Saat Game Masuk Kelas: Benarkah Game Edukasi Bisa Bikin Belajar Lebih Efektif?

8 menit baca
Elisabeth Cicionisa
Ditulis oleh Elisabeth Cicionisa diterbitkan
Pembelajaran interaktif anak-anak usia dini menggunakan Papan Interaktif Digital melalui platfrom Game Edukasi Paudpedia. (Sumber: Dokumentasi kemdikbud.go.id  | Foto: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
Pembelajaran interaktif anak-anak usia dini menggunakan Papan Interaktif Digital melalui platfrom Game Edukasi Paudpedia. (Sumber: Dokumentasi kemdikbud.go.id | Foto: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru membuat siswa cenderung pasif, karena proses belajar masih bergantung pada ceramah, instruksi satu arah, dan hafalan materi.

  • Game edukasi menjadi jembatan menuju pembelajaran yang lebih interaktif, dengan menggabungkan unsur permainan dan materi edukasi untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa.

  • Game edukasi dapat meningkatkan keterlibatan siswa di kelas, karena mendorong mereka untuk berinteraksi, bekerja sama, menyelesaikan permainan, sekaligus mengukur pemahaman terhadap materi.

  • Keterbatasan teknologi di daerah 3T menjadi tantangan penerapan game edukasi, sehingga penggunaan platform offline, pembelajaran berkelompok, hingga permainan edukatif secara langsung dapat menjadi alternatif.

Pendidikan di era konvensional masih didominasi oleh pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered) Dengan pendekatan ini proses pembelajaran masih sangat pasif dan kaku karena proses pemahaman siswa sangat bergantung pada metode ceramah, instruksi satu arah dan penggunaan buku fisik sebagai sumber informasi utama.

Menurut Freire seorang tokoh dan filsuf pendidikan yang dikenal sebagai pendiri pedagogi kritis tentang sistem pendidikan tradisional seringkali terjebak dalam “banking concept of education” yaitu guru menjadi pusat satu-satunya ilmu pengetahuan dan siswa sebagai objek yang sekedar menjadi pendengar. Siswa juga dituntut untuk menghafal semua materi pelajaran secara tekstual dan mentah-mentah tanpa diberikan pemahaman yang mendalam.

Fokus pembelajaran ditujukan pada kemampuan siswa untuk mengingat rumus-rumus baku yang berbasis hafalan teori. Cara ini membuat daya pikir siswa kurang berkembang, karena nilai siswa hanya dilihat dari seberapa kuat kemampuan mengingat kembali informasi yang telah mereka catat sebelumnya.

Akibat tidak adanya pemanfaatan media interaktif sehingga kelas menjadi sangat kaku, perkembangan kognitif siswa juga berkurang dan siswa hanya menjadi pendengar dalam pembelajaran tanpa diberikan ruang untuk berinteraksi mandiri, oleh karena itu kelas menjadi sangat membosankan dan siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. 

Memasuki abad ke-21, hal tersebut mengalami pergeseran seiring dengan lahirnya siswa masa sekarang yang selalu berdampingan dengan perkembangan teknologi digital yang modern. Perkembang teknologi juga mengubah cara mengajar guru, yang tadinya menggunakan metode ceramah satu arah yang monoton, harus berubah menjadi fasilitator yang kreatif dan mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

Perubahan peran guru ini penting untuk mengimbangi karakteristik siswa di masa sekarang, siswa jaman sekarang lebih menyukai hal-hal yang aktif dan berbasis visual. Gaya belajar ini sejalan dengan penelitian Marc Prensky seorang penulis asal amerika yang terkenal karena menciptakan istilah tentang generasi Digital Natives  yaitu anak-anak yang cara berpikirnya sudah sangat akrab dengan dunia digital dan mendorong integrasi game-based-learning di dunia pendidikan.

Game Edukasi sebagai Jembatan Pengetahuan yang Menarik

Teknologi adalah alat yang dijadikan sebagai media pembelajaran yang menarik berupa game edukasi yang disatukan dengan metode pembelajaran gamifikasi yaitu belajar sambil bermain. Menurut Fernando (2024) Game edukasi adalah permainan yang dirancang untuk tujuan pembelajaran dengan menggabungkan elemen hiburan dan materi edukasi guna meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa secara interaktif. 

Game edukasi digunakan untuk menumbuhkan rasa semangat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Media ini digunakan agar pembelajaran berpusat pada siswa (student centered) sehingga siswa lebih banyak dilibatkan di dalam kelas sehingga  mereka tidak merasa jenuh dan bosan selain itu siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. 

Beberapa jenis game edukasi yang menarik untuk digunakan sebagai media pembelajaran yang interaktif antara lain yaitu, Khoot, Quizizz, Big Brain Academy, PhET Interactive Simulations, CodeCombat, dan Prodigy Math Game dll, media ini membantu guru dalam mengajar agar proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa sehingga siswa tidak lagi menjadi pendengar yang pasif. Melalui game edukasi guru dapat menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang lebih kreatif dan menarik.

Dengan memanfaatkan platform yang sudah tersedia guru tidak lagi kesusahan untuk membuat game edukasi. Menggunakan  metode gamifikasi guru juga dapat mengubah suasana belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Dengan adanya fitur-fitur  permainan yang menarik yang ada di game siswa menjadi lebih penasaran ingin tahu dan bermain secara positif untuk merebut kemenangan bersama dengan teman.

Meningkatkan Motivasi Belajar dan Menciptakan Suasana Interaktif

Upaya meningkatkan motivasi belajar dan menciptakan suasana interaktif, game edukasi adalah solusi paling efektif yang membuat kelas tidak terasa kaku atau membosankan. Suasana kelas berubah menjadi lebih hidup dan menarik karena semua siswa ikut terlibat aktif, saling berbicara, dan bekerja sama menyelesaikan permainan.

Game edukasi digunakan bukan hanya membuat kelas menjadi lebih aktif tetapi untuk melatih pemahaman siswa setelah atau sebelum materi pelajaran diberikan dengan menggunakan game edukasi, guru dapat mengukur pemahaman siswa dalam materi pembelajaran.

Penggunaan media game edukasi ini sangat membantu guru dalam penyampaian materi agar siswa tidak merasa bosan, jika sampai sekarang guru hanya menyampaikan materi dengan metode ceramah maka siswa tidak memiliki pemahaman yang mendalam dalam pembelajaran.

Dalam pendidikan banyak metode yang dapat digunakan untuk membuat siswa mempunyai motivasi belajar dan membantu guru dalam penyampaian materi, guru dapat memadukan beberapa metode dalam proses pembelajaran agar menarik dan mendalam contohnya seperti metode gamifikasi dan ceramah selain siswa dapat memahami materi mereka juga mempunyai pengalaman karena terlibat aktif dalam permainan sehingga siswa mempunyai pemahaman yang mendalam.  

Hal ini diperkuat oleh teori konstruktivisme menurut Vygotsky seorang psikolog asal Uni Soviet yang menyampaikan bahwa proses belajar akan lebih efektif dan bermakna jika siswa juga terlibat  aktif dalam interaksi sosial dan lingkungannya. Dalam hal ini, game edukasi menjadi jembatan yang memfasilitasi siswa dan guru sebagai fasilitator, sehingga pemahaman materi tidak lagi bersifat hafalan pasif, melainkan hasil dari konstruksi pemikiran yang aktif dan menyenangkan.

Seorang pakar gamifikasi di dunia pendidikan dan pelatihan kerja Kapp, K. M. menyatakan bahwa permainan dalam pendidikan bukan sekedar untuk bersenang-senang melainkan sebuah metode yang efektif untuk mendorong keterlibatan mendalam dan motivasi belajar siswa agar mampu menyelesaikan masalah secara kolaboratif. 

Tantangan dan Solusi Penerapan Game Edukasi di Daerah 3T

Selain sebagai media yang dapat membantu guru dan siswa dalam pembelajaran agar menjadi lebih menarik, game edukasi memiliki tantangan yang menjadi penghambat dalam proses belajar mengajar. Pendidikan di indonesia secara keseluruhan masih belum merata masih banyak sekali daerah yang keterbatasan Infrastruktur teknologi dan juga kurangnya fasilitas sekolah yang memadai, khususnya di daerah 3T masih banyak sekolah yang kekurangan akan fasilitas maupun infrastruktur teknologi.

Hal ini menjadi tantangan utama yang banyak dialami sekolah-sekolah di daerah 3T, dari kurangnya fasilitas sekolah seperti Wifi, Smart Tv, Proyektor, komputer dll, siswa yang tidak memiliki Handphone, dan jaringan yang tidak stabil berbeda dengan sekolah yang berada di daerah kota, dilihat dari fasilitas sekolah dan infrastruktur teknologinya sudah sangat terjangkau sehingga tidak menjadi tantangan bagi sekolah di daerah perkotaan.

Tantangan ini menunjukkan adanya kesenjangan digital dimana siswa perkotaan dengan mudah mengakses game edukasi secara real time, namun disisi lain siswa di daerah 3T harus berjuang keras untuk dapat mengakses game edukasi. Selain terkendala dengan fasilitas sekolah mereka juga terkendala dengan biaya kuota internet yang mahal dan jaringan tidak stabil, tantangan ini menjadi lebih sulit karena tidak semua guru memiliki kemampuan teknologi yang baik untuk mengoperasikan media game ini.

Akibatnya menggunakan media game edukasi ini masih belum efektif bagi sekolah 3T yang tadinya untuk menumbuhkan suasana belajar yang interaktif malah menjadi masalah yang menghambat proses pembelajaran. 

Dalam mengatasi masalah ini, penggunaan game edukasi di daerah 3T dengan keterbatasan tersebut membutuhkan solusi yang efektif dengan beralih menggunakan platform media game yang offline agar tidak membutuhkan kuota dan jaringan internet dan dapat diakses secara gratis, selain itu  keterbatasan gawai dapat diakali dengan menggunakan metode belajar secara berkelompok dengan siswa lain yang memiliki handphone,  jika hal ini tidak dapat dijangkau mungkin guru dapat membuat game edukasi secara real atau bisa menggunakan eksperimen secara real dimana guru membuat media game nyata yang bisa disentuh dan dimainkan oleh siswa secara bersama dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran interaktif tetap dapat berjalan secara efektif tanpa terhambat oleh keterbatasan teknologi.

Menurut Sanchez-Mena dan Marti-Parreno para peneliti pendidikan yang aktif mengkaji efektivitas teknologi pembelajaran, menegaskan bahwa kesuksesan game edukasi di kelas tidak bergantung pada kecanggihan teknologi perangkatnya, melainkan pada tingkat kesiapan, cara pandang dan literasi game yang dimiliki oleh guru. 

Kesimpulan

Penggunaan game edukasi dalam pembelajaran berhubungan dengan perkembangan teknologi yang mendorong perubahan dalam proses pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berfokus pada metode ceramah  membuat suasana kelas menjadi kaku dan siswa menjadi pasif, mudah bosan dan kurang mengembangkan kemampuan berpikir dan berinteraksi.

Game edukasi dan metode gamifikasi ini menjadi alternatif media yang dapat menyelesaikan permasalahan ini karena menggabungkan permainan dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif, menarik dan siswa ikut terlibat dalam pengalaman belajar mereka, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih mendalam. Hal ini dapat meningkatkan motivasi siswa dalam memahami materi pembelajaran agar lebih bermakna.

Namun penggunaan game edukasi terkendala karena adanya kesenjangan di daerah 3T yaitu keterbatasan jaringan internet, fasilitas sekolah yang kurang memadai dan kemampuan teknologi. Oleh karena itu pengembangaan media game berbasis offline menjadi solusi yang relevan.

Keberhasilan game edukasi tidak dilihat dari teknologi yang digunakan melainkan kesesuaian game yang digunakan untuk materi pembelajaran serta cara guru mengimplementasikan dalam proses belajar.

Guru tetap berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa agar kegiatan bermain tetap memiliki tujuan dengan pemanfaatan yang tepat game edukasi berbasis offline dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, interaktif dan bermakna. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Elisabeth Cicionisa
Perkenalkan nama saya Elisabhet Cicionisa saya merupakan seorang mahasiswa dari Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)