Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

3 menit baca
Syifa nur awaliyah
Ditulis oleh Syifa nur awaliyah diterbitkan
Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bagi masyarakat Sukabumi yang tumbuh pada era 1900-an hingga 2000-an tidak akan asing dengan Capitol. Gedung yang berdiri di Jl. Ahmad Yani No.75 pernah menjadi salah satu tempat hiburan paling ramai di Kota Sukabumi. Sebelum maraknya hiburan modern, Capitol hadir sebagai tempat berkumpulnya masyarakat untuk menonton film, bermain, hingga hanya sekedar menghabiskan waktu bersama teman ataupun keluarga.

Jika ditelusuri lebih jauh, Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Pada masa itu, bangunan ini digunakan sebagai tempat hiburan bagi kalangan elit Eropa yang tinggal di Sukabumi. Menurut GoodNewsFromIndonesia (2024), gedung ini sering dipakai untuk berbagai kegiatan acara sosial, termasuk pesta dan dansa yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Keberadaan Capitol pada masa itu menjadi salah satu bagian dari kehidupan sosial masyarakat eropa di Sukabumi.

 (Sumber: Sukabumi Heritage)
(Sumber: Sukabumi Heritage)

Setelah Indonesia merdeka, fungsi Capitol mengalami perubahan. Bangunan yang dulunya identik dengan hiburan kalangan elit mulai terbuka dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Seiring dengan berkembangnya kota, Capitol bertransformasi menjadi salah satu tempat hiburan modern yang cukup populer pada masa itu. Perubahan ini terjadi secara bertahap dan mulai dikenal sebagai Bioskop Capitol.

Daya tarik utama Bioskop Capitol terletak pada pemutaran film segmen nasional seperti Warkop DKI yang menjadi salah satu tontonan yang banyak diminati dan sering membuat ruang bioskop dipenuhi oleh penonton. Bagi sebagian warga, menonton film di Capitol menjadi momen paling di tunggu saat menjelang akhir pekan atau saat libur sekolah.

Puncak masa kejayaan Bioskop Capitol sekitar awal 2000-an. Saat itu, Capitol tidak hanya menawarkan pemutaran film saja, tetapi juga mulai adanya fasilitas hiburan lain seperti karaoke, billiard, hingga permainan ding-dong yang cukup populer dikalangan anak-anak hingga remaja. Dengan adanya fasilitas tersebut menjadikan Capitol sebagai tempat hiburan favorit masyarakat Sukabumi.

Suasana Bioskop Capitol pada masa itu masih tersimpan di ingatan banyak orang. Dewi, salah satu warga Sukabumi yang mengenang bagaimana tempat tersebut bagian pada masa remajanya. "saya ingat saat itu setelah pulang sekolah, pergi ke capitol buat nonton Warkop DKI sama temen-temen, tapi selain bioskop disana juga ada tempat karaoke, tempat billiard, sama tempat olahraga" ucap Dewi. Hal ini menunjukan bahwa Capitol bukan hanya sekedar gedung hiburann semata, melainkan menjadi salah satu kenangan bagi masyarakat.

amun, dibalik kenangan tersebut, kejayaan Capitol tidak berlangsung selamanya. Bioskop-bioskop lama seperti Capitol mulai mengalami kemunduran akibat munculnya pesaing baru. Kehadiran bioskop modern dengan fasilitas yang lebih bagus dan nyaman membuat peminat Bioskop Capitol mulai beralih, Menurut DetikJabar (2020), terdapat monopoli dalam distribusi film sehingga bioskop-bioskop lama kesulitan mendapatkan film baru untuk ditayangkan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada jumlah pengunjung yang terus menurun. Ruang-ruang yang dulu nya ramai oleh suara penonton, pemain ding-dong, dan karaoke mulai sepi. Hingga akhirnya, menurunya pemasukan operasional bioskop sehingga tidak dapat dipertahankan dan Capitol pun terpaksa menutup usaha hiburannya.

Meskipun kini tidak lagi beroperasi seperti dulu, Capitol tetap hidup dalam ingatan banyak orang. Bagi generasi yang pernah merasakan masa jayanya, gedung ini bukan hanya sekedar bangunan tua yang sepi melainkan menjadi saksi kenangan masa kecil bersama keluarga dan teman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Syifa nur awaliyah
Nama lengkap saya Syifa Nur Awaliyah dan biasa dipanggil Syifa, merupakan mahasiswi semester 2 Universitas Padjadjaran prodi ilmu sejarah

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)