Official Persib Logo
1933
1933

Pendidikan Bertumbuh Dimulai dari Guru yang Growth Mindset

Disya Dwi Nurhidayah
Ditulis oleh Disya Dwi Nurhidayah diterbitkan Selasa 07 Apr 2026, 14:35 WIB
Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)

Pendidikan menjadi aset dan investasi jangka panjang. Bahkan tidak sedikit orang yang terangkat derajatnya karena melalui pengalaman pendidikan. Melalui pendidikan dapat membentuk pola pikir dan emosional seseorang yang lebih matang. Walaupun memang pendidikan dapat dilakukan secara formal dan non formal. Namun, semua itu pada dasarnya pendidikan sebagai usaha secara sadar untuk membentuk jiwa dan kepribadian supaya menjadi manusia yang humanis dan berdampak bagi lingkungannya.

Pergerakan Taman Siswa dahulu sebagai bentuk nyata dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan saat itu menjadi alat mobilisasi politik dan penyejahtera umat, menghasilkan kepemimpinan anak bangsa untuk memimpin rakyat, dan memperoleh pemerataaan pendidikan yang bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Saat itu Ki Hadjar Dewantara mendobrak pendidikan kolonial yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa kepribadian Bangsa Indonesia karena menekankan pada matearilistik, individualistik, dan intelektualistik, sehingga diluruskan oleh Ki Hadjar Dewantara menjadi humanis dan populis, serta memayu hayuning bawana (memelihara kedamaian dunia). Oleh karena itu, pendidikan bukan mengajarkan kepintaran (sekadar pengajaran), tetapi mengembangkan kecerdasan secara kodrati untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan.

Pendidik adalah agen yang krusial dalam membangun murid-murid menjadi manusia humanis dan menuntun secara kodrati. Pola pikir yang dimiliki seorang Guru perlu menerapkan pola pikir bertumbuh agar menuntun para muridnya didalam pengalaman pembelajarannya menjadi peluang untuk belajar tumbuh dan berkembang. Sebagaimana patrap Guru atau tingkah laku guru yang selama ini kita kenal dalam pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi landasan untuk para pendidik dalam membentuk pola pikir bertumbuh, yaitu "Ing Ngarsa Sung Tulada" (di muka memberikan contoh), "Ing Madya Mangunkarsa" (Di tengah membangun cita-cita), dan "Tut Wuri Handayani" (mengikuti dan mendukungnya). Darisanalah kita bisa memandang bahwa Guru menjadi titik krusial yang memengaruhi timbal balik murid agar memiliki pola pikir bertumbuh secara kodrat alam dan kemajuan berjalan secara kodrati. Maka dari itu, kita perlu sepakat bahwa setiap karakter murid memiliki perbedaan, sehingga guru hanya perlu menuntun untuk tumbuh atau hidup kekuatannya agar bisa memperbaiki lakunya (bukan dasarnya). Begitupun Guru dengan pola pikir bertumbuh menentukan timbal balik merespon tantangan agar memotivasi dan menginovasi untuk mencapai keberhasilan murid, serta guru-guru di belakang harus bisa memengaruhi dan memberikan jalan dengan menuntun tumbuh kembang potensi diri.

pentingnya memberikan dukungan sesuai dengan minat bakat dan kreativitas (Sumber: tim tari SMPN 1 Kasokandel | Foto: Disya Dwi Nurhidayah)
pentingnya memberikan dukungan sesuai dengan minat bakat dan kreativitas (Sumber: tim tari SMPN 1 Kasokandel | Foto: Disya Dwi Nurhidayah)

Alternatif penulis pernah lakukan dalam pendidikan yang berpusat pada murid, yakni Guru tidak harus terfokus pada penyampaian materi pembelajaran yang disampaikan, melainkan materi pembelajaran adalah alat untuk melihat potensi murid. Darisanalah Guru didalam proses pembelajaran sebagai ruang untuk "mencari bibit" (murid diarahkan sesuai dengan minat dan bakatnya). Hal tersebut memberikan ruang kebebasan positif dan pemikiran merdeka (Ngemong) untuk menumbuhkembangkan potensi diri yang selama ini belum terekspose.

Melalui kegiatan tersebut murid-murid akan merasa nyaman dalam mengikuti pembelajaran karena diarahkan sesuai dengan hobi relevan dengan individu masing-masing. Serta yang paling penting dalam keberhasilan kegiatan tersebut adalah keterbukaan guru, dalam artian mau memberikan bimbingan tambahan di luar jam pelajaran, terkadang guru mau memberikan ruang untuk menggali potensi diri murid, namun enggan memberikan fleksibelitas kepada murid untuk tumbuh dan berkembang di luar jam pelajaran, sehingga perlu dibekali dengan eksplorasi tambahan, namun tidak absolut mengikuti rutinitas guru tetapkan, melainkan guru hanya perlu menuntunnya bukan memaksa muridnya.

mendidik adalah mengasuh untuk memberikan ruang eksplorasi (Sumber: murid SMPN 1 Kasokandel dalam kegiatan penampilan workshop Gamelan Sorawatu | Foto: Disya Dwi Nurhidayah)
mendidik adalah mengasuh untuk memberikan ruang eksplorasi (Sumber: murid SMPN 1 Kasokandel dalam kegiatan penampilan workshop Gamelan Sorawatu | Foto: Disya Dwi Nurhidayah)

Pendalaman materi filosofi pendidikan dan pendidikan nilai mulai saya perkuat dalam kegiatan perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG), termasuk didalamya berupa pemikiran dan visi pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara, serta kepribadian Guru itu sangat diperlukan memiliki pola pikir bertumbuh (Growth Mindset) yang menjadi timbal balik untuk para murid.

Keberhasilan murid didukung atas motivasi dan ruang positif untuk membangun cara belajar murid, serta fleksibelitas tanpa paksaan juga mendukung dalam mengeksplorasi minat dan bakatnya. Dengan demikian, perlu diketahui bahwa “murid tidak akan mau belajar dengan guru yang mereka tidak disukainya”. (*)

RUJUKAN

  1. Wiryopranoto,Suhartono. (2017). Ki Hadjar Dewantara Pemikiran dan Perjuangannya.Jakarta: Museum Kebangkitan Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Samho,Bartolomeus. (2013). Emong Among Pamong Visi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Tantangan dan Relevansi.Yogyakarta: Kanisius.

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Disya Dwi Nurhidayah
Mengajar, Travelling, Berakhir Puitis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 09:41

Bandung: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Disabilitas yang Masih Sebatas Slogan

Trotoar Bandung masih dipenuhi puing proyek, parkir liar, dan aktivitas lain yang mengurangi hak pejalan kaki serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

Kondisi trotoar di Jalan Pungkur, Kota Bandung dipenuhi puing galian proyek utilitas, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Arif Budiman)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 08:35

Buku, Keluarga, dan Literasi

Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Seseorang sedang asyik membaca (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)