Denyut Logistik Nataru 2025/2026, Arus Barang di Balik Riuh Perjalanan

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Selasa 06 Jan 2026, 18:54 WIB
Natal dan Tahun Baru 2025/2026 bukan hanya tentang keramaian stasiun, terminal, dan pelabuhan. Di balik itu, ada denyut logistik yang bekerja tanpa henti. (Sumber: KAI Logistik)

Natal dan Tahun Baru 2025/2026 bukan hanya tentang keramaian stasiun, terminal, dan pelabuhan. Di balik itu, ada denyut logistik yang bekerja tanpa henti. (Sumber: KAI Logistik)

AYOBANDUNG.ID -- Natal dan Tahun Baru 2025/2026 bukan hanya tentang keramaian stasiun, terminal, dan pelabuhan. Di balik itu, ada denyut logistik yang bekerja tanpa henti. Ribuan ton barang berpindah dari satu kota ke kota lain, dari satu pulau ke pulau lain, mengikuti arus mobilitas masyarakat.

Distribusi logistik menjadi urat nadi yang memastikan oleh-oleh tiba di kampung halaman, sepeda motor sampai ke tangan pemiliknya, dan kebutuhan pokok tetap tersedia di pasar.

Di stasiun-stasiun besar, antrean paket terlihat menumpuk di ruang logistik. Petugas sibuk mengatur koli demi koli, memastikan setiap barang tercatat dan masuk ke gerbong sesuai jadwal.

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat pengelolaan 138.761 koli dengan volume lebih dari 3.000 ton. Angka ini tumbuh 10 persen dibandingkan periode Nataru sebelumnya, menandakan meningkatnya pemanfaatan layanan ritel berbasis kereta api.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan bahwa selama periode layanan Nataru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, peningkatan volume tercatat hingga 40% pada masa puncak pengiriman dibandingkan periode hari reguler, sementara pengiriman didominasi oleh paket dan sepeda motor.

“Pengiriman paket tercatat mencapai 1.882 ton, diikuti pengiriman sepeda motor sebesar 1.067 ton. Selain itu, KAI Logistik juga mengelola pengiriman hewan sebesar 78 ton, serta berbagai jenis barang lain seperti sepeda, tanaman, barang elektronik, dan dokumen dengan total sekitar 46 ton,” ujar Aniek.

Di lapangan, barang-barang itu bukan sekadar angka. Paket berisi oleh-oleh khas daerah, sepeda motor yang dikirim untuk memudahkan mobilitas di kampung halaman, hingga hewan peliharaan yang harus tiba dengan selamat. Semua bergerak dalam satu sistem yang harus berjalan tepat waktu.

Sementara itu, Aniek menjelaskan, peningkatan volume tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat.

“Momentum libur semester mahasiswa serta tingginya pergerakan wisatawan selama periode Nataru menjadikan layanan ini dimanfaatkan masyarakat untuk mengirimkan berbagai keperluan pribadi, baik ke kampung halaman maupun ke kota tujuan wisata,” lanjut Aniek.

Kebijakan pembatasan bagasi penumpang kereta api dengan batas maksimal 20 kilogram turut mendorong masyarakat beralih ke layanan logistik ritel. Di stasiun, banyak penumpang yang memilih menitipkan barang berlebih ke layanan resmi, daripada memaksakan diri membawa ke dalam gerbong.

Distribusi selama Nataru juga menunjukkan pola tujuan yang jelas. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Bandung menjadi titik dominan pengiriman. Untuk menjaga kelancaran, KAI Logistik menambah kapasitas angkut hingga 20 ton per hari, dialokasikan masing-masing 10 ton untuk jalur Utara dan Tengah pada periode puncak akhir Desember.

Selain penambahan kapasitas, perusahaan mengoptimalkan jaringan distribusi melalui penguatan armada trucking, pemanfaatan teknologi digital lewat aplikasi KAI Logistik TRAX, serta perluasan jangkauan layanan yang kini mencapai 284 titik Service Point.

Kondisi riil di lapangan memperlihatkan bagaimana distribusi logistik ritel menjadi bagian integral dari ekosistem transportasi nasional. Di pelabuhan penyeberangan, truk-truk logistik berbaris menunggu giliran masuk kapal. Di jalan tol, arus kendaraan pribadi bercampur dengan truk pengangkut barang, menuntut pengaturan lalu lintas yang ketat agar distribusi tidak terhambat.

Potensi pasar logistik pada periode Nataru ditunjukkan oleh lonjakan belanja daring, meningkatnya mobilitas wisatawan, serta tradisi mudik. Perusahaan logistik ritel memiliki peluang memperluas layanan dengan memanfaatkan tren ini.

Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan kapasitas angkut, tekanan pada infrastruktur rel dan terminal, serta kebutuhan integrasi antar moda. Keterlambatan di satu titik juga berpotensi menimbulkan dampak berantai pada rantai pasok.

Oleh karenanya, digitalisasi menjadi salah satu strategi yang diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut. Aplikasi pelacakan, sistem pemesanan daring, dan perluasan titik layanan menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi distribusi.

Nataru 2025/2026 memperlihatkan bagaimana ekosistem logistik Indonesia bekerja di bawah tekanan musiman. Dari kereta api hingga armada darat, dari stasiun hingga pelabuhan, semua moda berperan menjaga stabilitas pasokan barang. Data dari KAI Logistik memperlihatkan bahwa kelancaran distribusi tercapai melalui kesiapan operasional dan adaptasi terhadap lonjakan permintaan.

“Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat layanan dan berinovasi untuk mendukung distribusi logistik masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi, sekaligus berkontribusi terhadap sistem logistik nasional yang berkelanjutan,” pungkas Aniek.

Alternatif kebutuhan logistik atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/qd2Br1VJC
  2. https://s.shopee.co.id/qd2Br1VJC
  3. https://s.shopee.co.id/60L8LVdJXc
  4. https://s.shopee.co.id/9AIA7LiSCQ
  5. https://s.shopee.co.id/4fpkl8qXpc
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:10 WIB

Kairo Menguji, Mesir Membentuk: Perjalanan Mahasiswa Indonesia Bertahan di Negeri Baru

Di kota inilah Nabil Irtifa, mahasiswa asal Bandung kelahiran 2003, belajar bahwa merantau bukan hanya soal berpindah tempat, melainkan soal bertahan.
Komunitas Literasi Masisir. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nabil Irtifa)
Ayo Jelajah 08 Jan 2026, 19:03 WIB

Sejarah Gempa Sesar Cimandiri Tahun 1910, Hancurkan Rumah dan Rel Kereta di Bandung Barat

Getaran kuat sesar Cimandiri pada pagi hari 1910 mengubah Cipatat dan Padalarang menjadi ladang reruntuhan.
Ilustrasi kerusakan gempa Cianjur tahun 1879. (Sumber: KITLV)
Ayo Jelajah 08 Jan 2026, 18:35 WIB

Tragedi Miras Oplosan Cicalengka 2018, Racikan Murah yang Memanggil Kematian

Kisah miras oplosan Cicalengka 2018 dari racikan murah Samsudin hingga puluhan nyawa melayang dalam hitungan hari.
Petugas saat ekspose miras maut Cicalengka di rumah tersangka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Biz 08 Jan 2026, 17:49 WIB

Lonjakan Pengiriman Hewan Peliharaan di Nataru Jadi Cermin Gaya Hidup Baru Masyarakat Urban

Periode Nataru 2025/2026 menjadi saksi bagaimana mobilitas masyarakat tidak hanya meningkat dalam bentuk perjalanan manusia, tetapi juga dalam arus pengiriman hewan peliharaan.
Periode Nataru 2025/2026 menjadi saksi bagaimana mobilitas masyarakat tidak hanya meningkat dalam bentuk perjalanan manusia, tetapi juga dalam arus pengiriman hewan peliharaan. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 17:06 WIB

Resolusi untuk Pahlawan Devisa Sang Pencerah Ekonomi Keluarga

Resolusi 2026 Kota Bandung yang amat urgen adalah transformasi pekerja migran agar menjadi pekerja yang lebih terampil dan kompeten
Pelepasan Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Barat ke Korea Selatan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 16:29 WIB

Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter

Peran orang tua, teladan, pembiasaan, dan komunikasi dalam membentuk nilai moral anak di tengah tantangan zaman.
Ilustrasi orang tua. (Sumber: Pexels/Daria Obymaha)
Ayo Biz 08 Jan 2026, 15:58 WIB

Mengupas Tren Perjalanan 2025: Bandung di Puncak, Jawa Barat Jadi Provinsi Favorit

Jawa Barat menegaskan dominasinya sebagai provinsi dengan pemesanan perjalanan domestik terbanyak sepanjang 2025, mencatat lebih dari 17,7 juta perjalanan wisatawan nusantara.
Ilustrasi lonjakan wisatawan. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 15:15 WIB

Yang Kita Telan sebagai Kota: Makanan, Gaya Hidup, dan Bandung 2026

Dari aci, seblak, lalapan, hingga kopi. Tapi di balik melimpahnya kuliner, tubuh kita lelah. Cara makan hari ini mencerminkan ketimpangan dan masa depan.
Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 13:53 WIB

Harmoni Tradisi: Melestarikan Budaya Munggahan di Babakan Ciparay

Mempertahankan budaya munggahan dalam era modern anak muda.
Hidangan khas Sunda tersaji rapi dalam tradisi munggahan, momen kebersamaan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan pada Selasa, 25 Maret 2025. (Sumber: Sela | Foto: Dalvin)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 12:22 WIB

Bisakah Frugal Living dan Slow Living Diterapkan di Sukabumi?

Benarkah frugal living dan slow living mustahil diterapkan di kota industri?
Suasana asri di salah satu sudut Sukabumi, pengingat bahwa ketenangan sejati sering kali ada di depan mata jika kita mau sejenak melambat. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Beranda 08 Jan 2026, 11:58 WIB

JPO di Lokasi Strategis Kota Bandung Kinclong, yang di Pinggiran Dibiarkan Seadanya

Ketimpangan fasilitas dan pemeliharaan JPO terlihat jelas. Faktor strategis kawasan kerap menjadi penentu seberapa layak sebuah JPO dirawat dan diperhatikan.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 11:01 WIB

Lapangan Futsal: Ruang Kedua Anak Muda Kota Bandung

Lapangan futsal bukan sekadar tempat bermain bagi mahasiswa KPI UIN Bandung.
Lapangan Futsal Zone 73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Muhammad Adil Rafsanjani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 09:59 WIB

Kenapa Mahasiswa Bangga Begadang? Sains Membongkar Kebiasaannya

Menyoroti kebiasaan begadang mahasiswa dalam serta pengaruhnya dalam kacamata sains.
ilustrasi begadang (Sumber: Pexels | Foto: Cottonbro Studio)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 08:54 WIB

Bisakah Transportasi Publik Memutus Rantai Kemacetan?

Kemacetan Bandung makin parah, minimnya transportasi umum dianggap menjadi masalah utama.
Kemacetan yang terjadi di Buah Batu pada Rabu (03/12/25) (Foto: Aliffa Irniesya)
Ayo Netizen 07 Jan 2026, 20:11 WIB

Keberaniannya Nangkap Ular Bawa “Bocil Dika” Bertemu KDM di Lembur Pakuan

Aksi Dika kerap diabadikan oleh Kang Moel dan diunggah ke media sosialnya.
Dika saat bertemu KDM. (Sumber: Youtube | Foto: KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Ayo Netizen 07 Jan 2026, 19:47 WIB

Suara yang Disapu Banjir

Bertahan di tengah banjir, warga Aceh Tamiang berbagi ruang, makanan, dan harapan akan pemulihan yang lebih cepat.
Kondisi banjir di Kab Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (2/3). (Sumber: BPBD Kabupaten Dharmasraya)
Ayo Biz 07 Jan 2026, 19:10 WIB

Dari Kopi ke Senyum Putih, Tren Pasta Gigi Pemutih di Era Millennials & Gen Z

Pasta gigi kini tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang menekankan estetika.
Pasta gigi kini tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan kebersihan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang menekankan estetika. (Sumber: Freepik)