Bosan dengan Aspal, Warga Kota Bandung Berlari ke Tengah Hutan

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Sabtu 03 Jan 2026, 16:38 WIB
Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Bandung di pagi hari menyimpan wajah lain. Ketika lalu lintas belum sepenuhnya padat, sebagian warga kota justru bergerak ke arah hutan. Mereka berlari menyusuri jalur tanah, melewati akar pohon dan tanjakan, menjauh dari aspal dan kebisingan.

Trail running, lari di lintasan alam, perlahan menjadi pilihan baru warga Bandung dalam berolahraga. Fenomena ini terlihat di berbagai titik, salah satunya di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Dago. Kawasan konservasi yang dikenal sebagai ruang wisata alam itu kini juga dimanfaatkan sebagai ruang olahraga oleh para pelari yang mencari suasana berbeda dari jalan raya.

Irfan Maulana (25), pelari trail asal Bandung, mengaku mulai rutin melakukan trail running sejak sekitar 2020. Sebelumnya, ia terbiasa berlari di jalanan kota. Peralihan ke jalur alam memberinya pengalaman yang sangat berbeda, baik secara fisik maupun mental.

“Kalau lari di jalan itu kita harus selalu waspada sama kendaraan dan polusi. Kadang fokusnya kebagi, antara jaga langkah sama lihat sekitar. Di trail beda, fokusnya lebih ke napas sama langkah kita sendiri. Medannya memang lebih berat, tapi justru di situ kita bisa lebih menikmati proses larinya,” ujar Irfan.

Irfan Maulana mulai menggemari trail running sejak sekitar 2020. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Irfan Maulana mulai menggemari trail running sejak sekitar 2020. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Menurut Irfan, karakter jalur trail membuat pelari tidak bisa memaksakan kecepatan. Tanjakan, turunan, serta kondisi tanah yang tidak rata menuntut konsentrasi penuh dan kesadaran terhadap tubuh.

“Di jalur trail kita nggak bisa maksa cepat. Tanjakan sama turunan bikin ritmenya lebih pelan, tapi lebih terasa. Badan sama pikiran jadi lebih sinkron,” katanya.

Pengalaman berlari di alam juga dirasakan Danar Nandana (19). Pemuda asal Bandung ini mengenal trail running sebagai olahraga yang menggabungkan aktivitas fisik dengan pengalaman berada di alam terbuka. Baginya, trail running menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan lari di jalan raya.

Trail running itu capek, tapi capeknya beda. Jalurnya naik turun, tanahnya nggak rata, jadi kita harus fokus. Tapi justru di situ rasanya lebih tenang dibanding lari di jalan raya yang ramai,” kata Danar.

Bagi Danar Nandana trail running memberikan tantangan yang berbeda dibandingkan lari di jalan raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bagi Danar Nandana trail running memberikan tantangan yang berbeda dibandingkan lari di jalan raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Danar menilai jalur alam membuat pengalaman berlari terasa lebih hidup. Setiap lintasan menghadirkan tantangan yang berbeda sehingga tidak terasa monoton.

“Kalau di jalan kan jalurnya gitu-gitu aja. Di trail, tiap jalur beda tantangannya, jadi nggak ngebosenin,” ujarnya.

Bandung, dengan karakter geografisnya yang dikelilingi perbukitan dan kawasan hijau, menjadi lingkungan yang mendukung berkembangnya trail running. Akses menuju kawasan alam relatif mudah dijangkau dari pusat kota, sehingga aktivitas ini dapat dilakukan tanpa harus pergi jauh.

Bagas Aji Prakoso (27), pelari trail lainnya, menilai kedekatan antara kawasan perkotaan dan alam menjadi salah satu faktor penting berkembangnya trail running di Bandung.

“Bandung itu enak buat trail running karena akses ke alamnya dekat. Dari pusat kota, nggak perlu jauh-jauh buat sampai ke jalur trail. Ini yang bikin banyak orang tertarik,” kata Bagas.

Menurut Bagas, tren trail running juga berkaitan dengan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Olahraga tidak lagi semata soal fisik, tetapi juga tentang mencari ruang yang lebih nyaman dan menenangkan.

“Sekarang orang-orang pengin olahraga yang bukan cuma buat fisik, tapi juga buat cari suasana. Trail running itu ketemu dua-duanya,” ujarnya.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas trail running di kawasan Tahura Djuanda turut menjadi perhatian pengelola. Sebab, Tahura bukan hanya ruang publik, tetapi juga kawasan konservasi yang memiliki fungsi utama perlindungan ekosistem.

Pengendali Ekosistem Hutan Tahura Djuanda, Dicky. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Pengendali Ekosistem Hutan Tahura Djuanda, Dicky. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Pengendali Ekosistem Hutan Tahura Djuanda, Dicky, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir aktivitas pengunjung untuk berolahraga memang terlihat meningkat, terutama pada pagi hari dan akhir pekan.

“Sekarang memang lebih banyak pengunjung yang datang ke Tahura untuk olahraga, termasuk lari. Biasanya kelihatan ramai di pagi hari dan akhir pekan,” ujar Dicky.

Menurut Dicky, perubahan pola kunjungan ini menunjukkan bahwa kawasan Tahura mulai dimaknai sebagai ruang aktivitas rutin warga kota. Namun, pengelola tetap harus memastikan fungsi utama kawasan hutan tetap terjaga.

“Kami tidak melarang orang berolahraga, tapi tetap ada aturan yang harus dipatuhi. Tidak semua jalur boleh digunakan karena ada area konservasi yang memang harus dilindungi,” katanya.

Dicky menjelaskan, salah satu tantangan dalam pengelolaan kawasan adalah munculnya jalur-jalur tidak resmi akibat aktivitas pengunjung. Jalur baru yang terbentuk tanpa perencanaan dapat merusak vegetasi dan mengganggu ekosistem hutan.

“Yang paling kami jaga itu supaya tidak ada jalur baru dan pengunjung tetap menjaga kebersihan. Kalau jalur baru muncul, itu bisa merusak vegetasi dan ekosistem,” ujarnya.

Di titik ini, fenomena trail running di Bandung berada dalam posisi tarik-ulur antara kebutuhan warga kota akan ruang olahraga yang sehat dan kewajiban menjaga kelestarian alam. Di satu sisi, trail running memberi alternatif aktivitas fisik yang lebih menenangkan dan menantang dibandingkan jalan raya. Di sisi lain, meningkatnya aktivitas manusia di kawasan hutan menuntut pengelolaan dan kesadaran bersama.

Bagi para pelari, etika menjadi bagian penting dari pengalaman trail running. Irfan menilai, berlari di alam justru mengajarkan sikap saling menghormati, baik terhadap sesama pengguna jalur maupun terhadap lingkungan.

“Kalau lari di alam, otomatis kita harus jaga sikap. Alamnya yang ngasih ruang, jadi kita juga harus tahu batas,” katanya.

Fenomena trail running di Bandung menunjukkan perubahan cara warga kota memaknai olahraga dan ruang. Lari tak lagi semata soal kecepatan dan jarak, melainkan tentang mencari keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan alam.

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)