Upaya Membangun Kesadaran dan Sinergitas untuk Pengolahan Sampah

4 menit baca
Budi Permana
Ditulis oleh Budi Permana diterbitkan
Sampah botol plastik, sisa makanan, dan bekas flare terlihat berserakan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung selepas konvoi Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Sampah botol plastik, sisa makanan, dan bekas flare terlihat berserakan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung selepas konvoi Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung selesai. Hal ini sering terjadi, khususnya di wilayah perkotaan dan salah satunya Kota Cimahi. Sebagai kota dengan luas wilayah terbatas dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, Kota Cimahi menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas lingkungan di tengah meningkatnya volume sampah. Adapun permasalahan sampah ini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan keberlanjutan eko sistem lingkungan perkotaan. Fenomena penumpukan sampah pun muncul mulai dari gang-gang kecil hingga jalanan besar. Penumpukan sampah ini mengakibatkan timbulnya bau busuk menyengat hingga mendatangkan ribuan lalat dan pemandangan yang makin tak sedap.

Berdasarkan data pada Februari 2026, timbunan sampah di Kota Cimahi mencapai 234 hingga 250 ton per hari (sumber : https://cimahikota.go.id/berita/detail/83675-setiap-hari-234-ton-sampah,-cimahi-tambah-tpst-di-wilayah-selatan). Dari jumlah tersebut, baru sekitar 49,6 persen yang dapat dikelola secara optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Chanifah Listyarini saat itu menyampaikan bahwa tingkat pengelolaan sampah Kota Cimahi saat ini masih berada di bawah 50 persen. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Belum optimalnya pengelolaan sampah berdampak pada munculnya penumpukan sampah di berbagai lokasi di Kota Cimahi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menemukan puluhan titik tumpukan sampah liar yang mengganggu kenyamanan masyarakat dan mencemari lingkungan (sumber : https://cimahikota.go.id/berita/detail/83799-dlh-kota-cimahi-sasar-tumpukan-sampah-liar). Petugas gabungan pun harus diterjunkan untuk membersihkan sampah yang menumpuk tersebut. Fenomena ini sesungguhnya merupakan alarm bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan melalui pengangkutan dan pembersihan semata. Dibutuhkan perubahan perilaku dan kesadaran kolektif agar masalah serupa tidak terus berulang.

Masyarakat perlu terus didorong untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah. Memisahkan sampah jenis organik, anorganik, dan residu mungkin terlihat sepele, namun memiliki dampak besar terhadap keberhasilan pengelolaan sampah secara keseluruhan. Pemilahan sampah tidak hanya memudahkan proses pengolahan dan daur ulang, tetapi juga mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Di tengah keterbatasan kapasitas TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan semakin kompleksnya persoalan persampahan, kebiasaan memilah sampah merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pemilahan sampah diharapkan menjadi budaya sehari-hari yang dilakukan oleh masyarakat pada semua kalangan. Pemilahan sampah bukan hanya menjadi tugas Ibu-ibu di rumah. Pemilahan sampah harus disadari dan terus dilakukan oleh siapapun. Para karyawan di perkantoran, para siswa di sekolah, para pedagang di pasar, di jalan dan siapapun harus memiliki kesadaran dalam memilah sampah.

Jangan pernah lelah untuk memilah sampah, karena setiap sampah yang dipilah dengan benar adalah kontribusi nyata untuk menciptakan Kota Cimahi yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Berbagai upaya sosialisasi telah dilakukan oleh aparat kewilayahan, mulai dari ketua RT, RW, hingga petugas pengelola sampah. Edukasi mengenai pentingnya memilah sampah, penting untuk terus disampaikan kepada masyarakat.

Pembatasan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti semakin menegaskan bahwa pola lama "kumpul-angkut-buang" tidak lagi memadai. Kapasitas tempat pembuangan yang terbatas mengharuskan setiap daerah, termasuk Kota Cimahi, mencari solusi yang lebih inovatif. Artinya, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Pengurangan volume sampah dan pemilahan sejak awal menjadi langkah penting yang tidak dapat ditawar lagi.

Pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan. Setiap warga memiliki peran penting dalam membiasakan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu sebelum dibuang. Kebiasaan sederhana ini akan memudahkan proses pengolahan, meningkatkan potensi daur ulang, serta mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA.

Di tengah berbagai keterbatasan, kreativitas justru menjadi peluang. Bank sampah berbasis digital dapat menjadi sarana yang mendorong masyarakat memilah sampah sekaligus memperoleh manfaat ekonomi. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan atau ecobrick yang bernilai guna.

Pemerintah bersama masyarakat juga dapat menghadirkan berbagai inovasi, seperti pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi lingkungan, menyelenggarakan kompetisi wilayah terbersih, mengapresiasi warga yang aktif memilah sampah hingga program satu rumah satu komposter. Dengan upaya tersebut, diharapkan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

Persoalan sampah bukan semata urusan Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan, Kelurahan, para Ketua RW / RT dan para petugas kebersihan. Persoalan sampah adalah tanggung jawab Bersama, tanggungjawab semua elemen di Lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Kota Cimahi yang bersih tidak hanya ditentukan oleh banyaknya armada pengangkut sampah, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah secara bertanggung jawab. Perubahan mind set dan budaya menjadi hal paling mendasar dalam pengelolaan sampah. Masyarakat memiliki kesadaran dan semangat dari kebiasaan “membuang sampah” menuju budaya “mengelola sampah”.

Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, namun tantangan untuk menciptakan inovasi dan kolaborasi. Sinergitas antara Pemerintah Kota Cimahi, aparat kewilayahan, dunia usaha, dan partisipasi aktif masyarakat, Kota Cimahi memiliki peluang besar untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Sudah saatnya Cimahi bertransformasi dari kota yang sibuk membuang sampah menjadi kota yang cerdas dalam mengelola sampah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Budi Permana
Tentang Budi Permana
Penulis adalah Pranata Humas Ahli Muda di Pusjar SKTAN - Lembaga Administrasi Negara. Ketua RT 05 RW 10 Kelurahan Karang Mekar – Kota Cimahi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:41

Pemborosan Pangan dalam Lingkungan Rumah serta Dampaknya Terhadap Lingkungan

Mengurangi food waste menjadi langkah sederhana untuk menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan.

Ilustrasi sampah makanan. (Sumber: Pexels | Foto: Sarah Chai)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:08

Pengaruh AI dalam Meningkatkan Efektivitas dan Akurasi di Dunia Akuntansi

Dalam dunia akuntansi Artificial Intelligence memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan, meminimalisir kesalahan, mendeteksi adanya kecurangan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

ilustrasi dunia akuntansi. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 17:09

Masa Depan Forensic Accounting: Optimalisasi Artificial Intelligence dan Data Analytics dalam Mengungkap Korupsi di Indonesia

Memahami bagaimana peran dari artificial intelligence dan data analysis dalam forensic accounting dalam mengungkap fraud dan korupsi di Indonesia.

Ilustrasi akuntan. (Sumber: Pexels | Foto: Mikhail Nilov)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 15:30

Penggunaan Artificial Intelligence dan Simulasi Studi Kasus dalam Mengatasi Masalah Mahasiswa Akuntansi

AI dan simulasi studi kasus membantu mahasiswa akuntansi memahami perubahan standar, membandingkan GAAP, IFRS, dan SAK, serta melatih kemampuan menghadapi permasalahan akuntansi secara lebih realistis

Ilustrasi penggunaan AI. Simulasi studi kasus dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) menjadi solusi inovatif untuk berbagai kendala yang dialami oleh mahasiswa akuntansi.
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 14:37

KDM Minta Maaf Gara-gara 80.000 Warga Jabar Masih Gelap-gelapan

Kang Dedi Mulyadi menyoroti 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menilai pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di seluruh Jawa Barat secara merata.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, saat upacara hari kemerdekaan di Gedung Sate.  (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 13:48

Membaca Bahasa Kekuasaan di Balik Fenomena Pemasangan Pagar Mal Agustus 2026

Ketika mal-mal besar mendadak berpagar tinggi lalu semua pihak buru-buru membantah kaitannya dengan kerusuhan, yang tersingkap justru ketakutan itu sendiri.

Ilustrasi pagar di mal. (Sumber: Pexels | Foto: Thiago Calamita)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 10:49

Mengisi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas

Mari mengisi kemerdekaan dengan ilmu yang mencerahkan, pendidikan yang memanusiakan, teknologi yang beretika, agama yang menebarkan kedamaian, dan pengabdian yang menghadirkan kemaslahatan.

Ilustrasi bendera Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Daris Ardiansyah)
Wisata & Kuliner 18 Agu 2026, 10:06

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi, Wisata Perkebunan dengan Panorama Gunung Salak

Hamparan kebun teh, kabut pagi, dan udara sejuk menjadi daya tarik utama Kebun Teh Jayanegara di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi.

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi. (Sumber: Instagram @smiling.wetjava)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 08:15

81 Tahun Merdeka, Untuk Siapa Kemerdekaan Bekerja?

Mungkin persoalannya bukan apakah Indonesia telah merdeka, melainkan ke mana kemerdekaan itu dibawa dan untuk siapa ia bekerja.

Pada sebuah acara peringatan Hari Kemerdekaan di Gedung Indonesia Menggugat. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 07:48

Makna Hari Kemerdekaan: Wujudkan Bandung Berdikari dengan Optimasi Aset

Mewujudkan Bandung berdikari, mesti mengembangkan lebih banyak lagi ragam profesi atau jenis pekerjaan masa kini.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Pemkot Bandung (Sumber: bandung.go.id)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 21:22

Kedaulatan Komunikasi sebagai Wajah Baru Kemerdekaan

Di usia ke-81 RI, kemerdekaan bukan hanya soal wilayah, tetapi kedaulatan komunikasi: kemampuan berpikir jernih, memverifikasi kebenaran, dan berdialog sehat di tengah gempuran algoritma dan hoaks.

Apakah kemerdekaan hanya sebatas bebas dari kolonialisme fisik? (Sumber: Pexels/ahmad syahrir)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 19:20

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’ dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 2)

Menelusuri hubungan sejarah dan fotografi, dari foto sebagai rekaman masa lalu hingga teknologi visual mutakhir yang membuka cara baru dalam membaca sejarah.

Foto Cipanas Garut dengan view Gunung Guntur yang diambil Thilly Weissenborn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 16:20

El Bahar dan Sang Merah Putih Menjelang Hari Kemerdekaan

Koran yang usianya kini telah mencapai 57 tahun itu hadir hanya dua hari menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suratkabar El Bahar, salah satu surat kabar yang dikenal kritis dan cukup disegani pada masanya. (Koleksi: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 15:00

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’, dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 1)

Mengulas sejarah fotografi di Indonesia, perannya sebagai sumber sejarah visual, serta persoalan pelestarian arsip foto dalam merekam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Ilustrasi foto klasik. (Sumber: Pexels | Foto: tapoy)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 13:02

Refleksi Indonesia Merdeka

Dalam refleksi Indonesia merdeka adalah Indonesia harus terus belajar menjadi Indonesia yang adil, berdaulat, beradab dan manusiawi, itulah kemerdekaan sesungguhnya.

Acara pengibaran bendera Merah Putih berukuran 10×18 meter di Tebing Hawu, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 11:26

Bendera Berkibar Janji Ditebar

81 tahun kemerdekaan bukan semata-mata untuk kepentingan negara yang punya hajat. Tetapi masyarakat yang memiliki harapan untuk merdeka. Hidup di negeri ini dengan jutaan cita-cita.

Warga membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 10x18 meter sebagai persiapan pengibaran pada 17 Agustus 2026 di Tebing Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 10:05

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Taman Bincarung: Trek Pendakian, Lokasi, dan Harga Tiket

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung, informasi trek pendakian, lokasi gunung, dan harga tiket yang perlu diketahui sebelum melakukan pendakian.

Peta Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 09:22

Ketimpangan Terselubung di Balik Pilihan Kos Mahasiswa

Ketimpangan dalam soal pilihan tempat kos mungkin tidak selalu kentara, tetapi dampaknya nyata dan berlapis.

Mahasiswa baru salah satu PTN mengikuti Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 21:58

Dari Kaki Gunung Wayang ke Ruang Sidang Doktoral: Saatnya Pendidikan Belajar Mengenali Keunikan

Jika setiap anak berbeda, mengapa sistem pendidikan kita masih begitu gemar menyeragamkan? Kisah Luthfi dari Kertasari membuka pertanyaan itu.

Luthfi Audia Pribadi dalam ujian promosi doktor di UPI, 13 Agustus 2026.
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 18:15

Efektivitas Perusahaan Listrik sebagai Perusahaan Monopoli?

Ada berbagai bentuk pasar dalam perekonomian. Apakah perusahaan listrik sebagai perusahaan monopoli efektif?

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.