Renungan Hari Bhayangkara, Mengapa Usia Pelaku Kejahatan Semakin Muda?

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi fenomena kejahatan yang dilakukan oleh remaja (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Faqih Rohman Syafei)
Ilustrasi fenomena kejahatan yang dilakukan oleh remaja (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Faqih Rohman Syafei)

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 2026 adalah mengetengahkan tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat". Tema tersebut merepresentasikan komitmen institusi kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan publik, dan memberikan manfaat nyata secara responsif dan humanis.

Dibalik tema tersebut ada pertanyaan publik yang perlu direnungkan secara mendalam serta dicarikan solusinya yang mendasar.
Pertanyaan publik yang sering mengemuka adalah kenapa usia pelaku kejahatan kini semakin muda. Para muda belia, bahkan masih dibawah umur dalam konteks domain pengadilan atau hukum, kini sangat marak melakukan kejahatan. Bahkan anak seusia sekolah dasar dan sekolah menengah sudah tega melakukan perundungan hingga terlibat kasus pembunuhan dan pencurian.

Kejahatan yang dilakukan oleh remaja semakin beragam, dari kasus pembunuhan, perundungan, penyekapan,pengedaran narkoba, kasus narkoba dan miras, hingga pengutilan oleh pelajar di supermarket. Patut digarisbawahi teori pakar Sosiologi, Rakhmat Hidayat, bahwa kriminalitas saat ini mengalami reproduksi sosial karena para pelaku kejahatan tidak lagi orang dewasa dan orang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang melakukan kejahatan karena faktor ekonomi.

Fenomena usia pelaku kriminal di Indonesia yang semakin muda terjadi akibat interaksi kompleks antara paparan teknologi tanpa filter, disfungsi keluarga, tekanan kelompok sebaya, dan desakan ekonomi.
Berdasarkan kajian kriminologi dan psikologi forensik, anak muda dan remaja berada pada fase perkembangan otak prefrontal cortex yang belum matang sempurna, membuat mereka lebih impulsif dan rentan berbuat nekat demi pengakuan sosial.

Ilustrasi polisi sedang menangani kejahatan di jalanan yang dilakukan remaja (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Restu Nugraha)
Ilustrasi polisi sedang menangani kejahatan di jalanan yang dilakukan remaja (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Restu Nugraha)


Refleksi Hari Bhayangkara dan Kasus Kejahatan Remaja di Bandung

Statistik menunjukkan secara keseluruhan, Polrestabes Bandung mencatat total 4.252 kasus kriminal umum sepanjang tahun 2025. Meskipun kepolisian tidak merilis satu angka tunggal mutlak khusus untuk akumulasi "kejahatan anak muda", data statistik sektoral dan laporan penindakan menunjukkan keterlibatan remaja didominasi oleh pelaku berstatus pelajar/mahasiswa (sekitar 17 persen dari total terlapor pidana di Jawa Barat) serta aksi kekerasan jalanan kelompok motor.

Rincian data dan klaster kasus kriminalitas yang melibatkan anak muda di Kota Bandung sepanjang tahun 2025 yang termaktub dalam Statistik Kriminalitas Makro (Kota Bandung 2025). Total laporan kejahatan sebanyak 4.252 kasus masuk ke Polrestabes Bandung, menjadikannya wilayah dengan volume kriminalitas tertinggi di Jawa Barat.

Rasionalitas risiko tindak pidana mencapai 192 kasus per 100.000 penduduk Kota Bandung. Sedangkan dari aspek demografi pelaku remaja, data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas Polri) mencatat bahwa 17,07 persen hingga 17,74 persen dari total pelaku kejahatan yang terdata di wilayah hukum Jawa Barat berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Klaster kasus menonjol yang melibatkan anak muda di Bandung pada 2025 didominasi oleh aksi kekerasan kelompok (geng) dan pengeroyokan. Inilah yang mendasari Polrestabes Bandung melakukan operasi besar dan menangkap sejumlah pelajar SMP dan SMA sekaligus karena terlibat konvoi anarkis, tawuran, membawa senjata tajam, serta menyerang warga di jalanan.

Data yang dilansir oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB Jawa Barat), menunjukkan bahwa penanganan perkara anak berhadapan dengan hukum (ABH) mengalami peningkatan.

Jumlah penanganan kasus kekerasan dan hukum anak di Jawa Barat meningkat menjadi 615 kasus melalui jalur formal pada 2025. Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) mencatat total 1.367 kasus kekerasan anak yang dilaporkan di wilayah Jabar sepanjang tahun 2025.

Rekomendasi Publik Kepada Polri untuk Atasi Fenomena Teen Killers,
Polri perlu lebih serius mengatasi akar masalah meningkatnya pelaku kejahatan yang berlatar belakang remaja. Sangat ironis bahwa pada saat ini pelaku kejahatan semakin berusia muda bahkan masih dibawah umur.
Perlu tindakan nyata dan kajian ilmiah yang relevan terkait dengan fenomena Teen Killers melalui Psikopatologi. Fenomena Teen Killer yang marak di tanah air ini ternyata ada kesamaan dengan  penelitian di Amerika Serikat seperti yang tertulis dalam website National Organization of Victims of Juvenile Murderers.

Mesti segera ditemukan akar penyebab dan pencegahan kasus pembunuhan yang sering dilakukan oleh remaja. Psikopat remaja sangat berbahaya, mereka berumur sangat muda ketika melakukan kejahatan yang sangat kejam.  Mereka mengalami hal yang menurut istilah psikopatologi disebut gangguan otak biologis.

Karena mereka sangat berbahaya maka mustahil atau sulit sekali  bisa kembali ke dalam masyarakat. Psikopat telah terbukti tidak dapat disembuhkan dan kemungkinan besar akan kembali melakukan perbuatan berulang.  Masalah remaja yang terindikasi psikopat dan melakukan kejahatan telah menjadi masalah serius. Mereka ditandai dengan ketidakstabilan emosional, impulsif dan tingginya tingkat gangguan mood dan kecemasan. Kejahatan yang dilakukan mencakup pembunuhan, pemerkosaan, percobaan pembunuhan dan penganiayaan berat.

Sebagai anggota masyarakat, penulis mengucapkan selamat Hari Bhayangkara 2026. Seluruh jajaran Polri dituntut lebih profesional dan mendengar kehendak masyarakat luas. Sesuai dengan semboyan Rastra Sewakottama,  dimana Polri adalah abdi utama dari pada nusa dan bangsa.  Tri Brata yang diikrarkan sebagai pedoman hidup segenap insan Polri harus semakin dihayati. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:41

Pemborosan Pangan dalam Lingkungan Rumah serta Dampaknya Terhadap Lingkungan

Mengurangi food waste menjadi langkah sederhana untuk menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan.

Ilustrasi sampah makanan. (Sumber: Pexels | Foto: Sarah Chai)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:08

Pengaruh AI dalam Meningkatkan Efektivitas dan Akurasi di Dunia Akuntansi

Dalam dunia akuntansi Artificial Intelligence memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan, meminimalisir kesalahan, mendeteksi adanya kecurangan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

ilustrasi dunia akuntansi. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 17:09

Masa Depan Forensic Accounting: Optimalisasi Artificial Intelligence dan Data Analytics dalam Mengungkap Korupsi di Indonesia

Memahami bagaimana peran dari artificial intelligence dan data analysis dalam forensic accounting dalam mengungkap fraud dan korupsi di Indonesia.

Ilustrasi akuntan. (Sumber: Pexels | Foto: Mikhail Nilov)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 15:30

Penggunaan Artificial Intelligence dan Simulasi Studi Kasus dalam Mengatasi Masalah Mahasiswa Akuntansi

AI dan simulasi studi kasus membantu mahasiswa akuntansi memahami perubahan standar, membandingkan GAAP, IFRS, dan SAK, serta melatih kemampuan menghadapi permasalahan akuntansi secara lebih realistis

Ilustrasi penggunaan AI. Simulasi studi kasus dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) menjadi solusi inovatif untuk berbagai kendala yang dialami oleh mahasiswa akuntansi.
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 14:37

KDM Minta Maaf Gara-gara 80.000 Warga Jabar Masih Gelap-gelapan

Kang Dedi Mulyadi menyoroti 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menilai pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di seluruh Jawa Barat secara merata.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, saat upacara hari kemerdekaan di Gedung Sate.  (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 13:48

Membaca Bahasa Kekuasaan di Balik Fenomena Pemasangan Pagar Mal Agustus 2026

Ketika mal-mal besar mendadak berpagar tinggi lalu semua pihak buru-buru membantah kaitannya dengan kerusuhan, yang tersingkap justru ketakutan itu sendiri.

Ilustrasi pagar di mal. (Sumber: Pexels | Foto: Thiago Calamita)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 10:49

Mengisi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas

Mari mengisi kemerdekaan dengan ilmu yang mencerahkan, pendidikan yang memanusiakan, teknologi yang beretika, agama yang menebarkan kedamaian, dan pengabdian yang menghadirkan kemaslahatan.

Ilustrasi bendera Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Daris Ardiansyah)
Wisata & Kuliner 18 Agu 2026, 10:06

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi, Wisata Perkebunan dengan Panorama Gunung Salak

Hamparan kebun teh, kabut pagi, dan udara sejuk menjadi daya tarik utama Kebun Teh Jayanegara di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi.

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi. (Sumber: Instagram @smiling.wetjava)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 08:15

81 Tahun Merdeka, Untuk Siapa Kemerdekaan Bekerja?

Mungkin persoalannya bukan apakah Indonesia telah merdeka, melainkan ke mana kemerdekaan itu dibawa dan untuk siapa ia bekerja.

Pada sebuah acara peringatan Hari Kemerdekaan di Gedung Indonesia Menggugat. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 07:48

Makna Hari Kemerdekaan: Wujudkan Bandung Berdikari dengan Optimasi Aset

Mewujudkan Bandung berdikari, mesti mengembangkan lebih banyak lagi ragam profesi atau jenis pekerjaan masa kini.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Pemkot Bandung (Sumber: bandung.go.id)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 21:22

Kedaulatan Komunikasi sebagai Wajah Baru Kemerdekaan

Di usia ke-81 RI, kemerdekaan bukan hanya soal wilayah, tetapi kedaulatan komunikasi: kemampuan berpikir jernih, memverifikasi kebenaran, dan berdialog sehat di tengah gempuran algoritma dan hoaks.

Apakah kemerdekaan hanya sebatas bebas dari kolonialisme fisik? (Sumber: Pexels/ahmad syahrir)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 19:20

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’ dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 2)

Menelusuri hubungan sejarah dan fotografi, dari foto sebagai rekaman masa lalu hingga teknologi visual mutakhir yang membuka cara baru dalam membaca sejarah.

Foto Cipanas Garut dengan view Gunung Guntur yang diambil Thilly Weissenborn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 16:20

El Bahar dan Sang Merah Putih Menjelang Hari Kemerdekaan

Koran yang usianya kini telah mencapai 57 tahun itu hadir hanya dua hari menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suratkabar El Bahar, salah satu surat kabar yang dikenal kritis dan cukup disegani pada masanya. (Koleksi: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 15:00

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’, dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 1)

Mengulas sejarah fotografi di Indonesia, perannya sebagai sumber sejarah visual, serta persoalan pelestarian arsip foto dalam merekam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Ilustrasi foto klasik. (Sumber: Pexels | Foto: tapoy)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 13:02

Refleksi Indonesia Merdeka

Dalam refleksi Indonesia merdeka adalah Indonesia harus terus belajar menjadi Indonesia yang adil, berdaulat, beradab dan manusiawi, itulah kemerdekaan sesungguhnya.

Acara pengibaran bendera Merah Putih berukuran 10×18 meter di Tebing Hawu, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 11:26

Bendera Berkibar Janji Ditebar

81 tahun kemerdekaan bukan semata-mata untuk kepentingan negara yang punya hajat. Tetapi masyarakat yang memiliki harapan untuk merdeka. Hidup di negeri ini dengan jutaan cita-cita.

Warga membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 10x18 meter sebagai persiapan pengibaran pada 17 Agustus 2026 di Tebing Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 10:05

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Taman Bincarung: Trek Pendakian, Lokasi, dan Harga Tiket

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung, informasi trek pendakian, lokasi gunung, dan harga tiket yang perlu diketahui sebelum melakukan pendakian.

Peta Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 09:22

Ketimpangan Terselubung di Balik Pilihan Kos Mahasiswa

Ketimpangan dalam soal pilihan tempat kos mungkin tidak selalu kentara, tetapi dampaknya nyata dan berlapis.

Mahasiswa baru salah satu PTN mengikuti Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 21:58

Dari Kaki Gunung Wayang ke Ruang Sidang Doktoral: Saatnya Pendidikan Belajar Mengenali Keunikan

Jika setiap anak berbeda, mengapa sistem pendidikan kita masih begitu gemar menyeragamkan? Kisah Luthfi dari Kertasari membuka pertanyaan itu.

Luthfi Audia Pribadi dalam ujian promosi doktor di UPI, 13 Agustus 2026.
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 18:15

Efektivitas Perusahaan Listrik sebagai Perusahaan Monopoli?

Ada berbagai bentuk pasar dalam perekonomian. Apakah perusahaan listrik sebagai perusahaan monopoli efektif?

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.