Harmoni Tradisi: Melestarikan Budaya Munggahan di Babakan Ciparay

Ruth Maretha Saragih
Ditulis oleh Ruth Maretha Saragih diterbitkan Kamis 08 Jan 2026, 13:53 WIB
Hidangan khas Sunda tersaji rapi dalam tradisi munggahan, momen kebersamaan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan pada Selasa, 25 Maret 2025. (Sumber: Sela | Foto: Dalvin)

Hidangan khas Sunda tersaji rapi dalam tradisi munggahan, momen kebersamaan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan pada Selasa, 25 Maret 2025. (Sumber: Sela | Foto: Dalvin)

Di balik wajah Bandung yang kian modern, ada tradisi yang terus berdenyut di antara anak-anak mudanya. Munggahan, kebiasaan berkumpul dan makan bersama keluarga atau kerabat menjelang Ramadhan, masih dianggap sebagai simbol kesiapan batin dan lahir sebelum memasuki bulan suci.

Dalvin Rafi Prayoga dan Faisal Jaya Saputra merupakan anak muda yang masih menjalankan tradisi di  Kecamatan Babakan Ciparay di Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka berdua adalah anak muda berdarah asli Sunda dan dikenal oleh temannya sebagai orang yang aktif dalam merencanakan munggahan setiap tahunnya. Mereka menceritakan bagaimana Munggahan sebagai salah satu harta budaya yang berharga. Budaya Munggahan atau makan bersama menjadi kebudayaan yang kata mereka harus selalu dilestarikan. (28/10/2025)

Tradisi ini, menurut Dalvin, berakar dari kata “unggah” yang berarti naik, menjadikannya sebuah persiapan spiritual.

“Munggahan jadi simbol pembersihan diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum memulai ibadah puasa,” jelasnya.

Momen ini sekaligus menjadi ajang menjalin silaturahmi yang kerap terlewatkan karena kesibukan harian.

Seiring perkembangan zaman, Munggahan memang mengalami penyesuaian, namun perubahan ini justru dimanfaatkan oleh Dalvin dan Faisal. Evolusi teknologi, terutama media sosial, kini berfungsi sebagai alat komunikasi yang efisien untuk mengkoordinasi acara tersebut.

Faisal menekankan bahwa media sosial membantu mempermudah proses perencanaan.

“Kalau mau makan di luar, nentuin bakal makan apa dan tempatnya di mana juga jadi lebih mudah, soalnya kita tinggal cari tempat viral gitu terus bisa lihat review orang juga,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi dan tradisi dapat berjalan beriringan.

Anak-anak muda ini berkumpul untuk menikmati hidangan khas Sunda sebagai bentuk syukur menjelang datangnya bulan Ramadhan pada 29 Maret 2025 (sumber foto: Dalvin) (Sumber: dalvin | Foto: dalvin)
Anak-anak muda ini berkumpul untuk menikmati hidangan khas Sunda sebagai bentuk syukur menjelang datangnya bulan Ramadhan pada 29 Maret 2025 (sumber foto: Dalvin) (Sumber: dalvin | Foto: dalvin)

Faisal melihat media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan budaya. Daripada merasa malu, ia menyarankan agar anak muda memanfaatkan platform seperti TikTok untuk menunjukkan perkembangan positif dari budaya lokal.

“Media sosial dapat menjadi pendukung kita untuk membuat konten TikTok bersama dan menunjukkan bahwa budaya kita ini justru semakin berkembang dan mudah dikenal di era media sosial sekarang,” ujarnya.

Baca Juga: Bisakah Frugal Living dan Slow Living Diterapkan di Sukabumi?

Dalam pelaksanaan Munggahan, setiap orang memiliki peran spesifik; Dalvin seringkali bertugas mencari dan menentukan lokasi kumpul.

Sementara itu, Faisal lebih banyak mengatur urusan makanan dan membawa hidangan pelengkap seperti tumpeng mini atau lauk pauk. Kerjasama ini memastikan tradisi tetap berjalan lancar dan meriah.

Sebagai anak muda yang hidup di tengah budaya ini, harapan terbesar mereka adalah agar generasi penerus tidak malu dengan identitas budayanya. Mereka bertekad agar Munggahan, yang kini menjadi kebiasaan untuk mempererat silaturahmi, dapat terus bertahan dan dilakukan di tengah kesibukan yang ada. Kisah mereka adalah bukti nyata bahwa di tengah pesatnya perkembangan Bandung, tradisi leluhur akan terus hidup selama ada yang bersedia menjaga. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ruth Maretha Saragih
Mahasiswa Public Relations Telkom University angkatan 24

Berita Terkait

Suara yang Disapu Banjir

Ayo Netizen 07 Jan 2026, 19:47 WIB
Suara yang Disapu Banjir

News Update

Beranda 21 Jan 2026, 06:54 WIB

Di Malam yang Tidak Pernah Sama, Pasar Lilin Astana Anyar Tetap Ada

Suasana terasa hangat. Antar pedagang saling menyapa, berbagi cerita, dan sesekali diselingi gelak tawa di sela menunggu pembeli.
Pasar Lilin kini lebih terang setelah menggunakan cahaya dari lampu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 17:51 WIB

Edukasi tentang Etika Komunikasi Digital dan Cyberbullying

Percepatan teknologi perlu diimbangi dengan etika komunikasi digital, penyebaran informasi yang bertanggung jawab hingga privasi data.
Pengabdian Kepada Masyarakat berupa edukasi literasi digital bagi siswa SMPN 1 Dayeuhkolot. (Sumber: Dok. Penulis)