Toto Harianto: Pawang Kayu Pengembang Perajin Mebel dengan Spirit Kreasi Edukasi

6 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi pembina perajin furniture dan kriya dengan semangat Kreasi Edukasi (Sumber: dikreasi dengan bantuan Gemini | Foto: gambar: Totok Siswantara)
Ilustrasi pembina perajin furniture dan kriya dengan semangat Kreasi Edukasi (Sumber: dikreasi dengan bantuan Gemini | Foto: gambar: Totok Siswantara)

Terkesan unik jika pada zaman sekarang ini ada sosok pengusaha yang mau bersusah payah membina para perajin mebel atau furniture yang ada di desa. Apalagi sosok tersebut pada saat awal berbisnis dulu melakukan semua itu hanya dengan naik sepeda motor berboncengan dengan istri tercinta menempuh jarak hingga ratusan kilometer.

Sosok diatas adalah Toto Harianto, sahabat lama saya saat masih bekerja di industri pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia. Saya dan Kang Toto Harianto berpisah sekitar tahun 2003, ketika sama-sama pensiun dari perusahaan.

Toto Harianto pendiri Kreasi Edukasi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Toto Harianto pendiri Kreasi Edukasi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Kini Kang Toto mengelola perusahaan rintisan ( startup ) Kreasi Edukasi yang memproduksi mebel/furniture untuk pendidikan, kantor dan rumah, alat kesenian sekolah, alat peraga, buku cetak, alat permainan edukasi, hingga aplikasi digital untuk pendidikan. Produknya sudah tersebar hingga pelosok negeri.

Ketekunan dan keahlian Kang Toto terkait dengan produk berbasis kayu terlihat sejak dia masih muda. Kecermatan memilih kayu yang berkualitas, termasuk analisanya terkait grid direction potongan kayu saat permesinan serta cara mendapatkan pasokan kayu yang berkualitas dan harganya pas, merupakan keahlian tersendiri bagi pria kelahiran kabupaten Garut itu. Sangat tepat jika dia diberi gelar "Pawang Kayu".

Contoh jenis produk  Kreasi Edukasi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Contoh jenis produk Kreasi Edukasi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Kinerja Startup Kreasi Edukasi

Kini kebutuhan dan permintaan terhadap furniture dan kriya terus meningkat. Pasar furniture dan kriya untuk sekolah, rumah tangga, tempat usaha hingga untuk kesenian dan kebudayaan sebaiknya mengedepankan UMKM dan perajin. Pasar tersebut hendaknya tidak dimonopoli oleh perusahaan furniture raksasa.

Hal diatas ditekankan oleh Toto Harianto, pendiri dan pemilik PT Kreasi Edukasi yang usahanya  memproduksi furniture, kriya, alat kesenian untuk sekolah, dan produk lain yang berbasis kerajinan. Usaha rintisan atau startup yang berkantor di Rancamaung, Cimekar, Kabupaten Bandung.

Toto Harianto adalah mantan karyawan industri pesawat terbang, PT Dirgantara Indonesia di Bandung. Setelah pensiun dia merintis usaha furniture untuk kebutuhan pendidikan. Saat ini pria asli Garut ini telah membina puluhan pengrajin rakyat yang memproduksi furniture dan kriya yang tersebar di Jawa Barat, seperti Sumedang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat dan Kabupaten Garut.

Mebel produksi perajin binaan Kreasi Edukasi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Mebel produksi perajin binaan Kreasi Edukasi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Keahlian tentang Kayu

Sudah banyak produk furniture dan alat sekolah yang diproduksi Kreasi Edukasi, baik untuk ruang kelas maupun untuk pengajaran  kesenian dan budaya. Produk tersebut tidak hanya dipakai oleh sekolah di sekitar Bandung Raya, tetapi sudah dipakai hingga di luar Pulau Jawa.

Kinerja perusahaan itu kian membaik karena berbagai faktor. Antara lain, untuk mendapatkan mebel yang kokoh, awet, dan bernilai tinggi, pemilihan bahan baku kayu harus dilakukan dengan sangat teliti.Kang Toto memiliki keahlian tentang  cara memilih kayu yang baik untuk mebel. Dia punya cara unik untuk memeriksa tingkat kekeringan kayu (kadar air). Karena kayu yang masih basah atau memiliki kadar air tinggi akan menyusut, melengkung, dan pecah saat dikerjakan atau dibubut bahkan bisa rusak atau pecah setelah mebel jadi.Perusahaan Kang Toto, memiliki prosedur dan teknik pengeringan kayu melalui proses kiln dry (oven) karena tingkat kekeringannya lebih stabil dibanding hanya dijemur matahari (sun-dried).

sahabat saya itu memiliki pengamatan yang hebat terkait karakteristik dan serat kayu/ Serat yang rapat dan padat menandakan kayu berasal dari pohon yang sudah tua dan memiliki struktur yang kuat. Biasanya bagian itu untuk struktur utama mebel, seperti kaki meja atau kursi.

Memilih kayu dengan arah serat yang lurus agar mampu menahan beban dengan maksimal adalah rumus yang mesti dikuasai. Utamakan heartwood, yakni bagian terdalam atau inti batang pohon yang memiliki warna lebih gelap, tekstur lebih keras, dan lebih tahan terhadap serangan rayap.

Saran dari Kang Toto, hindari sapwood yakni bagian terluar batang kayu (sapwood) biasanya berwarna lebih terang/putih, bertekstur lunak, dan sangat rentan membusuk atau dimakan hama.

Selain itu pentingnya mewaspadai cacat fisik pada kayu. Hindari mata kayu hidup yang besar. Mata kayu  atau bekas cabang pohon yang terlalu besar atau rapuh (dead knot) dapat mengurangi kekuatan struktur kayu dan mudah lepas, menyisakan lubang pada mebel.

"Jangan pilih kayu yang memiliki retak rambut panjang atau pecah di bagian ujungnya. Pastikan bentuknya lurus: Hindari papan kayu yang sudah melengkung atau melintir sejak awal, karena akan menyulitkan proses pemotongan dan perakitan," saran Kang Toto.

Keniscayaan penguatan industri lokal klaster alat pendidikan, furniture sekolah,alat permainan edukatif (APE). Perlu solusi yang tepat untuk membantu para perajin dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal acap kali mengalami masalah untuk menyerap anggaran pendidikan,kebudayaan, pariwisata dan insentif industri serta kesulitan penetrasi pasar.

Karena produk lokal kualitasnya masih ada yang belum baik, maka pemerintah perlu bekerja sama dengan ahli desain kreatif dari berbagai perguruan tinggi tersebut untuk membantu sebagai konsultan para pengrajin yang tergolong UMKM untuk memperbaiki kualitas desain produk dan aspek lainnya. Sehingga produk buatan pengrajin dalam negeri bisa tumbuh menghadapi persaingan.

Kementerian Ekonomi Kreatif, UMKM dan Koperasi perlu memberikan insentif untuk mengembangkan para perajin furniture dan kriya yang proses produksinya ramah lingkungan. Selain itu kualitas produk sesuai dengan standar dan memiliki desain industri  terkini yang ergonomik.  Harapan diatas dinyatakan oleh Kang Toto, yang telah membina puluhan perajin di beberapa kabupaten. Sudah banyak produk furniture dan alat sekolah , baik untuk ruang kelas maupun untuk pengajaran  kesenian dan budaya. Produk tersebut tidak hanya dipakai oleh sekolah di sekitar Bandung Raya, tetapi sudah dipakai hingga di luar Pulau Jawa.

Kang Toto berharap agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto lewat kementerian terkait segera turun langsung memperkuat ekosistem usaha pengrajin furniture dan kriya dengan berbagai macam skema dan insentif ekonomi.  

Menurutnya produk pengrajin perlu bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk menampung produk UMKM buat dipasarkan. Dari Kementerian Koperasi para pengrajin furniture berharap mendapat permodalan lewat LPDB untuk koperasi. Dan fasilitasi sertifikasi produk anggota. Serta  bisa masuknya produk ke marketplace atau e-katalog pemerintah.

Selain itu produk perajin sebaiknya mendapat prioritas untuk dipakai oleh program unggulan pemerintah dibidang pendidikan seperti Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Alangkah baiknya jika gedung, ruang kelas dan asrama siswa Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda pengadaan mebel atau furniture diisi oleh produk kerajinan dengan syarat dan ketentuan standar yang telah ditentukan.  

Produk alat musik gamelan untuk sekolah buatan perajin binaan Kreasi Edukasi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Produk alat musik gamelan untuk sekolah buatan perajin binaan Kreasi Edukasi (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Tantangan Perajin

Pada saat ini harga bahan baku terus naik. Kayu legal SVLK  harganya lebih mahal hingga 20-40 % dari kayu ilegal. Istilah SVLK  adalah singkatan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu. Merupakan sertifikat bahwa kayu yang digunakan untuk produksi bersifat legal, bukan dari penebangan liar.

Pada saat ini harga kayu jati, mahoni, sonokeling sangat fluktuatif mengikuti dinamika ekspor dan nilai tukar dolar. Hal itu berdampak terhadap margin pengrajin menjadi  kecil dan susah bersaing sama mebel impor yang berbasis Medium Density Fiberboard (MDF). Yakni papan yang dibuat dari serat kayu kepadatan sedang.

Keniscayaan konsumen  saat ini semakin peduli isu lingkungan dan produk berkelanjutan. Permintaan pasar mulai mengarah kepada produk yang disertifikasi ramah lingkungan. Pentingnya desain produk  yang ramah ekologi dengan berfokus pada penggunaan bahan yang efisien, seperti kayu daur ulang, bambu, dan bio komposit serat alam.

Perlu program memperbanyak pelatihan dan sertifikasi untuk pekerja industri berbasis kayu. Dimasa lalu ada sekolah kejuruan tentang bangunan atau perabot dari kayu. Sekolah itu telah menghasilkan tukang kayu yang sangat terampil dan mahir. Namun, sekolah kejuruan semacam itu kini sudah tidak ada lagi. Jika pemerintah daerah kesulitan membentuk atau memformalkan pengajaran tentang kriya, bisa saja melalui pendidikan informal. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)