Lonjakan Pengiriman Hewan Peliharaan di Nataru Jadi Cermin Gaya Hidup Baru Masyarakat Urban

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Kamis 08 Jan 2026, 17:49 WIB
Periode Nataru 2025/2026 menjadi saksi bagaimana mobilitas masyarakat tidak hanya meningkat dalam bentuk perjalanan manusia, tetapi juga dalam arus pengiriman hewan peliharaan. (Sumber: KAI Logistik)

Periode Nataru 2025/2026 menjadi saksi bagaimana mobilitas masyarakat tidak hanya meningkat dalam bentuk perjalanan manusia, tetapi juga dalam arus pengiriman hewan peliharaan. (Sumber: KAI Logistik)

AYOBANDUNG.ID -- Periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 menjadi saksi bagaimana mobilitas masyarakat Indonesia tidak hanya meningkat dalam bentuk perjalanan manusia, tetapi juga dalam arus pengiriman hewan peliharaan.

Data KAI Logistik mencatat lebih dari 5.200 ekor hewan peliharaan dikirim ke berbagai kota di Pulau Jawa sepanjang momen tersebut. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan gaya hidup baru masyarakat urban yang semakin menempatkan hewan peliharaan sebagai bagian integral dari keluarga.

Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, menegaskan bahwa kepemilikan hewan peliharaan kini telah menjadi gaya hidup. Fenomena ini pun mampu menggambarkan pergeseran nilai sosial dari sekadar kepemilikan hewan menjadi komitmen emosional dan logistik yang nyata.

“Hewan peliharaan telah menjadi bagian dari keluarga, sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk bepergian bersama hewan peliharaan dan mengirimkan hewan peliharaannya ke kota tujuan sebagai opsi,” ungkap Ayi.

Puncak pengiriman terjadi pada 29 Desember 2025, dengan jumlah mencapai 926 ekor. Lonjakan ini sekitar 50 persen lebih tinggi dibandingkan periode reguler, menandakan betapa kuatnya pengaruh momentum akhir tahun terhadap mobilitas hewan peliharaan. Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah menjadi destinasi utama, memperlihatkan konsentrasi aktivitas di wilayah dengan populasi padat dan mobilitas tinggi.

Di balik angka-angka tersebut, ada cerita tentang bagaimana masyarakat kini menuntut layanan logistik yang tidak hanya efisien, tetapi juga berorientasi pada kesejahteraan hewan. KAI Logistik menerapkan prosedur ketat, mulai dari kewajiban penggunaan kandang sesuai ukuran, memastikan kondisi kesehatan hewan, hingga penyediaan pakan dan minum selama perjalanan.

“Kami juga menyediakan petugas yang akan mengawal dan mengawasi kondisi hewan peliharaan sepanjang perjalanan,” lanjut Ayi.

Fenomena ini tidak berhenti pada momen Nataru. Hingga 31 Desember 2025, KAI Logistik mencatat lebih dari 158 ribu ekor hewan peliharaan telah dikirim sepanjang tahun, meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan konsisten ini menunjukkan bahwa layanan pengiriman hewan peliharaan bukan sekadar tren musiman, melainkan kebutuhan yang semakin mapan di tengah masyarakat.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 memperkuat gambaran tersebut. Kepemilikan hewan peliharaan di Indonesia terus meningkat, terutama di kawasan perkotaan. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan masyarakat, tren gaya hidup urban, serta kesadaran akan manfaat psikologis dari keberadaan hewan peliharaan.

Asosiasi Pet Animal Indonesia juga mencatat bahwa lebih dari 60 persen rumah tangga urban kini memiliki hewan peliharaan, dengan dominasi kucing dan anjing. Potensi pasar logistik hewan peliharaan pun terbuka lebar. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menjadikan hewan sebagai anggota keluarga, kebutuhan layanan pengiriman yang aman dan berstandar tinggi akan terus meningkat.

Perusahaan logistik yang mampu menghadirkan inovasi, baik dari sisi operasional maupun digitalisasi layanan, akan berada di posisi strategis untuk menguasai pasar ini. Namun, tantangan tidak kecil. Regulasi transportasi hewan yang ketat dari Kementerian Pertanian menuntut perusahaan untuk memastikan standar kesejahteraan hewan terpenuhi.

Infrastruktur pendukung, seperti kandang khusus dan tenaga pengawas terlatih, menjadi faktor penentu. Di sisi lain, masyarakat juga semakin kritis terhadap kualitas layanan, menuntut transparansi dan jaminan keselamatan hewan selama perjalanan.

Digitalisasi menjadi jawaban atas sebagian tantangan tersebut. KAI Logistik telah mengintegrasikan sistem pelacakan digital yang memungkinkan pelanggan memantau kondisi pengiriman secara real time. Inovasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal membangun kepercayaan di tengah konsumen yang semakin menuntut kepastian.

Bagi konsumen, layanan pengiriman hewan peliharaan bukan sekadar logistik, melainkan bentuk kepedulian terhadap anggota keluarga. Tren ini memperlihatkan pergeseran nilai yang mendalam: mobilitas manusia kini diikuti oleh mobilitas hewan, dan keduanya sama-sama dianggap penting.

Fenomena ini juga membuka ruang diskusi lebih luas tentang bagaimana industri logistik beradaptasi dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Jika dulu logistik identik dengan barang dan komoditas, kini ia merambah ke ranah emosional, mengangkut makhluk hidup yang memiliki nilai sentimental tinggi bagi pemiliknya.

Oleh karena itu, lonjakan pengiriman hewan peliharaan pada periode Nataru 2025/2026 bukan sekadar fenomena musiman, melainkan refleksi gaya hidup baru masyarakat Indonesia. Dengan potensi pasar yang besar, tantangan regulasi, dan kebutuhan inovasi, layanan logistik hewan peliharaan diprediksi akan menjadi salah satu sektor strategis dalam industri transportasi dan logistik nasional.

“Ke depan, kami terus meningkatkan layanan khususnya dalam layanan hewan peliharaan, dan menjadi pilihan bagi masyarakat dalam menghadirkan layanan hewan peliharaan yang berorientasi pada kesejahteraan hewan,” ujar Ayi.

Alternatif kebutuhan hewan peliharaan atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/8V2WQod8Pq
  2. https://s.shopee.co.id/4q9E47dmZQ
  3. https://s.shopee.co.id/8zyn1niPn1
  4. https://s.shopee.co.id/BNOVapWYs
  5. https://s.shopee.co.id/8Kj6EdBeTb
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)