Habis Lebaran, Tibalah Sampah

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Darurat sampah di Bandung Raya menyusul peristiwa kebakaran di TPA Sarimukti. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Darurat sampah di Bandung Raya menyusul peristiwa kebakaran di TPA Sarimukti. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Saat asyik mencari referensi tentang idulfitri di Bandung, tiba-tiba muncul postingan di beranda (Facebook) dari akun @bdg.kecamatan.kiaracondong bertajuk "Idulfitri Tanpa Sampah? Bisa Banget!"

Memang sudah menjadi kebiasaan habis (salat) lebaran (idulfitri), tibalah (darurat) sampah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan darurat sampah di Bandung Raya menyusul peristiwa kebakaran di TPA Sarimukti. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan darurat sampah di Bandung Raya menyusul peristiwa kebakaran di TPA Sarimukti. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Darurat Sampah Saat Lebaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiagakan sebanyak 2.266 personel kebersihan selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah.

2.266 personel ini disebar di 263 titik pantau guna memastikan kondisi kota tetap bersih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menetapkan status darurat sampah. Akibat dipicu penutupan sementara TPA Sarimukti.

Pasalnya, persoalan sampah sebagai tantangan serius yang dihadapi Kota Bandung, bertepatan dengan momentum Idulfitri 1447 Hijriah.

Usai Salat Id di Plaza Balai Kota Bandung, Farhan menjelaskan produksi sampah harian di Kota Bandung mencapai 1.600 hingga 1.800 ton.

Tingginya volume sampah merupakan konsekuensi dari aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang dinamis.

Darurat Sampah, Farhan Ajak Warga Ubah Budaya di Momentum Idulfitri (Sumber: Istimewa Diskominfo Kota Bandung)
Darurat Sampah, Farhan Ajak Warga Ubah Budaya di Momentum Idulfitri (Sumber: Istimewa Diskominfo Kota Bandung)

“Sampah adalah residu dari kehidupan kita. Maka, pengelolaannya menjadi tanggung jawab bersama,”

Persoalan sampah di Kota Bandung telah menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga diperlukan langkah serius dan berkelanjutan.

Pengembangan berbagai program berbasis partisipasi masyarakat, mulai dari tingkat kewilayahan hingga penguatan petugas kebersihan.

Solusi utama terletak pada perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah dan mendaur ulang sampah.

“Kebersihan adalah bagian dari iman. Maka mari kita mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah dari rumah,”

Momentum Idulfitri dapat menjadi titik awal perubahan budaya menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif, kita optimistis Kota Bandung mampu mengatasi persoalan ini,”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengatakan, pengelolaan sampah saat Lebaran dilakukan dengan skema khusus.

Salah satunya dengan penghentian sementara pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti pada H-1, Hari H, hingga H+1 Idulfitri.

Warga Kota Bandung diimbau untuk menahan sampah organik selama tiga hari, yakni H-1, Hari H, dan H+1 Idulfitri, karena tidak ada pengangkutan ke TPA Sarimukti,”

Meski pengangkutan dihentikan sementara, DLH tetap melakukan pemantauan intensif di 263 titik yang meliputi pasar, ruas jalan utama, hingga pusat keramaian.

Dari total 2.266 personel yang dikerahkan, sebanyak 926 petugas bertugas pada H-1, 211 petugas saat Hari H, 640 petugas pada H+1, dan 1.025 petugas pada H+2.

Ratusan armada pendukung disiagakan, mulai dari truk pengangkut, kendaraan operasional, hingga alat berat untuk memastikan penanganan sampah tetap berjalan optimal.

Tumpukan sampah di sekitar Pasar Cicadas, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Tumpukan sampah di sekitar Pasar Cicadas, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Keterlibatan Masyarakat, Tanggungjawab Bersama

Peran masyarakat menjadi kunci dalam pengendalian sampah selama periode Lebaran.

Usai memonitor TPS di kawasan Pasar Kiaracondong, Farhan membeberkan jumlah petugas yang disiagakan masih belum cukup jika tidak diiringi partisipasi aktif warga.

“Petugas kita ribuan, tapi tetap tidak akan cukup tanpa peran warga. Percuma kalau masyarakat tidak ikut mengurangi dan memilah sampah dari rumah,”

Mari warga untuk memisahkan sampah organik dan non-organik sejak dari sumbernya.

Sampah organik dapat dikelola lebih lanjut, sampah anorganik seperti plastik bisa disalurkan melalui bank sampah, dan residu diserahkan kepada petugas pengangkut.

Pengawasan langsung ke sejumlah titik rawan timbulan sampah, khususnya di kawasan pasar, guna memastikan aktivitas tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kebersihan dan ketertiban.

Dengan menata posisi lapak PKL di Pasar Kiaracondong yang sampai memenuhi ruas jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan.

"Selain memantau TPS, kami juga memastikan ketertiban di Pasar Kiaracondong. Beberapa pedagang yang berjualan hingga ke ruas jalan, kami minta memindahkan lapaknya, agar tidak menghalangi jalan. Pak Camat dan unsur kewilayahan akan memonitor. Kami mendukung ekonomi kerakyatan, namun jangan sampai mengganggu jalan. Ketertiban tetap yang utama,"

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Bandung optimis kebersihan kota selama libur Idulfitri dapat tetap terjaga. (www.bandung.go.id).

Ilustrasi salat Idulfitri (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ilustrasi salat Idulfitri (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Masih segar dalam ingatan, bila salat Idulfitri di lapangan (Alun-alun), fasilitas umum, serambi masjid yang meluber keluar hingga menutup jalan. Pasca salat Ied itu selalu menyisihkan sampah yang berserakan, koran, plastik bekas amparan sujud bersimpuh menghadap Illahi.

Untuk di era 1990-an di Kandang Wesi. Bisanya warga Darussalam, Pasar Lama melaksanakan salat Idulfitri, Iduladha dengan menggelar sajadah di pojok selatan Alun-alun Bungbulang, tepatnya di depan SDN Bungbulang II (Sekarang SDN Bungbulang I).

Bila sudah penuh bergeser ke sebelah utara, tepat di depan Kawadanaan (sekarang Kantor Kecamatan Bungbulang yang berdampingan dengan Kantor Desa Bungbulang) belakang GOR, Pasar Ceplak.

Alun-alun menjadi tempat syiar dan berbagai kegiatan dakwah Islam, termasuk saat salat Id. Sejak pagi warga Sabilissalam, Babussalam, Sukamanis, Warung Gantung mulai berdatangan, mengenakan pakaian baru, ginding, yang berwarna cerah, serba putih.

Tentunya dengan membawa keluarga, sanak saudara di kota yang berbaris rapih di depan Puskesmas, Pasar Ceplak. Untuk warga Pasantren, Panyingkiran, Kaum yang lebih awal hadir biasanya menempati posisi tepat di depan Masjid Agung, KAU Bungbulang.

Sungguh indah, sangat meriah, penuh kebersamaan suasana salat Id di wilayah selatan yang terkenal dengan Leuwi Jurig, Puncak Guha. Sebelum salat Id dimulai, sayup-sayup terdengar suara takbir yang menggema melalui pengeras suara (toa), bedug yang menandakan hari kemenangan telah tiba.

Warga yang hadir biasanya sudah menyebar di sekitar Alun-alun, membawa sajadah, tikar, samak untuk salat berjamaah.

Selesai salat, suasana menjadi penuh kehangatan, rasa kebahagiaan dengan saling bermaaf-maafan, berjabat tangan, dan berpelukan. Suasana kebersamaan, keakraban semakin terasa, sebab banyak orang di dayeuh (dong sih, di gedong beberesih) pada mudik yang saling bertegur sapa dan berbagi cerita masa lalu, hingga meraih keberhasilannya.

Saking sering numpuk sampah koran, pelastik bening, Pasapon (tukang bersih-bersih) pernah berkata, "Meni hese hirup berseka! Masih nganggap beberes mah ku tukang kabersihan!"

Idulfitri Vibes Tetap Eco-Friendly (Sumber: Instagram @bdg.kecamatan.kiaracondong)
Idulfitri Vibes Tetap Eco-Friendly (Sumber: Instagram @bdg.kecamatan.kiaracondong)

Yuk Mulai dari Diri Sendiri

Rupanya, setelah gema takbir mereda, ada suara lain yang pelan-pelan meninggi dari gesekan koran, derit plastik, bau sisa makanan, dan tumpukan sampah (dapur) yang menggunung di sudut-sudut kota, pojok Alun-alun, pusat belanja.

Memang kita merayakan kemenangan, tetapi apa yang sebenarnya kita menangkan?

Hanya berhasil menahan lapar, tetapi belum sepenuhnya menahan hasrat, masih buang sampah sembarang, hatta setelah salat Ied, bekas amparan sujud dibiarkan saja, tidak diambil untuk dibuang pada tempatnya.

Sejatinya Lebaran menjadi momen yang tepat untuk kembali kepada kesederhanaan yang jernih, suci. Fitrah bukan sekadar status spiritual, melainkan sikap hidup yang secukupnya, sewajarnya, dan sepantasnya.

Ingat, dalam fitrah, tidak ada yang berlebihan. Justru kebahagiaan hadir dari keberhasilan yang dimulai dari diri sendiri, sejak dini, dimulai dari yang terkecil dengan tanpa perlu ditumpuk-tumpuk dan mengandalkan petugas pemerintah.

Tumpukan sampah menjadi cermin kita dari wajah konsumtif yang seakan-akan disembunyikan (ditahan selama satu bulan Ramadan), tibalah hari Lebaran kembali ke setelan awal buang sampah sembarang.

Mari kita renungkan dan ikuti ajak dari wargi Kircon, yuk mulai kebiasaan baik di hari yang suci ini:

- Tinggalkan koran sekali pakai, dan beralih ke yang lebih ramah lingkungan.

- Bawa sajadah / tikar / alas kain sendiri.

- Kurangi sampah sekali pakai.

- Jaga kebersihan area Salat Ied bersama-sama.

Karena kebersihan adalah bagian dari iman, dan bumi yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama.

Less Sampah, More Berkah. Rayakan kemenangan dengan cara yang lebih bijak dan peduli lingkungan.

Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H Mohon maaf lahir dan batin. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)