Jejak Suryakencana: Dulu Kawasan Permukiman Tionghoa, Sekarang Kawasan Kuliner Populer

3 menit baca
Aliyah Nailatur Rahmah
Ditulis oleh Aliyah Nailatur Rahmah diterbitkan
Lawang Suryakencana yang ikonik dengan arsitektur khas Tionghoa (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: Aliyah Nailatur Rahmah)
Lawang Suryakencana yang ikonik dengan arsitektur khas Tionghoa (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: Aliyah Nailatur Rahmah)

Suryakencana merupakan salah satu kawasan destinasi berbagai kuliner legendaris yang paling ramai dikunjungi di Bogor. Kawasan ini tidak hanya dikenal sebagai pusat kuliner, tetapi juga karena nilai sejarah dan budaya Tionghoa yang masih ada sampai saat ini. Pada masa Kolonial, kawasan ini adalah Jalan Perdagangan atau Handelsstraat yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1808.

Suryakencana mengalami perubahan fungsi kawasan dari pecinan lama menjadi pusat ekonomi di bidang kuliner yang terus berkembang. Banyak bangunan lama yang sekarang dialih fungsikan menjadi tempat makan, kafe, dan pusat perbelanjaan. Selain itu, pertumbuhan usaha kuliner yang terus berkembang seperti banyaknya pedagang kaki lima menimbulkan tantangan dalam hal penataan ruang, kenyamanan, dan kebersihan bagi pengunjung.

Pemerintah Kota Bogor melakukan penataan pada kawasan ini seperti perbaikan trotoar dan fasilitas umum. Menurut artikel dari Antara News 2024 tentang wisatawan yang mengunjungi Kota Bogor pada tahun 2024, disebutkan bahwa data wisatawan meningkat dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 6,39 juta orang sepanjang bulan Januari hingga Desember 2024 . Namun, angka ini belum sepenuhnya mencakup kunjungan wisatawan ke kawasan Suryakencana.

Meskipun terjadi perubahan fungsi kawasan menjadi sebuah tempat kuliner, Suryakencana tetap mempertahankan identitas Budaya Tionghoa yang kini menjadi ciri khas kawasan ini. Awalnya kawasan ini terbentuk melalui kebijakan Wijikenstelsel pada masa kolonial yang mengelompokkan etnis Tionghoa dalam satu wilayah ekonomi dan permukiman. Akibat dari aktivitas perdagangan yang mendominasi itu meninggalkan jejak berupa arsitektur yang menunjukkan akulturasi antara Tionghoa dan Belanda.

Banyak bangunan lama seperti ruko yang kini dialihkan fungsi menjadi tempat makan, pusat perbelanjaan serta tempat ibadah seperti klenteng Vihara Dhanagun yang masih dipertahankan sebagai simbol budaya di Kawasan ini. Terdapat juga tradisi budaya Tionghoa seperti perayaan imlek dan Cap Go Meh yang masih terus dilestarikan. Walaupun terdapat perubahan alih fungsi dan arus modernisasi, tetapi Kawasan ini tidak menghilangkan nilai sejarah dan identitas budaya sebagai ciri khas daya tarik di Suryakencana.

Meningkatnya jumlah pengunjung ke Kawasan Suryakencana menimbulkan dampak terhadap perkembangan Kawasan ini. Banyaknya usaha kuliner yang semakin beragam seperti kafe dan juga pedagang kaki lima membuat Kawasan ini mengalami kepadatan dan keterbatasan lahan. Oleh karena itu, pemerintah setempat harus melakukaan penataan ulang di kawasan ini agar perekonomian usaha terus berjalan dengan kenyamanan lingkungan. Proses revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor menjadi faktor utama dalam meningkatkan citra Suryakencana sebagai Kawasan destinasi kuliner dan budaya.

Pemerintah Kota Bogor melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima agar tidak menghambat arus jalan dan juga penataan trotoar yang lebih luas untuk kenyamanan pejalan kaki. Dengan dilakukannya revitalisasi bertujuan agar kawasan ini menjadi lebih tertib dan bersih, membantu mempertahankan usaha-usaha kuliner legendris dan lebih banyak menarik pengunjung agar usaha kuliner terus berkembang pesat.

Perkembangan Suryakencana yang pada mulanya kawasan permukiman etnis Tionghoa menjadi destinasi surga kuliner legendaris di Bogor menunjukkan adanya perubahan yang terus berlanjut. Kawasan ini tidak hanya sebagai pusat kuliner, tetapi juga sebagai destinasi akulturasi budaya.

Upaya revitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bogor mampu menyeimbangkan antara pelestarian budaya dan modernisasi sehingga tidak menghilangkan budaya yang sudah lama ada. Perubahan ini menunjukkan bahwa proses revitalisasi tidak harus menghilangkan nilai Sejarah dan budaya. Sampai sekarang, Suryakencana tidak hanya dikenal sebagai pusat kuliner, tetapi juga sebagai pusat budaya. (*)

Referensi:

  • Jannah, M. R., & Andryanto, S. D. (2023, November 19). Kisah Jalan Suryakencana, Surga Kuliner Kota Bogor di Lintasan Jalur Anyer-Panarukan. Tempo. https://www.tempo.co/hiburan/kisah-jalan-suryakencana-surga-kuliner-kota-bogor-di-lintasan-jalur-anyer-panarukan-119127
  • Renaldi, M., Darmawan, F., & Rusli, M. (2025). REPRESENTASI BUDAYA TIONGHOA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KAWASAN SURYA KENCANA KOTA BOGOR. Journal of Applied Science in Tourism Destination, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.52352/jastd.v3i1.1900
  • Salim, R., & Carina, N. (2023). REVITALISASI KAWASAN PECINAN SURYAKENCANA BOGOR SEBAGAI SEBUAH STRATEGI DALAM MENINGKATKAN CITRA KAWASAN. Jurnal Sains Teknologi Urban Perancangan Arsitektur (Stupa), 4(2), 1737–1750. https://doi.org/10.24912/stupa.v4i2.22250
  • Setiawanto, B. (2024, December 30). Sebanyak 6,3 juta wisatawan ke Kota Bogor sepanjang 2024. Antara News. https://megapolitan.antaranews.com/berita/330982/sebanyak-63-juta-wisatawan-ke-kota-bogor-sepanjang-2024
  • STRATEGI PEMASARAN KAWASAN PECINAN SURYAKENCANA BOGOR SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA. (2015). In Journal of Tourism Destination and Attraction: Vol. Vol III (Issue No. 1, pp. 21–22) [Journal-article].
  • Sulivinio, S. (2021, March 25). Jalan Surya Kencana Bogor: Wisata penuh cerita halaman 1 - Kompasiana.com. KOMPASIANA. https://www.kompasiana.com/shirleysulivinio1723/605b5f2d8ede4845e61857e2/jalan-surya-kencana-bogor-wisata-penuh-cerita
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)