Merawat Hutan, Menjaga Warisan Peradaban di Jawa Barat

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Jawa Barat memiliki sekitar 816.603 hektar kawasan hutan, tetapi kelestariannya terancam oleh deforestasi dan alih fungsi lahan.

  • Kerusakan hutan memicu berbagai persoalan lingkungan, mulai dari erosi, longsor, sedimentasi, hingga terganggunya ekosistem satwa.

  • Edukasi dan penegakan hukum perlu diperkuat agar hutan tetap terjaga sebagai penyangga kehidupan sekaligus warisan bagi generasi mendatang.

Patut kita pahami bersama bahwa kelangsungan hidup manusia dan kelestarian hutan memiliki keeratan dan kekuatan yang saling mendukung. Keberadaan hutan yang lestari menjadikan manusia tetap menjaga ekosistemnya. 

Manusia saling membutuhkan dengan keberadaan hutan. Oleh karenanya keduanya tidak dapat dipisahkan.

Maka sepenting itulah kehidupan manusia memiliki keterkaitan dengan keberadaan hutan. Jika hutan digunduli dengan cara yang lalim oleh manusia, pertanda ada ketidakharmonisan hubungan manusia dengan manusia sehingga seenaknya merusak hutan dan seisinya.

Merekam data yang tersaji, bahwa luas kawasan hutan di Provinsi Jawa Barat tercatat seluas sekitar 816.603 hektar atau mencakup sekitar 22,01% dari total luas wilayah daratan provinsi seluas 3,71 juta hektar.

Berdasarkan data dari ⁠Open Data Jabar dan ⁠BPS Provinsi Jawa Barat, kawasan hutan dibagi menjadi beberapa fungsi utama sebagai Hutan Lindung yang berfungsi menjaga sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, dan memelihara kesuburan tanah (mencakup sekitar 225,9 ribu hektar). 

Sebagai hutan konservasi yang merupakan kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya (mencakup sekitar 170,1 ribu hektar). Sebagai Hutan produksi (Tetap dan Terbatas) yang merupakan kawasan hutan yang berfokus pada hasil hutan, baik kayu maupun non-kayu. Dan sebagai Hutan rakyat yang disebut sebagai area hutan atau pohon yang dikembangkan di atas tanah milik masyarakat.

Adapun  5 Kabupaten pemilik hutan terluas di Jawa Barat ditempati oleh Kabupaten Sukabumi dengan luas 111.518 hektar, dilanjut Kabupaten Garut dengan luas 103.696 hektar. Kemudian Kabupaten Cianjur dengan luas 97.953 hektar, juga Kabupaten Bogor dengan luas 77.991 hektar, terakhir Kabupaten Bandung dengan luas 50.422 hektar.

Edukasi tentang Kelestarian Hutan

Kondisi hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam status darurat atau sinyal lampu merah yang berakibat dari kerusakan dan penyusutan tutupan hutan yang masif. Berdasarkan laporan ⁠Kementerian Lingkungan Hidup dan analisis ⁠WALHI Jawa Barat, Provinsi Jawa Barat telah kehilangan sekitar 1,2 juta hektar kawasan lindung, sehingga tutupan hutan yang benar-benar berfungsi dengan baik kini tersisa hanya sekitar 20 persen, kondisi ini cukup kritis dan tidak dapat ditoleransi. 

Hutan di Jawa Barat terus mengalami penyusutan akibat dikonversi menjadi sektor non-kehutanan, akibatnya ada beberapa hal terkait masifnya alih fungsi lahan atau yang sering kita sebut deforestasi. Di antaranya berkaitan pada komersialisasi dan pariwisata: Kawasan resapan air kritis seperti wilayah Puncak (Bogor) beralih menjadi vila, pemukiman, dan destinasi wisata komersial, bahkan akibat penggundulan kawasan untuk kebutuhan pemukiman menjadi bencana. Area yang seharusnya dijadikan resapan air menjadi alih fungsi, dan berakibat fatal. 

Selain itu area tepi hutan di dataran rendah maupun perbukitan banyak dipangkas untuk pembangunan kawasan industri dan properti baru, mirisnya regulasi yang mudah ditembus dengan pelbagai langkah oleh oknum. 

Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Juga adanya lahan kritis di hulu sungai yang sudah beralih fungsi menjadi area pertanian,  adanya warga menanam sayur mayur tanpa tegakan pohon keras, yang memicu erosi hebat, longsor, serta mempercepat pendangkalan (sedimentasi) di waduk-waduk besar yang ada di jawa barat. 

Parahnya pula terdapat aktivitas pertambangan ilegal. Adanya penambangan batu dan pasir secara ilegal ini marak terjadi di dalam maupun di sekitar kawasan hutan lindung. Tentunya dari aktivitas ini merusak struktur tanah, memutus koridor ekosistem satwa, dan memicu ketidakstabilan lereng yang berujung pada bencana longsor. 

Adanya alih fungsi lahan telah sering disoroti oleh Gubernur Jawa Barat, sebab jutaan hektar dari kawasan hijau hutan sudah beralih fungsinya. Hingga adanya bencana menyebabkan tata ruang yang kurang baik dan tidak estetik lagi. Sorotan tajam atas penggundulan hutan perlu disemarakkan lagi. Dan langkah-langkah hukumnya mesti ditegakkan. 

Untuk mengedukasi tentang hutan untuk kelestariannya, pemerintah di wilayah jawa barat ini mesti menggunakan langkah edukasi yang promotif. Tidak sekadar memberi informasi. Tetapi pemerintah wajib mendekatkan edukasinya di sekolah-sekolah. 

Dapat kita bayangkan bersama, jika pemerintah menyediakan waktunya untuk mempromosikan tentang kelestarian hutan, maka kelak akan menjadi perilaku yang sangat baik bagi masyarakat terdidik ke depannya. Obatnya adalah kesadaran dan kesetiaan untuk menyembuhkan perilaku yang tidak baik. Sebab hutan haruslah dijaga dengan teratur dan berprinsip mencintai lingkungan. 

Edukasi pula kepada masyarakat sekitar yang perlu diberi informasi dengan lengkap di daerah yang dekat dengan hutan. Dampak dari alih fungsi, dan eksploitasi atas hutan yang dapat merugikan situasi dan kondisi dari masyarakat tersendiri. 

Warisan Peradaban 

Utuhnya kawasan hutan sebagai warisan peradaban yang mesti dijaga dan dilestarikan merupakan langkah pemajuan yang wajib didengung-dengungkan di antara peraturan dan undang-undang. Bagaimanapun juga, hutan bukanlah wilayah yang terisolasi, namun hutan merupakan warisan yang paling penting bagi keberlangsung kehidupan manusia, khususnya di jawa barat. 

Ketidakberdayaan hutan-hutan yang sudah alih fungsi wajib diberi tanda tanya, mengapa hutan yang harus digunduli sehingga menyebabkan bencana yang tidak terkendali lagi? Bagaimana para oknum dapat diberikan efek jera? Benarkah hutan di jawa barat akan habis jika tidak dari sekarang dijaga dengan ketat? 

Munculnya pertanyaan di atas seiring dengan perilaku penggundulan hutan yang masif dan diabaikan tanpa jejak dan tanpa adanya hukuman yang konstruktif, hutan di jawa barat sebagai penyangga kelestarian dan kehidupan manusia. 

Sudah seharusnya pemerintah memerdulikan lagi pelaksanaan penjagaan atas nama hutan, atas nama manusia, dan atas nama perdaban. Kelakar seseorang tidak terbantahkan, hutan-hutan jika tidak dijaga lagi keasriannya, kelak kita hanya mewariskan kiamat kehidupan bagi anak dan cucu di masa mendatang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 15:24

Merawat Hutan, Menjaga Warisan Peradaban di Jawa Barat

Kondisi hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam status darurat atau sinyal lampu merah yang berakibat dari kerusakan dan penyusutan tutupan hutan yang masif.

Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 13:38

Cuaca Ekstrem Kota Bandung Akan Menimbulkan Kerawanan Bahaya Kebakaran

Cuaca ekstrem acapkali menjadi peringatan alam, bukan hanya sekadar perubahan musim tetapi peningkatan suhu mengakibatkan kekeringan yang memiliki potensi besar untuk terjadinya kerawanan kebakaran

Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)