Mengawal Netralitas ASN Menjelang Tahapan Pemilu 2029

5 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Peningkatan kapasitas birokrasi, menjadi kunci profesionalisme ASN (Sumber: Humas LAN | Foto: Humas LAN)
Peningkatan kapasitas birokrasi, menjadi kunci profesionalisme ASN (Sumber: Humas LAN | Foto: Humas LAN)

Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi, tetapi tantangan menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pengawal kualitas demokrasi sudah mulai terasa hangat. Netralitas ASN dalam konteks demokrasi elektoral menjadi penyangga utama, agar kompetisi politik tidak mencederai keadilan administrasi dan kepercayaan publik. Karena itu, isu netralitas ASN di bukan urusan administratif saja, melainkan isu strategis kualitas demokrasi Indonesia.

Jimly Asshiddiqie dalam Seminar Hari Konstitusi di Jakarta mengatakan, Indonesia dikenal sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 dunia, tetapi indeks kualitasnya malah berada di peringkat ke-54 dunia. Hal tersebut sejalan dengan laporan V-Dem Democracy, dimana indeks demokrasi Indonesia terus menurun. Terhitung pada 2014, saat Presiden Joko Widodo mulai memerintah, indeks demokrasi masih di angka 0,52. Namun, indeks demokrasi terus turun jadi 0,43 pada 2022 dan 0,36 pada 2023. Peringkat Indonesia pun turun dari ke-79 ke-87.

Ria Amelia dkk (2025) memperjelas bahwa kemunduran demokrasi ditandai dengan penguatan kekuasaan eksekutif, pelemahan lembaga pengawasan, serta pembatasan kebebasan sipil. Kemunduran demokrasi cenderung terjadi melalui mekanisme dan executive aggrandizement dan strategic manipulation of elections. Selanjutnya Ria menyebutkan bahwa kemunduran demokrasi tidak selalu berlangsung secara radikal, namun perlahan melalui institusi formal yang melemahkan esensi kedaulatan rakyat yang bermuara dalam pesta demokrasi.

Praktik di lapangan menunjukkan bahwa netralitas ASN masih rentan dilanggar, terutama pada periode menjelang pemilu. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) per 2 April 2024 mencatat 481 laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN, dengan 264 ASN atau 54,9 persen terbukti melanggar. Pada Pilkada Serentak 2020, jumlah laporan bahkan mencapai 2.034 kasus, dengan 78,5 persen di antaranya terbukti melakukan pelanggaran, dan 90,8 persen telah dijatuhi sanksi oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Data ini menunjukkan bahwa pelanggaran netralitas bukan fenomena insidental, melainkan persoalan struktural yang berulang.

Kabar baiknya, pada konteks Provinsi Jabar KASN menilai pelanggaran netralitas ASN pada Pemilu 2024 relatif rendah. Dari sekitar 46.000 pegawai provinsi dan 300.000 pegawai ASN kabupaten dan kota, tercatat ada 20 kasus dengan jenis pelanggaran kesalahan administratif. Namun, prestasi ini tidak boleh membuat lengah, tekanan terhadap ASN kerap muncul jauh sebelum masa kampanye resmi.

Situasi ini menjadi semakin kompleks setelah pembubaran KASN melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Kini, fungsi pengawasan sistem merit dan netralitas ASN dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sampai dengan terbentuknya lembaga independen (Pasal 27, Peraturan Menteri PANRB Nomor 19 Tahun 2025). Sementara pengawasan operasional dilaksanakan oleh Pejabat yang Berwenang (PyB) dalam hal ini Sekretaris Daerah dan Inspektorat. Di atas kertas, desain tersebut terlihat efisien. Masa transisi pengawasan pasca KASN berisiko membuka ruang politisasi birokrasi, termasuk di Kota Bandung, jika tidak diantisipasi sejak dini.

Jeruk, Makan Jeruk

Banyak bukti teori maupun empirik, di mana relasi struktural antara ASN dan kepala daerah sering kali membuat posisi dilematis antara menjaga profesionalisme atau menghadapi risiko karier. Apalagi, apabila sistem pengawasan dilakukan oleh aktor yang berada dalam satu garis komando dengan pihak yang diawasi berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, terutama menjelang kontestasi politik daerah.

Putusan MK 135/PUU-XXII/2024 pisahkan Pemilu Nasional dan Daerah mulai 2029. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Putusan MK 135/PUU-XXII/2024 pisahkan Pemilu Nasional dan Daerah mulai 2029. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Mahkamah Konstitusi membaca risiko tersebut. Melalui Putusan MK Nomor 121/PUU-XXII/2024, MK menegaskan bahwa negara berkewajiban menghadirkan mekanisme pengawasan ASN yang independen. Putusan ini bersifat final dan mengikat, sekaligus memberi tenggat dua tahun kepada Pemerintah dan DPR untuk membentuk lembaga pengawas independen yang melaksanakan fungsi eks-KASN. Selama masa transisi tersebut, muncul pertanyaan penting: siapa yang memastikan netralitas ASN tetap netral? Bagi daerah seperti Jawa Barat, putusan ini harus menjadi momentum penguatan tata kelola birokrasi.

Masalahnya, tahapan Pemilu 2029 diperkirakan mulai berjalan pada 2027–2028, tepat di tengah masa transisi tersebut. Ini adalah fase paling rawan, ketika konsolidasi politik mulai menguat dan tekanan terhadap birokrasi daerah meningkat. Jika lembaga pengawas independen belum terbentuk atau belum siap secara operasional, pengawasan netralitas ASN berisiko melemah. Dalam konteks Jawa Barat dan Kota Bandung, kondisi ini bisa berdampak langsung pada stabilitas birokrasi dan kualitas layanan publik.

Bim Salabim, bukan solusi

Pembentukan lembaga publik bukanlah pekerjaan yang singkat. Proses legislasi, konsolidasi politik, penataan organisasi, hingga pengisian sumber daya manusia membutuhkan waktu panjang. Jika semua baru dirumuskan mendekati tahapan pemilu, lembaga pengawas independen berpotensi hadir sebagai syarat formal tanpa kapasitas nyata. Oleh karena itu, strategi kebijakan masa transisi menjadi sangat penting, terutama di daerah.

Pemerintah pusat perlu segera menerbitkan pedoman nasional netralitas ASN yang bersifat lex specialis, mekanisme pengaduan ad hoc, serta perlindungan bagi ASN yang tetap profesional sesuai nilai BerAKHLAK. Di tingkat daerah, misal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kota Bandung, perlu memperkuat peran inspektorat sebagai pengawas internal yang profesional dan berintegritas. Pejabat Pembina Kepegawaian harus menjalankan kewenangan secara akuntabel, bukan sebagai perpanjangan kepentingan politik.

Kolaborasi lintas lembaga juga menjadi kunci. Penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, Bawaslu melalui program SINERGI ASN, dan instansi pusat dapat menciptakan ekosistem pengawasan yang lebih efektif. Di sisi lain, pembinaan ASN melalui sistem pembelajaran Corporate University perlu dioptimalkan, agar nilai netralitas dan integritas benar-benar tertanam dalam budaya birokrasi.

Baca Juga: Jabar Juara PHK, Dedi Mulyadi Perlu Strategi Pengerahan Tenaga Kerja

Tak kalah penting, peran media lokal dan masyarakat sipil di Jawa Barat. Pengalaman pemilu sebelumnya menunjukkan bahwa sorotan media dan tekanan publik mampu mendorong respons cepat terhadap pelanggaran netralitas ASN. Media lokal seperti Ayo Bandung memiliki posisi strategis untuk menjaga isu ini tetap menjadi perhatian publik, sekaligus menjadi ruang edukasi politik bagi masyarakat.

Pada akhirnya, netralitas ASN adalah bagian dari ujian besar demokrasi Indonesia menuju Pemilu 2029. Putusan MK Nomor 121/PUU-XXII/2024 telah memberi arah yang jelas. Tantangannya kini adalah memastikan masa transisi tidak menjadi ruang kosong pengawasan. Pemilu 2029 bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang memastikan birokrasi tetap berpihak pada konstitusi dan kepentingan publik. Dari Jawa Barat, kualitas demokrasi nasional kembali dipertaruhkan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)