Mengawal Netralitas ASN Menjelang Tahapan Pemilu 2029

Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan Kamis 29 Jan 2026, 14:35 WIB
Peningkatan kapasitas birokrasi, menjadi kunci profesionalisme ASN (Sumber: Humas LAN | Foto: Humas LAN)

Peningkatan kapasitas birokrasi, menjadi kunci profesionalisme ASN (Sumber: Humas LAN | Foto: Humas LAN)

Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi, tetapi tantangan menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pengawal kualitas demokrasi sudah mulai terasa hangat. Netralitas ASN dalam konteks demokrasi elektoral menjadi penyangga utama, agar kompetisi politik tidak mencederai keadilan administrasi dan kepercayaan publik. Karena itu, isu netralitas ASN di bukan urusan administratif saja, melainkan isu strategis kualitas demokrasi Indonesia.

Jimly Asshiddiqie dalam Seminar Hari Konstitusi di Jakarta mengatakan, Indonesia dikenal sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 dunia, tetapi indeks kualitasnya malah berada di peringkat ke-54 dunia. Hal tersebut sejalan dengan laporan V-Dem Democracy, dimana indeks demokrasi Indonesia terus menurun. Terhitung pada 2014, saat Presiden Joko Widodo mulai memerintah, indeks demokrasi masih di angka 0,52. Namun, indeks demokrasi terus turun jadi 0,43 pada 2022 dan 0,36 pada 2023. Peringkat Indonesia pun turun dari ke-79 ke-87.

Ria Amelia dkk (2025) memperjelas bahwa kemunduran demokrasi ditandai dengan penguatan kekuasaan eksekutif, pelemahan lembaga pengawasan, serta pembatasan kebebasan sipil. Kemunduran demokrasi cenderung terjadi melalui mekanisme dan executive aggrandizement dan strategic manipulation of elections. Selanjutnya Ria menyebutkan bahwa kemunduran demokrasi tidak selalu berlangsung secara radikal, namun perlahan melalui institusi formal yang melemahkan esensi kedaulatan rakyat yang bermuara dalam pesta demokrasi.

Praktik di lapangan menunjukkan bahwa netralitas ASN masih rentan dilanggar, terutama pada periode menjelang pemilu. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) per 2 April 2024 mencatat 481 laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN, dengan 264 ASN atau 54,9 persen terbukti melanggar. Pada Pilkada Serentak 2020, jumlah laporan bahkan mencapai 2.034 kasus, dengan 78,5 persen di antaranya terbukti melakukan pelanggaran, dan 90,8 persen telah dijatuhi sanksi oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Data ini menunjukkan bahwa pelanggaran netralitas bukan fenomena insidental, melainkan persoalan struktural yang berulang.

Kabar baiknya, pada konteks Provinsi Jabar KASN menilai pelanggaran netralitas ASN pada Pemilu 2024 relatif rendah. Dari sekitar 46.000 pegawai provinsi dan 300.000 pegawai ASN kabupaten dan kota, tercatat ada 20 kasus dengan jenis pelanggaran kesalahan administratif. Namun, prestasi ini tidak boleh membuat lengah, tekanan terhadap ASN kerap muncul jauh sebelum masa kampanye resmi.

Situasi ini menjadi semakin kompleks setelah pembubaran KASN melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Kini, fungsi pengawasan sistem merit dan netralitas ASN dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sampai dengan terbentuknya lembaga independen (Pasal 27, Peraturan Menteri PANRB Nomor 19 Tahun 2025). Sementara pengawasan operasional dilaksanakan oleh Pejabat yang Berwenang (PyB) dalam hal ini Sekretaris Daerah dan Inspektorat. Di atas kertas, desain tersebut terlihat efisien. Masa transisi pengawasan pasca KASN berisiko membuka ruang politisasi birokrasi, termasuk di Kota Bandung, jika tidak diantisipasi sejak dini.

Jeruk, Makan Jeruk

Banyak bukti teori maupun empirik, di mana relasi struktural antara ASN dan kepala daerah sering kali membuat posisi dilematis antara menjaga profesionalisme atau menghadapi risiko karier. Apalagi, apabila sistem pengawasan dilakukan oleh aktor yang berada dalam satu garis komando dengan pihak yang diawasi berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, terutama menjelang kontestasi politik daerah.

Putusan MK 135/PUU-XXII/2024 pisahkan Pemilu Nasional dan Daerah mulai 2029. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Putusan MK 135/PUU-XXII/2024 pisahkan Pemilu Nasional dan Daerah mulai 2029. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Mahkamah Konstitusi membaca risiko tersebut. Melalui Putusan MK Nomor 121/PUU-XXII/2024, MK menegaskan bahwa negara berkewajiban menghadirkan mekanisme pengawasan ASN yang independen. Putusan ini bersifat final dan mengikat, sekaligus memberi tenggat dua tahun kepada Pemerintah dan DPR untuk membentuk lembaga pengawas independen yang melaksanakan fungsi eks-KASN. Selama masa transisi tersebut, muncul pertanyaan penting: siapa yang memastikan netralitas ASN tetap netral? Bagi daerah seperti Jawa Barat, putusan ini harus menjadi momentum penguatan tata kelola birokrasi.

Masalahnya, tahapan Pemilu 2029 diperkirakan mulai berjalan pada 2027–2028, tepat di tengah masa transisi tersebut. Ini adalah fase paling rawan, ketika konsolidasi politik mulai menguat dan tekanan terhadap birokrasi daerah meningkat. Jika lembaga pengawas independen belum terbentuk atau belum siap secara operasional, pengawasan netralitas ASN berisiko melemah. Dalam konteks Jawa Barat dan Kota Bandung, kondisi ini bisa berdampak langsung pada stabilitas birokrasi dan kualitas layanan publik.

Bim Salabim, bukan solusi

Pembentukan lembaga publik bukanlah pekerjaan yang singkat. Proses legislasi, konsolidasi politik, penataan organisasi, hingga pengisian sumber daya manusia membutuhkan waktu panjang. Jika semua baru dirumuskan mendekati tahapan pemilu, lembaga pengawas independen berpotensi hadir sebagai syarat formal tanpa kapasitas nyata. Oleh karena itu, strategi kebijakan masa transisi menjadi sangat penting, terutama di daerah.

Pemerintah pusat perlu segera menerbitkan pedoman nasional netralitas ASN yang bersifat lex specialis, mekanisme pengaduan ad hoc, serta perlindungan bagi ASN yang tetap profesional sesuai nilai BerAKHLAK. Di tingkat daerah, misal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kota Bandung, perlu memperkuat peran inspektorat sebagai pengawas internal yang profesional dan berintegritas. Pejabat Pembina Kepegawaian harus menjalankan kewenangan secara akuntabel, bukan sebagai perpanjangan kepentingan politik.

Kolaborasi lintas lembaga juga menjadi kunci. Penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, Bawaslu melalui program SINERGI ASN, dan instansi pusat dapat menciptakan ekosistem pengawasan yang lebih efektif. Di sisi lain, pembinaan ASN melalui sistem pembelajaran Corporate University perlu dioptimalkan, agar nilai netralitas dan integritas benar-benar tertanam dalam budaya birokrasi.

Baca Juga: Jabar Juara PHK, Dedi Mulyadi Perlu Strategi Pengerahan Tenaga Kerja

Tak kalah penting, peran media lokal dan masyarakat sipil di Jawa Barat. Pengalaman pemilu sebelumnya menunjukkan bahwa sorotan media dan tekanan publik mampu mendorong respons cepat terhadap pelanggaran netralitas ASN. Media lokal seperti Ayo Bandung memiliki posisi strategis untuk menjaga isu ini tetap menjadi perhatian publik, sekaligus menjadi ruang edukasi politik bagi masyarakat.

Pada akhirnya, netralitas ASN adalah bagian dari ujian besar demokrasi Indonesia menuju Pemilu 2029. Putusan MK Nomor 121/PUU-XXII/2024 telah memberi arah yang jelas. Tantangannya kini adalah memastikan masa transisi tidak menjadi ruang kosong pengawasan. Pemilu 2029 bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang memastikan birokrasi tetap berpihak pada konstitusi dan kepentingan publik. Dari Jawa Barat, kualitas demokrasi nasional kembali dipertaruhkan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 11:40 WIB

Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 15 Feb 2026, 08:49 WIB

Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Satu per satu rekan dan kerabat Dikdik menyerah. Pabrik-pabrik ditutup, tungku-tungku dipadamkan. Kini, dari sekitar 30 pengrajin yang pernah berjaya, hanya satu yang masih bertahan.
Dikdik Gumilar meneruskan usaha ayahnya sebagai pembuat keramik yang terkenal dengan sebutan Keramik Haji Oma. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 07:26 WIB

Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Beranda 14 Feb 2026, 19:20 WIB

Bandung Review Membaca Risiko Cekungan, Gempa, dan Masa Depan Kota

Program ini awalnya digagas di Pustaka Selasar. Namun karena jumlah peserta kerap melebihi kapasitas, diskusi dipindahkan ke ruang yang lebih besar.
Geografiwan kawakan T Bachtiar di Bandung Review #006. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 14 Feb 2026, 13:19 WIB

Alasan Mengapa Bandung Menjadi Kunci Strategis Bagi Pertumbuhan Industri Purifikasi di Indonesia

Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat.
Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat. (Sumber: Coway)
Beranda 14 Feb 2026, 12:36 WIB

Cekungan Bandung: Catatan tentang Kota Kreatif yang Berdiri di Tengah Ancaman Geologis dan Minimnya Mitigasi

Namun di bawah beton dan aspal, tersimpan endapan lumpur puluhan ribu tahun yang menjadi fondasi kehidupan sekaligus potensi risiko.
Titi Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)