Pendidikan Bertumbuh Dimulai dari Guru yang Growth Mindset

Disya Dwi Nurhidayah
Ditulis oleh Disya Dwi Nurhidayah diterbitkan Selasa 07 Apr 2026, 14:35 WIB
Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)

Pendidikan menjadi aset dan investasi jangka panjang. Bahkan tidak sedikit orang yang terangkat derajatnya karena melalui pengalaman pendidikan. Melalui pendidikan dapat membentuk pola pikir dan emosional seseorang yang lebih matang. Walaupun memang pendidikan dapat dilakukan secara formal dan non formal. Namun, semua itu pada dasarnya pendidikan sebagai usaha secara sadar untuk membentuk jiwa dan kepribadian supaya menjadi manusia yang humanis dan berdampak bagi lingkungannya.

Pergerakan Taman Siswa dahulu sebagai bentuk nyata dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan saat itu menjadi alat mobilisasi politik dan penyejahtera umat, menghasilkan kepemimpinan anak bangsa untuk memimpin rakyat, dan memperoleh pemerataaan pendidikan yang bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Saat itu Ki Hadjar Dewantara mendobrak pendidikan kolonial yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa kepribadian Bangsa Indonesia karena menekankan pada matearilistik, individualistik, dan intelektualistik, sehingga diluruskan oleh Ki Hadjar Dewantara menjadi humanis dan populis, serta memayu hayuning bawana (memelihara kedamaian dunia). Oleh karena itu, pendidikan bukan mengajarkan kepintaran (sekadar pengajaran), tetapi mengembangkan kecerdasan secara kodrati untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan.

Pendidik adalah agen yang krusial dalam membangun murid-murid menjadi manusia humanis dan menuntun secara kodrati. Pola pikir yang dimiliki seorang Guru perlu menerapkan pola pikir bertumbuh agar menuntun para muridnya didalam pengalaman pembelajarannya menjadi peluang untuk belajar tumbuh dan berkembang. Sebagaimana patrap Guru atau tingkah laku guru yang selama ini kita kenal dalam pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi landasan untuk para pendidik dalam membentuk pola pikir bertumbuh, yaitu "Ing Ngarsa Sung Tulada" (di muka memberikan contoh), "Ing Madya Mangunkarsa" (Di tengah membangun cita-cita), dan "Tut Wuri Handayani" (mengikuti dan mendukungnya). Darisanalah kita bisa memandang bahwa Guru menjadi titik krusial yang memengaruhi timbal balik murid agar memiliki pola pikir bertumbuh secara kodrat alam dan kemajuan berjalan secara kodrati. Maka dari itu, kita perlu sepakat bahwa setiap karakter murid memiliki perbedaan, sehingga guru hanya perlu menuntun untuk tumbuh atau hidup kekuatannya agar bisa memperbaiki lakunya (bukan dasarnya). Begitupun Guru dengan pola pikir bertumbuh menentukan timbal balik merespon tantangan agar memotivasi dan menginovasi untuk mencapai keberhasilan murid, serta guru-guru di belakang harus bisa memengaruhi dan memberikan jalan dengan menuntun tumbuh kembang potensi diri.

pentingnya memberikan dukungan sesuai dengan minat bakat dan kreativitas (Sumber: tim tari SMPN 1 Kasokandel | Foto: Disya Dwi Nurhidayah)
pentingnya memberikan dukungan sesuai dengan minat bakat dan kreativitas (Sumber: tim tari SMPN 1 Kasokandel | Foto: Disya Dwi Nurhidayah)

Alternatif penulis pernah lakukan dalam pendidikan yang berpusat pada murid, yakni Guru tidak harus terfokus pada penyampaian materi pembelajaran yang disampaikan, melainkan materi pembelajaran adalah alat untuk melihat potensi murid. Darisanalah Guru didalam proses pembelajaran sebagai ruang untuk "mencari bibit" (murid diarahkan sesuai dengan minat dan bakatnya). Hal tersebut memberikan ruang kebebasan positif dan pemikiran merdeka (Ngemong) untuk menumbuhkembangkan potensi diri yang selama ini belum terekspose.

Melalui kegiatan tersebut murid-murid akan merasa nyaman dalam mengikuti pembelajaran karena diarahkan sesuai dengan hobi relevan dengan individu masing-masing. Serta yang paling penting dalam keberhasilan kegiatan tersebut adalah keterbukaan guru, dalam artian mau memberikan bimbingan tambahan di luar jam pelajaran, terkadang guru mau memberikan ruang untuk menggali potensi diri murid, namun enggan memberikan fleksibelitas kepada murid untuk tumbuh dan berkembang di luar jam pelajaran, sehingga perlu dibekali dengan eksplorasi tambahan, namun tidak absolut mengikuti rutinitas guru tetapkan, melainkan guru hanya perlu menuntunnya bukan memaksa muridnya.

mendidik adalah mengasuh untuk memberikan ruang eksplorasi (Sumber: murid SMPN 1 Kasokandel dalam kegiatan penampilan workshop Gamelan Sorawatu | Foto: Disya Dwi Nurhidayah)
mendidik adalah mengasuh untuk memberikan ruang eksplorasi (Sumber: murid SMPN 1 Kasokandel dalam kegiatan penampilan workshop Gamelan Sorawatu | Foto: Disya Dwi Nurhidayah)

Pendalaman materi filosofi pendidikan dan pendidikan nilai mulai saya perkuat dalam kegiatan perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG), termasuk didalamya berupa pemikiran dan visi pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara, serta kepribadian Guru itu sangat diperlukan memiliki pola pikir bertumbuh (Growth Mindset) yang menjadi timbal balik untuk para murid.

Keberhasilan murid didukung atas motivasi dan ruang positif untuk membangun cara belajar murid, serta fleksibelitas tanpa paksaan juga mendukung dalam mengeksplorasi minat dan bakatnya. Dengan demikian, perlu diketahui bahwa “murid tidak akan mau belajar dengan guru yang mereka tidak disukainya”. (*)

RUJUKAN

  1. Wiryopranoto,Suhartono. (2017). Ki Hadjar Dewantara Pemikiran dan Perjuangannya.Jakarta: Museum Kebangkitan Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Samho,Bartolomeus. (2013). Emong Among Pamong Visi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Tantangan dan Relevansi.Yogyakarta: Kanisius.

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Disya Dwi Nurhidayah
Mengajar, Travelling, Berakhir Puitis

Berita Terkait

News Update

Bandung 07 Apr 2026, 16:23

Tumbuh Pesat! Penyaluran Kredit UMKM Jawa Barat Tembus Rp186 Triliun, Kota Bandung Jadi Motor Utama

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat.

Ilustrasi. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bukan lagi sekadar jaring pengaman ekonomi, melainkan motor utama pertumbuhan di Jawa Barat. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 07 Apr 2026, 15:22

Panduan Wisata Talaga Bodas Garut, Kawah Belerang yang Pernah jadi Primadona Orang Eropa

Talaga Bodas pernah populer sejak abad ke-19 melalui kartu pos kolonial, sebelum kembali bangkit sebagai destinasi wisata alam unggulan di Garut.

Objek Wisata Talaga Bodas, Garut. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 14:35

Pendidikan Bertumbuh Dimulai dari Guru yang Growth Mindset

Pendidik adalah agen pembelajar sepanjang hidup untuk memberikan stimulus kepada para murid dalam menuntun menumbuhkembangkan potensi secara kodrati.

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 11:04

Kisah Pendatang yang Tak Sengaja Ciptakan ‘Batagor’ Makanan Favorit Kota Bandung

Batagor pertama kali muncul di Bandung pada tahun 1970-an.

Pedagang batagor. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ikon 07 Apr 2026, 10:25

Hikayat Jalan Soekarno Hatta Bandung, Bypass Lurus Panjang Buatan Orde Baru

Dibangun pada 1980-an sebagai jalan elak, Jalan Soekarno Hatta kini berubah menjadi koridor padat yang merekam pertumbuhan Bandung dari pinggiran ke pusat aktivitas.

Suasana Jalan Soekarno Hatta, Bandung. (Foto: Irfan Al Faritsi/Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Apr 2026, 08:57

Inilah 5 Hierarki Kebutuhan Mahasiswa dari Garut di UIN Bandung Tahun 2002

Tahun 2002, saya resmi jadi mahasiswa di UIN Bandung. Modalnya? Nekat.

Kampus tempat menimba ilmu keislaman Penulis (Sumber: uinsgd.ac.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 18:12

Tantangan Komunikasi Perantau

Pasca mudik Lebaran, kota-kota besar didatangi para perantau baru.

Pemudik di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 06 Apr 2026, 17:02

Menghadapi "Paradoks Rebana", Antara Ambisi Industri dan Realitas Kompetensi Lokal

Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi Cirebon (Kota), Cirebon (Kabupaten), Indramayu, Majalengka, Kuningan hingga Subang kini tengah bersiap menjadi motor penggerak ekonomi masa depan Jawa Barat.

Kawasan Rebana kini telah didukung oleh konektivitas terbaik salah satunya Pelabuhan Patimban untuk ekspor-impor, yang merupakan magnet bagi investor global. (Sumber: portalkemhub.go.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 17:02

10 Netizen Terpilih Maret 2026: Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan

Tulisan-tulisan terbaik yang masuk ke kanal Ayo Netizen sepanjang Maret 2026.

Umat Islam setelah melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di pelataran Gedung Sate. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Apr 2026, 15:46

Panduan Pendakian Gunung Gede Pangrango: Tiga Jalur Pilihan, Kuota, dan Biaya

Informasi jalur pendakian Gunung Gede Pangrango, sistem kuota, biaya SIMAKSI, serta tips penting agar pendakian aman dan sesuai aturan.

Puncak Gunung Gede Pangrango. (Sumber: Wikimedia)
Komunitas 06 Apr 2026, 15:38

Isyarat yang Menyatukan, Belajar Memahami Tanpa Suara

Pertemuan sederhana di sebuah kafe di Bandung menghadirkan ruang belajar bahasa isyarat sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya empati antara teman tuli dan teman dengar.

Suasana ngobrol Komunitas Karya Seni Tuli dipenuhi gerakan tangan, tawa tanpa suara, dan interaksi yang terjalin lewat bahasa isyarat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 15:01

Arus Balik yang Meledak di Bandung Pasca Lebaran 1986

Pada suatu akhir pekan di bulan Juni 1986 itu, Bandung menjadi saksi dari gelombang harapan yang datang bersama arus balik Lebaran.

Halaman muka Harian Umum MANDALA Bandung, terbitan 13 Juni 1986, yang menyoroti membludaknya arus balik Lebaran menuju Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandung 06 Apr 2026, 14:07

Eksistensi Scoop and Skoops, Padukan Konsep Kekinian dan Keaslian Rasa Gelato di The Hallway Space

Gerai gelato Scoop and Skoops memadukan konsep industri F&B kekinian dengan lokasi strategis yang menonjolkan konsep sederhana namun modern.

Gerai gelato Scoop and Skoops memadukan konsep industri F&B kekinian dengan lokasi strategis yang menonjolkan konsep sederhana namun modern. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 13:16

Badai Belum Berlalu, Perlu Komitmen Menjaga Langit Biru

Alam memberi sinyal yang tergambar di langit kepada manusia jika akan terjadi peristiwa yang luar biasa.

Pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang di Kota Bandung memakan korban jiwa, Jumat (3/4/2026). (Sumber: Sumber : BPBD Kota Bandung)
Sejarah 06 Apr 2026, 12:54

Sejarah Perjanjian Cirebon 1681, Penanda Peta Dominasi Kompeni di Tanah Jawa

Perjanjian 1681 antara Cirebon dan VOC jadi titik balik hilangnya kedaulatan dan salah satu pemicu awal dominasi Belanda di Jawa Barat.

Perjanjian Cirebon 1861 (Sumber: historyofcirebon.id)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 11:43

Bahu Jalan Tol Merupakan Ruang Darurat yang Tidak Boleh Disalahgunakan

Penyalahgunaan bahu jalan tol meningkatkan risiko kecelakaan fatal.

Sebuah kendaraan hancur setelah menabrak bagian belakang bus di Jalan Tol Padaleunyi KM 140 arah Bandung, Rabu (1/4/2026). (Sumber: Instagram/@ridwanzaelanii)
Ayo Netizen 06 Apr 2026, 09:37

Merawat Empati Kemanusiaan

Agama mesti hadir untuk membela kemanusiaan dalam realitas kehidupan, tanpa memandang perbedaan agama, suku, etnis, golongan, kelompok, maupun jenis kelamin.

Ilustrasi empati kemanusiaan, tim relawan sedang membantu evakuasi korban banjir (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 05 Apr 2026, 19:24

Cuaca Ekstrem di Bandung Raya dan Tantangan Infrastruktur Jalan

Cuaca ekstrem di Bandung Raya mengungkap tantangan infrastruktur jalan.

Pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang di Jalan Bojong Raya Caringin, Kota Bandung memakan korban jiwa, Jumat (3/4/2026). (Sumber: Dok. BPBD Kota Bandung)
Bandung 05 Apr 2026, 17:36

Rahasia Eksistensi Bugis Andung sejak 1986: Membawa Resep Turun-temurun dari Padang ke Sudut Pasar Cihapit

Walaupun menawarkan cita rasa klasik, Bugis Andung mampu mengolaborasikan menunya dengan sentuhan modern.

Walaupun menawarkan cita rasa klasik, Bugis Andung mampu mengolaborasikan menunya dengan sentuhan modern. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: M. Kevin Ardhiwilaga)
Ayo Netizen 05 Apr 2026, 16:54

Datang ke Bandung dengan Harapan, Bertahan dengan Kenyataan

Urbanisasi pasca-Lebaran membawa pendatang ke Bandung dengan harapan, namun realitas mobilitas dan kemacetan kerap menjadi tantangan untuk bertahan.

Ilustrasi perantau baru yang penuh semangat dan harapan saat pertama kali tiba di Bandung (kiri), yang kemudian dihadapkan pada kenyataan pahit perjuangan hidup di kota (kanan). (Foto: Gambar dihasilkan oleh Gemini, 2026.)