal bagi keluarga muda yang menginginkan kualitas hidup tinggi.

Namun, di balik potensi besar ini, terdapat tantangan yang tidak bisa diabaikan. Harga hunian premium masih menjadi hambatan bagi sebagian besar keluarga muda, terutama mereka yang baru memulai karier atau membangun usaha. Akses terhadap pembiayaan menjadi isu krusial, di mana skema kredit yang fleksibel dan subsidi pemerintah sangat dibutuhkan untuk membuka peluang kepemilikan rumah bagi generasi milenial dan Gen Z.

Menurut data BPS Indonesia dalam publikasi Statistik Perumahan dan Pemukiman 2023, kebutuhan hunian di perkotaan terus meningkat, namun daya beli masyarakat belum sepenuhnya mampu mengimbangi laju kenaikan harga properti.

Tren ke depan menunjukkan pergeseran ke hunian berbasis komunitas dan keberlanjutan. Generasi muda cenderung memilih lingkungan yang mendukung interaksi sosial, kegiatan kreatif, dan ramah lingkungan. Mereka menginginkan hunian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem kota yang mendukung pertumbuhan pribadi dan profesional.

Dalam konteks ini, Bandung memiliki potensi besar untuk mengembangkan hunian inovatif yang mendukung gaya hidup urban masa kini. Identitasnya sebagai kota kreatif memberikan ruang bagi pengembang untuk bereksperimen dengan desain, teknologi, dan konsep komunitas yang lebih inklusif.

Pemerintah daerah dan pusat memiliki peran penting dalam memperkuat regulasi dan insentif bagi pengembang yang fokus pada segmen keluarga muda. Dukungan terhadap pembangunan hunian terjangkau, penyediaan lahan strategis, dan integrasi dengan transportasi publik menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem hunian yang sehat dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan komunitas lokal dapat mempercepat transformasi Bandung sebagai kota hunian yang inklusif dan progresif.

Seba bagi milenial dan Gen Z, hunian bukan hanya aset finansial, tetapi juga investasi emosional. Rumah menjadi tempat tumbuh, berkarya, dan membangun keluarga. Mereka cenderung memilih hunian yang memiliki nilai jangka panjang, baik secara ekonomi maupun sosial.

Dengan dukungan infrastruktur, preferensi generasi muda, dan inovasi pengembang, bisnis hunian di Bandung memiliki masa depan cerah. Hunian bukan lagi soal lokasi, tetapi soal pengalaman hidup yang menyeluruh. Bandung, dengan segala potensinya, siap menjadi rumah bagi generasi masa depan yang cerdas, kreatif, dan berdaya.

“Kami percaya bahwa hunian seperti Hillary bisa menggambarkan makna hidup yang berakar pada kehangatan keluarga, keindahan estetika, dan keterhubungan dengan lingkungan sekitar," ujar Hindarko.

Alternatif produk perlengkapan rumah atau kebutuhan serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/4Arxxo3Xdh
  2. https://s.shopee.co.id/9AGduwyuyT
  3. https://s.shopee.co.id/AKSbJBRzxF
  4. https://s.shopee.co.id/AA9B6tjxu5
  5. https://s.shopee.co.id/9fCuW68kfw

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)