Mengupas Tren Perjalanan 2025: Bandung di Puncak, Jawa Barat Jadi Provinsi Favorit

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Kamis 08 Jan 2026, 15:58 WIB
Ilustrasi lonjakan wisatawan. (Sumber: Ayobandung.id)

Ilustrasi lonjakan wisatawan. (Sumber: Ayobandung.id)

AYOBANDUNG.ID -- Jawa Barat menegaskan dominasinya sebagai provinsi dengan pemesanan perjalanan domestik terbanyak sepanjang 2025, mencatat lebih dari 17,7 juta perjalanan wisatawan nusantara menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Bandung, sebagai ibu kota provinsi, muncul sebagai kota dengan jumlah pemesanan tertinggi di Indonesia.

Fenomena ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan nyata bagaimana mobilitas masyarakat Indonesia semakin terpusat pada Jawa Barat, dengan Bandung sebagai magnet utama yang menyedot arus wisatawan dari berbagai penjuru.

Di lapangan, geliat perjalanan terasa di setiap sudut Bandung. Kawasan Dago, Braga, dan Lembang dipenuhi wisatawan yang mencari pengalaman kuliner, budaya, dan alam. Hotel berbintang mencatat tingkat hunian yang meningkat signifikan, sementara homestay dan guest house di pinggiran kota ikut menikmati limpahan permintaan.

Para pelaku usaha kuliner di Cihampelas dan Riau mengaku omzet melonjak hingga dua kali lipat pada periode libur panjang. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana tren perjalanan langsung berdampak pada ekonomi lokal, memperkuat posisi Bandung sebagai kota wisata sekaligus pusat gaya hidup urban.

Kedekatan geografis dengan Jakarta menjadi faktor utama yang mendorong dominasi Jawa Barat. Infrastruktur transportasi seperti kereta cepat Jakarta–Bandung dan tol Cipularang mempercepat akses, menjadikan perjalanan akhir pekan lebih praktis. Wisatawan dari Jabodetabek kini bisa mencapai Bandung dalam waktu kurang dari satu jam, menciptakan pola perjalanan singkat yang semakin populer.

Hal ini tercermin dalam lonjakan pemesanan pada Januari 2025, bulan dengan volume perjalanan domestik tertinggi sepanjang tahun menurut PRISM Travel Report. Namun, pertumbuhan pesat ini juga menghadirkan tantangan. Kemacetan di jalur menuju Lembang dan Ciwidey masih menjadi keluhan utama wisatawan.

Kapasitas destinasi populer sering kali tidak sebanding dengan jumlah pengunjung, menimbulkan risiko over-tourism. Pemerintah daerah bersama pelaku industri pariwisata dituntut untuk memperkuat manajemen destinasi, memperluas jalur transportasi, dan mengembangkan kawasan wisata alternatif agar distribusi kunjungan lebih merata.

Bandung terus mengukuhkan citra sebagai kota kreatif. Festival musik, pameran seni, dan event kuliner menjadi magnet tambahan yang memperkaya pengalaman wisatawan. Kawasan Braga dengan kafe dan galeri seni menjadi simbol gaya hidup urban leisure, sementara Lembang dan Ciwidey tetap menjadi pilihan utama bagi pencinta alam.

Wisatawan muda semakin mendominasi arus perjalanan, dengan preferensi pada pengalaman autentik, akomodasi unik, dan destinasi yang instagrammable. Dari sisi ekonomi, lonjakan perjalanan ke Jawa Barat memberikan dampak signifikan. Pendapatan daerah dari sektor pariwisata meningkat, sementara pelaku usaha di sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner merasakan pertumbuhan yang nyata.

Wisatawan kini lebih tertarik pada pengalaman yang menyatu dengan alam dan cita rasa lokal yang autentik. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisatawan kini lebih tertarik pada pengalaman yang menyatu dengan alam dan cita rasa lokal yang autentik. (Sumber: Ayobandung.id)

Data Disparbud Jawa Barat mencatat lebih dari 16,6 juta perjalanan wisatawan nusantara hingga Agustus 2025, menegaskan posisi provinsi ini sebagai motor utama pariwisata domestik. Meski begitu, keberlanjutan menjadi isu penting. Pertumbuhan pesat membawa risiko eksploitasi lingkungan, terutama di destinasi berbasis alam seperti Pangandaran dan Garut.

Pemerintah daerah mulai mendorong konsep pariwisata hijau, dengan fokus pada pengelolaan sampah, konservasi alam, dan promosi destinasi berbasis komunitas. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi pasar dengan kelestarian lingkungan.

Periode libur panjang menjadi pendorong utama mobilitas. Nyepi dan Idulfitri mencatat lonjakan pemesanan tertinggi, dengan arus kendaraan menuju Bandung dan Bogor yang hampir melumpuhkan jalur utama. Terminal bus dan stasiun kereta penuh sesak, sementara bandara Husein Sastranegara mencatat peningkatan penumpang hingga 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Fenomena ini menegaskan peran penting kalender libur nasional dalam membentuk pola perjalanan masyarakat.

Selain wisata, perjalanan bisnis turut mendorong mobilitas. Banjarmasin mencatat pemesanan bisnis terbanyak, sementara Bekasi tumbuh pesat berkat ekspansi sektor manufaktur dan logistik. Tren ini menunjukkan diversifikasi tujuan perjalanan di luar kota wisata tradisional, memperkuat gambaran bahwa pasar perjalanan domestik Indonesia semakin dinamis.

Destinasi alternatif juga mulai mencuri perhatian. Toba Samosir dan Pekalongan menunjukkan pertumbuhan signifikan, menandakan bahwa wisatawan mulai menjelajahi destinasi non-mainstream. Fenomena ini memperkuat narasi bahwa pasar perjalanan domestik tidak lagi terpusat pada destinasi klasik, melainkan semakin terbuka terhadap pengalaman baru.

Di lapangan, geliat perjalanan domestik 2025 memperlihatkan bagaimana liburan kini menjadi bagian dari gaya hidup. Wisatawan tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga pengalaman yang memperkaya identitas sosial. Bandung dan Jawa Barat menjadi simbol transformasi itu, dengan potensi besar sekaligus tantangan nyata yang harus dihadapi.

“Laporan ini menggambarkan bagaimana preferensi perjalanan masyarakat Indonesia terus berkembang pada 2025, dengan kombinasi destinasi yang semakin mapan serta kota-kota baru yang muncul untuk perjalanan bisnis dan wisata,” kata Country Head PRISM Indonesia, Hendro Tan.

Pada akhirnya, dominasi Jawa Barat dan Bandung dalam tren perjalanan domestik 2025 mencerminkan transformasi besar dalam mobilitas masyarakat Indonesia. Jika dikelola dengan baik, momentum ini dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai rumah bagi industri perjalanan yang terus berkembang.

"Kami juga melihat meningkatnya minat terhadap destinasi inkonvensional yang mencerminkan perubahan perilaku wisatawan serta peran penting pembangunan infrastruktur dalam membentuk mobilitas domestik di seluruh Indonesia," ujar Hendro.

Alternatif kebutuhan liburan atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/806FioHMKr
  2. https://s.shopee.co.id/60LBLAag19
  3. https://s.shopee.co.id/AAAkIuAgOZ
  4. https://s.shopee.co.id/8Kj67YlZj1
  5. https://s.shopee.co.id/7AX8jTWb00

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 06:33 WIB

Bunderan Cibiru dan Tumpukan Kendaraan

Bunderan Cibiru menjadi salah satu titik macet yang ada di Bandung.
Macet menjelang Malam Natal dan Tahun Baru. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 21:00 WIB

Hanya 'Keajaiban' yang Bisa Menuntaskan Masalah Kemacetan di Kota Bandung

Macetnya Kota Bandung kerap menjadi sorotan, bagaimana cara mengatasinya?
Padatnya Kota Bandung pada sore hari, Rabu (3/12/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Venecia Fiantika)
Ayo Biz 22 Jan 2026, 18:39 WIB

Industri Belajar Bernapas Hijau: Ketika Sustainability Jadi Nafas Baru

Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 18:14 WIB

Cinta Bobotoh pada PERSIB, Sebuah Kesetiaan Tanpa Syarat

Kesetiaan Bobotoh terhadap PERSIB Bandung yang tidak bergantung pada kemenangan atau prestasi semata.
Jadi warna lain yang menyapa di laga Persib, Bobotoh Unyu-unyu bukan sekadar pendukung tapi wajah baru dalam dinamika suporter sepak bola Indonesia. (Sumber: dok. Bobotoh Unyu-unyu)