Mendesak Gejolak Gaji Guru Naik

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ibu Guru Ijah sudah menamatkan pendidikannya secara terhormat. Kehadirannya di dunia pendidikan selama empat puluh tahun bukan sekadar mengimplementasikan tut wuri handayani, tetapi menjadi ibu yang ditunggu kehadirannya di tengah kehampaan kebijakan pendidikan. Nestapanya, Ibu Ijah tidak mendapatkan kesempatan memeroleh kesejahteraan.

Lalu kita menoleh kembali ke ruang pendidikan yang sebenarnya, hadirnya guru di kelas-kelas tak lantas menyentuh kepada perekonomian para guru. 

Kesempatan kesejahteraan hanya semu, bukan berarti guru tidak bisa mengambil langkah tapi dibutuhkan kesediaan kebijaksanaan dari pemerintah untuk meningkatkan kebijakan menjadi teknis yang tepat sasaran. 

Naiknya kebutuhan pokok sehari-hari memberi dampak signifikan bagi guru yang mengajar di sekolah namun belum memenuhi syarat seleksi dan terbunuhnya nasib guru oleh kebijakan yang terkadang merugikan di pihak guru. 

Ketakberdayaan yang tidak bisa dibilang pasrah, guru mengusahakan agar murid tetap belajar, tetapi guru sendiri masih menunggu kepastian kebijakan, seberapa besar penghasilan menghidupi keluarganya, sebab ekonomi keluarga berbanding lurus dengan semangat mengajar seorang guru. 

Pentingnya menyuarakan aspirasi atas naiknya gaji bukan untuk membenturkan opini. Guru adalah profesi yang tidak bisa dihadirkan dalam gagasan politik saja, guru yang telah membantu pendidikan Indonesia terus hadir dan memperjuangkan kepentingan murid, agaknya miris manakala ekonomi guru krisis. 

Urgensi Gaji Naik

Sekolah hadir tidak sekadar ruang belajar bagi murid tetapi perjuangan pendidik menaikkan derajat ekonominya. Sekali guru berhenti karena ekonomi, yang lebih rugi adalah pendidikan terkini. Hebohnya diputar balik semula kebijakan guru naik gaji tetapi menguap di antara eksploitasi politik dan keengganan untuk memutuskan kebijaksanaan dalam mengurai kesemrawutan harapan. Biasnya lagi, pandangan atas nama guru tidak naik gaji karena korupsi dan konsep keadilan yang tidak membela kenyataan wajah suram guru. 

Digitalisasi pendidikan tak selamat ketika guru hanya dieksekusi ketika pemilihan presiden. Menohok memang. Kemarin ada janji, hari ini tak realisasi, esok digemborkan koruptor sebagai pelakunya, suara guru naiknya dibutuhkan, tetapi gaji dianggap belum perlu diperhatikan. 

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Runtuhnya harapan guru masih banyak dianggap bahwa guru tidak boleh memaksa pemerintah, guru wajib berlabel pahlawan tanpa tanda jasa. Sedangkan profesi jasa lainnya selalu dinaikkan ekonominya secara berkala. 

Berandai-andai jika gaji guru naik, siapakah yang lebih besar perannya? Berbondong-bondong guru ingin mendapatkan kesempatan sebagai pahlawan dengan tanda jasa, justru lewat perekonomian yang masif dinaikkan. Mengutip perbandingan gaji guru di Indonesia dengan gaji guru di Singapura jelas angkanya. Gaji guru di Singapura sudah sesuai kategorinya dan layak. Gaji guru di Indonesia hanya berkisar antara harapan dan kenyataan. 

Sepenting itulah gaji guru di Indonesia naik sebesar yang diharapkan. Supaya kita tahu bahwa guru digaji lebih besar demi pendidikan Indonesia yang wajib berkibar. 

Strategi Guru Naik Gaji

Pendidikan di Indonesia masih memiliki kompleksitas permasalahan. Tetapi guru selalu tak mendapatkan peluang penyelesaian dari permasalahan.

Sudah saatnya, guru tidak bergantung pada gaji bulanan yang tidak pernah disebut akan dinaikkan di tengah candaan nuansa politik yang berkembang. 

Guru harus membuka peluang seluas-luasnya dengan cara yang paling banyak dilakukan melalui digital. Selama menanti keseriusan pemerintah berulang-ulang dan tahun ke tahun.

Kelebihannya guru tidak menuntut pemerintah dan pemerintah tidak bisa memaksa guru. Idealnya semudah itu. 

Berbeda halnya ketika guru mendapatkan kesejahteraan sebenarnya. Pemerintah mengalokasikan pada anggaran kementerian dengan sesungguh-sungguhnya. Keberpihakan ini akan senantiasa mengedepankan maslahat bagi guru. 

Selain kemandirian guru di bidangnya, guru bisa mengubah bakat menjadi nilai. Memang tidak selamanya guru menjadi guru, guru bisa menjadi siapapun yang dikehendakinya. 

Guru wajib merekonstruksi diri sendiri. Sebab gaji pokok tidak sebanding kebutuhan pokok. Guru menyimpulkan bahwa untuk mencapai target ekonomi yang lebih dibutuhkan keterampilan yang dimiliki. Maka bekal keterampilan sangat berpotensi menaikkan level ekonomi guru.

Pada kenyataannya, mirisnya nasib gaji guru memang selalu ditemui di wilayah Indonesia kini dan kemudian pemerintah mengumumkan bahwa gaji guru belum bisa direalisasikan dalam kebutuhan anggaran pemerintah. Sampailah pada kesimpulan, gaji guru akan naik menunggu arahan. Entah arahan apakah berbuah manis atau justru sekadar janji pemajuan pendidikan. Tak perlu bersuara ironis, cukuplah pada tawaran manis, nanti naik, nantinya bisa diupayakan. Narasi berulang sebagai komoditas yang tidak bisa menuntaskan permasalahan guru yang sebenarnya. 

Ibaratnya, mendesak kebijakan pun tak menemukan titik terang, guru tetap memasuki lorong pendidikan, murid menunggu pengajaran. Tanggapan atas pidato presiden tentang gaji guru yang tidak bisa naik, guru tetaplaj guru. Ilmunya diajarkan. Bermanfaat bagi ummat. Menuntaskan mimpi Ibu Ijah yang tak pernah sendirian. Kebersamaan menjadi guru bagi pendidikan di Indonesia sebagaimana adagium berakit-rakit ke hulu, berenang sampai ke ujung, hasilnya jangan dilupakan. Guru butuh kepastian. Guru mencari jalan kemenangan ekonomi yang beradab dan keadilan kesejahteraan yang hakiki. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:41

Pemborosan Pangan dalam Lingkungan Rumah serta Dampaknya Terhadap Lingkungan

Mengurangi food waste menjadi langkah sederhana untuk menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan.

Ilustrasi sampah makanan. (Sumber: Pexels | Foto: Sarah Chai)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 18:08

Pengaruh AI dalam Meningkatkan Efektivitas dan Akurasi di Dunia Akuntansi

Dalam dunia akuntansi Artificial Intelligence memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan, meminimalisir kesalahan, mendeteksi adanya kecurangan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

ilustrasi dunia akuntansi. (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock project)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 17:09

Masa Depan Forensic Accounting: Optimalisasi Artificial Intelligence dan Data Analytics dalam Mengungkap Korupsi di Indonesia

Memahami bagaimana peran dari artificial intelligence dan data analysis dalam forensic accounting dalam mengungkap fraud dan korupsi di Indonesia.

Ilustrasi akuntan. (Sumber: Pexels | Foto: Mikhail Nilov)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 15:30

Penggunaan Artificial Intelligence dan Simulasi Studi Kasus dalam Mengatasi Masalah Mahasiswa Akuntansi

AI dan simulasi studi kasus membantu mahasiswa akuntansi memahami perubahan standar, membandingkan GAAP, IFRS, dan SAK, serta melatih kemampuan menghadapi permasalahan akuntansi secara lebih realistis

Ilustrasi penggunaan AI. Simulasi studi kasus dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) menjadi solusi inovatif untuk berbagai kendala yang dialami oleh mahasiswa akuntansi.
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 14:37

KDM Minta Maaf Gara-gara 80.000 Warga Jabar Masih Gelap-gelapan

Kang Dedi Mulyadi menyoroti 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menilai pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di seluruh Jawa Barat secara merata.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, saat upacara hari kemerdekaan di Gedung Sate.  (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 13:48

Membaca Bahasa Kekuasaan di Balik Fenomena Pemasangan Pagar Mal Agustus 2026

Ketika mal-mal besar mendadak berpagar tinggi lalu semua pihak buru-buru membantah kaitannya dengan kerusuhan, yang tersingkap justru ketakutan itu sendiri.

Ilustrasi pagar di mal. (Sumber: Pexels | Foto: Thiago Calamita)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 10:49

Mengisi Kemerdekaan dengan Ilmu dan Integritas

Mari mengisi kemerdekaan dengan ilmu yang mencerahkan, pendidikan yang memanusiakan, teknologi yang beretika, agama yang menebarkan kedamaian, dan pengabdian yang menghadirkan kemaslahatan.

Ilustrasi bendera Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Daris Ardiansyah)
Wisata & Kuliner 18 Agu 2026, 10:06

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi, Wisata Perkebunan dengan Panorama Gunung Salak

Hamparan kebun teh, kabut pagi, dan udara sejuk menjadi daya tarik utama Kebun Teh Jayanegara di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi.

Kebun Teh Jayanegara Sukabumi. (Sumber: Instagram @smiling.wetjava)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 08:15

81 Tahun Merdeka, Untuk Siapa Kemerdekaan Bekerja?

Mungkin persoalannya bukan apakah Indonesia telah merdeka, melainkan ke mana kemerdekaan itu dibawa dan untuk siapa ia bekerja.

Pada sebuah acara peringatan Hari Kemerdekaan di Gedung Indonesia Menggugat. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 18 Agu 2026, 07:48

Makna Hari Kemerdekaan: Wujudkan Bandung Berdikari dengan Optimasi Aset

Mewujudkan Bandung berdikari, mesti mengembangkan lebih banyak lagi ragam profesi atau jenis pekerjaan masa kini.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Pemkot Bandung (Sumber: bandung.go.id)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 21:22

Kedaulatan Komunikasi sebagai Wajah Baru Kemerdekaan

Di usia ke-81 RI, kemerdekaan bukan hanya soal wilayah, tetapi kedaulatan komunikasi: kemampuan berpikir jernih, memverifikasi kebenaran, dan berdialog sehat di tengah gempuran algoritma dan hoaks.

Apakah kemerdekaan hanya sebatas bebas dari kolonialisme fisik? (Sumber: Pexels/ahmad syahrir)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 19:20

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’ dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 2)

Menelusuri hubungan sejarah dan fotografi, dari foto sebagai rekaman masa lalu hingga teknologi visual mutakhir yang membuka cara baru dalam membaca sejarah.

Foto Cipanas Garut dengan view Gunung Guntur yang diambil Thilly Weissenborn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 16:20

El Bahar dan Sang Merah Putih Menjelang Hari Kemerdekaan

Koran yang usianya kini telah mencapai 57 tahun itu hadir hanya dua hari menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suratkabar El Bahar, salah satu surat kabar yang dikenal kritis dan cukup disegani pada masanya. (Koleksi: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 15:00

Mengenai ‘Tujuh Belas Agustusan’, dan Apa Itu Fotografi pada Sejarah Visual (Bagian 1)

Mengulas sejarah fotografi di Indonesia, perannya sebagai sumber sejarah visual, serta persoalan pelestarian arsip foto dalam merekam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Ilustrasi foto klasik. (Sumber: Pexels | Foto: tapoy)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 13:02

Refleksi Indonesia Merdeka

Dalam refleksi Indonesia merdeka adalah Indonesia harus terus belajar menjadi Indonesia yang adil, berdaulat, beradab dan manusiawi, itulah kemerdekaan sesungguhnya.

Acara pengibaran bendera Merah Putih berukuran 10×18 meter di Tebing Hawu, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 11:26

Bendera Berkibar Janji Ditebar

81 tahun kemerdekaan bukan semata-mata untuk kepentingan negara yang punya hajat. Tetapi masyarakat yang memiliki harapan untuk merdeka. Hidup di negeri ini dengan jutaan cita-cita.

Warga membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 10x18 meter sebagai persiapan pengibaran pada 17 Agustus 2026 di Tebing Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 10:05

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Taman Bincarung: Trek Pendakian, Lokasi, dan Harga Tiket

Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung, informasi trek pendakian, lokasi gunung, dan harga tiket yang perlu diketahui sebelum melakukan pendakian.

Peta Pendakian Gunung Bukit Tunggul via Bincarung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 17 Agu 2026, 09:22

Ketimpangan Terselubung di Balik Pilihan Kos Mahasiswa

Ketimpangan dalam soal pilihan tempat kos mungkin tidak selalu kentara, tetapi dampaknya nyata dan berlapis.

Mahasiswa baru salah satu PTN mengikuti Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 21:58

Dari Kaki Gunung Wayang ke Ruang Sidang Doktoral: Saatnya Pendidikan Belajar Mengenali Keunikan

Jika setiap anak berbeda, mengapa sistem pendidikan kita masih begitu gemar menyeragamkan? Kisah Luthfi dari Kertasari membuka pertanyaan itu.

Luthfi Audia Pribadi dalam ujian promosi doktor di UPI, 13 Agustus 2026.
Ayo Netizen 16 Agu 2026, 18:15

Efektivitas Perusahaan Listrik sebagai Perusahaan Monopoli?

Ada berbagai bentuk pasar dalam perekonomian. Apakah perusahaan listrik sebagai perusahaan monopoli efektif?

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.