Luarnya Lapang Futsal, Isinya Tempat Judi Kasino

3 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Polisi menggerebek lokasi lapang futsal palsu berisi tempat judi kasino di Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Polisi menggerebek lokasi lapang futsal palsu berisi tempat judi kasino di Kosambi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

AYOBANDUNG.ID - Tempat itu berkamuflase rapi. Papan reklame bertuliskan lapangan futsal dan biliar menggantung di bagian depan bangunan di Jalan Ahmad Yani, Kosambi, Kota Bandung. Namun polisi menemukan fakta lain: bangunan tersebut bukan sekadar arena olahraga, melainkan lokasi perjudian kelas kakap.

“Ini merupakan lokasi tersembunyi yang tersamar oleh keramaian kota,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Hendra Rochmawan, Selasa, 17 Juni 2025. “Tempat ini sangat terkamuflase. Promosinya futsal, padahal di dalamnya adalah kasino.”

Penggerebekan dilakukan sehari sebelumnya, Senin malam, 16 Juni 2025. Aparat membongkar ruang judi konvensional yang berada di balik dua gerbang hitam, tersembunyi di ujung lorong sepanjang 20 meter. Di persimpangan akhir lorong itu, sebelah kiri adalah lapangan futsal, sementara kanan adalah gedung perjudian.

Ruangan utama tempat para penjudi bermain luasnya sekitar 10 x 7 meter. Di sana polisi menemukan sepuluh meja judi lengkap dengan kursi, chip, kartu, dan asbak berisi puntung rokok. Ada juga minuman keras serta camilan, sebagian dalam kondisi terbuka.

Kasino itu menyediakan dua kelas: ruang utama untuk pemain bermodal kecil, dan ruang VIP untuk pemain berkocek tebal. “Di ruang VIP ini kita lihat table bagus, ruangan eksklusif, dan taruhan minimal Rp3 juta sampai tidak terhitung,” ujar Hendra.

VIP room itu lebih sempit, sekitar 4 x 5 meter persegi, tapi fasilitasnya mewah: AC, televisi, dan atmosfer eksklusif layaknya ruang tamu hotel. Menurut Hendra, tempat itu dirancang untuk penjudi dengan kelas ekonomi atas.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 63 orang untuk diperiksa. Barang bukti yang disita tak kalah mencolok: uang tunai Rp369 juta, empat rekening bank, 38 telepon genggam, satu iPad, komputer kasir, dan rekaman dari sejumlah CCTV. “Saat ini TKP status quo diamankan oleh kita,” kata Hendra.

 (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
(Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Sebelumnya, Polda Jabar juga membekuk dua orang tersangka yang diduga terlibat jaringan judi Kamboja. Kasus ini terungkap setelah laporan resmi diterima aparat pada awal Mei 2025 dan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif. Dua pria berinisial JH dan A diamankan.

JH ditangkap di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang. Dia diketahui berperan sebagai tenaga pemasaran untuk situs-situs perjudian seperti BELO4D, MGO55, dan MGO77. Sementara itu, A yang ditangkap di Jakarta Barat, berfungsi sebagai pengendali aliran dana. Ia bertanggung jawab mengumpulkan sejumlah rekening bank yang digunakan sebagai wadah untuk transaksi deposit dari para pemain judi. Sejumlah buku tabungan dari berbagai bank turut disita sebagai barang bukti.

Penyelidikan juga mengungkap bahwa JH pernah bekerja di Kamboja pada 2022 sebagai tenaga kerja asing di sebuah perusahaan yang mengelola situs judi daring. Dalam perannya di sana, ia dipercaya sebagai supervisor telemarketing.

Warga Jabar Juara Judol

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan judi yang membelit Jawa Barat. Meski berkedok kasino konvensional, problemnya tidak berdiri sendiri. Laporan terbaru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat Jawa Barat sebagai provinsi dengan transaksi judi online tertinggi sejak 2023 hingga kuartal pertama 2025.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, tercatat 39,8 juta transaksi judi online secara nasional. Angka ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai 209 juta transaksi. Ivan memperkirakan total transaksi 2025 tidak akan melebihi 160 juta.

Tetapi penurunan transaksi tidak serta-merta menunjukkan berkurangnya dampak sosial. Berdasarkan analisis PPATK, mayoritas pelaku judi online adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Sebanyak 71,6% pelaku berpenghasilan di bawah Rp5 juta dan memiliki pinjaman di luar perbankan.

Jumlah pemain judi juga melonjak signifikan. Dari 3,7 juta pemain pada 2023, menjadi 8,8 juta pada 2024. Sekitar 3,8 juta di antaranya memiliki utang.

Yang lebih mencemaskan: keterlibatan usia muda. Anak-anak usia 10–16 tahun diketahui telah menyetor uang judi hingga Rp2,2 miliar sepanjang 2025. Usia 17–19 tahun tercatat menyumbang Rp47,9 miliar. Dan kelompok usia 31–40 tahun menyentuh angka fantastis: Rp2,5 triliun.

Penggerebekan kasino terselubung di tengah Kota Bandung jadi potret baru bagaimana judi tak selalu bergerak lewat layar ponsel. Di tengah perang digital terhadap judol, praktik lama masih bertahan: berpindah bentuk, mencari celah di ruang-ruang tak terduga, dan tetap menjanjikan sensasi menang cepat. Tempat yang semula dikira arena olahraga ternyata menyimpan meja-meja taruhan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Redaksi
Redaksi
Editor

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)