Harmoni Tradisi: Melestarikan Budaya Munggahan di Babakan Ciparay

2 menit baca
Ruth Maretha Saragih
Ditulis oleh Ruth Maretha Saragih diterbitkan
Hidangan khas Sunda tersaji rapi dalam tradisi munggahan, momen kebersamaan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan pada Selasa, 25 Maret 2025. (Sumber: Sela | Foto: Dalvin)
Hidangan khas Sunda tersaji rapi dalam tradisi munggahan, momen kebersamaan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan pada Selasa, 25 Maret 2025. (Sumber: Sela | Foto: Dalvin)

Di balik wajah Bandung yang kian modern, ada tradisi yang terus berdenyut di antara anak-anak mudanya. Munggahan, kebiasaan berkumpul dan makan bersama keluarga atau kerabat menjelang Ramadhan, masih dianggap sebagai simbol kesiapan batin dan lahir sebelum memasuki bulan suci.

Dalvin Rafi Prayoga dan Faisal Jaya Saputra merupakan anak muda yang masih menjalankan tradisi di  Kecamatan Babakan Ciparay di Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka berdua adalah anak muda berdarah asli Sunda dan dikenal oleh temannya sebagai orang yang aktif dalam merencanakan munggahan setiap tahunnya. Mereka menceritakan bagaimana Munggahan sebagai salah satu harta budaya yang berharga. Budaya Munggahan atau makan bersama menjadi kebudayaan yang kata mereka harus selalu dilestarikan. (28/10/2025)

Tradisi ini, menurut Dalvin, berakar dari kata “unggah” yang berarti naik, menjadikannya sebuah persiapan spiritual.

“Munggahan jadi simbol pembersihan diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum memulai ibadah puasa,” jelasnya.

Momen ini sekaligus menjadi ajang menjalin silaturahmi yang kerap terlewatkan karena kesibukan harian.

Seiring perkembangan zaman, Munggahan memang mengalami penyesuaian, namun perubahan ini justru dimanfaatkan oleh Dalvin dan Faisal. Evolusi teknologi, terutama media sosial, kini berfungsi sebagai alat komunikasi yang efisien untuk mengkoordinasi acara tersebut.

Faisal menekankan bahwa media sosial membantu mempermudah proses perencanaan.

“Kalau mau makan di luar, nentuin bakal makan apa dan tempatnya di mana juga jadi lebih mudah, soalnya kita tinggal cari tempat viral gitu terus bisa lihat review orang juga,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi dan tradisi dapat berjalan beriringan.

Anak-anak muda ini berkumpul untuk menikmati hidangan khas Sunda sebagai bentuk syukur menjelang datangnya bulan Ramadhan pada 29 Maret 2025 (sumber foto: Dalvin) (Sumber: dalvin | Foto: dalvin)
Anak-anak muda ini berkumpul untuk menikmati hidangan khas Sunda sebagai bentuk syukur menjelang datangnya bulan Ramadhan pada 29 Maret 2025 (sumber foto: Dalvin) (Sumber: dalvin | Foto: dalvin)

Faisal melihat media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan budaya. Daripada merasa malu, ia menyarankan agar anak muda memanfaatkan platform seperti TikTok untuk menunjukkan perkembangan positif dari budaya lokal.

“Media sosial dapat menjadi pendukung kita untuk membuat konten TikTok bersama dan menunjukkan bahwa budaya kita ini justru semakin berkembang dan mudah dikenal di era media sosial sekarang,” ujarnya.

Baca Juga: Bisakah Frugal Living dan Slow Living Diterapkan di Sukabumi?

Dalam pelaksanaan Munggahan, setiap orang memiliki peran spesifik; Dalvin seringkali bertugas mencari dan menentukan lokasi kumpul.

Sementara itu, Faisal lebih banyak mengatur urusan makanan dan membawa hidangan pelengkap seperti tumpeng mini atau lauk pauk. Kerjasama ini memastikan tradisi tetap berjalan lancar dan meriah.

Sebagai anak muda yang hidup di tengah budaya ini, harapan terbesar mereka adalah agar generasi penerus tidak malu dengan identitas budayanya. Mereka bertekad agar Munggahan, yang kini menjadi kebiasaan untuk mempererat silaturahmi, dapat terus bertahan dan dilakukan di tengah kesibukan yang ada. Kisah mereka adalah bukti nyata bahwa di tengah pesatnya perkembangan Bandung, tradisi leluhur akan terus hidup selama ada yang bersedia menjaga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ruth Maretha Saragih
Mahasiswa Public Relations Telkom University angkatan 24

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)